1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
BencanaEropa

Kebakaran Hutan di Eropa, Puluhan Ribu Warga Dievakuasi

Emmy Sasipornkarn | Zac Crellin sumber: AFP, AP, Reuters
24 Juli 2026

Spanyol menetapkan status darurat nasional di wilayah Madrid. Sementara itu di Prancis, Presiden Emmanuel Macron mengaktifkan Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa untuk meminta bantuan.

https://p.dw.com/p/5Hfbg
Foto tampak udara kebakaran hutan di Pegunungan Burgohondo, Spanyol, 23 Juli 2026
Kebakaran hutan di Pegunungan Burgohondo, Avila, Spanyol, pada 23 Juli 2026.Foto: Ana Beltran/REUTERS

Puluhan ribu orang didesak untuk mengungsi pada Kamis (23/07) ketika kebakaran hutan terus melanda Spanyol, Prancis, dan Italia.

Kebakaran ini terjadi saat Eropa bersiap menghadapi gelombang panas, dengan suhu di sejumlah wilayah diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius.

Sepanjang 2026, luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan di Eropa telah melampaui rata-rata tahunan dalam dua dekade terakhir.

Perubahan iklim membuat cuaca ekstrem seperti gelombang panas dan kebakaran hutan semakin sering terjadi dan semakin parah.

Spanyol umumkan status darurat nasional di wilayah Madrid

Untuk mempercepat penanganan sejumlah kebakaran hutan yang masih belum terkendali, pemerintah Spanyol menetapkan status darurat nasional di wilayah Madrid dan Provinsi Ávila, dekat ibu kota, pada Kamis (23/07) malam.

Langkah ini bertujuan mempercepat pengerahan sumber daya untuk memadamkan kebakaran, yang telah memaksa sekitar 10.000 orang mengungsi dari wilayah tersebut.

Keputusan itu juga mengalihkan penanganan krisis kepada Unit Darurat Militer Angkatan Bersenjata Spanyol, yang memiliki keahlian dalam penanggulangan bencana.

Mengapa Partai Hijau Jerman Kini Dukung Penggunaan AC?

Sebelumnya pada Kamis (23/07), Perdana Menteri Pedro Sánchez menulis di X bahwa "pemerintah telah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menghentikan kebakaran hebat yang saat ini melanda berbagai wilayah, termasuk Ávila, León, Toledo, Madrid, dan daerah lain di Spanyol."

Sánchez juga mengunjungi kawasan yang terdampak parah di Guadalajara, timur laut Madrid, di mana lebih dari 30 desa telah dievakuasi.

"Dari tahun ke tahun, kita semakin jelas melihat bagaimana perubahan iklim merenggut nyawa dan menghancurkan kesejahteraan masyarakat kita," kata Sánchez. "Ini bukan soal politik. Ini adalah sains, ini adalah fakta."

Prancis minta bantuan melalui mekanisme perlindungan sipil Uni Eropa

Di seberang perbatasan, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negaranya telah mengaktifkan Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa untuk meminta bantuan dalam menangani kebakaran hutan.

"Sebentar lagi kami akan mendapat dukungan berupa dua pesawat pemadam kebakaran Canadair dari Kroasia, dua pesawat Air Tractor dari Portugal, serta dua helikopter angkut berat Black Hawk dari Republik Ceko dan Slovakia," tulis Macron di X pada Jumat dini hari.

Sebagai langkah pencegahan, otoritas Prancis mengevakuasi 7.000 warga pada Kamis di wilayah utara Cap Ferret, dekat kawasan wisata Teluk Arcachon. Dengan demikian, total warga yang telah dievakuasi di kawasan tersebut mencapai 12.000 orang.

Pihak berwenang Prancis mengatakan pada Rabu (22/07), bahwa kebakaran ini telah menghanguskan sekitar 2.000 hektare lahan.

Warga yang bersepeda melihat asap yang membubung di belakang area pemukiman saat terjadi kebakaran di dekat Lege-Cap-Ferret, Prancis barat daya pada tanggal 23 Juli, 2026
Prancis telah dilanda tiga gelombang panas sejak bulan Mei 2026. Ini menjadi bagian dari fenomena cuaca ekstrem yang kian sering terjadi akibat perubahan iklim.Foto: Julien De Rosa/AFP

Pejabat Italia duga kebakaran dipicu aksi pembakaran sengaja

Sekitar 6.000 petugas pemadam kebakaran, penjaga hutan, dan personel perlindungan sipil telah dikerahkan di seluruh wilayah Sisilia setelah kebakaran hutan terus berkobar selama beberapa hari.

Presiden Wilayah Sisilia, Renato Schifani, mengatakan sekitar 50 titik kebakaran masih aktif meski pesawat pemadam telah diterjunkan. 

Sementara itu, di wilayah Calabria di daratan utama Italia, lebih dari 160 titik kebakaran telah tercatat.

Pejabat setempat menduga sebagian kebakaran merupakan aksi pembakaran yang disengaja. Mereka menyebut menemukan kain yang dibasahi cairan mudah terbakar dan diikatkan pada beberapa kucing liar untuk membantu menyebarkan api.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Cinta Zanidya

Editor: Adelia Dinda Sani

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait