0% found this document useful (0 votes)
65 views6 pages

Analisis Performansi Refrigerator Medium Temperatur (MT) Dengan Pengaturan Kelembaban

This article describes research on optimizing the performance of a medium temperature refrigerator system in Indonesia with humidity control settings. The researchers redesigned an existing medium temperature refrigerator system to include both artificial and natural humidifier innovations with precise humidity control. They then tested the system and found that the mechanical humidifier performed 3-5% higher than the natural one. While the research obtained an effective humidity control system, more testing is needed for the natural humidifier, especially in rural areas with higher humidity and lower ambient temperatures. The goal is to develop an efficient and energy saving medium temperature refrigerator for storing tropical fruits and vegetables common in Indonesia.

Uploaded by

erwan
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
65 views6 pages

Analisis Performansi Refrigerator Medium Temperatur (MT) Dengan Pengaturan Kelembaban

This article describes research on optimizing the performance of a medium temperature refrigerator system in Indonesia with humidity control settings. The researchers redesigned an existing medium temperature refrigerator system to include both artificial and natural humidifier innovations with precise humidity control. They then tested the system and found that the mechanical humidifier performed 3-5% higher than the natural one. While the research obtained an effective humidity control system, more testing is needed for the natural humidifier, especially in rural areas with higher humidity and lower ambient temperatures. The goal is to develop an efficient and energy saving medium temperature refrigerator for storing tropical fruits and vegetables common in Indonesia.

Uploaded by

erwan
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

POLITEKNOLOGI VOL. 17 NO.

3, SEPTEMBER 2018

ANALISIS PERFORMANSI REFRIGERATOR MEDIUM


TEMPERATUR (MT) DENGAN PENGATURAN KELEMBABAN
I Dewa M.C. Santosa, I Gede N. Suta Waisnawa, Made Ery Arsana
Jurusan Teknik Mesin , Politeknik Negeri Bali
Jalan Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, 80363
e-mail : idmcsantosa@[Link]

ABSTRACT
Indonesia is one of the largest producers of horticultural, especially tropical fruits and vegetables.
Because of tropical country, the outdoor temperature and humidity are relatively high, so that the
horticultural products are decay very fast. In several developing countries including Indonesia, as
much as 40% of fruits and vegetables from total production are becoming waste due to lack of
refrigerated. The existing medium temperature refrigerator (MT refrigerator) system has temperature
controler only, so it still can not maintain the quality of the products. This research is aimed to get
optimization of MT refrigerator system with the best option of humidifier technology and efficient
operation. The research method will be conducted by re-design of existing medium temperature
refrigerator system technology and will be given an innovation of an artificial and natural humidifier
with precision setting system, then commenced test will be done, followed by performance test of the
system. The results show that the performance of the system using mechanic humidifier is higher
approximately 3%-5% than the natural one. In summary, the research has been obtained more
effective humidity system, however for natural humidifier need to be more performance test especially
in the rural area which has higher humidity and lower ambient temperature.
Keywords: refrigerator, medium temperature, humidifier, fresh vegetable, fresh fruit

ABSTRAK
Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar untuk produk holtikultura terutama buah-buahan
dan sayuran. Namun di lain pihak, karena temperatur dan kelembaban udara lingkungan sangat
tinggi maka produk-produk tersebut sangat cepat mengalami pembusukan. Di negara berkembang
seperti Indonesia, sebanyak 40% buah dan sayur dari produksi totalnya terbuang dan menjadi sampah
(waste) karena kurangnya pendinginan. Sistem refrigerator medium temperatur (MT) yang ada pada
saat ini baru mempunyai pengaturan suhu saja sehingga masih mempunyai kelemahan yang tinggi
untuk menjaga kualitas produk-produk yang disimpan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mendapatkan optimasi sistem refrigerator MT dengan pilihan teknologi humidifier dan pengoperasian
yang efisien/hemat. Metode penelitian dilakukan dengan re-desain teknologi sistem refrigerator
medium temperatur yang sudah ada dan akan di berikan inovasi berupa humidifier buatan dan alami
dengan sistem pengaturan yang presisi, kemudian sistem akan dilakukan commencing test,
dilanjutkan dengan performance test dari sistem. Analisis terhadap performasi mesin refrigerator
didapatkan bahwa dengan mengunakan humidifier mekanik performansi sistem lebih tinggi berkisar
3%-5% pada lingkungan pengujian di Lab Refrigerasi-Politeknik Negeri Bali. Dengan demikian hasil
dari penelitian ini sudah didapatkannya produk teknologi tepat guna berupa refrigerator medium
temperatur dengan pengaturan suhu dan kelembaban yang efisien dan hemat listrik.
Kata kunci : Sistem refrigerator, medium temperatur, humidifier, sayur, buah segar.

PENDAHULUAN product rendah (rata-rata 3 hari), ii)


kualitas produk rendah (hygienis ,
Mengingat negara kita adalah tropis tercemar bakteri dan pembusukan), iii)
maka laju pembusukan (spoilage rate) supplai tidak kontinu [14]. Dampak yang
produk holtikultura sangat tinggi jika nyata terasa pada masyarakat adalah
tanpa pendingin. Kurangnya jumlah pasokan yang kurang dan harga
pendinginan pada sayur dan buah segar sangat fluktuatif yang menjadi sangat
secara umum menimbulkan tinggi pada saat permintaan naik seperti
permasalahan lain yaitu: i) durability pada saat hari raya nasional, tentunya

299
I Dewa M.C. Santosa, I Gede N. Suta Waisnawa dan Made Ery Arsana,
Analisis Performansi Refrigerator.........
hal ini sangat merugikan petani maupun maupun cabai diperlukan temperatur
[10]
konsumen . rata-rata 10oC-15oC pada kelembaban
Sistem refrigerator medium temperatur realtif 90%-95% untuk masa
dalam penelitian ini didefinisikan penyimpanan 2 minggu sampai 1 bulan
merupakan suatu sistem mesin dan tentunya dapat ditingkatkan waktu
pendingin dengan rentang temperatur penyimpanannya dengan menurunkan
pendinginan yang bias diatur dalam temperatur yang lebih rendah [6].
ruang sampai dengan -5°C . Hal ini juga Kualitas produk holtikultura pasca
berdasarkan data base penyimpanan panen dijaga dengan sistem penurunan
sayur dan buah segar rata-rata 10oC – temperatur dan menjaga kelembaban.
o Dan didapatkan bahwa dengan
15 C . Namun sistem juga sangat perlu
untuk diatur kelebabannya terintergrasi penurunan temparatur sampai dengan
dengan temperatur ruangan refrigerator. 0oC dan kelembaban 90% dapat
Kelembaban relatif (RH) yang meningkatkan durability produk dan
diinginkan adalah berkisar 75% - 90% dapat tetap menjaga kualitas produk
sesuai dengan jenis buah dan sayuran (texture, nutrition, aroma and rasa) dan
[12] juga didaptkan bahwa kelerlambatan
yang disimpan .Inovasi penting yang
dilakukan pada sistem refrigerator ini waktu pendinginan pasca panen akan
berupa sistem pengaturan kelembaban menurunkan kualitas dengan cepat [13],
[7], [1], [3]
yang akan diteliti dua sistem pengatur .
kelembaban yang berbeda yaitu dengan Paull (1999). Delele et al , (2009)
sistem alami dan sistem mekanik. meneliti optimasi sistem humidifier dan
Untuk produk sayuran dan buah maka mendapatkan bahwa efisiensi
penyimpanan pasca panen sangat humidifier dipengaruhi oleh panjang
penting karena berkaitan dengan laju dari deflector , jumlah nosel , dan durasi
kerusakan (deterioration) yang dari humidifikasi. Untuk performansi
disebabkan oleh perubahan karena terbaik disarankan panjang deflector
proses biochemical dan karena 0,8 m , siklus interval humidifikasi 1,5
[1] min on dan 2 min off . Dengan bantuan
mikroorganisme . Temperatur sangat
berperan dalam dalam hal ini. Dalam Program CFD, [4] menunjukkan gradasi
penyimpanan produk-produk distribusi kelembaban dan temperatur
holtikultuta (medium temperature), dalam ruang refrigerator, dimana ada
tentunya spesifikasi/karakteristik perbedaan berkisar 1oC untuk distribusi
masing-masing produk memerlukan suhu dan untuk kelembaban ada
kondisi yang berbeda-beda. Secara perbedaan distribusi sampai dengan
umum untuk penyimpanan sayuran dan sekitar 8%, ini menunjukkan bahwa
o humidifier perlu optimasi untuk
buah segar berkisar antara 0 C sampai
o mencapai efisiensi yang tinggi.
dengan 15 C dengan kelembaban
relatif (RH) berkisar 90 sampai 95%
dan pasca panen dapat bertahan antara METODE PENELITIAN
3-6 minggu. Bahkan untuk industri
makanan yang sebelumnya menyimpan Penelitian ini merupakan penelitian
o
pada temperatur diatas 0 C, kini sudah experimental dengan tahapan utama
menurunkan temperaturnya menjadi adalah re-desain, rancang bangun, uji
o
antara -18 C sampai -35 C dengan o commissioning dan uji performance
tujuan mengurangi atau memperlambat sistem refrigerator medium temperatur
kerusakan phisik, kimia dan dengan pengaturan suhu dan
microbiologi [13]
. Sedangkan beberapa kelembaban. Data data untuk kebutuhan
produk holtikultura asli Indonesia redesain didapat dari literatur dan
misalnya buah durian, manggis, duku penelitian yang sudah dilaksanakan

300
POLITEKNOLOGI VOL. 17 NO. 3, SEPTEMBER 2018

sebelumnya. Pengujian juga dilakukan


terhadap produk buah dan sayuran yang
disimpan terhadap kualitas dan lama
penyimpanannya.
Gambar 1(a) menjelaskan diagram
skematik dari prototipe yang dire-
desain. Proses pembuatan mengikuti
prosedur produksi yang standar. Sistem
kontrol kelembaban dan temperatur
dirancang sesuai dengan kebutuhan
sistem humidifier yang diinginkan.
Untuk humidifier alamiah
menggunakan timer yang dapat di set
durasi hidup dan frekuensi operasional
blowernya. Sedangkan untuk humidifer
mekanik dikontrol dengan control
humidifier digital dengan tambahan
kontaktor untuk on-off dari peralatan
humidifier, seperti ditunjukkan pada
Gambar 1 (a) dan 1(b) berikut ini.
Prototipe refrigerator MT tersebut
dibuat di Lab Refrigerasi - Politeknik
Negeri Bali. Prorotipe mesin pendingin
dimodifikasi untuk mendapatkan
(b)
kelembaban berkisar 60% - 95% .
Gambar 1. Re-desain prototipe
Instrumentasi, kontrol dan alat ukur
refrigerator temperatur medium (a)
dan data logger dilengkapi untuk mesin
diagram re-desain, (b) photo peralatan
pendingin dan produknya yaitu
control kelembaban
termokopel, sensor kelembaban /
higrometer, power meter - ampere meter
seperti ditunjukkan pada Gambar 2
berikut.
Temperatur (T), kelembaban (RH) serta
waktu penyimpanan dan ini merupakan
hal yang sangat penting untuk menjaga
kualitas produk. Namun optimasi
penyimpanan sangat dibutuhkan
sehingga nantinya harga produknya
dapat bersaing di pasaran. Analisis ini Gambar 2. Diagram peralatan
dilakukan berdasarkan hasil observasi eksperimen refrigerator temperatur
/eksperimen dan juga akan medium
dikonfirmasi dengan standard ASHRAE
(American Society of Heating,
Refrigerating and Air Conditioning HASIL dan PEMBAHASAN
Engineers). Untuk uji performansi Kondisi penyimpanan berupa suhu (oC)
mesin akan dihitung dengan bantuan dan kelembaban (%) berbagai jenis
Program EES dan akan dianalisis produk sayur dan buah-buahan segar
dengan persamaan thermodinamika dan telah dikumpulkan dari berbagai sumber
thermofluid. (ASHRAE,2014; Gogou et al,2015,
Hasbie et al, 2015) . Didapatkan kondisi

301
I Dewa M.C. Santosa, I Gede N. Suta Waisnawa dan Made Ery Arsana,
Analisis Performansi Refrigerator.........
pendinginan/penyimpanan rata-rata KESIMPULAN
o
berkisar 5-13 C dan dengan kelembaban
65%-95%. Dengan demikian rancangan Dalam pengembangan prototipe mesin
refrigerator MT ini akan disesuaikan pendingin (refrigerator temperatur
dengan database ini. Seperti medium) ini sudah didapatkan hasil
ditunjukkan pada Tabel 1. berupa efektifitas penggunaan
Berdasarkan hasil uji komisioning humidifier alamiah ataupun dengan
didapatkan bahwa mesin dapat dijaga mekanik. Dengan humidifier ini telah
kelembabannya sampai dengan 98% mampu meningkatkan kelembaban
dan temperatur sampai dengan -5oC. ruangan pendingin. Berdasarkan
sehingga dari krakteristik penyimpanan analisis yang lebih mendetail untuk
sayur dan buah segar yang minimal kondisi lingkungan yang diujikan (di
suhu penyimpanannya adalah 5 C dan o Lab Refrigerasi–Politeknik Negeri
kelembaban maksimal 98 % prototipe Bali), humidifier mekanik lebih efektif
mesin refrigerator dapat memenuhi uji untuk diterapkan karena dapat menjaga
performance dari produk yang akan performansi sistem lebih tinggi. Namun
diujikan. untuk kondisi lingkungan yang lebih
Dengan menerapkan metode diatas dingin dan lembab seperti di pedesaan
didapatkan perhitungan performansi tetap memerlukan penelitian lebih lanjut
dari sistem dengan kondisi operasional untuk penerapan sistem alamiah yang
yang terdiri dari : operasional lebih efektif.
humidifier mekanik dengan dan tanpa
beban serta operasional humidifier DAFTAR PUSTAKA
alamiah tanpa dan dengan beban. Dari
hasil yang didapatkan bahwa dengan [1] ASHRAE, 2014. ASHRAE Hand
operasional alamiah, performansi book of Refrigeration. ASHRAE,
sedikit menurun berkisar 3%-5% Inc., Atlanta.
dengan penggunaan humidifier [2] BPS Propinsi Bali tahun 2017,
mekanik, hal ini disebabkan karena available at [Link]
fresh air yang dialirkan masih dengan [3] Coulomb D., 2008, Refrigeration
kondisi temperatur yang relatif tinggi and cold chain serving the global
(data diambil dalam kondisi udara luar food industry and creating a better
o future: two key IIR challenges for
berkisar 29 C dan kelembaban 78%.
Sedangkan dengan humidifier mekanik improved health and environment,
kelembahan yang ditambahkan dalam Food Science and Technology. 19:
bentuk steam/uap sehingga panas 413-417.
latennya tetap konstan (tidak ada [4] Delele M.A, Schenk A., Ramon H.,
kehilangan panas laten) dan sistem lebih Nicolaï B.M., Verboven P. 2009,
sedikit mendapatkan beban pendingin. Evaluation of a chicory root cold
Untuk meningkatkan performansi store humidification system using
sistem dengan menggunakan humidifier computational fluid dynamics,
alamiah direkomendasikan Journal of Food Engineering. 94 :
pengunaannya di lingkungan yang lebih 110–121.
dingin dan lebih lembab serta di
pedesaan/pegunungan sangat efektif
untuk digunakan. Jika direncanakan
sebuah atau suatu cold room berada di
sentra-sentra pertanian di pedesaan
maka humidifier alamiah ini akan
sangat efektif untuk diterapkan.

302
POLITEKNOLOGI VOL. 17 NO. 3, SEPTEMBER 2018

[5] Gogou E., Katsaros G., Derens E., [13] Tassou S.A, De-Lille G., Ge Y.T.,
Alvarez G., Taoukis P.S., 2015, 2010, Food transport refrigeration –
Cold chain database development Approaches to reduce energy
and application as a tool for the consumption and environmental
cold chain management and food impacts of road transport, Applied
quality evaluation, International Thermal Engineering. 29: 1467–
Journal of Refrigeration. 52: 109- 1477.
121. [14] Tassou S.A, Lewis J.S., Ge Y.T.,
[6] Hasbi, Saputra D., Juniar, 2005, Hadawey A., Chaer I., 2015, A
Masa Penyimpanan Buah Manggis review of emerging technologies
(Garcinia Mangostana L.) pada for food refrigeration applications,
Berbagai Tingkat Kematangan , Applied Thermal Engineering.
suhu dan kemasan, Jurnal 30:263-276.
Teknologi dan Industri Pangan.
[Link] No.3.
[7] Laguerrea O., Hoanga H.M., Flick
D., 2013, Experimental
investigation and modelling in the
food cold chain: Thermal and
quality evolution, Food Science and
Technology, 29: 87-97
[8] Nahman A., Lange W.D., 2013,
Costs of food waste along the value
chain: Evidence from South Africa,
Waste Management. 33:2493–
2500.
[9] Paull R. E., 1999, Effect of
temperature and relative humidity
on fresh commodity quality,
Postharvest Biology and
Technology. 15 : 263–277.
[10] Rafani I., 2014, Strategic Plan of
Indonesian Ministry of Agriculture:
2015-2019, Indonesian Center for
Agriculture Socio Economic and
Policy Studies (ICASEPS),
Ministry of Agriculture, Indonesia.
[11] Rediersa H., Claesa M., Peetersa
L., Willemsa K.A., 2009,
Evaluation of the cold chain of
fresh-cut endive from farmer to
plate, Postharvest Biology and
Technology. 51: 257–262.
[12] Suta W., Santosa I D M C, Sunu,
2018, Model Development of Cold
Chains for Fresh Fruits and
Vegetables Distribution: A Case
Study in Bali Province, Journal of
Physics:conference series, 953 (1),
012109

303
I Dewa M.C. Santosa, I Gede N. Suta Waisnawa dan Made Ery Arsana,
Analisis Performansi Refrigerator.........
LAMPIRAN

Tabel 1. Karakteristik penyimpanan buah dan sayur segar


No. Produk Temperatur Kelembapan Ketahanan waktu
(oC) (%) setelah panen
1 Asparagus 5 90-100 2-3 minggu
2 Cabai keriting 5-10 85-95 2-3 minggu
3 Cabai besar 5-10 85-95 2-3 minggu
4 Kol 5 95-100 3-6 minggu
5 Tomat 10-12 90-95 2-5 minggu
6 Sawi 5 98-100 2-4 minggu
7 Wortel 5 98-100 3-6 bulan
8 Paprika 7-10 95-98 2-3 minggu
9 Bawang Merah 5 65-70 1-8 bulan
10 Bawang Putih 5 65-70 6-7 bulan
11 Jeruk 12 85-90 1-6 bulan
12 Strawberi 5 90-95 4 hari
13 Mangga 13 85-90 2-3 minggu
14 Manggis 13 85-90 2-4 minggu
15 Durian 6 85-90 5-8 minggu
16 Pisang 14-16 90-95 1-4 minggu
17 Anggur 5 90-95 2-8 minggu
18 Nangka 12,5 85-90 2-4 minggu
19 Melon 10 85-90 3-4 minggu
20 Papaya 10-13 85-90 1-3 minggu
21 Nanas 7-12,5 85-90 2-4 minggu
Sumber: ASHRAE (2014);Gogou (2015), Hasbie (2005)

humidifier Mekanik Humidifier dgn Beban


Humififier Alamiah Humidifier Alamiah -Beban
5

4.5
COP

3.5

3
-5 0 5 10 15

Temperatur Ruangan Refrigerator (deg C)

Gambar 3. Variasi performansi sistem dengan operasional humidifier


mekanik dan alamiah

304

You might also like