Proses Permesinan dan Pengolahan Baja
Proses Permesinan dan Pengolahan Baja
“PROSES PERMESINAN 1”
DISUSUN OLEH:
PROSES PERMESINAN
TEKNIK MANUFAKTUR INDUSTRI AGRO
POLITEKNIK ATI MAKASSAR
2021/2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT, karena berkatnya lah saya bisamenyelesaikan
karya tulis tentang pembahassan logam yang saya buat ini.
Tidak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah membantu sayadalam
menyelesaikan karya tulis ini, sehingga karya tulis ini bisa selesai dan dijadikan sebagaireferensi
pengajaran Material Teknik untuk kita semua.
Walaupun makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu saya berharap kepada
bapakdosen untuk memberikan kritik dan saran untuk menyempurnakan karya tulis tentang
pembahasan logam ini.
Sebagai penulis saya berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua, atas
perhatian dari semua pihak, akhir kata saya ucapkan Terimakasih
Penulis,
RAHMAT TAUFIK
ii
DAFTAR ISI
1. Kesimpulan···················································································································16
2. Saran·····························································································································16
DAFTAR PUSTAKA·····················································································································17
Iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Besi adalah unsur yang paling berlimpah keempat setelah oksigen,silikon, dan aluminium.
Selain itu besi merupakan logam yang paling luas dan paling banyak penggunaanya. Hal tersebut
disebabkan tiga alasan, yaitu bijih besi relatif melimpah di berbagai penjuru dunia, pengolahan
besi relatif murahdan mudah, sifat-sifat besi yang mudah di modifikasi.
Secara umum pasir besi terdiri dari mineral opak yang bercampurdengan butiran-butiran
dari mineral non logam seperti, kuarsa, kalsit, feldspar,ampibol, piroksen, biotit, dan tourmalin.
mineral tersebut terdiri dari magnetit,titaniferous magnetit, ilmenit, limonit, dan hematit,
Titaniferous magnetit adalah bagian yang cukup penting merupakan ubahan dari magnetit
danilmenit. Mineral bijih pasir besi terutama berasal dari batuan basaltik dan andesitik volkanik.
Untuk mengolah bijih besi untuk menghasilkan logam besidilakukan dalam tanur sembur (blast
furnace).
Karakter dari endapan besi dapat berupa endapan logam yang berdirisendiri namun
seringkali ditemukan berasosiasi dengan mineral logam lainnya.Besi biasanya ditemukan dalam
bentuk magnetit (Fe3O4) dengan kandunganFe 72,4%, hematit (Fe2O3) dengan kandungan Fe
70,0%, limonit(Fe2O3.nH2O) dengan kandungan Fe 59-63% atau siderit (FeCO3)
dengankandungan Fe 48,2%.
Besi dan baja merupakan logam yang banyak digunakan dalam teknik;dan meliputi 95%
dari seluruh produksi logam dunia. untuk penggunaantertentu, besi dan baja merupakan satu-
satunya logam yang memenuhi persyaratan teknis maupun ekonomis, namun di beberapa bidang
lainnyalogam ini mulai mendapat persaingan dari logam bukan besi dan bahan bukan logam.
Diperkirakan bahwa besi telah dikenal oleh manusia disekitar tahun1200 SM. Proses pembuatan
baja diperkenalkan oleh Sir Henry Bessemer dariInggris sekitar tahun 1800, sedang William Kelly
dari Amerika pada waktuyang hampir bersamaan berhasil membuat besi malleable. hal ini
menyebabkan timbulnya persengketaan mengenai masalah paten.
1
BAB II
A. Pengertian Baja
Baja adalah logam aloy yang komponen utamanya adalah besi,dengan karbon sebagai
material pengaloy utama. Karbon bekerja sebagai agen pengeras, mencegah atom besi, yang
secara alami teratu dalam lattice, begereser melalui satu sama lain. Memvariasikan jumlah karbon
dan penyebaran alloy dapat mengontrol kualitas baja. Baja dengan peningkatan jumlah karbon
dapat memperkeras dan memperkuat besi, tetapi juga lebih rapuh. Definisi klasik, baja adalah
besi-karbon aloy dengan kadar karbon sampai 5,1 persen. Ironisnya, aloy dengan kadar karbon
lebih tinggi dari inidikenal dengan besi.
Sekarang ini ada beberapa kelas baja di mana karbon diganti dengan material aloy lainnya,
dan karbon, bila ada, tidak diinginkan. Definisi yang lebih baru, baja adalah aloy berdasar-besi yang
dapat dibentuk secara plastik .Dan umumnya baja juga menjadi bahan pelapisrompi anti peluru,
yang dimana baja menjadi bahan pelapis bahan inti rompi tersebut, yaitu bahan milikKevlar .
Baja diproduksi didalam dapur pengolahan baja dari besi kasar baik padat maupun cair,
besi bekas ( Skrap ) dan beberapa paduan logam. Keseluruhan proses dapat dibagi menjadi
beberapa tahapan pengerjaan,-
Proses pertama :
Komponen dasar : iron ore (biji besi), limestone (tanah kapur),coke (dibuat dari
coal, khusus untuk pembuatan steel) dimasukkan ke dalam blast furnance.
Coke : bahan bakar untuk furnance, dibuat dari coal dengan proses tertentu.
Cairan besi : (molten metal) yang panas di dalam furnanceterpisah menjadi 2
bagian, yang atas adalah slag(wasted,impurities), dan yang bawah adalah besi yang
hendak dipakai. Besi yang dihasilkan ini kemudian dicetak menjadi pigiron. Kadar C
dalam pig iron bisa mencapai 2 %-
2
Proses kedua :
Pig iron dimasukkan ke dalam primary steelmaking furnace, bisa berupa oxygen
furnace, electric arc furnace, atau open hearthfurnace. Ke dalam furnace ini,
berbagai bahan kimia ditambah kanuntuk mendapatkan material properties yang
diinginkan.Seringkali scrap juga dimasukkan ke dalam furnace ini.
Didalam proses dengan oksigen, carbon di dalam molten metal bereaksi dengan
oksigen menghasilkan gas karbon monoksida.Gas ini harus keluar, kalau tidak akan
membentuk gas pockets(rimming) saat menjadi dingin (rimmed steel). Untuk
menghindari, digunakan doxidizer : silicon, aluminum baja yang dihasilkan: killed
steel atau semi-killed steel.
Baja yang dihasilkan dicetak dalam bentuk slab, blom, atau billet.-
Proses ketiga :
Baja yang telah dicetak dalam bentuk slab, blom, atau billet tersebut selanjutnya
dibentuk menjadi berbagai macam profit seperti H-beam, angle (siku), channel, rel
kereta, pelat, pipa(seamless pipe), dsb. Keseluruhan proses itu dapat dilakukan
pada satu lokasi pabrik baja yang besar dan dapat pula dilakukan pada sejumlah
pabrik yang terpisah. Misalnya ada pabrik yang hanya mengerjakan dri billet sampai
suatu barangsetengah jadi.
B. Proses Pembuatan Baja
1. Proses Pembuatan Baja Dengan Proses Konvertor
Konvertor adalah bejana yang berbentuk bulat lonjong terbuatdari pelat baja. Bagian
dalam dilapisi dengan batu tahan api yang berfungsi untuk menyimpan panas yang hilang
sekaligus menjaga supaya pelat baja tidak lekas aus. Bejana tersebut dapat diputar pada
kedua porosnya. pada bagian bawah konvertor terdapat saluran-saluran yang berdiameter
antara 15 - 20 mmsebanyak 120 - 150 buah. Melewati poros yang satu dialirkan udara yang
bertekanan 1.5 - 2 atmosfer. Sedangkan pada poros yang lain dihubungkan dengan roda gigi
untuk mengatur kedudukan konvertor.
3
Proses pembuatan baja dapat diartikan sebagai proses yang bertujuan mengurangi
kadar unsur C, Si, Mn, P dan S dari besi mentahdengan proses oksidasi peleburan. Konventer
untuk proses “oksidasi berkapasitas antara 50-400 ton”. Besi kasar dari tanur yang
dituangkanke dalam konventer disemburkan oksigen dari atas melalui pipa semburyang
bertekanan kira-kira 12 atm.
O2 + CO2
4
sekecil mungkin. Ketikaudara panas dihembuskan lewat besi mentah cair, unsur-
unsur Fe, Si dan Mn terbakar menjadi oksidasinya. Sebagian oksida besi yang terbentuk
pada reaksi di atas akan berubah menjadi terak dan sebagian lagi akan bereaksi dengan Si
dan Mn.
Reaksi-reaksi di atas diikuti dengan kenaikan temperatur dari 1250 ke 1650 . Dari
reaksi di atas akan terbentuk terak asam kira-kira 40 - 50% Si O2. Periode ini disebut
periode pembentukan terak (“The slag forming period”). Periode ini disebut juga periode
“Silicon blow”.Periode ini berlangsung sekitar 4 - 5 menit yang ditandai adanya bunga api
dan ledakan keluar dari mulut Konvertor. Pada periode ke dua yang disebut “The brilliant
flame blow”atau “Carbon blow” dimulai setelah Si dan Mn hampir semuanya terbakar dan
keluar dari besi mentah cair.
Pada periode ke dua ini unsur C akan terbakar oleh panas FeO dengan reaksi yang
diikuti dengan penurunan temperatur + 50 - 80% dan berlangsung + 8 - 12 menit. CO akan
keluar dari mulut Konvertor dimana CO ini akan teroksider oleh udara luar dengan ditandai
dengan timbulnya nyala api bersinar panjang di atas Konvertor. Periode ketiga disebut
“Reddisk Smoke period” yang merupakan periode brilliant flame terakhir.
Periode ini ditandai adanya Reddish smoke (nyala apike merah-merahan) keluar
mulut Konvertor . Hal ini menunjukkan bahwa unsur campuran yang terdapat dalam besi
mentah telah keluar dan tinggal oksida besi FeO. Periode ini berlangsung + 1 - 2 menit.
Kemudian Konvertor diputar sehingga posisinya menuju posisi horizontal, lalu ditambah
kanoksider (ferromanganesh, ferrosilicon atau Al) untukmengikatO2 dan memadunya
dengan baja yang dihasilkan.Baja Bessemer yang dihasilkan dengan proses di atas
mengandung sangat sedikit unsur C.
5
Untuk baja Bessemer, kadar unsur C dapat dinaikkandengan cara:
Berat logam pada proses Bessemer ini akan berkurang+ 8 – 12%. Hasil dari
konvertor Bessemer disebut baja Bessemer yang banyak digunakan untuk bahan
konstruksi.Proses Bessemer juga disebut proses asam karena muatannya bersifat asam dan
batu tahan apinya juga bersifat asam. Apalagi digunakan muatan yang bersifat casa lapisan
itu akan rusak akibat reaksi penggaraman
6
Pada periode I (Slag forming period = Silicon blow)yaitu pada saat penghembusan,
unsur Fe, Si, Mn akan teroksider dan terbentuklah terak basa (basic slag). Dengan adanya
batu kapur, akan terjadi kenaikan temperatur, tetapiunsur phosfor (P) yang terkandung
dalam besi mentah belumdapat dipisahkan dari Fe.
Pada periode ke II (The brilliant flame blow = Carbon blow) yang ditandai dengan
adanya penurunan temperatur,dimana Carbon (C) akan terbakar, berarti kadar C
menurun.Jika kadar C tinggal 0,1 - 0,2%, maka temperatur akan turunmenjadi 1400 derajat
Celcius – 1420 derajat celcius
Setelah temperatur turun menjadi 1400oC, mulailah periode ke III (Reddish Smoke
Periode) yaitu terjadinyaoksidasi dari Fe secara intensif dan terbentuklah terak.Peristiwa ini
berlangsung + 3 - 5 menit, dan selanjutnyaterbentuklah terak Phospor [CaO)4.P2O5] yang
diikutikenaikan temperatur yang mendadak menjadi 1600oC. Setelah periode ke III ini
berakhir, hembusan udara panas dihentikandan converter dimiringkan untuk
mengeluarkan terak yang mengapung di atas besi cair.
Kemudian diberi doxiders/deoxidising agents misalnyaFerro Monggan, Ferro Silicon
atau Aluminium untuk menghilangkan Oksigen (O2) serta memberikan kadar Mn danSi
supaya diperoleh sifat-sifat tertentu dari baja yangdihasilkan. Terak yang dihasilkan
mengandung + 22 % P2O5merupakan hasil ikatan yang diperoleh dan dapat digunakan
sebagai pupuk tanaman. Baja yang dihasilkan digunakan sebagai bahan dalam proses
pengecoran seperti pembuatan baja tuang atau baja profil (steel section) seperti baja siku,
baja profil I, C.
7
Proses tanur oksigen basa ( Basic Oxygen Furnace, BOF) menggunakan besi kasar
cair (65 – 85%) yang dihasilkan oleh tanur tinggi sebagai bahan dasar utama dicampur
dengan besi bekas (skrap baja) sebanyak (15 – 35%), batu kapur dan gas oksigen
(kemurnian99,5%).
Panas ditimbulkan oleh reaksi dengan oksigen. Gagasan inidicetuskan oleh Bessemer
sekitar tahun 1800.
Besi bekas sebanyak ± 30% dimasukkan kedalam bejana yang dilapisi batu tahan api
basa. Logam panas dituangkan kedalam bejana tersebut. Suatu pipa aliran oksigen yang
didinginkan dengan air dimasukkan kedalam bejana 1 sampai 3 m diatas permukaan logam
cair.Gas oksigen akan mengikat karbon dari besi kasar berangsur – angsur turun sampai
mencapai tingkat baja yang dibuat. Proses oksidasi berlangsung terjadi panas yang tinggi
sehingga dapat menaikkantemperatur logam cair sampai diatas 1650 oC. Pada saat oksidasi
berlangsung ke dalam tungku ditambahkan batu kapur. Batu kapu rtersebut kemudian
mencair dan bercampur dengan bahan – bahan impuritas (termasuk bahan – bahan yang
teroksidasi) membentuk terakyang terapung diatas baja cair. Bila proses oksidasi selesai
maka aliranoksigen dihentikan dan pipa pengalir oksigen diangkat / dikeluarkan
daritungku. Tungku BOF kemudian dimiringkan dan benda uji dari baja cair diambil untuk
dilakukan analisa komposisi kimia.
Bila komposisi kimia telah tercapai maka dilakukan penuangan (tapping).
Penuangan tersebut dilakukan ketika temperature baja cair sekitar 1650 oC. Penuangan
dilakukan dengan memiringkan perlahan –lahan sehingga cairan baja akan tertuang masuk
kedalam ladel. Di dalam ladel biasanya dilakukan skimming untuk membersihkan terak dari
permukaan baja cair dan proses perlakuan logam cair (metal treatment). Metal treatment
8
tersebut terdiri dari proses pengurangan impuritas dan penambahan elemen – elemen
pemadu atau lainnya dengan maksuduntuk memperbaiki kualitas baja cair sebelum
dituang ke dalam cetakan.Jenis Baja yang dihasilkan oleh proses ini adalah Baja karbon &
Baja paduan 0,1 % < c < 2,0 %.
Kelebihan proses BOF dibandingkan proses pembuatan bajalainnya :
Dari segi waktu peleburannya yang relatif singkat yaitu hanya berkisar
sekitar 60 menit untuk setiap proses peleburan.
Tidak perlu tuyer dibagian bawah.
Phosphor dan Sulfur dapat terusir dulu daripada karbon.
Biaya operasi murah.
pen-Hearth digunakan campuran besi mentah (pigiron) padat atau cair dengan baja
bekas (steel scrap) sebagai bahan isian(charge). Pada proses ini temperatur yang dihasilkan
oleh nyala api dapatmencapai 1800oC. Bahan bakar (fuel) dan udara sebelum dimasukkan
kedalam dapur terlebih dahulu dipanaskan dalam “Cheekerwork” darirenegarator.
Proses pembuatan baja dengan cara Open-Hearth ini meliputi 3 periode yaitu:
a. Periode memasukkan dan mencairkan bahan isian.
b. Periode mendidihkan cairan logam isian.
c. Periode membersihkan/memurnikan (refining) dan deoksidasi
Bahan bakar yang dipakai adalah campuran blast furnace gas dancokes oven gas.
Bahan isian antara lain besi mentah dan baja bekas beserta bahan tambah ditaruh dalam
heart lewat pintu pengisian.
Proses pembuatan baja dengan cara Open-Hearth furnace inidapat dalam keadaan
basa atau asam (basic or acid open-hearth). Pada basic open-hearth furnace, dinding
bagaian dalam dapur dilapisi denganmagnesite brick. Bagian bawah untuk tempat logam cair
dan terak dari bahan magnesite brick atau dolomite harus diganti setiap kali
peleburanselesai. Terak basa yang dihasilkan + 40 - 50 % CaO.
9
Gambar Open-HearthFurnace
Pada acid open-hearth furnace, dinding bagian dalam dapur dilapisi dengan dinas-brick.
Bagian bawah dinding dapur harus diganti setiap kali peleburan selesai. Terak yang dihasilkan
mengandung silicayang cukup tinggi yaitu 50 - 55 % SiO2. Pada proses basic ataupun aciddapat
menggunakan bahan isian padat ataupun cair.Proses yang menggunakan isian padat biasa disebut
“Scarp and pig process” yaitu proses yang isian padatnya terdiri dari besi mentah(pig iron), baja
bekas (Scrap steel) dan sedikit bijih besi (iron ore). Prosesyang mengggunakan besi mentah cair
terdiri dari besi mentah cari + 60% dan baja bekas kira-kira 40 % dan sedikit bijih besi dan bahan
tambah.Cara ini biasa dikerjakan pada perusahaan dapur tinggi (blast furnace) dimana besi
mentah cair dari dapur tinggi tersebut langsung diproses pada open-hearth furnace. Proses open-
hearth terdiri dari dua macam,yaitu :
10
Macam-macam baja paduan dapat dihasilkan dalamopen-hearth furncae, yaitu
dengan menambahkan bahan paduan yang dikehendaki seperti : tembaga, chrome,
nikel dan sebagainya. Untuk deoxidasi terakhir, biasanya dengan menambahkan
Alumunium ke dalam kowi tempat menampung/mengetap baja cair yang dihasilkan
agar kadarsilicon dapat dibatasi. Pertama-tama baja bekas dan batu kapurdimasukkan
ke dalam dapur. Kemudian dipanaskan sampaitemperatur yang cukup, lalu bahan isian
cair dimasukkan lewat pintu pemasukan. Reaksi kimia terjadi serupa dengan di atas.
Pada prakteknya diperlukan panas 700 - 1400 Kcal untuk setiapkg baja. Untuk keperluan
ini biasa digunakan bahan bakar + 10 -25 %dari berat baja yang dihasilkan. Untuk bahan isian cair
akan memerlukan bahan bakar yang sedikit dibandingkan dengan bila bahan isian padat.Produksi
baja dalam ton tiap m2 luasan tungku dihitung berdasarkan produksi out put dapur dalam ton
berat dibagi luasan tungku Q/m2.Carauntuk menaikkan efisiensi ekonomis adalah dengan cara
menggunakanudara yang banyak mengandung Oksigen untuk membakar bahan bakar.
11
Dengan cara ini, temperatur nyala api (flame) dapat naik sehingga radiasidari nyala api
dapat bertambah dan pembakaran dapat lebih sempurna.Dengan penambah Oksigen ini akan
dapat pula mengurangi kadar Carbon (C) dalam baja. Dengan cara ini produksi dapat naik + 25 - 30
%.Dengan memakai “Automatic control”, akan menaikan efisiensi bb (5%);output (8%); umur
lapisan dalam (9%).
Tanur Busur Listrik (EAF) adalah peralatan / alat yang digunakan untuk proses
pembuatan logam / peleburan logam, dimana besi bekas dipanaskan dan dicairkan dengan
busur listrik yang berasal dari elektrodake besi bekas di dalam tanur. Ada dua macam arus
listrik yang bisadigunakan dalam proses peleburan dengan EAF, yaitu arus searah
(directcurrent) dan arus bolak – balik (alternating current ). Dan yang biasadigunakan dalam
proses peleburan adalah arus bolak-balik dengan 3 fasemenggunakan electroda graphite.
Salah satu kelebihan EAF dari basic oxygen furnance Adalah kemampuan EAF untuk
mengolah scrap menjadi 100 % baja cair.Menurut survei sebanyak 33% dari produksi baja
kasar (crudesteel) diproduksi menggunakan Tanur busur listrik (EAF). Sedangkan kapasitas
porduksi dari EAF bisa mencapai 400 ton. Kelebihan lain dari EAF ini adalah energi yang
dikeluarkan busur listrik terhadap logam bahan baku sangant besar, menyebabkan
terjadinya okisdasi besar pada logam cair. Hal ini menyebabkan karbon yang terkandung di
dalamlogam bahan baku teroksidasi sehingga kadar karbon dalam logam tersebut menjadi
berkurang. Bentuk fisik dari dapur (EAF) ini cukup rendah sehingga dalam hal pengisian
bahan bakunya pun sangat mudah.Dalam hal pengoperasiannya pun EAF juga tidak terlalu
sulit karenahanya memerlukan beberapa orang operator yang memantau proses peleburan
dan penggunaan listrik pada dapur tersebut.
Struktur dari Tanur busur listrik adalah Tungku oval (bagian bawah), dinding tanur
yang berbentuk selinder, dan tutup tanur yang bisa bergerak menutup dan membuka untuk
proses pengisian. Pada tutuptanur terdapat 3 buah lubang yang merupakan dudukan
elektroda grafit,yang terdiri dari mekanisme penjepit elektroda. Sedangkan elektrodatidak
bertopang pada tutup tanur melainkan bertopang pada rangkatersendiri dan rangka
12
tersebut memiliki mekanisme pengangkat dan untuk menurunkan elektroda pada posisi – posisi
yang dapat diatur pada waktu pengoperasian. Untuk mengurangi rugi kalor (heat loses) pada
tutup tanur, maka tutup tanur dilapis dengan isolator panas.
Pada dinding pelindung tanur terdapat batu tahan api sebagai isolator panas bagian
dalam yang dihasilkan tanur tersebut. Pada dinding tanur ini tidak diperlukan lagi lining
karena pada bagian ini tidak lagi bersentuhan dengan cairan. Sedangkan kotruksi luar dari
dinding ditutupi oleh pelat baja dengan ketebalan tertentu. Pada dinding bagian luar ini juga
terdapat sistem pendingin yang menggunakan fluida air sebagaimedia pendinginan. Pada
bagian tungku oval (spherical hearth) terdapat3 lapisan yaitu lapisan lining kemudian lapisan
batu tahan api dan sebagaikontruksi bagian luar digunakan pelat baja dengan ketebalan
tertentu.Pada bagian ini juga terdapat tapping spout atau yang lebih dikenaldengan istilah
saluran penuangan, yang digunakan untuk proses penungan cairan yang akan di cetak atau
diatur komposisinya di ladle furnance. Pada bagian yang berhadapan dengan tapping spout
adalah slaging door atau yang lebih dikenal dengan pintu slag, yang digunakan untuk
mengeluarkan slag. Untuk mengatur posisi penuangan dan pengeluaran slag, terdapat
mekanisme pada dasar bagian luar tanur yang berbentuk roda gigi berpasangan yang
digerakkan oleh screw bar .Banyak tipe dapur listrik yang digunakan, tetapi secara
praktekhanya tipe berikut yang digunakan dalam industry pembuatan baja :
Pada dapur busur listrik – arus bolak balik, arus melewati suatu elektroda turun ke
bahan logam melalui suatu busur listrik, kemudian arus tersebut dari bahan logam mengalir
keatas melalui busur listrik melalui busur listrik menuju elektroda lainnya. Untuk peleburan
bajadapat dilakukan arus satu, dua atau tiga fasa. Umumnya digunakan arus 3 fasa.
13
Gambar AC Electric Arc Furnace
Dalam dapur listrik – arus searah, arus listrik melewati satuelektroda turun kebahan
yang akan dilebur melelui busur listrik, yang kemudian mengalir menuju elektroda
pasangannya yang berada dibawahdapur. Dapur listrik ini dikembangkan oleh Dr. Paul
Heroult ( USA ). Dapur busur listrik Heroult yang pertama dibuat untuk memproduksi baja,
dibangun oleh Halcombsteel company di Syracuse, New York pada tahun 1906.
Gambar DC
Pada dapur induksi, arus listrik diinduksikan kedalam bajadengan osilasi medan
magnet. Berdasarkan frekwensinya, dapur induksidikelompokkan sebagai berikut:1.
14
2. Dapur induksi frekwensi medium atau tinggi. Arus denganfrekwensi mediumatau
tinggi dilewatkan kumparan yangmeliliti bejana (crucible) yang berisi bahan logam
yang akandilebur.
Furnace
Dapur listrik dapat digunakan untuk pembuatan baja, baik dengan proses asam maupun
basa. Hampir semua dapur listrik yang digunakanuntuk melayani produksi ingot baja, baja cetak
kontinya dan industry pengecoran saat ini menggunakan pelapis bata tahan api basa. Dapurlistrik
dapat digunakan untuk memproduksi hampir semua jenis baja.Untuk kapasitas dibawah 1.500.000
ton/tahun, dapur listrik lebihekonomis digunakan daripada kombinasi blast furnace dan proses
oxygen steel making basa. Hal tersebut khususnya berlaku padadaerah dimana tersedia banyak
scrap dan harga tenaga listrik yang murah. Dapur listrik lebuh fleksibel untuk melayani operasi
produksi yang intermittent ( misal, akibat permintaan pasar yang fluktuatif ). Dapur listrik
mempunyai keterbatasan antara lain sebagai berikut:
1. Tidak mampu memproduksi baja dengan kandungan unsureresidual rendah dari
scrap yang mempunyai unsure residualyang tinggi.
2. Satu dapur listrik tidak dapat melayani secara kontinyu dan berurutan satu mesin
cetak kontinyu ( minimum diperlukan 2dapur listrik )
3. Dapur listrik tidak ekonomis digunakan untuk produksimelebihi 1.500.000 ton
baja/tahun, pada satu daerah.
Kandungan nitrogen dalam baja biasanya dua kali lebih tinggidaripada baja yang
dihasilkan oleh proses oxygen steel making, baik basa maupun asam.
15
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Proses rekayasa dibidang Teknologi merupakan upaya optimalisasi penggunaan sumber daya
alam secara efektif dan efisien agar memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk
kepentingan hidup manusia. Ketersediaan sumber energi alam serta meningkatnya populasi
manusia, kembali manusia dituntut untuk mencari dan menemukan energi alternative yang
lebih efisien pula.
Dengan demikian moderenisasi peradaban manusia akan menuntut menusia itu sendiri untuk
selalu berfikir dan berusaha mengembangkan Ilmu pengetahuan dan keterampilannya agar
dapat memanfaatkan dan menemukan Teknologi baru yang lebih baik dan tepat guna, karena
pada dasarnya alam telah menyediakan berbagai materi yang cukup, hanya karena
keterbatasan pengetahuan kita materi tersebut tidak dapat dimanfaatkan, terlebih lagi pada
era globalisasi dimana bangsa yang maju akan lebih menguasi bangsa yang lemah.
Berdasarkan pada kenyataan ini nampak jelas bahwa pengetahuan tentang materi dan
sumber daya alam ini mutlak harus dikuasai agar dapat mengolah dan pada dasarnya
menggunakannya secara tepat dan efisien sehinggga memberikan manfaat secara optimal
untuk kehidupan manusia.
B. SARAN
Manfaatkanlah unsur transisi periode keempat yang ada di bumi dengan sebaik-baiknya
dan tidak berlebihan karena dapat menimbulkan dampak negatif juga serta jangan disalahgunakan
dalam penggunaannya.
16
DAFTAR PUSTAKA
http://edihalpitasmartest.blogspot.co.id/2013/05/pengolahan-besi-dan-baja.html
http://rafdisatu.blogspot.co.id/2013/12/proses-pembuatan-baja-dan-besi-tuang.html
http://s3.amazonaws.com/ppt-download/25300537-makalah-aluminium-121007152009-phpapp01.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/Bayer_process
http://en.wikipedia.org/wiki/Hall_Heroult_process
http://www.redmud.org/production.html
http://12-ia4.blogspot.com/2009/11/pembuatan-aluminium-aluminium-merupakan.html
17