100% found this document useful (1 vote)
240 views14 pages

LAPORAN PRAKTIKUM Sensor Proximity

The document summarizes an experiment on a proximity sensor circuit using a photodiode. It discusses how the photodiode works by converting light into an electric current. When hands get close to the sensor, infrared rays from an IR emitter get reflected back to the photodiode, generating a current that activates a buzzer. The circuit response depends on the material and distance of the obstructing object. The experiment aims to study how proximity sensors using photodiodes can detect objects nearby without physical contact.

Uploaded by

agus saefulloh
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd
100% found this document useful (1 vote)
240 views14 pages

LAPORAN PRAKTIKUM Sensor Proximity

The document summarizes an experiment on a proximity sensor circuit using a photodiode. It discusses how the photodiode works by converting light into an electric current. When hands get close to the sensor, infrared rays from an IR emitter get reflected back to the photodiode, generating a current that activates a buzzer. The circuit response depends on the material and distance of the obstructing object. The experiment aims to study how proximity sensors using photodiodes can detect objects nearby without physical contact.

Uploaded by

agus saefulloh
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

“SENSOR PROXIMITY”
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktikum Elektronika Dasar
Dosen Pengampu: Mada Sanjaya WS, Ph.D.

Oleh:
Agus Saefulloh
1217030003

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2022
ABSTRACT

A light sensor is a sensor that allows us to detect light, continuously convert it into an
electrical signal and use it in a circuit that uses light as a trigger. Some components that are
usually used in light sensor circuits include Light Dependent Resistor (LDR), Photodiode /
photo diode, and Photo Transistor / Photo Transistor. This experiment aims to study the
proximity sensor which is one of the uses of photodiode.

Photodiode itself is a type of diode that functions to detect light. Unlike ordinary
diodes, these electronic components will convert light into electric current. Photodiode is
used as a catcher of light waves emitted by Infrared. The amount of voltage or electric
current generated by the photodiode depends on the size of the radiation emitted by infrared.
Infrared rays from the emitted IR emitter will be reflected back when there are objects that
block.

In this experiment, when the hands are brought close, the infrared rays from the IR
emitter will be reflected and received by the photodiode, which causes sufficient current to
flow towards the base of the transistor and then current flows from the collector to the
emitter. This current will be forwarded to the buzzer and activate it so that a loud sound is
heard. In this circuit, besides being influenced by obstacles, where the greater the resistance,
the closer the distance is needed to activate the buzzer, it is also influenced by the material of
the object that is subjected to infrared rays. IR emitters generally emit electromagnetic
wavelengths Near Infrared (0.70 - 3μm) where some glass materials can be penetrated easily
and will not be detected by the sensor. While metal materials can reflect infrared waves well.

Key words: photodiode, Infrared Emitter, Electromagnetic Waves, Resistance, Current,


Transistor, Near Infrared, Buzzer.

1
ABSTRAK
Sensor cahaya adalah sensor yang membuat kita dapat melakukan pendeteksian
cahaya, terus melakukan perubahan terhadapnya jadi sinyal listrik dan dipakai dalam sebuah
rangkaian yang memakai cahaya sebagai pemicunya. Beberapa komponen yang biasanya
digunakan dalam rangkaian sensor cahaya diantaranya Light Dependent Resistor (LDR),
Photodiode / dioda foto, dan Photo Transistor / Foto Transistor. Percobaan ini bertujuan
untuk mempelajari sensor proximity yang merupakan salah satu pemanfaatan photodiode.

Photodioda sendiri merupakan jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya.


Berbeda dengan diode biasa, komponen elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus
listrik. Photodioda digunakan sebagai penangkap gelombang cahaya yang dipancarkan oleh
Infrared. Besarnya tegangan atau arus listrik yang dihasilkan oleh photodioda tergantung
besar kecilnya radiasi yang dipancarkan oleh infrared. Sinar infrared dari IR emitter yang
dipancarkan akan dipantulkan kembali ketika ada objek yang menghalangi.

Pada percobaan ini ketika tangan didekatkan maka sinar infrared dari IR emitter akan
dipantulkan dan diterima oleh photodiode, yang menyebabkan adanya cukup arus yang
mengalir menuju basis transistor dan kemudian mengalirkan arus dari kolektor menuju
emitor. Arus ini akan diteruskan menuju buzzer dan mengaktifkannya sehingga terdengar
bunyi yang nyaring. Pada rangkaian ini selain dipengaruhi oleh hambatan, dimana semakin
besar hambatannya maka diperlukan jarak yang semakin dekat untuk mengaktifkan buzzer,
juga dipengaruhi oleh material objek yang dikenai oleh sinar infra merah. IR emitter pada
umumnya memancarkan panjang gelombang elektromagnetik Near Infrared (0,70 - 3μm)
dimana beberepa bahan gelas dapat ditembus dengan mudah dan tidak akan terdeteksi oleh
sensor. Sedangkan bahan metal dapat memantulkan gelombang infra merah dengan baik.

Kata Kunci: Photodioda, Infrared Emitter, Gelombang Elektromagnetik, Resistansi, Arus,


Transistor, Near Infrared, Buzzer.

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Dengan perkembangan teknologi elektronika saat ini, telah banyak peralatan elektronika
yang dirancang untuk membantu pekerjaan manusia. Pada bidang industri, peralatan-
peralatan manual digantikan dengan peralatan elektronik yang dapat bekerja secara otomatis.
Peralatan- peralatan ini diantaranya digunakan untuk mempermudah pekerjaan, memperkecil
biaya, meminimalisasi waktu, dan menghemat tenaga.
Sensor cahaya adalah sensor yang membuat kita dapat melakukan pendeteksian
cahaya, terus melakukan perubahan terhadapnya jadi sinyal listrik dan dipakai dalam
sebuah rangkaian yang memakai cahaya sebagai pemicunya. Beberapa komponen yang
biasanya digunakan dalam rangkaian sensor cahaya diantaranya Light Dependent Resistor
(LDR), Photodiode / dioda foto, dan Photo Transistor / Foto Transistor.
Dengan pesatnya perkembangan dunia teknologi dan untuk memenuhi tugas mata
kuliah pengukuran listrik, penulis membuat sebuah alat sensor photoodioda yang
berfungsi untuk mengetahui cara kerja sensor terhadap cahaya.

B. Tujuan
1. Mengetahui prinsip kerja Sensor Proximity
2. Memahami faktor yang mempengaruhi rangkaian sensor proximity
3. Mampu membuat sensor proximity

3
BAB II
DASAR TEORI
A. Photodioda
Sensor cahaya adalah sensor yang membuat kita dapat melakukan pendeteksian cahaya,
terus melakukan perubahan terhadapnya jadi sinyal listrik dan dipakai dalam sebuah
rangkaian yang memakai cahaya sebagai pemicunya. Beberapa komponen yang biasanya
digunakan dalam rangkaian sensor cahaya diantaranya Light Dependent Resistor (LDR),
Photodiode / dioda foto, dan Photo Transistor / Foto Transistor.

Photodioda adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan diode
biasa, komponen elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus listrik. Cahaya yang
dapat dideteksi oleh diode foto ini mulai dari cahaya infra merah, cahaya tampak, ultra ungu
sampai dengan sinar-X. Aplikasi diode foto mulai dari penghitung kendaraan di jalan umum
secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera serta beberapa peralatan di bidang medis.
Definisi Photo dioda dan LED. Photo dioda digunakan sebagai komponen pendeteksi ada
tidaknya cahaya maupun dapat digunakan untuk membentuk sebuah alat ukur akurat yang
dapat mendeteksi intensitas cahaya dibawah 1pW/cm2 sampai intensitas diatas 10mW/cm2.
Photo dioda mempunyai resistansi yang rendah pada kondisi forward bias, kita dapat
memanfaatkan photo dioda ini pada kondisi reverse bias dimana resistansi dari photo dioda
akan turun seiring dengan intensitas cahaya yang masuk.

Gambar 1. sensor photodiode

Dioda peka cahaya adalah jenis dioda yang berfungsi mendektesi cahaya. Berbeda dengan
dioda biasa, komponen elektronika ini akan mengubah menjadi arus listrik. Cahaya yang
dapat dideteksi oleh dioda peka cahaya ini mulai dari cahaya inframerah, cahaya tampak,
ultra ungu sampai dengan sinar-X. Aplikasi dioda peka cahaya mulai dari penghitung
kendaraan di jalan umum secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera serta beberapa
peralatan dibidang medis.

4
Photodiodea dibuat dari semikonduktor dengan bahan yang populer adalah silicon ( Si)
atau galium arsenida ( GaAs), dan yang lain meliputi InSb, InAs, PbSe. Material ini
menyerap cahaya dengan karakteristik panjang gelombang mencakup: 2500 Å - 11000 Å
untuk silicon, 8000 Å – 20,000 Å untuk GaAs. Ketika sebuah photon (satu satuan energi
dalam cahaya) dari sumber cahaya diserap, hal tersebut membangkitkan suatu elektron dan
menghasilkan sepasang pembawa muatan tunggal, sebuah elektron dan sebuah hole, di mana
suatu hole adalah bagian dari kisi-kisi semikonduktor yang kehilangan elektron. Arah Arus
yang melalui sebuah semikonduktor adalah kebalikan dengan gerak muatan pembawa. cara
tersebut didalam sebuah photodiode digunakan untuk mengumpulkan photon - menyebabkan
pembawa muatan (seperti arus atau tegangan) mengalir/terbentuk di bagian-bagian elektroda.

Photodioda digunakan sebagai penangkap gelombang cahaya yang dipancarkan oleh


Infrared. Besarnya tegangan atau arus listrik yang dihasilkan oleh photodioda tergantung
besar kecilnya radiasi yang dipancarkan oleh infrared.

B. Sensor Proximity

Proximity Sensor (Sensor Proksimitas) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan
Sensor Jarak adalah sensor elektronik yang mampu mendeteksi keberadaan objek di
sekitarnya tanpa adanya sentuhan fisik. Dapat juga dikatakan bahwa Sensor Proximity adalah
perangkat yang dapat mengubah informasi tentang gerakan atau keberadaan objek menjadi
sinyal listrik.

Proximity Sensor tidak menggunakan bagian-bagian yang bergerak atau bagian mekanik
untuk mendeteksi keberadaan objek disekitarnya, melainkan menggunakan medan
elektromagnetik ataupun sinar radiasi elektromagnetik untuk mengetahui apakah ada objek
tertentu disekitarnya. Jarak maksimum yang dapat dideteksi oleh sensor ini disebut dengan
“nomimal range” atau “kisaran nominal”. Beberapa Proximity Sensor juga dilengkapi fitur
pengaturan nominal range dan pelaporan jarak objek yang dideteksi.

5
BAB III

METODOLOGI

A. Alat dan bahan

Berikut ini alat dan bahan yang digunakan pada praktikum rangkaian Sensor Proximity

Tabel 3.1. Alat dan bahan yang dibutuhkan


N Alat dan bahan Jumlah
O
1 Project board 1
2 PCB 1
3 Solder 1
4 Timah Secukupnya
5 Header Secukupnya
6 Transistor TIP41C 1
7 Photodioda 1
8 LED 1
9 Resistor 10k Ω 1
10 Resistor 1k Ω 1
11 Resistor 330 Ω 3
12 Baterai 1,5 V 4
13 Penggaris 1

B. Tempat dan waktu percobaan

Percobaan ini dilakukan di Laboratorium Basic Physics Universitas Islam Negeri Sunan
Gunung Djati Bandung pada tanggal

6
C. Prosedur percobaan

Mulai

Pemasangan
Komponen

Penyolderan komponen

NO
Perbaikan
Inspeksi
(Repair)

OK

Pengambilan data
dengan memvariasikan
besar hambatan

Packing

Selesai

7
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Data
Tabel 4.1. Pengolahan data
NO Resistansi Jarak Nyala Buzzer
1. 10 kΩ 4 ×10−2 Nyaring
2. 1 kΩ 4,5 × 10
−2
Nyaring
3. 330 Ω 6 ×10−2 Nyaring

Grafik 1. Grafik hubungan jarak minimum deteksi sensor terhadap resistansi rangjkaian

Jarak minimum deteksi (m) terhadap resistansi


0.07

0.06

0.05

0.04 Jarak

0.03

0.02

0.01

0
10000 1000 330

8
B. Pembahasan
Photodioda dan IR emiiter (Infrared Emitter) keduanya membentuk suatu rangkaian yang
biasa disebut optocoupler atau photo-coupler. Infrared emitter mampu mengeluarkan
gelombang infra merah, kemudian akan diterima oleh photodiode yang sensitive terhadap
gelombang infra merah. Photodioda bekerja berdasakan prinsip efek fotolistrik, komponen ini
mampu mengubah gelomang elektromagnetik menjadi sinyal listrik, atau dengan kata lain
arus listrik akan mengalir ketika photodiode menerima photon. Semakin banyak photon yang
diterima maka semakin kuat arus yang mengalir.

Sinar infrared dari IR emitter yang dipancarkan akan dipantulkan kembali ketika ada
objek yang menghalangi. Pada percobaan ini ketika tangan didekatkan maka sinar infrared
dari IR emitter akan dipantulkan dan diterima oleh photodiode, yang menyebabkan adanya
cukup arus yang mengalir menuju basis transistor dan kemudian mengalirkan arus dari
kolektor menuju emitor. Arus ini akan diteruskan menuju buzzer dan mengaktifkannya
sehingga terdengar bunyi yang nyaring.

Ketika tidak ada objek yang menghalangi, atau memantulkan sinar inframerah dari IR
emitter maka photodiode menerima sedikit atau tidak sama sekali sinar infra merah. Pada
kondisi ini photodiode tidak akan mampu mengalirkan cukup arus menuju transistor untuk
mengaktifkan buzzer. Sehingga tidak akan terdengar bunyi dari buzzer.

Berdasarkan pengamatan saat percobaan, terdapat jarak minimum antara objek dan IR
emitter yang harus dipenuhi untuk mengaktifkan buzzer. Pada grafik 4.1. terlihat bahwa jarak
dan hambatan rangkaian memiliki hubungan yang berbanding terbalik, dimana semakin besar
resistornya makan semakin dekat juga jarak yang dibutuhkan untuk mengaktifkan buzzer.
Namun berdasarkan tabel 4.2. intensitas suara yang dihasilkan buzzer tidak memiliki
perbedaan yang signifikan ketika hambatan diubah.

Sensor yang dibentuk oleh IR transmitter dan photodiode ini sangat dipengeruhi oleh
bagaimana sinar inframerah dapat dipantulkan dan diterima oleh photodiode, material objek
yang dikenai infra merah, konduktivitas elektrik objek tersebut dan hambatan pada rangkaian.

Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu bahwa sinar inframerah dapat menembus atau
diserap oleh beberapa objek baik padat maupun cair pada suhu dan panjang gelombang
tertentu. Infra merah sendiri terbagi menjadi tiga berdasarkan panjang gelombangnya: Near
Infrared, Mid Infrared dan Far Infrared. Kebanyakan perangkat elektronik yang
menggunakan IR emitter dapat menghasilkan sinar infra merah dalam range Near Infrared,
9
dimana pada panjang gelombang ini, kebanyakan material yang terbuat dari gelas bening
dapat ditembus oleh infra merah sehingga photodiode akan menerima sedikit infra merah,
dengan kata lain sensor mungkin tidak akan bekerja dengan baik ketika mendeteksi bahan-
bahan gelas yang dapat ditembus infra merah. Namun inilah alasan mengapa IR emitter pada
remote TV tetap dapat bekerja dengan baik walaupun remote ditutup plastik.

Sedangkan bahan dengan konduktivitas listrik yang tinggi, seperti bahan yang terbuat dari
metal atau alumunium dapat memblokir dan memantulkan kembali infra merah dengan baik.
Selain itu seperti yang dijelaskan sebelumnya berdasarkan pengamatan, hambatan rangkaian
juga dapat mempengaruhi jarak minimum yang dibutuhkan untuk mengaktifkan buzzer.

Sensor yang terdiri dari IR emitter dan photodiode ini dapat digunakan dan
dikembangkan pada berbagai bidang, diantaranya: Proximity Sensor, Line Follower Robot,
Item Counter untuk menghitung jumlah produk dan biasa digunakan pada conveyor belt,
alarm pencuri dan lain-lain.

10
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Sensor yang terdiri dari photodiode dan IR emitter bekerja berkerja berdasarkan
prinsip pemantulan gelombang elektromagnetk dan efek fotolistrik.
2. Sinar infra merah dari IR emitter dipantulkan oleh benda dan diterima oleh
photodiode, yaitu sebuah komponen yang sensitive terhadap gelombang
elektromagnetik.
3. Dalam prosesnya photodiode mampu mengubah gelombang elektromagnetik yang
diterimanya menjadi listrik, dalam hal ini gelombang elektromagnetik tersebut
merupakan gelombang infra merah
4. Ketika tidak ada objek yang memantulkan gelombang elektromagnetik menuju
photodiode maka pada photodiode tidak akan ada cukup arus yang cukup untuk
dialirkan menuju transistor untuk menyalakan buzzer.
5. Terdapat jarak minimum antara objek dan IR emitter yang harus dipenuhi agar
photodiode dapat menerima cukup gelombang elektromagnetik untuk dapat
mengaktifkan buzzer.
6. Pada rangkaian ini selain dipengaruhi oleh hambatan, dimana semakin besar
hambatannya maka diperlukan jarak yang semakin dekat untuk mengaktifkan buzzer,
juga dipengaruhi oleh material objek yang dikenai oleh sinar infra merah.
7. IR emitter pada umumnya memancarkan panjang gelombang elektromagnetik Near
Infrared (0,70 - 3μm) dimana beberepa bahan gelas dapat ditembus dengan mudah
dan tidak akan terdeteksi oleh sensor. Sedangkan bahan metal dapat memantulkan
gelombang infra merah dengan baik.

11
Lampiran

Gambar 1. Proses perangkaian Sensor Proximity

12
Gambar 2. Persiapan Penyolderan

REFERENSI

13

You might also like