Name: Almira Faida Tanisha
Student’s Attedance Number: 02
Subjects: English
The Legend of Batu Menangis
In a village, there lived a mother and her daughter. Her daughter was very beautiful, but she had
very bad behavior. She was very lazy to help her mother work. Every day the girl was just
spending her time by beautifying herself and admiring her beauty in the mirror, while her mother
had to work hard to earn a living to support their life. Besides lazy, she was also very spoiled.
She always asked to be given something and if she wasn’t, she would cry. Of course, that
situation made her mother sad but somehow she still loved her daughter.
One day, the girl asked her mother to buy new gown for her. At first, her mother rejected her
request because she did not have enough money. Nevertheless, because her mother was forced
to obey her request, she fulfilled her daughter request. Then her mother asked her daughter to
accompany her to the market. “All right, but I do not want to walk beside you. You should walk
behind me, I’m embarrassed if others see me “she said. Although her mother was sad, she
continued to obey her request. So they went to the market to buy gown for her daughter. The girl
was walking in front while her mother was walking behind her and carrying a basket on their way
to the market.
Although they were a mother and a daughter, they looked very different. As if they did not come
from the same family. Even, they looked like a boss and a maid. How couldn’t be like that? Her
daughter dressed up beautifully and wore a very nice gown. While her mother looked old and
wore very simple dress.
On the way to the market, a man greeted them. “Hey pretty girl, is that your mother?” asked the
man. “Of course she is not. She is my servant, “said the girl. His mother was sad to hear her
answer. But she was silent though her heart was crying. Along the street the beautiful girl kept
being asked by people about his mother. But the girl always said that the old woman behind her
was her assistant.
Finally, the mother could not bear any longer to hear the answer that comes out of her daughter
mouth. Then she prayed to god “Lord, punish this ungrateful child,” she said. Immediately the
girl’s legs turned to be stone. The change came slowly from her feet up to her head. Seeing his
legs turned to be a stone, the girl screamed “ohhhh no! What happened to my legs?” She
shouted. Then she cried and realized that she had done something bad to her mother. “Mom,!
Forgive me. Please forgive me! “She cried in panic. The girl kept crying and crying but it was too
late. The whole body eventually became a stone. Her mother was sad to see what happened to
her daughter but she could not do anything else. Although she had become the rock completely,
people can still see her tears. That was why the stone named Batu Menangis.
Artinya:
Legenda Batu Menangis
Di sebuah desa terpencil, hiduplah seorang ibu dan putrinya. Putrinya itu sangat cantik, tapi dia
memiliki perilaku yang sangat buruk. Dia sangat malas untuk membantu pekerjaan ibunya.
Setiap hari gadis itu hanya menghabiskan waktunya dengan mempercantik dirinya dan
mengagumi kecantikannya di cermin, sementara ibunya harus bekerja keras untuk mencari
nafkah untuk mendukung kehidupan mereka. Selain malas, dia juga sangat manja. Dia selalu
meminta untuk diberikan sesuatu dan jika dia tidak diberikan, dia akan menangis. Tentu saja,
situasi ini membuat ibunya sedih tapi bagaimanapun juga dia masih mencintai putrinya.
Suatu hari, gadis itu meminta ibunya untuk membeli gaun baru untuknya. Pada awalnya ibunya
menolak permintaannya karena dia tidak punya cukup uang. Namun, karena ibunya dipaksa
menuruti permintaannya, ia memenuhi permintaan putrinya. Kemudian ibunya meminta putrinya
untuk menemaninya ke pasar. “Baiklah, tapi aku tidak ingin berjalan di samping ibu. ibu harus
berjalan di belakangku, aku malu jika orang lain melihat” katanya. Meskipun ibunya sedih, ia
terus mematuhi permintaannya. Jadi mereka pergi ke pasar untuk membeli gaun untuk putrinya.
Gadis itu berjalan di depan sementara ibunya berjalan di belakangnya dan membawa keranjang
dalam perjalanan mereka ke pasar.
Meskipun mereka adalah ibu dan anak, mereka tampak sangat berbeda. Seolah-olah mereka
tidak berasal dari keluarga yang sama. Bahkan, mereka tampak seperti bos dan pembantu.
Bagaimana tidak bisa seperti itu? Putrinya berpakaian indah dan mengenakan gaun yang sangat
bagus. Sementara ibunya tampak tua dan mengenakan pakaian yang sangat sederhana.
Dalam perjalanan ke pasar, seorang pria menyapa mereka. “Hei gadis cantik, apakah itu
ibumu?” tanya pria itu. “Tentu saja bukan. Dia adalah pelayanku,” kata gadis itu. Ibunya sedih
mendengar jawabannya. Tapi dia diam meskipun hatinya menangis. Sepanjang jalan gadis
cantik terus ditanyai oleh orang-orang tentang ibunya. Tapi gadis itu selalu mengatakan bahwa
wanita tua di belakangnya adalah asistennya.
Akhirnya, sang ibu tidak tahan lagi mendengar jawaban yang keluar dari mulut putrinya. Lalu ia
berdoa kepada Tuhan “Tuhan, hukumlah anak tidak tahu berterima kasih ini,” katanya. Segera
kaki gadis itu berubah menjadi batu. Perubahan itu datang perlahan-lahan dari kakinya hingga
kepalanya. Melihat kakinya berubah menjadi batu, gadis itu berteriak “ohhhh tidak! Apa yang
terjadi dengan kakiku?” Dia berteriak. Lalu dia menangis dan menyadari bahwa ia telah
melakukan sesuatu yang buruk terhadap ibunya. “Ibu,! Maafkan aku. Maafkan aku!” Dia
menangis panik. Gadis itu terus menangis dan menangis, tapi sudah terlambat. Seluruh tubuh
akhirnya menjadi batu. Ibunya sedih melihat apa yang terjadi pada putrinya tapi dia tidak bisa
melakukan apa-apa lagi. Meskipun ia telah menjadi batu seluruhnya, orang masih bisa melihat
air matanya. Itulah sebabnya batu itu bernama Batu menagis