PEMBERDAYAAN KINERJA PEMERINTAH DESA DALAM MENCAPAI
PELAYANAN ADMINISTRASI MASYARAKAT YANG CEPAT DAN AKURAT
Yustina Nanda Kaing
Program Studi Administrasi Publik,Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
Email:[email protected]
Abstract
The village government is an agency that provides services for the community. As in Article 4
of Law No. 6 of 2014 concerning village regulation, it is explained that "improving public
services for village residents in order to accelerate the realization of general welfare and
form a professional, efficient and effective village government, open and responsible.”
Empowerment is an effort that aims to make people more responsible for their work.
However, in providing services, there are many obstacles that occur, starting from the
behavior of officials and the completeness of facilities and infrastructure which are still
lacking, thus hampering the service process.
Abstrak
Pemerintah desa merupakan instansi yang menyelenggarakan layanan untuk
masyarakat.sebagaimana dalam pasal 4 undang-undang no.6 tahun 2014 tentang pengaturan
desa dijelaskan bahwa “meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakat desa guna
mempercepat perwujudan kesejahteraan umum dan membentuk pemerintahan desa yang
profesional,efisiendan efektif,terbuka serta bertanggung jawab”. Pemberdayaan adalah upaya
yang bertujuan untuk membuat orang lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan
mereka .Namun dalam penyelenggaraan pelayanan begitu banyak kendala yang terjadi mulai
dari prilaku aparat serta kelengkapan sarana dan prasarana masih kurang sehinnga
menghambat proses pelayanan.
1.Pendahuluan
1.1.Latar Belakang
Saat ini kebutuhan pelayanan sangat penting untuk diperhatikan karena berkaitan
dengan kebutuhan masyarakat. Menurut Munir (dalam Ferine dan Juniarti, 2022:4) pelayanan
adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang (sekelompok orang) berdasarkan faktor
material dengan menggunakan sistem, prosedur dan cara yang bertujuan mencapai kebutuhan
masyarakat sesuai dengan haknya. pelayanan masyarakat adalah suatu kegiatan yang
dilakukan oleh suatu organisasi pemerintahan.oleh karena pada dasarnya pemerintah harus
bisah memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.pemerintah desa
dalam mengurus rumah tangganya harus bisah meningkatkan kualitas pemerintahan yang
baik sesuai perkembangan zaman.
pemerintahan desa dalam hal ini perlu diperdayakan guna untuk meningkatkan
kualitas pelayanan. Pemberdayaan adalah upaya untuk membuat orang lebih bertanggung
jawab atas pekerjaan mereka sendiri dan dapat meningkatkan produktivitas mereka.
Permasalahan yang di kantor desa pujiharjo saat ini yaitu terbatasnya fasilitas kantor
seperti;komputer,labtop,dan jaringan sehingga mengakibatkan proses pelayanan tidak dapat
berjalan sesuai yang diinginkan.Hal ini adalah kinerja dari aparat desa sebagai pengemban
tugas untuk mengelola desa harus perlu diperbaiki sehingga tujuan yang diharapkan dapat
tercapai.
1.2.Rumusan Masalah
1 Bagaimana pemberdayaan kinerja pemerintah Desa Pujiharjo dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat Pujiharjo?
2 Bagaimana upaya pemerintah Desa Pujiharjo dalam memberikan pelayanan yang
cepat dan akurat?
1.3.Tujuan Penelitian
1 Untuk mengetahui pemberdayaan kinerja pemerintah Desa Pujiharjo dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat.
2 Untuk mengetahui upaya pemerintah Desa Pujiharjo dalam memberikan pelayanan
yang cepat dan akurat.
1.4.Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1 Manfaat teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan terkait kinerja aparatur desa
dalam memberikan pelayanan di Desa Pujiharjo.
Juga menjadi pedoman bagi peneliti selanjutnya terlebih khusus penelitian terkait
dengan pemberdayaan kinerja aparatur desa dalam mencapai pelayanan administrasi
masyarakat yang cepat dan akurat.
2 Manfaat Praktis
a. Bagi Peneliti
Dapatkan pengetahuan Tentang pelayanan sipil dan pengalaman langsung di
layanan publik lokal.
b. Untuk Aparatur Desa
Kesimpulan dari penelitian ini hendaklah dapat menjadi masukan bagi instansi
pemerintah untuk menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik dengan
meningkatkan kualitas pekerjaan.
3.Metode Penelitian
3.1.Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.
Teknik kualitatif ini di lakukan oleh penulis, yang telah menjadi alat penelitian dan
analisis.
3.2.Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat di mana peneliti melakukan penelitian guna
untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan, dalam penelitian ini lokasi penelitian
dilakukan di kantor Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo.
3.3.fokus penelitian
Dalam penelitian kualitatif peneliti akan membatasi penelitian dalam satu atau
lebih variabel. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif ada yang namanya batasan
masalah, batasan masalah dalam penelitian kualitatif dapat disebut dengan fokus yang
berisikan pokok masalah dan masih bersifat umum (Sugiyono, 2018: 54-55).
Adapun fokus pada penelitian ini adalah” Pemberdayaan Kinerja Pemerintah
Dalam Mencapai Pelayanan Administrasi Yang Cepat Dan Akurat”.
3.4.sumber data
1 Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh dari informan atau responden
secara langsung melalui wawancara (Moleong, 2016: 157).
2 Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang dihasilkan dari sumber tulisan seperti
dokumen pribadi, dokumen resmi, (Moleong, 2016:159).
3.5.teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data adalah langkah yang strategis dalam melakukan penelitian
bagi peneliti, karena tujuan utama dalam melakukan penelitian yaitu untuk mendapatkan
data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka seorang peneliti tidak akan
memperoleh data yang bisa memenuhi standar data yang telah ditentukan (Sugiyono, 2018:
104). Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yang dilakukan dalam
penelitian yaitu
1. Observasi
2. Wawancara
3. Dokumentasi
3.6.Teknik Penentuan Informan
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik penentuan informan dengan teknik
purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan
tertentu.
Adapun informan dalam penelitian ini adalah: Kepala Desa Pujiharjo, Kepala Seksi
Pelayanan Pujiharjo, Sekretaris Desa Pujiharjo dan Masyarakat Desa Pujiharjo.
3.7.instrumen penelitian
Dalam penelitian ini isntrumen utamanya adalah peneliti sendiri. Selanjutnya setelah
fokus penelitian jelas, kemudiaan akan dikembangkan instrumen sederhana dengaan harapan
akan melengkapi data dan membandingkan dengan data yang ditemukan melalui observasi
dan wawancara (Sugiyono 2017: 60).
3.8.Teknik Analisis Data
Miles and Huberman dalam Sugiyono (2018: 132-133) menyatakan bahwa aktivitas
dalam analisis data kualitatif dilaksanakan secara interaktif dan berlangsung secara terus
menerus hingga tuntas, sampai datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data ini,
meliputi:
Aktivitas dalam analisis data ini, meliputi:
a. Data Collection (Pengumpulan Data)
b. Data Reduction (Reduksi Data)
c. Data Display (Penyajian Data)
d. Conclusion Drawing/Verification
3.9.keabsahan data
Untuk menguji kredibilitas data/tingkat kepercayaan data, saya menggunakan
triangulasi, dalam hal ini triangulasi diartikan sebagai proses pengecekan kembali data-data
dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu (Sugiyono,2017:273).
4.Hasil dan Pembahasan
4.1.Hasil
4.1.1. Pemberdayaan Kinerja Aparatur Desa Pujiharjo
Proses atau cara dalam memberdayakan kinerja perangkat desa dikantor desa
Pujiharjo diawali dengan pengrekrutan pegawai. Berdasarkan wawancara dengan
bapak Hendik Arso (Kades Pujiharjo) mengatakan ,bawasannya:
Proses pemberdayaan diawali dengan pengrekrutan pegawai kantor melalui
musyarawah bersama badan permusyawaratan desa (BPD) untuk membentuk
panitia kecil dalam rangka penerimaan perangkat desa yang baru. Namun
sebelum itu, kita akan membuka pendaftaran kemudian mengumumkan syarat-
syarat yang diperlukan seperti ijazah dan syarat-syarat lainya. Dari yang terdaftar
kita lakukan tes untuk peserta,yang mana yang menjadi penguji dalam kegiatan
tersebut bukan dari desa melainkan dari kecamatan. Peserta yang lolos di ambil
berdasarkan perolehan nilai yang tertinggi. setelah tes masuk selesai akan
diadakan pertemuan kembali bersama badan permusyawaratan desa (BPD) untuk
pengangkatan perangkat desa yang baru. setelah di angkat menjadi perangkat
desa yang baru mereka akan diberi pembekalan terkait tugas dan fungsi masing-
masing sehingga mereka tahu kinerja apa dan apa yang harus mereka lakukan.
(wawancara pada tanggal 25 Agustus 2023).
Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk pemberdayaan didesa pujiharjo sudah
cukup baik dapat dilihat pengrekrutan pegawai dilakukan melalui proses yang
panjang namun berdasarkan mekanisme yang benar, sehingga perangkat desa
yang di pilih betul-betul memiliki kemampuan.
Pemberdayaan merupakan suatu tindakan yang mengacu pada proses
meningkatkan kemampuan serta keterampilan seseorang atau suatu organisasi
dengan tujuan mengatasi rasa tidak berdaya dan kurangnya sumber daya mereka
untuk melakukan pekerjaan dengan kemampuan yang mereka miliki. Berdasarkan
hasil wawancara dengan bapak Yoyot selaku kepala seksi pelayanan di kantor
desa pujiharjo, mengatakan bawasannya;
Untuk meningkatkan kemampuan pegawai di kantor desa pujiharjo biasanya
kami melakukan pelatihan ataupun diklat dengan tujuan untuk membentuk
menjadi perangkat desa yang baik. Jadi harus betul-betul dibekali sehingga
nantinya bisah bekerja dengan baik. kalau pendidikan karena sekarang minimal
ijazah untuk menjadi perangkat desa yaitu ijazah SMA maka pelatihan yang
diberikan akan disesuaikan dengan ijazah yang dimiliki, (wawancara pada tanggal
25 Agustus 2023).
Jadi kesimpulannya dalam meningkatkan kemampuan para perangkat desa
Pujiharjo, ada beberapa upaya seperti memberikan pelatihan ataupun diklat
kepada perangkat desa dengan tujuan agar perangkat desa Pujiharjo bisah
melayani masyarakat dengan baik dan dapat bertanggungjawab terhadap tugas
masing-masing.
4.1.2. Upaya Dalam Memberikan Pelayanan Yang Cepat Dan Akurat
Upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat masih
belum terlaksana dengan baik. Hal ini disebabkan karena ada beberapa
permasalahan: seperti masalah kelengkapan sarana dan prasarana kantor, sumber
daya manusia dan kedisplinan jam kerja. Kelengkapan sarana dan prasarana dapat
meningkatakan atau menciptakan pelayanan yang cepat dan akurat.
Seperti yang saya amati di desa Pujiharjo sarana kantor masih kurang terbukti
hanya ada dua labtop saja dan satu alat cetak, kemudian serta perangkat desa yang
sering terlambat masuk kantor. Seperti hasil wawancara dengan bapak Candra
selaku masyarakat desa Pujiharjo, mengatakan bawasannya; pelayanan dikantor
desa Pujiharjo masih belum maksimal karena kedisiplinan jam kerja para
perangkat desa disini masih belum belum baik, hal ini dapat dilihat dari
masyarakat yang selalu menunggu perangkat desa yang belum masuk kantor
padahal jam kantornya sudah dimulai satu atau dua jam yamg lalu, (Wawancara
pada tanggal 12 Juli 2023).
Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Sugeng selaku masyarakat
Pujiharjo, mengatakan bawasannya; di desa kami untuk pelayanan di bidang
perijinan, kegiatan sosial seperti keagamanaan sejauh ini menurut saya terbilang
cepat untuk diatasi, namun yang masih menjadi permasalahan yaitu pelayanan di
bagian administrasi karena terkendala jaringan. kemudian ada beberapa sarana
dan prasarana yang belum lengkap yang mungkin itu sangat dibutuhkan oleh
masyarakat Pujiharjo, (wawancara pada tanggal 25 Agustus 2023).
Dari wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa di desa pujiharjo untuk
pelayanan dibeberapa bidang seperti perijinan dan kegiatan sosialdi desa
Pujiharjo terbilang cepat tetapi yang masih menjadi permasalahan yaitu
pelayanan di bidang administrasi karena terkendala sarana dan prasana yang
belum memadai.
Jadi kesimpulanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dikantor
desa Pujiharjo masih ada permasalahan dapat dilihat dari kedisiplinan jam kerja
perangkat desa yang masih kurang baik.
Hasil wawancara dengan bapak Sudiono selaku masyarakat desa pujiharjo,
mengatakan bawasannya; menurut saya sejauh ini pelayanan dikantor desa
Pujiharjo yang masih belum baik yaitu pelayanan surat menyurat (pelayanan
administrasi) karena di desa kami jaringan masih menjadi kendala yang dimana
ketika listrik mati dapat menghambat proses pelayanan sehingga urusan kami
menjadi lambat. Kemudian yang masih menjadi permasalahan di desa ini juga
terletak pada tidak adanya tempat pembuangan akhir (TPA) untuk membuang
sampah sehingga kami masyarakat menjadi bingung untuk membuang sampah,
alhasil sampah yang ada dibuang disembarangan tempat, (wawancara pada
tanggal 25 Agustus 2023).
Dari wawancara diatas dapat simpulkan bahwa pelayanan administrasi belum
berjalan sesuai yang diinginkan karena masalah jaringan kurang baik dan juga
permasalahan sampah yang menjadi keluhan masyarakat. Tentunya pemerintah
harus memperhatikan hal tersebut agar bisah mengurangi masalah seperti bencana
alam.
Upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam memaksimalkan pelayanan
kepada masyarakat seperti hasil wawancara dengan bapak Hendik (kades
Pujiharjo), mengatakan bawasanya; kami perangkat desa selalu berupaya untuk
melayanani masyarakat agar keperluan mereka dapat terlakasana dengan baik
namun memerlukan waktu yang cukup lama karena memang selalu ada kendala
baik dari sumber daya manusia maupun peralatan kantor yang belum memadai
bisah dilihat hanya ada 2 labtop dan 1 alat cetak saja ditambah perangkat desa
masih ada yang tidak displin dalam jam kerja, namun kinerja yang buruk akan di
tegur atau diberi sanksi agar bisa dievaluasi apa yang kiranya perlu dirubah.
(wawancara tanggal 13 Juli 2023) Jadi kesimpulannya pelayanan di kantor desa
Pujiharjo belum sepenuhnya di laksanakan dengan baik hal ini dikarenakan
sarana kantor yang belum memadai dan juga kinerja perangkat desa yang belum
semuanya baik.
Kemudian hasil wawancara dengan dengan bapak Srikuncoro (sekdes
Pujiharjo) mengatakan bawasanya; kami melakukan upaya agar pelayanan selalu
cepat tetapi dengan syarat data harus benar dan tidak boleh mengalami
perubahan, dan data harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan syarat apa saja
yang diperlukan untuk mengurus surat yang dibutuhkan oleh masyarakat, namun
masih begitu banyak masyarakat yang belum mengerti dengan apa yang sudah
disampaikan, terkadang lamanya proses layanan ya terletak di kesiapan berkas-
berkas yang akan dibutuhkan nantinya. kemudian dari sarana dan prasarana
seperti jaringan di desa kami masih sangat sulit meskipun ada tapi masih saja
menjadi kendala karena sering mati akibat cuaca yang tidak mendukung sehingga
menghambat proses pelayanan kami, (wawancara pada tanggal 12 Juli 2023).
Dari wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa pelayanan administrasi di
desa pujiharjo masih menjadi permasalahan hal ini dapat dilihat dari rendahnya
pemahaman masyarakat terkait data yang perlu dipersiapkan dan juga sarana
kantor yang belum memadai.
4.2.Pembahasan
4.2.1. Pemberdayaan Kinerja Aparatur Desa Pujiharjo
Di kantor desa Pujiharjo pemberdayaan di awali dengan pengrekrutan pegawai
melalui tes masuk seperti: tes tertulis, tes wawancara dan tes komputer dan juga
memberikan didikan dan latihan (diklat) kepada para perangkat desa. Didikan dan
latihan yang diberikan yaitu pengembangan ilmu pengetahuan serta keterampilan para
perangkat desa sehingga membentuk perangkat desa menjadi lebih baik. Dengan
adanya pemberdayaan kinerja pemerintah ini dapat memberikan dampak yang baik
kepada seluruh perangkat desa Pujiharjo. Seperti yang di katakan bapak Hendik Arso
selaku kepala desa Pujiharjo; pemberdayaan kinerja dikantor desa kami juga
dilakukan dengan cara diadakannya pertemuan 1 minggu sekali dengan tujuan untuk
mengevaluasi kinerja dari setiap pegawai agar apa yang masih menjadi kekurangan
maupun masalah dalam proses kerja akan dicari titik temu bersama yang baiknya
seperti apa.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan kinerja perangkat
Desa Pujiharjo terus ditingkatan melalui berbagai cara dan tujuan dari pemberdayaan
kinerja ini untuk mencapai kepentingan pemerintahan juga masyarakat Pujiharjo itu
sendiri.
4.2.2. Upaya Dalam Memberikan Pelayanan Yang Cepat Dan Akurat
Pelayanan yang cepat merupakan pemberian pelayanan yang lebih cepat dan
dapat memuaskan masyarakat. Di kantor desa Pujiharjo pelayanan dibeberapa
bidang sudah terbilang cepat namun pelayanan dibagian administrasi masih
menjadi permasalahan karena terkendala jaringan dan fasilitas kantor yang
belum memadai.
Sedangkan akurat merupakan pemberian layanan berdasarkan syarat
pelayanan yang diberikan oleh pemerintah. Namun dikantor Desa Pujiharjo
syarat pelayanan yang diberikan oleh pemerintah masih belum terlaksana
dengan baik hal ini dikarenakan rendahnya sumber daya manusia (SDM)
dikalangan masyarakat sehingga pelayanan menjadi tidak akurat.
Faktor Kedisiplinan jam kerja juga sangat dibutuhkan dalam proses pelayanan
yang cepat, seperti yang terjadi di kantor desa pujiharjo (hasil wawancara
bersama bapak Candra selaku masyarakat pujiharjo), perangkat desa datang
saat jam kerja sudah dimulai satu atau dua jam yang lalu sehingga membuat
masyarakat harus menunggu, sehingga waktu penyelesaianya pun
membutuhkan waktu yang lama.
Upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa pujiharjo seperti yang di katakan
oleh Bapak Hendik Arso selaku kepala desa Pujiharjo; kami berupaya
memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat meskipun selalu saja terjadi
kendala karena memang masalah jaringan yang kurang baik kemudian sarana
yang belum memadai dan juga masih ada perangkat desa yang kinerjanya
tidak baik, tetapi kami akan berusaha untuk memenuhi apa yang menjadi
permintaan masyarakat. Adapun upaya lain yang dilakukan di desa pujiharjo
dalam memberikan pelayanan yang cepat dan akurat kepada masyarakat yaitu
dengan cara tetap melayani masyarakat meskipun diluar jam kerja.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam memberikan
pelayanan yang cepat dan akurat, pemerintah pujiharjo melakukan berbagai
upaya meskipun masih saja ada masalah baik dari sarana ataupun masalah dari
masyarakat maupun pemerintah itu sendiri tetapi upaya yang mereka lakukan
bertujuan untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.
5.Penutup
5.1.kesimpulan
1 Pemberdayaan kinerja perangkat desa diawali dengan pengrekrutan pegawai melalui
proses; tes masuk, kemudian perangkat desa Pujiharjo diberikan pendidikan dan
latihan (diklat). Hal ini sudah dilaksanakan dengan baik dikantor desa Pujiharjo
sehingga menghasilkan perangkat desa yang bisa bertanggung jawab terhadap
pekerjaan mereka masing-masing.
2 Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Desa Pujiharjo
melakukan upaya agar pelayanan administrasi lebih cepat dan akurat. Namun begitu
banyak kendala yang terjadi mulai dari kedisiplianan jam kerja perangkat desa yang
belum baik, fasilitas kantor yang belum memadai ditambah juga sumber daya manusia
yang masih rendah di kalangan masyarakat sehingga pelayanan administrasi yang
diberikan belum cepat dan belum terjamin.
5.2.Saran
1). Bagi pemerintah Desa Pujiharjo, diharapkan untuk terus meningkatkan kemampuan
perangkat desa melalui pemberdayaan kinerja, sehingga kinerja mereka akan lebih
baik lagi dari sebelumnya. Kemudian untuk pengadaan fasilitas kantor dengan
jumlah yang lebih banyak lagi sesuai kebutuhan sehingga dapat menciptakan
pelayanan yang lebih cepat dan akurat.
2). Bagi masyarakat Pujiharjo, diharapkan untuk lebih meningkatkan sumber daya
manusia (SDM) agar proses pelayanan dapat berjalan sesuai yang dinginkan
sehingga data yang diperlukan benar-benar akurat.
3). Bagi peneliti selanjutnya, untuk peneliti selanjutnya di harapkan agar dapat
melakukan kajian yang lebih luas terkait dengan pemberdayaan kinerja dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat karena hal ini sangat penting untuk
diperhatikan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pemerintah dan
masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Farida,Juniarti. 2022, pelayanan SDM.Yogyakarta: Selat Media Patners
Larisu dkk.2020. pemberdayaan masyarakat melalui Transformasi perpustakaan desa.
Surabaya: global aksara pres.
Patilaiya dkk. 2022. pemberdayaan masyarakat. Padang: PT.Global Eksekutif Teknologi.
Panjaitan, E., Dewi, R., & Angelia, N. (2019). Peranan pemerintah desa dalam meningkatkan
kualitas pelayanan administrasi kepada masyarakat. Perspektif, 8(1),3238
Sugiyono.(2013,2017,2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Wardhana dkk.2022. pengantar ilmu administrasi dan manajemen (teori dan aplikasi).
Bandung: Media Sains Indonesia
Wijaya.D.W.E.& Fauji.D.A.S.(2021). Determinan Kinerja Karyawan Pada Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Nganjuk . Journal of Law,
Administration, and Social Science, 1(2), 84