DATA PENGAMATAN
NO.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
KONSENTRASI
ABSORBNSI
(PPM)
392,7
0,131
785,4
0,384
1.178,10
0,677
1.570,80
0,971
1.965,50
1,276
2.356,20
1,582
2.748,90
1,903
Grafik Hubungan Antara Konsentrasi (ppm) dengan Absorbansi
ABSORBANSI
Linear ()
KONSENTRASI (PPM)
PERHITUNGAN
VII.1 Perhitungan Larutan Standar
Konsentrasi (ppm)
= Berat CuSO4.5H2O x 1000 mg/gram x 1000 ml/l
(Konsentrasi Induk)
Volume CuSO4.5H2O
= 3,927 gram x 1000 mg/gram x 1000 ml/l
500 ml
= 7.854 mg/l
= 7.854 ppm
VII.2 Konsentrasi volume masing-masing
Larutan Standar induk 7.854 ppm
1. Volume 0 ml
M1 . V1 = M2 . V2
7.854ppm . 0 ml
X. 100 ml
X =
0 ppm ml
100 ml
X = 0 ppm
2. Volume 5 ml
M1 . V1 = M2 . V2
7.854ppm . 5 ml
= X. 100 ml
39.270 ppmml
X =
100 ml
X = 392,7 ppm
3. Volume 10 ml
M1 . V1 = M2 . V2
7.854ppm . 10 ml = X. 100 ml
78540 ppm ml
X =
100 ml
X = 785,4 ppm
4. Volume 15 ml
M1 . V1 = M2 . V2
7.854ppm . 15 ml = X. 100 ml
117.810 ppm ml
X =
100ml
X = 1.178,1 ppm
5. Volume 20 ml
M1 . V1 = M2 . V2
7.854ppm . 20 ml = X. 100 ml
157.080 ppmml
X =
100 ml
X = 1.570.8 ppm
6. Volume 25 ml
M1 . V1 = M2 . V2
7.854ppm . 25 ml = X. 100 ml
196.350 ppmml
X =
100 ml
X = 1.963,5 ppm
7. Volume 30 ml
M1 . V1 = M2 . V2
7.854ppm . 30 ml = X. 100 ml
235.620 ppmml
X =
100 ml
X = 2.356,2 ppm
8. Volume 35 ml
M1 . V1 = M2 . V2
7.854ppm . 35 ml = X. 100 ml
274.890 ppmml
X =
100 ml
X = 2.748,9 ppm
VII.3 Konsentrasi Sampel
Y = 0,0008X - 0,1981
R2 = 0,999
1. Sampel A jika Absorbansinya 1,2187
Y = 0,0008X - 0,1981
1,2187
= 0,0008X - 0,1981
1,2187 + 0,1981
= 0,0008 X
1,4168
= 0,0008 X
1,4168
X
= 0,0008
= 1.771 ppm
2. Sampel B jika Absorbansinya 0,9898
Y = 0,0008X - 0,1981
0,9898
= 0,0008X - 0,1981
0,9898 + 0,1981
= 0,0008X
1,1879
= 0,0008 X
1,1879
X
= 0,0008
= 1.484,875 ppm
3. Sampel C jika Absorbansinya 1,8871
Y = 0,0008X - 0,1981
1,8871
= 0,0008X - 0,1981
1,8871 + 0,1981
= 0,0008X
2,0852
= 0,0008 X
2,0852
X
= 0,0008
= 2.606,5 ppm
VIV. Perhitungan Secara Manual
X
X.Y
X2
392,7
0,131
51,44
154213,29
785,4
0,384
301,59
616853,16
1.178,10
0,677
797,57
1387919,61
1.570,80
0,971
1.525,25
2467412,64
1.965,50
1,276
2.507,98
3863190,25
2.356,20
1,582
3.727,51
5551678,44
2.748,90
1,903
=6,92
4
5.231,16
=14.142,5
0
7556451,21
=21.597.718
,6
=10.998
Y = mX + C
Gradien (m)
Gradien (m)
= n . XY - X . Y
n X2 - (X)2
= 8 . 14.142,50 - (10.998) (6,924)
8 . (21.597.718,6) (10.998)2
= 113.140
76.150,152
172.781.749 120.956.004
= 36.989,848
51.825.745
= 0,000713
Interval (C)
Interval (C) = Y . X2 - X . XY
n X2 - (X)2
= (6,924) . (21.597.718,6) (10.998) (14.142,50)
8 . (21.597.718,6) (10.998)2
=149.542.604 155.539.215
172.781.749 120.956.004
= -5.996.611
51.825.745
= -0,1157
Jadi didapatkan:
Y = 0,000713X 0,1157
1. Sampel A jika Absorbansinya 1,2187
Y = 0,000713X 0,1157
1,2187
= 0,000713X 0,1157
1,2187 + 0,1157
= 0,000713X
1,3344
= 0,000713X
1,3344
X
= 0,000713
= 1.871,528 ppm
2. Sampel B jika Absorbansinya 0,9898
Y = 0,000713X 0,1157
0,9898
= 0,000713X 0,1157
0,9898 0,1157
= 0,000713X
1,1055
= 0,000713X
1,1055
X
= 0,000713
= 1.550,49 ppm
3. Sampel C jika Absorbansinya 1,8871
Y = 0,000713X 0,1157
1,8871
= 0,000713X 0,1157
1,8871 + 0,1157
= 0,000713X 0,1157
2,0028
= 0,000713X 0,1157
2,0028
X
= 0,000713
= 2.808,976 ppm
ANALISA DATA
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat dianalisa bahwa untuk
menentukan kadar Cu dalam air pada percobaan ini kami menggunakan
spektrofotometer. Spektrofotometer adalah suatu instrumen untuk mengukur
transmitan atau absorban suatu contoh sebagai fungsi panjang gelombang.
Untuk mengetahui kadar Cu pada masing-masing sampel dengan
menambahkan larutan standar yang dicampur dengan amoniak lalu mengisi
aquadest pada labu ukur tersebut sampai tanda batas. Dengan menggunakan
spektrofotometri dengan prinsip kerjanya ada sumber cahaya yang masuk, yang
diserap serta diteruskan. Maka didapatkan hasil absorbansi pada masing-masing
sampel.
Jika dalam ppm pada absorbansinya mengandung nilai negatif ( - )
berarti tidak terdapat kandungan Cu akan tetapi jika mengandung nilai positif ( + )
berarti pada sampel tersebut mengandung Cu. Pada percobaan yang kami lakukan
nilai ppm dalam absorbansi bernilai posotif itu berarti sampel yang kami uji
terdapat kadar Cu dalam masing-masing sampel tersebut.
Ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk bekerja menggunakan
spektrofotometri, yaitu :
1. Pembentukan warna ( dengan penambahan reaksi )
Pada larutan standar larutan tadi berwarna biru kemudian
menambahkan NH3 yaitu untuk mempertahankan warna biru
tersebut. Semakin tinggi ppm maka semakin pekat Warna birunya..
2. Membuat kurva kalibrasi standar dan penentuan konsentrasi
Dari percobaan semakin tinggi konsentrasi, maka semakin banyak
sinar yang diserap.
KESIMPULAN
1. Spektrofotometer adalah suatu instrumen untuk mengukur transmitan
atau absorban suatu contoh sebagai fungsi panjang gelombang.
2. Fungsi dari penambahan NH3 adalah untuk mempertahankan warna biru
pada larutan standar.
3. Semakin tinggi nilai ppm maka semakin pekat warna biru.
4. Pada spektrofotometer UV memiliki panjang gelombang 200 400 nm,
sedangkan pada VIS memiliki 400 700 nm.
5. Semain tinggi konsentrasi suatu senyawa dalam larutan, maka semakin
banyak sinar yang diserap.
6. Air yang mengandung Cu lebih dari 1 ppm tidak layak dikonsumsi
karena unsur logam dalam air tersebut tidak menghilang, dan apabila
dikonsumsi maka akan merusak dinding usus.
7. Apabila nilai absorbansi bernilai negatif ( - ) maka tidak mengandung Cu
pada sampel sebaliknya jika bernilai positif ( + ) maka terdapat Cu dalam
sampel. Pada percobaan ini dari berbagai sampel absorbansinya bernilai
positif ( + ) maka sampel tersebut mengandung Cu.
8. Hasil Uji sampel
ABSORBANS
NO.
SAMPEL
1.
2.
3.
I.
A
B
C
I
1,2187
0,9898
1,8871
KONSENTRASI (PPM)
EXCEL
MANUAL
1.771
1.484,875
2606,50
1.871,528
1.550,49
2808,976
GAMBAR ALAT
spektrofotometer UV VIS
Kuvet
Pipet tetes
Pipet ukur
Bola karet
Botol Aquadest dan Labu Ukur
Gelas Kimia dan Corong