PROSES PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN
JANGKA MENENGAH DESA (RPJM-DES) DI DESA MUKTI
JAYA KECAMATAN TANJUNG RAYA KABUPATEN
MESUJI
(Skripsi)
Oleh
BUDI SANTOSO
JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2016
ABSTRACT
THE PROCESS OF MIDDLE-TERM VILLAGE DEVELOPMENT
PLANNING ARRANGEMENT (RPJM-DES) IN MUKTI JAYA VILLAGE
OF TANJUNG RAYA SUBDISTRICT IN THE REGENCY OF MESUJI
By
Budi Santoso
Mukti Jaya village was a new village thatrecently conductedmiddle-term village
development planning arrangement (RPJMDes) for the period of 2016-2021. This
research was aimed to know the process ofmiddle-term village development
planning arrangement (RPJMDes) in Mukti Jaya village of Tanjung Raya
Subdistrict in Mesuji Regency based on the regulation of Indonesian Ministry of
Domestic Affair No.114 in year of 2014 about Village Development Manual. The
regulation of Indonesian Ministry of Domestic Affair No.114 in year of 2014
about Village Development Manual in section 7 verse (3) explained that the
process of RPJMDes arrangement was through some stages, that were forming
RPJMDes arranging team, harmonizing the policy direction of regency
development planning, examining the village condition, arranging village
development plan through discussion, arranging RPJMDes plan, arranging village
development plan through village development plandiscussion, deciding and
changing the RPJMDes. This research used descriptive methods, which was based
on qualitative data, and the informant in this research was chosen based on
purposive sampling technique.
This research resulted in, that the process of drafting RPJMDes Village Mukti
Jaya data is carried out for two-three days, but what happens during the interview
that the arrangement is not perfect and accountability accountability drafting team
was not carried out to the maximum which is only held for one week and for data
RPJMDes results that have been so manipulated himself as though
implementation for two-three days. Technically and practices that occur in the
field of the implementor or the Drafting Team RPJMDes in peroses preparation
and not yet fully implementing the phase-stages of preparation based on the
Minister of Interior of the Republic of Indonesia Nomor.114 2014.
Keyword: Process of RPJMDes Arrangement.
ABSTRAK
PROSES PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH DESA (RPJM-DES) DI DESA MUKTI JAYA KECAMATAN
TANJUNG RAYA KABUPATEN MESUJI
Oleh
Budi Santoso
Desa Mukti Jaya adalah desa baru yang baru melaksanakan penyusunan
Rencanaan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) untuk tahun 2016-
2021, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses Penyusunan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) di Desa Mukti Jaya
Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji berdasarkan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor.114 Tahun 2014 Tentang Pedoman
Pembangunan Desa. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia
Nomor.114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa Pasal 7 Ayat (3)
menjelaskan bahwa proses penyusunan RPJMDes melalui tahapan yaitu
pembentukan Tim Penyusun RPJMDes, penyelarasan arah kebijakan perencanaan
pembangunan Kabupaten/Kota, pengkajian keadaan desa, penyusunan rencana
pembangunan desa melalui musyawarah desa, penyusunan rencana RPJMDes,
penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah rencana
pembangunan desa, penetapan dan perubahan RPJMDes. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian deskritif yang didasarkan pada data kualitatif,
dan informan pada penelitian ini ditentukan berdasarkan teknik purposive
sampling.
Penelitian ini menghasilkan, bahwa proses penyusunan RPJMDes di Desa Mukti
Jaya secara data dilaksanakan selama dua puluh tiga hari, namun yang terjadi saat
wawancara bahwa penyusunan tidaklah sempurna dan akuntabilitas
pertanggungjawaban Tim penyusun tidak dilaksanakan secara maksimal yang
hanya dilaksanakan selama satu minggu dan untuk data-data hasil RPJMDes yang
sudah jadi dimanipulasi sendiri yang seolah-olah dilaksanakannya selama dua
puluh tiga hari. Secara teknis dan praktek yang terjadi dilapangan para
implementor atau Tim Penyusun RPJMDes dalam peroses penyusunannya belum
sepenuhnya dan tidak melaksanakan terhadap tahap-tahapan penyusunan
berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor.114
Tahun 2014.
Kata Kunci: Proses Penyusunan RPJMDes.
PROSES PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN
JANGKA MENENGAH DESA (RPJM-DES) DI DESA MUKTI JAYA
KECAMATAN TANJUNG RAYA KABUPATEN MESUJI
Oleh
BUDI SANTOSO
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar
SARJANA ILMU PEMERINTAHAN
Pada
Jurusan Ilmu Pemerintahan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2016
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama lengkap Budi Santoso dilahirkan di Desa
Bangun Jaya, pada tanggal 1 Desember 1993, anak kedelapan
dari delapan bersaudara pasangan dari Bapak Girin (Alm)
dan Ibu Rumisih.
Jenjang akademik penulis dimulai dari pendidikan Sekolah Dasar (SD) yang
ditempuh di SDN Bangun Jaya Mesuji dan selesai pada tahun 2006, kemudian
melanjutkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP MMT Bangun Jaya
Mesuji dan lulus pada tahun 2009. Penulis melanjutkan pendidikan Sekolah
Menengah Atas (SMA) di SMAN Tanjung Raya Mesuji dan menyelesaikan pada
tahun 2012.
Sejak tahun 2012 penulis terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Lampung pada Jurusan Ilmu Pemerintahan melalui jalur
PMPAP. Selama menjadi mahasiswa penulis aktif di Organisasi Badan Eksekutif
Mahasiswa Unila (BEM U) pada tahun 2013, penulis juga aktif di Organisasi
Radio Kampus Rakanila (RAKANILA) pada tahun 2016, pada tahun 2015 penulis
melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dipasena Jaya Kabupaten Tulang
Bawang. Selain itu penulis juga aktif di Organisasi Eksternal yaitu di Organisasi
Persatuan Mahasiswa Mesuji (PMM) pada tahun 2014.
MOTTO
BARANG SIAPA KELUAR UNTUK MENCARI ILMU
MAKA DIA BERADA DI JALAN ALLAH
(HD. TURMUDZI)
JALANI JALANE JALANONO
(jalani perjalanan ini sesuai dengan jalan yang akan dilalui)
(BUDI SANTOSO)
JANGAN PERNAH MENGELUH MESKI BANYAK KELUHAN
KARENA HANYA AKAN MENAMBAH KEKELUHANMU
(BUDI SANTOSO)
PERSEMBAHAN
KUPERSEMBAHKAN HASIL KARYA YANG SEDERHANA INI
UNTUK ORANG-ORANG TERKASIH
“AYAH DAN IBU”
Dua orang yang sangat aku cintai, dua orang yang telah memberikan
semangat, memotivasi hidupku, sabar dalam menghadapi keluh
kesahku, dan telah mengasuh membesarkanku.
KAKAK DAN ADIKKU
Terimakasih seluruh keluarga besarku, Kakak, Adik, atas kasih
sayang yang kalian berikan dan memberikan dukungan kepadaku
serta memberikan warna dalam hidupku.
ALMAMATERKU TERCINTA
SANWACANA
Bismillahirohmanirohim
Segala puji dan syukur atas seluruh cinta dan kasih sayang dari Allah SWT, yang
senantiasa memberikan rahmat dan berkah-Nya disetiap hembusan nafas,
sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Hunjangan shalawat
serta salam tak lupa dijunjung kepada pejuang terbesar umat, Nabi Muhammad
SAW, sekaligus seluruh keluarga, sahabat, dan pengikutnya.
Penulisan skripsi berjudul “Proses Penyusunan Perencanaan Pembangunan Jangka
Menengah Desa (RPJM-DES) di Desa Mukti Jaya Kecamatan Tanjung Raya
Kabupaten Mesuji, merupakan syarat bagi penulis untuk memperoleh gelar
Sarjana Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik, Universitas
Lampung.
Penulis menyadari, bahwa dalam penulisan skripsi ini masih terdapat banyak
kesalahan dan kekurangan, dan jauh dari kesempurnaan. Ikhwal tersebut
disebabkan karena keterbatasan dan kemampuan penulis. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan bentuk kritik serta saran yang membangun atas pengembangan
skripsi ini. Selain itu, penulis mengharapkan skripsi ini dapat menjadi bentuk
penelitian awal yang dapat dipergunakan dan bermanfaat bagi peneliti lain
dikemudian hari
Skripsi ini terselesaikan tidak terlepas dari bantuan, doa dan dukungan berbagai
pihak. Pada kesempatan ini dengan segala rendah hati, penulis mengucapkan
terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Syarif Makhya, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Lampung yang telah membimbing penulis selama
menenpuh proses perkuliahan.
2. Bapak Drs. Denden Kurnia Drajat, M.Si, selaku Ketua Jurusan Ilmu
Pemerintahan yang telah meluangkan waktu, memberikan saran dan
kesempatan, tak lupa juga arahan, dukungan, nasehat, solusi, dan motivasi
selama proses perkuliahan.
3. Bapak Drs. R Sigit Krisbintoro, M.IP, selaku Sekretaris Jurusan Ilmu
Pemerintahan yang telah memberikan motivasi melalui pengalaman
lapangan selama proses perkuliahan.
4. Ibu Dr. Ari Darmastuti, M.A, selaku Dosen Pembimbing Akademik yang
telah meluangkan waktu, memberikan bimbingan, nasehat, pembelajaran,
sekaligus motivasi selama penulis menempuh karir akademik di Jurusan
Ilmu Pemerintahan.
5. Bapak Drs. Ismono Hadi, M.Si, selaku Dosen Pembimbing Utama skripsi
yang tak bosannya meluangkan waktu, memberikan saran, arahan, nasehat,
serta kesempatan yang begitu besar bagi penulis untuk mengeksplorasi
gagasan kedalam sejumlah tulisan ilmiah, serta berbagai dosen yang telah
membuka jendela pemikiran penulis atas dunia keilmuan yang begitu luas di
depan.
6. Bapak Drs. Agus Hadiawan, M.Si, selaku Dosen Penguji Skripsi, yang telah
memberikan tumpukan kritik, saran, masukan, solusi, serta motivasi, yang
sangat membangun kapasitas penulis sebagai seorang akademisi di dalam
penyusunan skripsi ini.
7. Terima kasih kepada seluruh Bapak/Ibu Dosen Pengajar di Jurusan Ilmu
Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung,
yang telah memberikan banyak hal tidak hanya ilmu melainkan
pembelajaran hidup, kesempatan untuk berkarya di dunia akademis,
penghargaan atas kewajiban yang telah ditunaikan, serta pengetahuan yang
tidak akan pernah tergerus waktu.
8. Terima kasih kepada Ibu Rianti, Mas Bambang, Pakde Jumadi, Mas Puji,
serta seluruh Bapak/Ibu, kariawan/i dan setaf di Jurusan Ilmu Pemerintahan,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, yang telah
memberikan bantuan, dukungan dan doa selama penulis menempuh
pendidikan dan selama waktu proses penelitian.
9. Ibu tercinta Rumisih dan Bapak tercinta Girin (Alm) yang telah
membersarkanku dengan doa-doanya hingga saat ini. Terima kasih atas
kasih sayang yang telah kalian berikan kepadaku untuk hari ini, esok, dan
hari yang telah lalu. Terima kasih Ibu Rumisih telah membasarkanku,
membimbingku dan terima kasih Bapak Girin telah mengajarkanku akan
kekuatan menghadapi perjalanan hidup ini, Budi minta maaf tidak bisa
menuruti keinginan Bapak sebalum Bapak meninggal dunia “Budi, kapan
kamu wisuda, masih lama ia nak?”, Bapak Girin lah yang pertama kali
mengantarkanku berangkat Sekolah Dasar dengan sepeda buntutnya dan
semoga Bapak diberikan ketenangan dialam kubur.
10. Terima kasih untuk Ibunda Sunarti (Alm) dan ayahanda Ratam yang telah
memberiku kasih sayang, doa dan berkat serta dukungan hingga sampai saat
ini. Semoga ibunda diberikan ketenangan dalam kuburnya dan untuk
ayahanda semoga selalu diberikan kesehatan.
11. Untuk keluarga besarku yang sungguh paling aku sayangi hingga saat ini,
(Mbak Suyatmi, Mas Sujiono, Mas Sudarman, Mas Suharmanto, Mbak
Sriatin, Mas Sumarji) dan untuk (Bapak Jumino, Mbak Nurul, Mbak Heti,
Mas Jiono,) dan tidak lupa juga untuk adik-adikku (Aris Prastyo Wibowo,
Zainal Arifin, Nouval Ardi Fernando, Sherly Desta Maharani, Islami
Rafinza Akbar, Zakwan Auva Bilal), terima kasih telah mendoakan dan
menemaniku hingga saat ini.
12. Terima kasih kepada Bapak Kintoko Edi Saputro selaku Kepala Desa Mukti
Jaya kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji, yang sudi memberikan
izin, bantuan dan dukungannya selama proses penelitian
13. Terima kasih kepada Bapak Budiono selaku BPD, dan kepada Bapak E;eng
Mujiono selaku Sekretaris Desa, serta seluruh anggota Tim Penyusun
RPJMDes Desa Mukti Jaya yang telah meluangkan waktunya untuk menjadi
narasumber penulis untuk melakukan penelitian.
14. Terima kasih untuk teman-teman satu perjuangan yang selalu baik,
membantuku dalam proses penelitian dan selama menempuh pendidikan
diperkuliahan, (Guntur ardyan Tamara, Dedek Renaldo, Dwi Dian Kusuma,
Riski Pranata, Evan Sarli Rakasiwi, Wahid Nur Rohman, Khoirul Anwar,
Muhammad Nur Abdillah, Yoga Swasono, Bagas Aji Satrio, Galih
Ramadhan, Primadya Rosa Ayu A, Ari Hervina, Lintang Afriana,) semoga
kekeluargaan kita tidak ada putusnya.
15. Terima kasih untuk teman-teman satu bimbingan (Ayu Oktaviani, Yulianita,
Meta Fitriani, Wahid Nur Rohman, Wardana, Rian Armindo) yang
seperjuangan, melalui bimbingan, yang selalu baik dan memotivasi.
16. Terima kasih juga untuk teman-teman seperjuangan Ilmu Pemerintahan
2012 yang pernah memberi senyum semangat dan dukungan semoga kita
semua sukses dengan jalan kita masing-masing.
17. Terima kasih untuk keluarga KKN, Ibu Tin, Bapak Prapto, Bapak Nafian,
Bapak Hermin, Bapak Sumanto, Bapak Bagio, Mas Muin, Mbak Yuyun,
Mbak Ira, dan teman-teman kelompok, Mbak Afi, Mbak Yohana, Nana,
yang telah mendoakan dan memberikan senyuma.
18. Terima kasih untuk yang selalu bersamaku dan sayang padaku hingga
sampai saat ini, yang telah mendoakan dan mendukungku dalam mencari
pengalaman ilmu pendidikan Seftia Ningsih. Dan tak lupa juga untuk Mas
Darmawan, Trimo Prabowo, Ahmad Tohirin, Paryanto, Mas Timor
Pengembara, Mas Erik, Mba Kiki. dan teman-teman yang lainnya yang
tidak bisa disebutkan satu-persatu. Semoga kita selalu diberikan kesehatan
dan dipereratkan lagi persaudaraan kita.
Bandar Lampung, 14 Desember 2016
Penulis
Budi Santoso
i
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ......................................................................................................i
DAFTAR TABEL .............................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR .........................................................................................vi
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .......................................................................1
B. Rumusan Masalah .................................................................................6
C. Tujuan Penelitian ..................................................................................6
D. Kegunaan Penelitian .............................................................................7
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Tentang Desa .........................................................................8
1. Pengertian Desa ................................................................................8
2. Pengertian Pembangunan Desa ........................................................11
3. Tugas Pemerintah Desa ....................................................................13
B. Tinjauan Tentang Implementasi Kebijakan ..........................................16
C. Tinjauan Tentang APBDes ...................................................................18
1. Pengertian APBDes .........................................................................18
2. Sumber Pendapatan APBDes ...........................................................18
C. Tinjauan Tentang RPJMDes .................................................................19
1. Pengertian RPJM Desa dan RKP Desa ............................................19
2. Waktu Penyusunan RPJMDes ..........................................................19
3. Tahap Penyusunan RPJMDes ..........................................................20
4. Pelaksanaan Penyusunan RPJMDes ................................................21
5. Tugas Kerja Tim RPJMDes .............................................................25
D. Kerangka Pikir ......................................................................................28
III. METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ...........................................................30
B. Fokus Penelitian ....................................................................................31
C. Waktu dan Lokasi Penelitian ................................................................33
D. Jenis dan Sumber Data ..........................................................................33
ii
E. Informan ................................................................................................35
F. Teknik Pengumpulan Data ....................................................................36
G. Teknik Pengelolahan Data ....................................................................37
H. Tenik Analisis Data...............................................................................38
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Sejarah Desa Mukti Jaya .......................................................................42
B. Gambaran Umum Desa Mukti Jaya ......................................................43
C. Struktur Pemerintahan Desa Mukti Jaya...............................................43
D. Demografi Desa Mukti Jaya .................................................................45
E. Arah Kebijakan Pembangunan Desa Mukti Jaya..................................46
1. Visi ...................................................................................................46
2. Misi...................................................................................................47
3. Kebijakan Pembangunan Desa Mukti Jaya ......................................48
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian .....................................................................................49
B. Pembahasan ...........................................................................................65
1. Membentuk Tim penyusun RPJMDes .............................................65
2. Penyelarasan arah kebijakan perencanaan pembangunan
Kabupaten/Kota ................................................................................67
3. Pengkajian keadaan desa ..................................................................68
4. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui
musyawarah desa.............................................................................70
5. Penyusunan rencana RPJMDes ........................................................71
6. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah
rencana pembangunan desa ..............................................................73
7. Penetapan dan perubahan RPJMDes ................................................74
VI. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan ...............................................................................................77
B. Saran......................................................................................................82
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
iii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Rencana program dan kegiatan pembangunan kabupaten ...................51
2. Masalah dan potensi berdasarkan potret sketsa desa ...........................52
3. Masalah dan potensi berdasarkan kalender musim desa .....................54
4. Masalah dan potensi berdasarkan bagan kelembagaan desa ...............56
5. Penyusunan rencana pembangunan melalui musyawarah desa ..........58
6. Anggaran, pendapatan dan bantuan desa .............................................62
7. Bidang pembangunan rencan RPJMDes .............................................63
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Bagan kerangka pikir ...........................................................................29
2. Bagan struktur Pemerintahan Desa Mukti Jaya ...................................44
1
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
pada Pasal 79 Ayat (1) disebutkan bahwa pemerintah desa menyusun
perencanaan pembangunan desa secara berjangka. Mengacu pada
perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota yaitu Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Desa (RPJMDes) untuk jangka waktu 6 (enam) tahun,
dan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP) untuk jangka wuktu 1
(satu) tahun. RKP Desa merupakan penjabaran dari Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) adalah dokumen
perencanaan untuk periode 6 (enam) tahun. Memuat arah kebijakan
pembangunan desa, kebijakan keuangan desa, kebijakan umum, kegiatan
pembangunan ditingkat desa. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa
(RPJMDes) merupakan penjabaran visi dan misi Kepala Desa yang telah
terlantik dan RPJMDes ditetapkan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga)
bulan terhitung sejak pelantikan Kepala Desa dengan dasar hukum peraturan
desa (Pristiyanto D, 2015).
2
Kepala Desa yang sudah terlantik secara resmi dengan segera membentuk Tim
penyusun RPJMDes yang berjumlah paling sedikit 7 (tujuh) orang dan paling
banyak 11 (sebelas) orang anggota. Tim penyusun juga perlu keterwakilan
perempuan di dalamnya. Struktur Tim yang menyusun RPJMDes adalah: (1).
Kepala Desa selaku pembina, (2). Sekretaris Desa selaku ketua, (3). Ketua
lembaga pemberdayaan masyarakat selaku sekretaris, (4). Anggota yang
berasal dari perangkat desa yaitu; lembaga pemberdayaan masyarakat, kader
pemberdayaan masyarakat desa, dan unsur masyarakat lainya (Pristiyanto D,
2015).
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor.114 Tahun 2014
Tentang Pedoman Pembangunan Desa, perencanaan pembangunan desa
adalah proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa
dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Dasa (BPD) dan unsur
masyarakat. Penyusunan pembangunan desa melalui Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang bertujuan untuk mewujudkan
perencanaan pembangunan desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat,
menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap program kerja
pembangunan desa, mengembangkan hasil-hasil pembangunan di desa, serta
mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan di desa.
Kepala Desa terlantik secara resmi sebagai Kepala Desa Mukti Jaya pada bulan
November 2015. Kemudian pada bulan Januari 2016 terbentuklah Surat
Keputusan (SK) Tentang Peraturan Desa yang mengacu pada Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) selama 6 (enam) tahun dan
3
Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP) untuk pembangunan desa selama 1
(satu) tahun. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes)
dibuat dan ditetapkan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan, terhitung
dari bulan November 2015 sampai dengan Januari 2016. RPJMDes di Desa
Mukti Jaya berlaku pada Tahun 2016 Sampai Tahun 2021.
(Sekretaris Kepala Desa, 26 April 2016)
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor.114
Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa Pasal 7 Ayat (3) mengatur
tahap penyusunan RPJMDes yaitu:
1. Membentuk Tim Penyusun RPJMDes.
2. Penyelarasan arah kebijakan perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota.
3. Pengkajian keadaan desa.
4. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah desa.
5. Penyusunan rencana RPJMDes.
6. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah rencana
pembangunan desa.
7. Penetapan dan perubahan RPJMDes.
Tugas kerja Tim penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa
(RPJMDes) adalah sebagai berikut; (Pristiyanto D, 2015).
1. Menyelaraskan arah kebijakan pembangunan Kabupaten/Kota.
2. Mengkaji keadaan desa.
3. Menyusun rancangan RPJMDes.
4. Menyempurnakan rancangan RPJMDes.
4
Bapak Muji Sekretaris Kepala Desa mengungkapkan bahwa Penyusunan
Rencanaan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) di Desa Mukti
Jaya dilaksanakan dalam waktu 23 (dua puluh tiga) hari yaitu dibulan Januari
2016. Dua puluh tiga hari Tim penyusun RPJMDes melaksanakan
penyelarasan kebijakan pembangunan Kabupaten/Kota, pengkajian keadaan
desa, penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah desa,
penyusunan rencana RPJMDes, penyusunan rencana pembangunan desa
melalui musyawarah perencanaan pembangunan desa, dan penetapan
RPJMDes. (Sekretaris Kepala Desa, 26 April 2016).
Berdasarkan hasil prariset melalui wawancara dengan Bapak Muji selaku
Sekretaris Kepala Desa, beliau mengatakan bahwa masalah yang terjadi dalam
proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa
(RPJMDes) di Desa Mukti Jaya ini dikarenakan kurangnya materi yang
diperoleh oleh Tim penyusun, minimya pengetahuan petugas dalam penyusun
RPJMDes, waktu yang terlalu cepat saat pengumpulan RPJMDes ke
Kabupaten, tidak mengikutsertakan Tim penyusun berjenis kelamin
perempuan, jumlah Tim penyusun 11 (sebelas) orang namun tidak termasuk
pembina, serta kurangnya rasa kepedulian dan keikutsertaan masyarakat
dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa
(RPJMDes) (Prariset, 22 Januari 2016).
5
Desa Mukti Jaya merupakan desa baru yang sebelumnya merupakan bagian
dari Desa Harapan Mukti, Kemudian pada tahun 2014 memekarkan diri
menjadi Desa Mukti Jaya. Desa Mukti Jaya yang baru pemekaran ini memiliki
tugas untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa untuk
priode pembangunan 2016-2021, meskipun dalam penyusunan mengalami
beberapa masalah dan gendala saat melaksanakan penyusunan (Sekretaris
Kepala Desa).
Berkenaan dengan penelitian ini, peneliti menemukan penelitian terdahulu
yeng relevan dengan penelitian yang akan peneliti teliti,demikian penelitian
terdahulu yang telah peneliti sajikan dalam bentuk narasi; Rahmayanti Ledha,
Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah Indonesia,
program megister tahun 2005, dengan judul “Analisis Kesesuaian RPJMDes
2008-2012 dengan Program Kerja Tahun 2009-2010 di Desa Kemiri
Kabupaten Banyumas”. Peraturan desa nomor 3 tahun 2007 tentang RPJMDes
tidak sesuai dengan APBDes tahun 2009 dan 2010 di desa karang kemiri, hal
ini disebabkan karena pembangunan infrasetruktur desa yang lebih banyak
dilakukan pada perbaikan jalan dan saluran air serta pembangunan lainnya
sehingga tidak terwujudnya visi dan misi desa.
Penelitian terdahulu melihat apakah RPJMDes 2008-2012 sesuai atau tidak
dengan Program Kerja Tahun 2009-2010, sedangkan penelitian ini akan
keterkaitan terhadap Proses Penyusunan Perencanaan Pembangunan Jangka
Menengah Desa (RPJMDes) karena peneliti ingin mengetehui apakah Proses
Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) di
6
Desa Mukti Jaya berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik
Indonesia Nomor.114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa.
Disamping itu juga penulis melihat bahwa Penyusunan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) di Desa Mukti Jaya
sangatlah perlu diperhatikan karena ini merupakan desa baru yang
memerlukan pembangunan selama 6 (enam) tahun kedepan serta untuk acuan
priode selanjutnya.
Berdasarkan data-data yang diuraikan, peneliti mengambil judul “Proses
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-DES)
di Desa Mukti Jaya Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang maka rumusan masalah pada penelitian
ini adalah “Bagaimana Proses Penyusunan Perencanaan Pembangunan Jangka
Menengah Desa (RPJMDes) di Desa Mukti Jaya Kecamatan Tanjung Raya
Kabupaten Mesuji?”
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses Penyusunan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) di Desa Mukti Jaya
Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji berdasarkan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor.114 Tahun 2014 Tentang Pedoman
Pembangunan Desa.
7
D. Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini adalah:
1. Secara Teoritis
Secara teoritis penelitian ini akan dapat memperkaya mengenai kajian-
kajian yang berhubungan dengan ilmu pemerintahan, dan untuk
mengembangkan serta memperdalam ilmu pemerintahan khususnya tentang
Proses Penyusunan Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Desa
(RPJMDes) di Desa Mukti Jaya Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten
Mesuji.
2. Secara Praktis
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah
Desa Mukti Jaya dalam Proses Penyusunan Perencanaan Pembangunan
Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
8
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Tentang Desa
1. Pengertian Desa
Desa berasal dari bahasa india swadesi yang berarti tempat asal, tempat
tinggal, negeri asal atau tanah leluhur yang merujuk pada satu kesatuan
hidup dengan kesatuan norma serta memiliki batas yang jelas. Desa dan
pedesaan sering dikaitkan dengan pengertian rural dan village yang
dibandingkan dengan kota (city/town) dan perkotaan (urban). Konsep
perdesaan dan perkotaan mengacu kepada karakteristik masyarakat,
sedangkan desa dan kota merajuk pada suatu satuan wilayah administrasi
atau teritorial (Nurman, 2015).
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Desa
adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang
berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan Pemerintah Desa maupun
Pemerintah Daerah. Kepentingan pada masyarakat setempat adalah
berdasarkan prakarsa masyarakat hak asal-usul dan hak tradisional.
Peraturan yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
9
Desa dari aspek geografis yaitu sebagai suatu hasil dari perwujudan antara
kegiatan sekelompok manusia dengan lingkunganya. Hasil dari perpaduan
itu ialah suatu wujud atau penampakan di muka bumi yang ditimbulkan
dari unsur-unsur fisiografi, sosial ekonomis, politis dan kultural yang saling
berinteraksi antar unsur tersebut dan juga dalam hubungannya dengan
daerah lain (Santoso L, 20015).
(Alexander, A. 2001) desa sebagai komunitas kecil yang menetap di suatu
daerah, pengertian desa dalam tiga aspek yaitu:
a. Analisis statistik, desa didefinisikan sebagai suatu lingkungan dengan
penduduk kurang dari 2.500 orang.
b. Analisis sosial psikologis, desa merupakan suatu lingkungan yang
penduduknya memiliki hubungan akrab dan bersifat informal diantara
sesama warganya.
c. Analisis ekonomi, desa didefinisikan sebagai suatu lingkungan dengan
penduduknya tergantung kepada pertanian.
Berdasarkan Instruksi Mentri Dalam Negeri RI Nomor 11 Tahun 1972
Tentang Pelaksanaan Klarifikasi dan Tipologi Desa di Indonesia
digolongkan dalam tiga tingkatan yakni, desa swadaya, desa swakarsa, dan
desa swasembada.
a. Desa swadaya, merupakan desa yang paling terbelakang dengan budaya
kehidupan tradisional dan sangat terikat dengan adat istiadat. Desa ini
biasanya memiliki tingkat kesejahteraan yang sangat rendah, sarana dan
prasaranan minim, serta sangat tergantung pada alam.
10
b. Desa swakarsa, merupakan desa yang mengalami perkembangan lebih
maju dibandingkan desa swadaya. Desa ini telah memiliki landasan
lebih kuat dan berkembang lebih baik serta lebih kosmopolit. Desa
swakarsa penduduknya mulai melakukan peralihan mata pencaharian
dari sektor primer kesektor lain.
c. Desa swasembada, merupakan desa yang memiliki kemandirian lebih
tinggi dalam segala bidang terkait dengan aspek sosial dan ekonomi.
Desa swasembada mulai berkembang dan maju dengan petani yang tidak
terikat dengan adat istiadat atau pola tradisiaoal, prasarana dan sarana
yang lebih lengkap dengan perekonomian lebih mengarah pada industri
barang dan jasa. Sektor primer dan sekunder lebih berkembang.
Berdasarkan mata pencahariaan penduduk, desa dibagi menjadi tiga macam
yaitu:
a. Desa pertanian adalah desa yang sebagian besar masyaraktnya bermata
pencaharian sebagai petani.
b. Desa nelayan adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata
pencaharian sebagai nelayan.
c. Desa industri adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata
pencaharian sebagai pekerja dibidang industri.
11
2. Pengertian Pembangunan Desa
Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014
Tentang Desa pembangunan desa adalah upaya meningkatkan kualitas
hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat
desa. Pembangunan desa merupakan bagian dari pembangunan nasional dan
memiliki peranan penting dalam mencapai tujuan nasional, karena desa
beserta masyarakatnya merupakan basis dan ekonomi, politik, sosial budaya
dan pertahanan keamanan. Pembangunan desa dilakukan oleh masyarakat
bersama pemerintah terutama dalam memberikan bimbingan, pengarahan,
bantuan pembinaan, dan pengawasan agar dapat ditingkatkan kemampuan
masyarakat dalam usaha menaikan taraf hidup dan kesejahteraannya.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 78
Tentang Desa pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penangulangan
kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan
prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan
sumberdaya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Pembangunan desa
meliputi tahapan, pelaksanaan, dan pengawasan. Pembangunan desa
mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan, kegotong royongan, guna
mewujudkan kedamaian dan keadilan sosial.
12
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor
66 Tahun 2007 Tentang Perencanaan Pembangunan Desa, pembangunan
desa merupakan model pembangunan partisipatif adalah suatu sistem
pengelolaan pembangunan di desa bersama-sama secara musyawarah,
mufakat, dan gotong royong. Pembangunan hal ini merupakan cara hidup
masyarakat yang telah lama berakar budaya wilayah Indonesia. Peraturan
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2007 Pasal 5
pembangunan partisipatif diantaranya untuk mewujudkan kemampuan dan
kemandirian masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 114 Tahun
2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa, pembangunan desa adalah
upaya peningkatkan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya
kesejahteraan masyarakat desa. Perencanaan pembangunan desa adalah
proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa
dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa unsur masyarakat secara
partisipatif guna pemanfaatan dan pengalokasian sumbar daya desa dalam
rangka mencapai tujuan pembangunan desa. Pembangunan partisipatif
adalh sistem pengelolaan pembangunan di desa dan kawasan pedesaan
yang dikoordinasi oleh Kepala Desa.
Menurut (Kartasasmita, 2001) bahwa hakekat pembangunan nasional adalah
manusia itu sendiri yang merupakan titik pusat dari segala upaya
pembangunan dan yang akan dibangun adalah kemampuan dan kekuatannya
13
sebagai pelaksana penggerak pembangunan. (Suparno, 2001) menegaskan
bahwa pembangunan desa dilakukan dalam rangka imbang yang sewajarnya
antara pemerintah dengan masyarakat. Kewajiban pemerintah adalah
menyediakan prasarana-prasarana, sedangkan selebihnya disandarkan
kepada kemampuan masyarakat itu sendiri.
3. Tugas Pemerintah Desa
Pemerintahan Desa terdapat beberapa perangkat desa yang mempunyai
peran dalam menjalankan tugas yaitu; (Antlov, H. 2003).
a. Kepala Desa, bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa
berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama Badan Permusyawaratan
Desa (BPD), mengajukan rancangan peraturan desa, menetapkan
peraturan-peraturan yang telah mendapatkan persetujuan bersama Badan
Permusyawaratan Desa (BPD), menyusun dan mengajukan rancangan
peraturan desa mengnenai Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes)
untuk dibahas dan ditetapkan bersama Badan Permusyawaratan Desa
(BPD), membina kehidupan masyarakat desa, membina ekonomi desa,
mengordinasikan pembangunan desa secara partisipatif, mewakili
desanya di dalam dan luar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukum
untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan
melaksanakan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.
14
b. Sekretaris Desa, bertugas membantu Kepala Desa dalam mempersiapkan
dan melaksanakan pengelolaan administrasi desa, mempersiapkan bahan
penyusunan laporan penyelenggaraan Pemerintah Desa.
c. Kepala Urusan (KAUR) Umum, bertugas membantu Sekretaris Desa
dalam melaksanakan administrasi umum, tata usaha dan kearsipan,
pengelolaan inventaris kekayaan desa, serta mempersiapkan bahan rapat
dan laporan.
d. Kepala Urusan (KAUR) Keuangan, bertugas membantu Sekretaris Desa
dalam melaksanakan pengelolaan sumber pendapatan desa, pengelolaan
administrasi keuangan desa dan mempersiapkan bahan penyusunan
Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).
e. Kepala Urusan (KAUR) Pemerintahan, bertugas membantu Kepala Desa
dalam melaksanakan pengelolaan administrasi kependudukan,
administrasi pertanahan, pembinaan, ketentraman dan ketertiban
masyarakat desa, mempersiapkan bahan perumusan kebijakan penataan,
kebijakan dalam penyusunan produk hukum desa.
f. Kepala Urusan (KAUR) Ekonomi Pembangunan, bertugas membantu
Kepala Desa dalam melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan
teknis pengembangan ekonomi masyarakat dan potensi desa, pengelolaan
administrasi pembangunan, pengelolaan pelayanan masyarakat serta
penyiapan bahan usulan kegiatan dan pelaksanaan tugas pembantuan.
15
g. Kepala Urusan (KAUR) Kesejahteraan Rakyat, bertugas membantu
Kepala Desa dalam melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan
teknis penyusunan program keagamaan serta melaksanakan program
pemberdayaan masyarakat dan sosial kemasyarakatan.
h. Badan Permusyawaratan Desa (BPD), BPD bertugas menetapkan
peraturan desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan
aspirasi masyarakat.
i. Rukun Tetangga (RT), bertugas membantu menjalankan tugas pelayanan
pada masyarakat yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah,
memelihara kerukunan hidup warga, dan menyusun rencana dan
melaksanakan pembangunan dengan mengembangkan aspirasi dan
swadaya murni masyarakat.
j. Rukun Warga (RW), bertugas menggerakan swadaya gotong royong
partisipasi masyarakat di wilayahnya membantu kelancaran tugas pokok
di desa dan kelurahan dalam bidang pembangunan.
16
B. Tinjauan Tentang Implementasi Kebijakan
Implementasi kebijakan pada prinsipnya merupakan cara agar sebuah
kebijakan dapat mencapai tujuannya. Menurut wahab (dalam Tahir, 2011)
mengatakan bahwa, implementasi kebijakan adalah pelaksanaan keputusan
kebijakan dasar. Biasanya dalam bentuk Undang-undang namun dapat pula
yang berbentuk perintah-perintah atau keputusan-keputusan eksekutif yang
penting atau keputusan badan peradilan. Keputusan tersebut mengidentifikasi
masalah yang diatasi yang menyebutkan secara tegas tujuan atau sasaran yang
ingin dicapai dan berbagai cara untuk menstruktur atua mengatur prosos
implementasinya.
Menurut Van Meter dan Van Horn (dalam wahab, 2004) bahwa implementasi
kebijakan merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan baik oleh individu,
pejabat atau kelompok-kelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan pada
tercapainya tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijakan.
Mazmanian dan Sebastier (dalam Wahab, 2004) juga mendefinisikan bahwa
implementasi kebijakan adalah pelaksanaan keputusan kebijakan dasar, yang
biasanya dalam bentuk Undang-undang, namun dapat pula biasanya berbentuk
perintah-perintah atau keputusan-keputusan eksekutif yang penting atau dalam
bentuk keputusan badan peradilan.
Implementasi kebijakan merupakan tahapan imlementasi yang berhubungan
dengan apa yang terjadi setelah suatu perundang-undangan ditetapkan dengan
memberikan otoritas pada suatu kebijakan dengan membentuk output yang
jelas dan dapat diukur (Tangkilisan, 2003). Sedangkan menurut (Purwanto dan
17
Sulistyastuti, 2012) bahwa keberhasilan implementasi dalam arti sempit yaitu
sebagai kepatuhan para implementor dalam melaksanakan kebijakan yang
tertuang dalam dokumen kebijakan yang berbentuk undang-undang, peraturan
pemerintah, atau program-program tertentu.
Berdasarkan pandangan beberapa para ahli mengenai implementasi kebijakan
dapat disimpulkan bahwa imlementasi merupakan kepatuhan para implementor
dalam melaksanakan kebijakan yang tertuang dalam keputusan kebijakan
dasar. Seperti pada Undang-undang, perintah-perintah, pejabat atau kelompok-
kelompok pemerintah atau swasta, serta keputusan-keputusan eksekutif yang
penting atau keputusan badan peradilan. Kebijakan tersebut dilaksanakan oleh
implementor yang terkait dengan hal tersebut. Maka dalam penelitian ini
peneliti menggunakan teori implementasi kebijakan menurut Purwanto dan
Sulistyastuti yang mengartikan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan
didasarkan pada kepatuhan para implementor dalam melaksanakan kebijakan
yang tertuang dalam kebijakan itu sendiri. Peneliti memilih pendapat Purwanto
dan Sulistyastuti karena sejalan dengan tujuan dari penelitian ini, dan
pendapatnya dapat digunakan sebagai indikator dalam menentukan kepatuhan
para implementor dalam mengimplementasikan kebijakan menggenai proses
penyusuna RPJMDes oleh Pemerintah Desa Mukti Jaya.
18
C. Tinjauan Tentang APBDes
1. Pengertian APBDes
Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) adalah anggaran belanja
desa yang dibuat oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan diputuskan
Kepala Desa bersama BPD. Membuat anggaran belanja desa BPD harus
berpatokan pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 yang membuat
bahwasanya APBDes dibuat oleh BPD berdasarkan usulan warga untuk
tujuan membangun desa.
Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) terdiri dari:
a. Pendapatan desa.
b. Belanja desa.
c. Pembiayaan.
2. Sumber Pendapatan APBDes
Penyelenggaraan urusan Pemerintah Desa yang menjadi kewenangan desa
didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes), bantuan
Pemerintah Pusat dan bantuan Pemerintah Daerah. Penyelenggaraan urusan
Pemerintah Daerah yang diselenggarakan oleh Pamerintah Desa didanai
dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa (Erick S, 2010).
Sumber pendapatan desa terdiri atas:
a. Pendapatan asli desa, yaitu hasil usaha desa, hasil kekayaan desa seperti;
tanah kas desa, pasar desa, bangunan desa.
b. Bagi hasil pajak daerah Kabupaten/Kota.
19
c. Bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah.
d. Bantuan keuangan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan
Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka peleksanaan urusan
pemerintah.
e. Hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat.
f. Pinjaman desa.
D. Tinjauan Tentang RPJMDes
1. Pengertian RPJMDes dan RKP Desa
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) adalah
dokumen perencanaan untuk periode 6 (enam) tahun yang memuat arah
kebijakan pembangunan desa, yaitu akan arah kebijakan keuangan desa,
kebijakan umum, kegiatan pembangunan di tingkat desa. Rencana Kerja
Pembangunan Desa (RKP) sebagai penjabaran dari RPJMDes berlaku
dalam jangka waktu 1 (satu) tahun. RPJMDes dan RKP Desa merupakan
dasar dalam pembangunan desa dengan tujuan melakukan upaya
peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya
kesejahteraan masyarakat desa (Pristiyanto D, 2015).
2. Waktu Penyusunan RPJMDes
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) merupakan
penjabaran visi dan misi Kepala Desa dan RPJMDes ditetapkan dalam
jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak terlantiknya Kepala
20
Desa dengan dasar hukum peraturan desa. Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Desa (RPJMDes) juga memuat rencana penyelenggaraan desa,
pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan
masyarakat, dan arah kebijakan pembangunan desa. Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Desa (RPJMDes) disusun dengan mempertimbangkan
kondisi obyektif desa dan prioritas pembangunan Kabupaten/Kota
(Pristiyanto D, 2015).
3. Tahap Penyusunan RPJMDes
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor.114 Tahun
2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa Pasal 7 Ayat (3) mengatur
tahap penyusunan RPJMDes yaitu:
a. Membentuk Tim Penyusun RPJMDes.
b. Penyelarasan arah kebijakan perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota
c. Pengkajian keadaan desa.
d. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah desa.
e. Penyusunan rencana RPJMDes.
f. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah rencana
pembangunan desa.
g. Penetapan dan perubahan RPJMDes.
21
4. Pelaksanaan Penyusunan RPJMDes
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor.114 Tahun
2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa Pasal 7 Ayat (3), menjelaskan
bahwa pelaksanaan penyusunan RPJMDes adalah:
a. Membentuk Tim Penyusun RPJMDes, setelah Kepala Desa dilantik
secara resmi maka dengan segara Kepala Desa membentuk Tim
penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes)
berjumlah paling sedikit 7 (tujuh) orang dan paling banyak 11 (sebelas)
orang anggota Tim penyusun juga perlu mempertimbangkan
keterwakilan perempuan di dalamnya. Tim penyusun RPJMDes disahkan
dengan keputusan Kepala Desa.
Struktur Tim penyusun RPJMDes antara lain:
1. Kepala Desa selaku pembina.
2. Sekretaris desa selaku ketua.
3. Ketua lembaga pemberdayaan masyarakat selaku sekretaris.
4. Anggota yang berasal dari perangkat desa, lembaga pemberdayaan
masyarakat, kader pemberdayaan masyarakat desa, dan unsur
masyarakat lainya.
b. Penyelarasan arah kebijakan perencanaan pembangunan
Kabupaten/Kota, Tim penyusun Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Desa (RPJMDes) Penyelarasan arah kebijakan perencanaan
pembangunan Kabupaten/Kota untuk mengintegrasikan program dan
kegiatan pembangunan Kabupaten/Kota dengan pembangunan desa.
22
Penyelarasan arah kebijakan itu dilakukan dengan mengikuti sosialisasi
atau mendapatkan informasi tentang arah kebijakan pembangunan
Kabupaten/Kota.
Informasi arah kebijakan pembangunan Kabupaten/Kota sekurang-
kurangnya meliputi:
1. Rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten/Kota.
2. Rencana strategis satuan kerja perangkat daerah.
3. Rencana umum tata ruang wilayah Kabupaten/Kota.
4. Rencana rinci tata ruang wilayah Kabupaten/Kota.
5. Rencana pembangunan kawasan pedesaan.
c. Pengkajian keadaan desa, Tim penyusun Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Desa (RPJMDes) melakukan pengkajian keadaan desa yang
dilakukan dalam rangka mempertimbangkan kondisi obyektif desa.
Laporan hasil pengkajian keadaan desa menjadi bahan masukan dalam
musyawarah desa dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan
desa.
Kegiatan pengkajian keadaan desa meliputi kegiatan sebagai berikut:
1. Penyelarasan data desa.
2. Penggalian gagasan masyarakat.
3. Penyusunan laporan hasil pengkajian keadaan desa.
23
d. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah desa,
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menyelenggarakan musyawarah
desa berdasarkan laporan hasil pengkajian keadaan desa. Musyawarah
desa dapat dilaksanakan setelah Kepala Desa menyerahkan laporan hasil
pengkajian keadaan desa.
Dalam musyawarah desa yang perlu dibahas dan disepakati antara lain:
1. Laporan hasil pengkajian keadaan desa.
2. Rumusan arah kebijakan pembangunan desa yang dijabarkan dari visi
dan misi Kepala Desa.
3. Rencana prioritas kegiatan penyelenggaraan pemerintah desa,
pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan
pemberdayaan masyarakat desa.
e. Penyusunan rancangan RPJMDes, Tim penyusun RPJMDes menyusun
berdasarkan berita acara hasil kesapakatan musyawarah desa. Rancangan
RPJMDes dituangkan dalam format rancangan, setelah rancangan
RPJMDes selesai disusun maka Tim penyusun RPJMDes membuat berita
acara tentang hasil penyusunan rancangan yang dilampiri dengan
dokumen rancangan RPJMDes dan disampaikan kepada Kepala Desa.
Kepala Desa berwenang memeriksa dokumen rancangan RPJMDes
apabila Kepala Desa belum menyetujui maka Tim penyusun melakukan
perbaikan berdasarkan arahan Kepala Desa, jika rancangan RPJMDes
disetujui kemudian dilanjutkan dengan kegiatan musrembang desa.
24
f. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah
perencanaan pembangunan desa, Kepala Desa menyelenggarakan
musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrembang) untuk
membahas dan menyampaikan rancangan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Desa (RPJMDes). Hasil dari kesepakatan musrembang desa
kemudian dituangkan dalam berita acara.
g. Penetapan dan perubahan RPJMDes, musyawarah perencanaan
pembangunan desa (Musrembang) akan menghasilkan kesepakatan dan
usulan perbaikan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Desa (RPJMDes), maka Kepala Desa menjadi pengarah bagi Tim
penyusun dalam proses perbaikan dokumen rancangan RPJMDes.
Rancangan tersebut menjadi lampiran rancangan peraturan desa tentang
RPJMDes. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa disahkan
dengan peraturan desa yang dirancang oleh Kepala Desa, rancangan
peraturan desa tentang RPJMDes itu kemudian dibahas dan disepakati
Kepala Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk
ditetapkan menjadi peraturan desa tentang RPJMDes.
Perubahan RPJMDes, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa
(RPJMDes) berlaku selama 6 (enam) tahun, dalam perjalanan
implementasi RPJMDes dimungkinkan terjadi perubahan-perubahan
terhadap isinya. Kepala Desa dapat merubah RPJMDes jika:
1. Terjadi peristiwa khusus, seperti bencana alam, krisis politik, krisis
ekonomi, atau kerusuhan sosial yang berkepanjangan.
25
2. Terdapat perubahan mendasar atas kebijakan pemerintah, Pemerintah
Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes)
harus dibahas dan disepakati dalam musyawarah perencanaan
pembangunan desa (Musrembang) dan selanjutnya ditetapkan dengan
peraturan desa yang baru.
5. Tugas Kerja Tim RPJMDes
Tugas kerja Tim penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa
(RPJMDes) adalah sebagai berikut; (Pristiyanto D, 2015).
a. Menyelaraskan arah kebijakan pembangunan Kabupaten/Kota yaitu:
1. Tim penyusun mengikuti sosialisasi dan mendapatkan informasi
tentang arah kebijakan pembangunan.
2. Tim punyusun mendata dan memilih rencana program dan kegiatan
pembangunan Kabupaten/Kota yang akan masuk ke desa dengan cara
mengelompokkan menjadi bidang penyelenggaraan pemerintahan
desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan
pemberdayaan masyarakat desa.
3. Data rencana program dan kegiatan menjadi lampiran hasil pengkajian
keadaan desa.
4. Tim penyusun membuat laporan penyelarasan arah kebijakan
perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota dengan format data
26
rencana program dan kegiatan pembangunan yang akan masuk ke
desa dari hasil pendataan dan pemilihan.
b. Mengkaji keadaan desa yaitu:
1. Tim penyusun melakukan penyelarasan data desa, pengambilan data
dari dokumen data desa.
2. Tim penyusun melakukan penyelarasan data desa, pengambilan data
desa dengan kondisi desa terkini.
3. Tim penyusun membuat laporan hasil penyelarasan data desa dengan
format data desa dan menjadi lampiran laporan hasil pengkajian
keadaan desa.
4. Tim penyusun melakukan penggalian gagasan masyarakat melalui
musyawarah dusun.
5. Tim penyusun melakukan penggalian gagasan masyarakat melalui
musyawarah khusus unsur masyarakat.
6. Tim penyusun membuat laporan rekapitulasi usulan rencana kegiatan
pembangunan desa berdasarkan penggalian gagasan masyarakat
dengan format usulan rencana kegiatan dan menjadi lampiran laporan
hasil pengkajian keadaan desa.
7. Tim penyusun membuat laporan hasil pengkajian keadaan desa.
8. Tim penyusun membuat berita acara laporan hasil pengkajian keadaan
desa.
9. Tim penyusun menyerahkan berita acara laporan hasil pengkajian
keadaan desa kepada Kepala Desa.
27
10. Kepala Desa menyampaikan laporan kepada Badan Permusyawaratan
Desa (BPD) dalam rangka menyusun rencana pembangunan desa
melalui musyawarah desa.
c. Menyusun rancangan RPJMDes yaitu:
1. Tim penyusun menyusun rancangan RPJMDes berdasarkan berita
acara hasil kesepakatan musyawarah desa.
2. Tim penyusun membuat berita acara tentang hasil penyusunan
rancangan RPJMDes yang dilampiri dokumen rancangan RPJMDes.
3. Tim penyusun menyerahkan berita acara dan rancangan RPJMDes
kepada Kepala Desa.
4. Kepala Desa memeriksa dokumen rancangan RPJMDes.
5. Dalam hal Kepala Desa belum menyetujui rancangan RPJMDes maka
Tim melakukan perbaikan penyusun RPJMDes berdasarkan arahan
Kepala Desa.
6. Dalam hal rancangan RPJMDes telah disetujui oleh Kepala Desa
dilanjutkan dengan kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan
desa.
d. Menyempurnakan rancangan RPJMDes
Tim penyusun RPJMDes mengontrol dan menyempurnakan tahapan-
tahapan terbentuknya RPJMDes, hingga disahkannya peraturan desa
tentang RPJMDes yang disepakati oleh Kepala Desa bersama Badan
Permusyawaratan Desa (BPD) yang berlaku selama 6 (enam) tahun.
28
E. Kerangka Pikir
Kerangka pikir adalah sebuah pemahaman yang melandasi pemahaman-
pemahaman yang lainya, sebuah pemahaman yang paling mendasar dan
menjadi pondasi bagi setiap pemikiran atau suatu bentuk proses dari
keseluruhan penelitian yang akan dilakukan. Desa dibentuk atas prakarsa
masyarakat dengan memperhatikan asal-usul desa dan kondisi sosial budaya
masyarakat setempat. Pembentukan desa dapat berupa penggabungan beberapa
desa, atau pembagian desa yang bersandingan, atau pemekaran dari satu desa
menjadi dua desa atau lebih, atau bembentukan desa di luar desa yang telah ada
(Erick S, 2010).
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tentang
Pedoman Pembangunan Desa, desa mempunyai wewenang untuk menyusun
Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang berkaitan
langsung dengan kepala desa dan Tim penyusun. RPJMDes dibahas dan
disepakati Kepala Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk
ditetapkan menjadi peraturan desa tentang RPJMDes. pemikiran pada
penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Proses Penyusunan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) di Desa Mukti Jaya
Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji.
29
Adapun untuk memperjelas kerangka pikir dalam penelitian ini dapat dilihat pada
bagan kerangka pikir di bawah ini:
Undang-Undang Republik Indonesia No 6
Tahun 2014 Tentang Desa
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik
Indonesia No.114 Tahun 2014 Tentang
Pedoman Pembangunan Desa
Tahap Penyusunan RPJMDes
a. Membentuk Tim Penyusun RPJMDes.
b. Penyelarasan arah kebijakan perencanaan
pembangunan kabupaten .
c. Pengkajian Keadaan desa.
d. Penyusunan rencana pembangunan desa
melalui musyawarah desa.
e. Penyusunan rancangan RPJMDes.
f. Penyusunan rencana pembangunan desa
melalui musrembang desa.
g. Penetapan dan perubahan RPJMDes.
Penetapan Peraturan Tentang RPJMDes
Gambar 1. Bagan Kerangka Pikir
30
III. METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Proses Penyusunan
Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-DES) di Desa
Mukti Jaya Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji. Maka penelitian ini
menggunakan metode penelitian deskritif yang didasarkan pada data kualitatif.
Menurut Silalahi U, 2009) metode deskriptif kualitatif ialah:
“Penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan
keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya.
Penelitian deskriptif kualitatif menafsirkan data yang bersangkutan dengan
situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi di dalam
masyarakat, pertentangan dua keadaan atau lebih, hubungan antar variabel,
perbedaan antar fakta, pengaruh terhadap sesuatu kondisi.”
Penelitian kualitatif didefinisikan sebagai suatu proses penyelidikan untuk
memahami masalah sosial berdasarkan pada penciptaan gambaran holistik
lengkap yang dibentuk dengan kata-kata atau kalimat dan melaporkan hasil
informan secara terperinci yang disusun dalam sebuah alamiah. Kualitatif
menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan yang berlaku pada
orang-oarang yang diamati. Pendekatan kualitatif diharapkan menghasilkan
uraian yang mendalam tentang ucapan, tulisan, dan prilaku yang dapat diamati
31
dari suatu individu, kelompok, masyarakat, dan organisasi tertentu yang dikaji
dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistik (Sugiyono, 2006).
B. Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini adalah bagaimana proses penyusunan Perencanaan
Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan bagaimana pelaksanaan
penyusunan RPJMDes di Desa Mukti Jaya Kecamatan Tanjung Raya
Kabupaten Mesuji apakah berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Republik Indonesia No.114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan
Desa. Pasal 7 Ayat (3) menjelaskan bahwa pelaksanaan penyusunan RPJMDes
yaitu:
1. Membentuk Tim Penyusun RPJMDes, yaitu apakah Kepala Desa setelah
terlantik membentuk Tim penyusun RPJMDes yang berjumlah paling
sedikit tujuh orang paling banyak sebelas orang yang terdiri dari perempuan
dan laki-laki dan disahkan dengan keputusan Kepala Desa.
2. Penyelarasan arah kebijakan perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota,
yaitu apakah Tim penyusun RPJMDes melaksanakan penyelarasan arah
kebijakan perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota dan mengikuti
sosialisasi ke Kabupaten untuk mendapatkan informasi tentang kebijakan
pembangunan Kabupaten/Kota yang meliputi; rencana pembangunan jangka
menengah daerah, strategis kerja perangkat daerah, tataruang wilayah
Kabupaten/Kota, dan rencana pembangunan kawasan pedesaan.
32
3. Pengkajian keadaan desa, yaitu apakah Tim penyusun RPJMDes
melaksanakan pengkajian keadaan desa dengan mempertimbangkan kondisi
objektif desa yang meliputi; penyelarasan data desa, penggalian gagasan
masyarakat, dan penyusunan laporan hasil pengkajian keadaan desa.
4. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah desa, yaitu
apakah Tim penyusun RPJMDes melaksanakan rencana pembangunan desa
melalui musyawarah desa berdasarkan hasil pengkajian keadaan desa yang
meliputi kesepakatan; laporan hasil pengkajian keadaan desa, rumusan arah
kebijakan pembangunan berdasarkan visi misi Kepala Desa, prioritas
penyelenggaraan pemerintah desa, pembangunan, pembinaan masyarakat,
dan pemberdayaan masyarakat desa.
5. Penyusunan rencana RPJMDes, yaitu bagaimana tahapan penyusunan
rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa apakah
berdasarkan berita acara hasil musyawarah desa yang menjadi pedoman
penyusunan RPJMDes, kemudian hasil penyusunan disampaikan dan
dipriksa oleh Kepala Desa yang kemudian dilaksanakan musyawarah
perencanaan pembangunan desa.
6. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah rencana
pembangunan desa, yaitu apakah hasil penyusunan rancangan RPJMDes
disampaikan dan dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan
desa (Musrembangdes) yang diikuti oleh Pemerintah Desa, Badan
Permusyawaratan Desa, dan unsur masyarakat lainya.
33
7. Penetapan dan perubahan RPJMDes, yaitu apakah ada penetapan dan
perubahan tentang rencana pembangunan jangka menengah desa yang
dibahas dan disepakati bersama Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan
Desa (BPD) serta adakah perubahan tentang RPJMDes.
C. Waktu dan Lokasi Penelitian
Waktu penelitian ini berlangsung pada Tanggal 26 Agustus 2016 sampai
dengan Tanggal 26 Oktober 2016, yang dilakukan di Desa Mukti Jaya
Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji, Desa Mukti Jaya dipilih sebagai
lokasi penelitian karena Desa Mukti Jaya merupakan desa baru yang
sebelumnya desa tersebut merupakan bagian dari Desa Harapan Mukti
kemudian pada tahun 2014 memekarkan diri menjadi Desa Mukti Jaya. Desa
Mukti Jaya baru pertama kali menyusun Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Desa (RPJMDes) untuk periode Tahun 2016-2021. Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa bahwa desa berhak
menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) untuk
pembangunan desa selama 6 (enam) tahun.
D. Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data dalam penelitian ini terdiri dari
1. Data Primer
(Silalahi U, 2009) Data primer merupakan data yang diperoleh langsung di
lapangan oleh peneliti sebagai obyek penulisan. Data primer didapat melalui
34
wawancara langsung dengan informan, yaitu pembina Tim penyusun
RPJMDes, Ketua Tim, sekretaris Tim dan anggota Tim. Memfokuskan pada
persoalan-persoalan yang akan diteliti dari Proses Penyusunan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) serta beberapa
masyarakat Desa Mukti Jaya yang terkait dengan tema dalam penelitian ini.
2. Data Sekunder
(Silalahi U, 2009) mengatakan bahwa, data sekunder merupkan data yang
dikumpulkan dari tangan kedua atau sumber-sumber lain yang telah tersedia
sebelum penelitian dilakukan. Data ini diperoleh dengan menggunakan studi
literatur yang dilakukan terhadap banyak buku, karya ilmiah, internet, dan
berdasarkan catatan-catatan yang berhubungan dengan penelitian terhadap
Proses Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa
(RPJMDes) di Desa Mukti Jaya Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten
Mesuji.
Dokumen-dokumen yang diperoleh dari penelitian ini antaralain:
a. Profil Desa Mukti Jaya, untuk mengetahui rencana pembangunan Desa
Mukti Jaya.
b. RPJMDes Desa Mukti Jaya Tahun 2016-2021, untuk mengetahui hasil
penyusunan RPJMDes.
c. Daftar hadir penyusunan RPJMDes, untuk mengetahui jumlah Tim dan
peserta yang hadir dalam penyusunan RPJMDes.
d. Arsip-arsip atau buku panduan yang terdapat di Desa Mukti Jaya
mengenai penyusunan RPJMDes.
35
E. Informan
Penentuan informan bedasarka teknik purposive sampling yaitu pengambilan
sampel yang berdasarkan suatu pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat
populasi atau ciri-ciri yang sudah diketahui sebalumnya (Sugiyono, 2006).
Informan tersebut adalah Tim Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Desa (RPJMDes) yang berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala
Desa tentang Tim penyusun RPJMDes. Informan yang diwawancarai adalah:
1. Nama : Kintoko Edi Saputro
Jabatan: Kepala Desa Mukti Jaya (Pembina Tim RPJMDes)
2. Nama : E’Eng Mujiono
Jabatan: Sekretaris Kepala Desa Mukti Jaya (Kordinator Tim RPJMDes)
3. Nama : M. Asrori
Jabatan : Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Mukti Jaya (Sekretaris
Tim RPJMDes)
4. Nama : Triono
Jabatan : Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Mukti Jaya (Anggota
Tim RPJMDes)
5. Nama : Muklis
Jabatan: Kepala Seksi Desa Mukti Jaya (Anggota Tim RPJMDes)
6. Nama : Mahsun
Jabatan: Kepala Seksi Desa Mukti Jaya (Anggota Tim RPJMDes)
7. Nama : Sayono
Jabatan : Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Mukti Jaya (Anggota
Tim RPJMDes)
36
8. Nama : Jais
Jabatan : Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Mukti Jaya (Anggota
Tim RPJMDes)
9. Nama : Suparno
Jabatan: Tokoh Masyatakat (Anggota Tim RPJMDes)
10. Nama : Istadi
Jabatan: Kepala Dusun Desa Mukti Jaya (Anggota Tim RPJMDes)
11. Nama : Bahrudin
Jabatan: Kepala Dusun Desa Mukti Jaya (Anggota Tim RPJMDes)
12. Nama : Suyitno
Jabatan: Wakil Masyarakat Desa Mukti Jaya (Anggota Tim RPJMDes)
13. Nama : Susanto
Jabatan: Masyarakat Desa Mukti Jaya
14. Nama : Budiono
Jabatan: Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Mukti Jaya
F. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data penelitian ini peneliti akan menggunakan sejumlah teknik
pengumpulan data yaitu;
1. Wawancara
(Bugin B, 2007). Wawancara merupakan komunikasi terhadap satu orang
atau lebih dengan secara langsung atau tidak langsung melalui media
maupun secara setruktur atau tidak setruktur. Teknik wawancara dapat
tertutup maupun terbuka melihat dari narasumber yang memberikan
37
informasi mengenai penelitian. Wawancara pada penelitian ini mengajukan
pertanyaan langsung secara terbuka kepada orang yang mengetahui tentang
penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa.
2. Dokumentasi
(Silalahi U, 2009) dokumentasi merupakan pengumpulan data mengenai
hal-hal yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, notulen,
rapot, agenda dan sebagainya. Metode dokumentasi ini dimaksutkan untuk
memperoleh data berdasarkan sumber data yang ada pada Proses
Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) di
Desa Mukti Jaya Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji yang
berlangsung di Desa Mukti Jaya yaitu, profil Desa Mukti Jaya, RPJMDes
Desa Mukti Jaya Tahun 2016-2021, daftar hadir, arsip-arsip atau buku
panduan, dan foto-foto mengenai penyusunan penyusunan RPJMDe.
G. Teknik Pengelolahan Data
Setelah data diperoleh melalui teknik pengumpulan data, selanjutnya data
diolah. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara
sebagai berikut:
1. Inventarisasi Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan
informan yang telah ditentukan melalui media perekam. Data yang berasal
dari studi kepustakaan dikumpulkan melalui penelusuran perundang-
undangan, literatur buku, dan dokumen-dokumen lainya. Penulis mengelola
38
semuan data dari studi yang bersangkutan pada judul penelitian dari
berbagai literatur dikumpulkan menjadi satu.
2. Penyeleksian Data
Penyeleksian ini dilakukan dengan cara memilah-milah data yang diperoleh
dari hasil wawancara atau hasil kepustakaan untuk ditentukan yang dapat
berguna dan yang tidak dapat dipakai dalam penelitian. Setiap data yang
diperoleh dari hasil wawancara diseleksi dengan baik agar menghasilkan
data yang benar dan akurat tentang semua yang diteliti oleh peneliti, baik
dalam bentuk pertanyaan langsung atau dalam buku.
3. Klarifikasi Data
Data yang telah diseleksi tersebut diklarifikasi dan dilihat jenisnya serta
hubunganya berdasarkan panduan wawancara yang telah dibuat, atau
berdasarkan jenis kegiatan jika data tersebut berbentuk dokumen kegiatan.
4. Penyusunan Data
Menyusun data dengan menampilkan data tersebut dalam posisi pokok
bahasa secara sistematis, penyusunan pengumpulan data ini sesuai dengan
alur analisis yang telah peneliti susun dalam pembahasan dan penempatan
serta penentuan volume data disesuaikan dengan yang dibutuhkan.
39
H. Teknik Analisis Data
Peneliti menggunakan analisis data yang bersifat analisis deskriptif, menurut
(Najir M, 2003) analisis data merupakan proses data hasil penelitian sehingga
data tersebut dapat menjawab pertanyaan penelitian atau proses
penyederhanakan data kedalam bentuk yang lebih mudah diinterprestasikan.
Analisis data terdapat beberapa analisi yang akan peneliti ambil yaitu;
1. Reduksi Data
Menutut (Sugiyono, 2006), bahwa kegunaan reduksi data adalah untuk
menelaah seluruh data yeng tersedia dari berbagai sumber. Data yang
diperoleh dari lokasi penelitian dituangkan dalam uraian dan laporan yang
lengkap dan terperici, jawaban yang diperoleh dari lapangan dikumpulkan
berdasarkan pertanyaan, reduksi data berlangsung secara terus-menerus
selama proses pengumpulan data.
2. Penyajian Data
Penyajian data disajikan dalam bentuk kutipan-kutipan dari hasil
wawancara, diuraikan sesuai dengan reduksi yang telah dilakukan. Peneliti
menggunakan penyajian ini untuk mengetahui data yang berbentuk kutipan-
kutipan yang berasal dari wawancara.
3. Triangulasi Data
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan
sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek
penelitian.Triangulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang
berbeda (Najir M, 2003). Sedangkan menurut (Bugin B, 2007) yaitu
40
wawancara, observasi dan dokumen. Triangulasi ini selain digunakan untuk
mengecek kebenaran data juga dilakukan untuk memperkaya data.
(Sugiyono, 2006), membedakan empat macam triangulasi diantaranya
dengan memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori.
Pada penelitian ini, dari keempat macam triangulasi tersebut, peneliti hanya
menggunakan teknik pemeriksaan dengan memanfaatkan sumber.
Triangulasi dengan sumber artinya membandingkan dan mengecek balik
derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat
yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Ada pun untuk mencapai
kepercayaan itu, maka ditempuh langkah sebagai berikut :
a. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.
b. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa
yang dikatakan secara pribadi.
c. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi
penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu.
d. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai
pendapat dan pandangan masyarakat dari berbagai kelas.
e. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang
berkaitan.
41
Triangulasi memiliki arti penting dalam menjembatani riset kualitatif,
bahwa pengumpulan data triangulasi (triangulation) melibatkan observasi,
wawancara dan dokumentasi. Penyajian data merupakan kegiatan terpenting
yang kedua dalam penelitian kualitatif. Penyajian data yaitu sebagai
sekumpulan informasi yang tersusun memberi kemungkinan adanya
penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan (Silalahi U, 2009).
4. Penarikan Kesimpulan
Kesimpulan pada penelitian ini yaitu melakukan verifikasi secara terus-
menerus sepanjang proses penelitian berlangsung, yaitu sejak awal
memasuki lokasi dan selama proses pengumpulan data. Peneliti berusaha
untuk menganalisis data yang ada kemudian diwujudkan dalam
kesimpulanyang bersifat tentative. Bertambahnya data selama penelitian
berlangsung maka pada setiap kesimpulan dilakukan verivikasi secara terus
menerus. Berbagai penjelasan dan pengetahuan yang didapat maka peneliti
menarik kesimpulan agar dapat mudah dipahami.
42
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Sejarah Desa Mukti Jaya
Desa Mukti Jaya pemekaran dari Desa Harapan Mukti yang diresmikan pada
tanggal 4 Juni 2013 oleh Bapak Bupati Mesuji H. Khamami SH. Nama Desa
Mukti Jaya diambil dari sebagian nama desa induk Harapan Mukti, Mukti
dalam bahasa jawa yang berarti sukses atau makmur dan Jaya yang diambil
dari nama dusun Jaya Laksana, Jaya yang artinya menang. Jadi arti nama Desa
Mukti Jaya adalah Desa Selalu Sejahtera. Penduduk Desa Mukti Jaya adalah
masyarakat asli pribumi Mesuji, pemekaran Desa Harapan Mukti, dan Januari
Tahun 2000 masuklah penduduk dari PT. BNIL yang berasal dari Kecamatan
Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang yang menjadi bagian dari Desa
Hatapan Mukti dengan nama Dusun Jaya Laksana.
Nama Desa Mukti Jaya merupakan perpaduan antara nama desa induk Harapan
Mukti dan nama Dusun Jaya Laksana, dengan harapan Desa Mukti Jaya
masyarakatnya dapat berkembang sesuai dengan nama desanya. Desa Mukti
Jaya Mulai Meleksanakan pemerintahan sendiri pada tahun 2013 yang
dipimpin oleh Bapak Sujito sebagai Kepala Desa PJS. Setelah menjadi PJS
selama 2 kali berakhir ditahun 2014/2015 Desa Mukti Jaya melaksanakan
pemilihan Kepala Desa serentak Sekabupaten Mesuji yang diikuti oleh empat
43
calon Kepala Desa yaitu; Bapak Bahril, Bapak Sujito, Bapak Kintoko Edi
Saputro, Bapak Sutrisno dan dimenangkan oleh Bapak Kintoko Edi Saputro.
B. Gambaran Umum Desa Mukti Jaya
Desa Mukti Jaya berada di Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji
Provinsi Lampung, perbatasan langsung dengan Desa Harapan Mukti. Secara
administrasi membawahi 5 (lima) wilayah Pemerintahan Dusun dan 11
(sebelas) Rukun Tetangga (RT). Mata pencaharian Desa Mukti Jaya mayoritas
petani, dengan jumlah penduduk = 1717 jiwa, laki-laki = 855 jiwa perempuan
= 862 jiwa, dan jumlah KK = 460 KK, jumlah KK RTM = 132 KK.
C. Struktur Pemerintahan Desa Mukti Jaya
Pemerintahan Desa Mukti Jaya pada priode Tahun 2016-2021 terdiri dari:
Badan Permusyawaratan Desa : Budiono
Lembaga Pemberdayaan Desa : M Asrori
Kepala Desa : Kintoko Edi Saputro
Sekretaris Desa : E’eng Mujiono
Bendahara : H Panut
Kapala seksi Pemerinatah : M Ali Mahsun
Kapala seksi Pelayanan : Bambang S
Kapala seksi Kesra : Muklis
Kepala Dusu I : Bahrudin
Kepala Dusu II : Slamet Efendi
Kepala Dusu III : Sujoko
Kepala Dusu IV : Abdul Kharis
Kepala Dusu V : Istadi
44
Setruktur Pemerintahan Desa Mukti Jaya Tahun 2016-2021 Kecamatan
Tanjung Raya Kabupaten Mesuji
BPD Kepala Desa LPMD
Budiono Kintoko Edi S M Asrori
SEKDES
Kasi Pemerintahan E’eng Mujiono
Moh Ali Mahsun
KAUR
Kasi Pelayanan Administrasi
Bambang S
Kasi Kesra KAUR
Muklis Pembangunan
KAUR
Keuangan
Bendahara
H Panut
Kep Dusun I Kep Dusun II Kep Dusun III Kep Dusun IV
Bahrudin Slamet Efendi Sujoko Abdul Kharis
Kep Dusun V
Istadi
Gambar 2. Bagan Struktur Memerintahan Desa Mukti Jaya
45
D. Demografi Desa Mukti Jaya
Demografi Desa Mukti Jaya Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji
Provinsi Lampung pada tahun 2016 terdiri dari;
1. Luas Desa Mukti Jaya: 700 Ha.
Tanah kas desa : 72780 m2
Tanah komplek balai desa : 2000 m2
Tanah kuburan :2 Ha
Tanah pekarangan penduduk : 79 Ha
Tanah perkebunan : 560 Ha
Tanah wakaf : 12250 Mtr
2. Batas wilayah Desa Mukti Jaya
Sebelah utara : Desa Harapan Mukti
Sebelah selatan : Desa Gedung Mulya
Sebelah barat : Desa Harapan Mukti
Sebelah timur : Desa Bangun Jaya
3. Penduduk Desa Mukti Jaya
Jumlah penduduk : 1717 jiwa
Jumlah laki-laki : 855 jiwa
Jumlah perempuan : 862 jiwa
4. Orbitasi Desa Mukti Jaya
Jarak ke Ibu Kota Kecamatan : 13 Km
Jarak ke Ibu Kota Kabupaten : 8 Km
46
Jarak ke Ibu Kota Provinsi : 200 Km
Jarak ke Ibu Kota Negara : 370 Km
E. Arah Kebijakan Pembangunan Desa Mukti Jaya
1. Visi
Visi Desa Mukti Jaya adalah “Mukti Jaya masyarakatnya teguh beriman,
indah lingkungannya, sehat jiwa raganya, dan aspiratif pembangunannya”
yang disingakat dengan jargon “MUKTI JAYA BISA” yang berarti
a. Mukti Jaya, yaitu desa yang sejahtera selalu, yang masyarakatnya
menjadi mulia dan terangkat derajatnya di desa-desa lain. Baik berupa
moril atau meteril.
b. Beriman, yaitu Desa Mukti Jaya membangun Sumber Daya Manusia
(SDM) dengan iman sebagai landasan hidup sehari-hari yang tidak
bertentangan dengan Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
c. Indah, yaitu keindahan dan kebersihan akan dijadikan sebagai budaya
bagi masyarakat Desa Mukti Jaya.
d. Sehat, yaitu dengan berjalannya keindahan dan kebersihan maka akan
terciptanya masyarakat yang sehat, karena kesehatan adalah pangkal
sehat dan keindahan adalah nilai dari bersih dan sehat. Sehingga akan
melapangkan jalan masyarakat Desa Mukti Jaya menuju masyarakat
yang sehat jiwa dan raga.
47
e. Aspiratif, yaitu setiap warga masyarakat Desa Mukti Jaya mempunyai
suara dalam pembuatan keputusan baik secara langsung maupun tidak
langsung. Prinsip pembangunan ini adalah dari rakyat oleh dan untuk
rakyat, oleh karena itu masyatakat Desa Mukti Jaya harus dilibatkan
dalam setiap proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
sampai dengan perawatan atau pemeliharaan.
2. Misi
Misi Desa Mukti Jaya merupakan pejabaran dari Visi yang diharapkan
mampu menyikapi dan mengantisipasi setiap perubahan lingkungan dimasa
yang akan datang. Misi Desa Mukti adalah;
a. Membangun dan mendorong pembinaan dibidang keagamaan,
memelihara kegiatan yang sudah berjalan dan menciptakan masyarakat
Desa Mukti Jaya yang beriman dalam arti yang sesungguhnya.
b. Membangun dan mendorong terciptanya keindahan dan kebersihan
lingkungan, sehingga Desa Mukti Jaya menjadi desa yang indah dan
bersih.
c. Membangun dan mendorong terwujudnya prilaku hidup sehat bagi
masyarakat Desa Mukti Jaya sehat prilakunya, sehat dalam berfikir, dan
menggunakan akal sehat dalam bertindak. Sehingga mayarakat Desa
Mukti Jaya menjadi masyarakat yang sehat jiwa dan raga, jasmani dan
rohani
48
d. Membangun dan mendorong usaha-usaha untuk terciptanya
pembangunan disegala bidang yang berwawasan lingkungan dan aspirasi
masyarakat Dea Mukti Jaya menjadi bahan pertimbangan bagi
pengambilan keputusan.
3. Kebijakan Pembangunan Desa Mukti Jaya
Kebijakan pembangunan merupakan pedoman dalam melaksanakan
program dan kegiatan pembangunan di Desa Mukti Jaya Kecamatan
Tanjung Raya Kabupaten Mesuji. Arah kebijakan pembangunan yang akan
dilaksanakan antara lain:
a. Melaksanakan reformasi birokrasi dengan mengembangkan
profesionalisme melalui penataan struktur yang proposional.
b. Meningkatkan dan mengembangkan kualitas pelayanan publik di desa.
c. Mengembangkan pelayanan pendidikan.
d. Meningkatkan pelayanan kesehatan terutama pelayanan untuk ibu dan
anak.
e. Meningkatkan kualitas dan kuantitas kesejahteraan sosial perseorangan,
keluarga, dan kelompok masyarakat dengan pendekatan pemberdayaan
masyarakat.
f. Pembangun prasarana dan sarana pertanian, perhubungan, pendidikan,
kesehatan, keagamaan dan prasarana pemerintahan.
g. Memeliharaan dan rehabilitas infrasetruktur desa.
77
VI. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
1. Tim penyusun RPJMDes Desa Mukti Jaya dibentuk pada Tanggal 4 Januari
2016, namun pada Tim tidak terdapat adanya keterwakilan perempuan dan
tidak tertulisnya pembina pada surat keputusan pembentukan Tim
RPJMDes. Sedangkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik
Indonesia Nomor.114 Tahun 2014 Pasal 8 Tentang Pedoman Pembangunan
Desa. Menerangkan bahwa Tim penyusun RPJMDes terdiri dari pembina,
ketua, sekretaris, dan anggota, serta disarankannya mengikutsertakan
keterwakilan perempuan pada Tim penyusun.
2. Tanggal 11 Januari 2016 Tim penyusun melaksanakan penyelarasan
pembangunan ke kabupaten, dengan bersosialisasi mengenai rencana
pembangunan kawasan pedesaan yang meliputi bedah rumah, pelatihan
komputer, dan pembuatan jalan baru, pada Peraturan Menteri Dalam Negeri
Republik Indonesia Nomor.114 Tahun 2014 Pasal 10 Tentang Pedoman
Pembangunan Desa diterangkan dalam sosialisasi sekurang-kurangnya
meliputi rencana pembangunan jangka menengah Kabupaten, strategis
satuan kerja perangkat daerah, rencana rinci tata ruang, dan rencana
pembangunan kawasan pedesaan.
78
3. Pengkajian keadaan desa pada Desa Mukti Jaya dilaksanakan disetiap
dusun/Rk yaitu dusun 1,2,3,4, dan 5 yang terhitung mulai tanggal 7-11
Januari 2016 meliputi potensi dan masalah berdasarkan sketsa desa,
berdasarkan kalender musim, berdasarkan diagram kelembagaan, dan
pengkajian peluang pendayagunaan sumber daya desa. Saat wawancara di
lapangan ditemukan ternyata yang terjadi dalam praktek pelaksanaannya
tidak terlaksana semuanya, hanya dilaksanakan pada dusun satu saja.
Mengenai data hasil pengkajian keadaan desa mulai dari absensi dan hasil
pengkajian peserta Tim buat sendiri, layaknya separti dilaksanakannya,
namun hanya guna untuk bukti dokumentasi.
4. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah desa.
Dilaksanakan Tanggal 15 Januari 2016, dengan materi empat bidang yaitu
yang meliputi penyelenggaraan pemerintah desa, pelaksanaan pembangunan
desa, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat, namun
perserta yang hadir pada musyawarah desa sangatlah sedikit, masih banyak
anggota Tim penyusun yang tidak hadir, terlihat dari absensi peserta yang
hadir, bahkan absen pesrta tersebut masih ditambahkannya sendiri
setidaknya kelihatan banyak yang hadir. Peraturan Menteri Dalam Negeri
Republik Indonesia Nomor.114 Tahun 2014 Pasal 21 Tentang Pedoman
Pembangunan Desa yang menerangkan bahwa musyawarah ini dilaksanakan
berkelompok secara terarah, yang kemudian hasil dari kesepakatan
musyawarah tersebut yang nantinya dituangkan dalam penyusunan
pembuatan rencana RPJMDes.
79
5. Tanggal 20 Januari 2016 Tim Penyusunan RPJMDes Desa Muki Jaya
melaksanakan penyusunan dan pembuatan RPJMDes dengan berdasarkan
empat bidang yaitu penyelenggaraan pemerintah desa, pelaksanaan
pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan
masyarakat sesuai dengan hasil musyawarah desa. Melihat dari data
dokumentasi berita acara terdapat nama desa yang bukan merupakan Desa
Mukti Jaya melainkan Desa Bina Karya Sakti Kecamatan Putra Rumbia
Kabupaten Lampung Tengah, dan melihat dari absensi peserta yang hadir
sangat sedikit bahkan ada beberapa anggota Tim yang tidak hadir serta tidak
ada keterwakilan dari masyarakat. Terbukti bahwa penyusunan rencana
RPJMDes Desa Mukti Jaya mengadopsi dari desa lain terlihat beberapa kata
dan kalimat yang tidak terganti seperti lakyaknya mengkopy data saja.
6. Penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah rencana
pembangunan desa, pada Tanggal 25 Januari 2016 Kepala Desa Mukti Jaya
telah menerima pengajuan penyusunan rencana RPJMDes dengan meliputi
empat bidang dalam pembanguna desa yaitu penyelenggaraan Pemerintah
Desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, dan
pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan penyusunan rencana
RPJMDes. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor.114
Tahun 2014 Pasal 25 Tentang Pedoman Pembangunan Desa menjelaskan
bahwa Kepala Desa dapat melaksanakan musyawarah rencana
pembangunan desa yang diadakan untuk menyepakati rancangan RPJMDes
yang di ikuti dan dihadiri oleh badan permusyawaratan desa, unsur
masyarakat yaitu tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh
80
pendidikan, dan perwakilan kelompok tani, nelayan, perajin, perempuan,
perlindungan anak, masyarakat miskin. Namun yang terjadi pada
penyusunan rencan RPJMDes di Desa Mukti Jaya tidak dihadiri oleh peserta
keterwakilan masyarakat lainya, jika melihat dari absen peserta yang hadir
hanya dihadiri oleh sebelas orang saja yaitu Kepala Desa dan sepuluh
anggota Tim Penyusun.
7. Penetapan dan perubahan, pada Tanggal 26 Januari 2016 Kepala Desa
Mukti Jaya telah menetapkan Peraturan Desa Mukti Jaya Nomor 1 Tahun
2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tahun Priode
2016-2021 yang bertujuan untuk pembangunan desa selama enam tahun
kedepan. Untuk perubahan RPJMDes Desa Mukti Jaya saat ini tidak ada.
Kepala Desa Mukti Jaya membantuk Tim penyusun RPJMDes mulai Tanggal 4
Januari 2016, kemudian ditetapkan pada Tanggal 26 Januari 2016. Terbukti
bahwa Proses Penyusunan RPJMDes di Desa Mukti Jaya Kecamatan Tanjung
Raya Kabupaten Mesuji dilaksanakan selama 23 (dua puluh tiga) hari. Dalam
pembentukan Tim penyusun RPJMDes disarankan mengikutsertakan
keterwakilan perempuan serta tidak tertulisnya pembina dalam surat keputusan
Tim. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor.114 Tahun
2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa menjelaskan bahwa penyusunan
RPJMDes dilaksanakan paling lama tiga bulan dan dalam pembentukan Tim
penyusun disarankan mengikutsertakan perempuan.
81
Tahap proses penyusunan RPJMDes Desa Mukti Jaya secara data telah
terlaksana, mulai dari membentuk Tim Penyusun RPJMDes, penyelarasan arah
kebijakan perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota, pengkajian keadaan
desa, penyusunan rencana pembangunan desa melalui musyawarah desa,
penyusunan rencana RPJMDes, penyusunan rencana pembangunan desa
melalui musyawarah rencana pembangunan desa, penetapan dan perubahan
RPJMDes. Namun yang terjadi pada praktek dilapangannya bahwa
akuntabilitas pertanggungjawaban pada tahapan-tahapan tersebut tidak
terlaksana sepenuhnya, seperti tidak menyantumkan perempuan sebagai
anggota Tim RPJMDes, anggota Tim penyusun yang tidak aktif dalam
penyusunan, penyusunan RPJMDes yang masih mengadopsi dari desa lain, dan
waktu penyusunan yang terlalu cepat dari waktu yang ditentukan peraturan.
Saat peneliti melaksanakan penelitian menemukan hal-hal diluar dugaan
peneliti, seperti halnya penemuan baru saat penelitian. Bahwa sebenarnya
proses penyusunan RPJMDes di Desa Mukti Jaya tidaklah sempurna dan
akuntabilitas pertanggungjawaban para Tim penyusun tidak dilaksanakan
secara maksimal karena penyusunan hanya dilaksanakan dalam waktu satu
minggu yaitu pada Januari 2016, selama satu minggu tersebut dilaksanakan
pembentukan Tim dan melaksanakan tahapan-tahapan penyusunan namun
tidak semua dilaksanakannya hanya beberapa saja yang terlaksana. Jika melihat
dari data-data dan hasil penyusunan RPJMDes yang sudah jadi saat ini,
ternyata hanya seolah-olah di laksanakan selama dua puluh tiga hari dan untuk
data-data yang lainya di manipulasi sendiri. Secara teknis dan praktek yang
terjadi dilapangan para implementor atau Tim Penyusun RPJMDes dalam
82
peroses penyusunannya belum sepenuhnya dan tidak melaksanakan terhadap
tahap-tahapan penyusunan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Republik Indonesia Nomor.114 Tahun 2014.
B. SARAN
Setelah melihat dan menganalisis hasil penelitian maka peneliti mencoba
memeberikan beberapa seran dalam Proses Penyusunan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) di Desa Mukti Jaya, yaitu:
1. Pemerintah Desa Mukti Jaya dapat memperhatikan lagi dan benar-benar
mengikuti tahapan proses penyusunan RPJMDes yang sudah dijelaskan
pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor.114
Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa, anggota Tim penyusun
harus aktif, pertanggungjawaban Tim penyusun lebih ditingkatkan,
masyarakat desa dapat ikut serta dalam proses penyusunan RPJMDes, dan
dalam penyusunan harus sesuai dengan kebutuhan desa.
2. Kordinasi antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Desa Mukti
Jaya lebih dipererat lagi, serta lebih memperhatikan lagi mengenai
penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes),
karena Desa Mukti Jaya merupakan desa baru yang memerlukan
pembangunan selama 6 (enam) tahun kedepan serta untuk acuan priode
selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
BUKU
Alexander, A. 2001.Perencanaan Daerah Memperkuat Prakarsa Rakyat Dalam
Otonomi Daerah. Yogyakarta. Lappera Pustaka Utama.
Antlov, H. 2003. Kerangka Hukum Kepemerintahan Desa Menurut UU No.
22/1999.
Bugin B, 2007. Penelitian Kualitatif. Jakarta. PrenadaMedia Group.
Erick S, 2010. Pembangunan Desa. Jakarta. PT RajaGrafinda Persada.
Hadiawan Agus, 2006. Teori Pembangunan. Buku Ajar. Bandar Lampung.
Universitas Lampung.
Himpunan peraturan UU, 2011. Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Bandung.
Fokusmedia.
Kartasasmita, Ginandjar, 2001. Pembangunan Untuk Rakyat Memadukan
Pertumbuhan Dan Pemerataan. Jakarta. Pustaka CIDESINDO.
Najir M, 2003. Metode Penelitian. Jakarta. Ghalia Indonesia.
Nurcholis, H. 2011. Pertumbuhan dan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
Jakarta. Erlangga.
Nurman, 2015. Strategi Pembangunan Daerah. Jakarta. PT Rajagrafindo.
Pristiyanto D, 2015. Panduan Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Desa. Jakarta Selatan. Yayasan Penabulu.
Purwanto, Erwan Agus dan Dyah Ratih Sulistyastuti. 2012. Implementasi
Kebijakan Publik Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta. Gava
Media.
Santoso L, 20015. Hukum Pemerintahan Daerah. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Silalahi U, 2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung. PT Refika Aditama.
Sugiyono, 2006. Metode Penelitian Kualitatif R dan D. Bandung. Alfabeta.
Suparno, A.Suhaenah, 2001. Membangun Kompetensi Belajar. Direktorat Jendral
Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan Nasional.
Tahir dan Arifin, 2011. Kebijakan Publik dan Transparansi Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah. Jakarta. PT Pustaka Indonesia Press.
Tangkilisan, Hesel Nogi. 2003. Implementasi Kebijakan Publik.
Yogyakarta.Lukman Offset YPAPI.
Wahab, Abdul, Sollichin. 2004. Analisis Kebijaksanaan Dari Formulasi
Keimplementasi Kebijaksanaan Negara. Jakarta. PT Bumu Aksara.
Yusran, Andi. 2007. Desa dalam Bingkai Pembangunan. Pekanbaru. Pustaka dan
Red Post Press.
PERATURAN dan UNDANG-UNDANG
Instruksi Mentri Dalam Negeri RI Nomor 11 Tahun 1972 Tentang Pelaksanaan
Klarifikasi dan Tipologi Desa.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor Tahun 2007 Tentang
Perencanaan Pembangunan Desa.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2014
Tentang Pedoman Pembangunan Desa.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 Tentang Pemerintahan Desa.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.
SUMBER LAIN
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM DES) Desa Mukti Jaya
Tahun 2016-2021.
Rahmayanti Ledha, Analisis Kesesuaian RPJMDes 2008-2012 dengan Program
Kerja Tahun 2009-2010. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto Jawa
Tengah.