Journal of Medicine and Health Elderly Characteristics with Frailty...
Vol.2 No.2 August 2018
Research Article
Elderly Characteristics with Frailty Syndrome by Frailty Index
Questionnaire – 40 (FI - 40) at Bandung Nursing Home
Ivany R Rahmadani*, Lazuardhi Dwipa**, Yuni S Pratiwi***
*Faculty of Medicine Padjadjaran University
**Department of Internal Medicine
Faculty of Medicine Padjadjaran University –Hasan Sadikin General Hospital
***Department of Anatomy, Physiology, and Biology Cell,
Faculty of Medicine Padjadjaran University
Jl. Prof. Eyckman No. 38 Bandung 40161 Indonesia
Email:
[email protected]Abstract
Frailty syndrome is a state of decreased body function, thereby increasing
susceptibility to poor clinical outcomes. The risks of developing frailty syndrome increase in the
elderly at Nursing Home. This study is expected to provide characteristic data of frailty
syndrome as the basis for the prevention and management for the elderly. This study is
conducted by using a descriptive quantitative design. The data is taken by using FI-40
questionnaire consisting of 40 questions in the elderly at Bandung done by using total
sampling. There are 42(58.3%) of pre-frail and 7(9.7%) of frail elderly out of 72 data. Pre-frail
prevails mostly in women (29 subjects; 69.1%) and at age of 60-69 years in 18 subjects
(42.8%). Frail elderly is found mostly in women (3 subjects; 42.8%) and aged 70-79 years (3
subjects ; (42.8). The most common cause of frailty is eye and foot problems in 7(100%). The
most common cause of pre-frail is the assumption of health level in 35(83.3%). This study
concludes that frailty syndrome is common among the elderly and special attention must be
paid to eye and foot problems.
Keywords: elderly, frailty syndrome, FI-40 questionnaire, nursing home
.
756
Journal of Medicine and Health Elderly Characteristics with Frailty...
Vol.2 No.2 August 2018
Research Article
Karakteristik Lanjut Usia dengan Sindroma Frailty berdasarkan
Kuesioner Frailty Index – 40 (FI – 40) di Panti Werdha Bandung
Ivany R Rahmadani*, Lazuardhi Dwipa**, Yuni S Pratiwi***
*Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
**Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran - Rumah Sakit Hasan Sadikin
***Departemen Anatomi, Fisiologi dan Biologi Sel
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran - Rumah Sakit Hasan Sadikin
Jl. Prof. Eyckman No. 38, Bandung, 40161
Email :
[email protected]Abstrak
Sindroma frailty merupakan suatu keadaan terjadinya penurunan fungsi tubuh sehingga
meningkatkan kerentananan terhadap perburukan manifestasi klinis. Risiko terjadinya sindroma
frailty meningkat pada lansia di Panti Werdha. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data
karakteristik sindroma frailty sebagai dasar pencegahan dan tata laksana terhadap keadaan
lansia. Penelitian ini dilakukan menggunakan studi desain deskriptif kuantitatif. Data diambil
secara potong lintang menggunakan kuesioner FI-40 yang terdiri dari 40 pertanyaan pada lansia
di Panti Werdha Bandung menggunakan metode total sampling. Terdapat 42 (58,3%) lansia pre-
frail dan 7 (9,7%) lansia frailty dari 72 data. Lansia dengan kondisi pre-frail terbanyak adalah
wanita yaitu 29 orang (69,1%) dan berusia 60–69 tahun yaitu 18 orang (42,8%). Lansia dengan
kondisi frailty terbanyak adalah wanita yaitu 3 orang (42,8%) dan berusia 70–79 tahun 3
(42,8%). Karakteristik penyebab frailty terbanyak adalah masalah mata dan kaki sejumlah 7
(100%). Karakteristik penyebab pre-frail terbanyak adalah anggapan mengenai tingkat
kesehatan sendiri sejumlah 35 (83,3%). Karakteristik lansia pre-frail dan frailty di Panti Werdha
Bandung terdiri dari jenis kelamin lebih banyak perempuan dengan rata-rata usia 60-69 tahun
pada pre-frail dan 70-79 tahun pada frailty. Anggapan mengenai tingkat kesehatan sendiri
merupakan karakteristik terbanyak pada pre – frail. Masalah pada mata dan kaki merupakan
karakteristik terbanyak pada sindroma frailty.
Kata Kunci: lanjut usia, sindroma frailty, kuesioner FI-40, panti werdha.
757
Journal of Medicine and Health Elderly Characteristics with Frailty...
Vol.2 No.2 August 2018
Research Article
Pendahuluan
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak penduduk lanjut usia. 1 Menjadi tua
merupakan suatu proses yang mengubah seorang dewasa sehat menjadi seorang yang frail.2
Frailty sudah berkembang sekitar 7% - 16,3% pada individu berusia 65 tahun atau lebih dan
menyebabkan seseorang cenderung jatuh, memerlukan rawat inap, menurunnya status
fungsional dan kematian.3 Luaran klinis yang buruk tersebut dapat dicegah dengan cara
dilakukannya penapisan yang secara umum dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan fenotip dan
akumulasi defisit.4 Adapun kuesioner yang dipakai di Indonesia untuk skrining Sindroma
Frailty berdasarkan akumulasi defisit atau gangguan, yaitu FI – 40.5
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup yang lebih baik didapatkan pada
lansia yang tinggal bersama keluarga atau komunitas dibandingkan dengan lansia yang tinggal
di panti werdha.6 Sesuai dengan adanya peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH) di Indonesia
dari 68,6 tahun menjadi 70,8 tahun sejak tahun 2004 – 2015 dan proyeksi tahun 2030-2035
mencapai 72,2 tahun7 serta terdapat beberapa luaran negatif berupa peningkatan morbiditas,
mortalitas akibat penurunan kualitas hidup serta kualitas perawatan panti werdha yang kurang
baik.8,9 Penelitian ini bertujuan untuk deteksi dini sindroma frailty dengan menggunakan
kuesioner FI-40 di Panti Werdha Bandung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan data
karakteristik sindroma frailty dan membantu meningkatkan kualitas hidup lansia di Panti
Werdha Bandung sebagai data dasar yang menunjang prioritas tatalaksana perawatan lansia di
panti werdha. Adapun, pada penelitian ini dipilih lokasi Balai Perlindungan Sosial Tresna
Werdha Ciparay dan Panti Werdha Budi Pertiwi, karena panti werdha tersebut merupakan milik
pemerintah provinsi Jawa Barat dan dinas sosial, sehingga diharapkan penelitian ini dapat
mewakili data untuk provinsi Jawa Barat.
Metode
Penelitian dilakukan antara bulan Februari – Juni 2017 di Panti Werdha Bandung, yaitu
Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay dan Panti Werdha Budi Pertiwi
menggunakan studi desain deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah lansia yang berada di
Panti Werdha pada bulan Februari - Juni 2017 yang memenuhi kriteria penelitian dan telah
mendapat izin dari pihak Panti Werdha dengan kriteria inklusi yaitu berumur > 60 tahun,
kooperatif dan bersedia ikut dalam penelitian dengan menandatangani informed consent,
sedangkan kriteria eksklusi adalah mengalami gangguan kognitif berat dan mengalami
imobilisasi fisik. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 74 orang,
menggunakan teknik total sampling.
758
Journal of Medicine and Health Elderly Characteristics with Frailty...
Vol.2 No.2 August 2018
Research Article
Data diambil secara primer dengan terlebih dahulu membuat surat pengajuan etik dan
surat izin penelitian. Prosedur penelitian diawali dengan mewawancarai lansia yang tinggal di
panti werdha, menanyakan kesediaan mereka untuk ikut. Sejumlah 80 orang lansia diberikan
informed consent, selanjutnya dilakukan pemeriksaan kognitif dengan menggunakan kuesioner
MMSE. Setelah itu ditentukan gangguan kognitifnya apakah normal, sedang, ringan, maupun
berat; dan dilakukan penentuan kriteria inklusi dan eksklusi.. Lansia dengan gangguan kognitif
berat dan mengalami imobilisasi fisik akan dieksklusi. Jika memenuhi kriteria maka dilakukan
keseluruhan wawancara menggunakan kuesioner. Terdapat 72 lansia yang memenuhi kriteria
untuk menjadi subjek penelitian dari total 80 lansia di Panti Werdha. Variabel yang dilakukan
untuk menilai frailty pada penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, gangguan penglihatan,
gangguan pendengaran, bantuan untuk makan, bantuan untuk berpakaian dan melepas pakaian,
kemampuan untuk merawat diri, bantuan untuk berjalan, bantuan untuk tidur dan bangun tidur,
bantuan untuk mandi, bantuan untuk pergi ke kamar mandi, bantuan untuk menelepon, bantuan
untuk berjalan mencapai tempat-tempat kegiatan, bantuan untuk berbelaja, bantuan untuk
mempersiapkan makanan sendiri, bantuan untuk pekerjaan rumah tangga, kemampuan untuk
minum obat, kemampuan untuk mengurus keuangan sendiri, anggapan mengenai tingkat
kesehatan sendiri, kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, hidup sendiri, batuk, merasa
lelah, hidung tersumbat atau bersin, tekanan darah tinggi, masalah jantung dan peredaran darah,
stroke atau akibat stroke, artritis atau rematik, penyakit parkinson, masalah mata, masalah
telinga, masalah gigi, masalah paru, masalah lambung, masalah ginjal, tidak dapat mengontrol
kemih, tidak dapat mengontrol buang air besar, diabetes, masalah dengan kaki atau pergelangan
kaki, masalah dengan saraf, masalah kulit, fraktur.
Analisis data dilakukan dengan menentukan skor dan kategori sesuai dengan kuesioner
FI – 40.
Hasil
Jumlah sampel yang didapatkan pada penelitian ini adalah sebesar 72 sampel dengan
rincian normal sebanyak 23, pre-frail sebanyak 42 kasus dan sindroma frailty sebanyak 7 kasus.
Tabel 1 menunjukkan karakteristik lansia di Panti Werdha bersadarkan usia, jenis kelamin, dan
klasifikasi sindroma frailty. Pada tabel tersebut didapatkan bahwa lansia pre-frail dan frailty
lebih banyak wanita yaitu 69,1% dan 71,4%.
759
Journal of Medicine and Health Elderly Characteristics with Frailty...
Vol.2 No.2 August 2018
Research Article
Tabel 1 Karakteristik Lansia
No Karakteristik Normal Pre-Frail Frailty
n(%) n(%) n(%)
1. Usia
- 60-69 tahun 7(30,4) 18(42,8) 2(28,5)
- 70-79 tahun 8(34,7) 12(28,5) 3(42,8)
- ≥ 80 tahun 8(34,7) 12(28,5) 2(28,5)
2. Jenis Kelamin
- Laki-laki 8(34,7) 13(30,9) 2(28,5)
- Perempuan 15(65,3) 29(69,1) 5(71,4)
3. Penggolongan Frailty 23(31,9) 42(58,3) 7(9,7)
Rata – rata lansia dengan pre-frail berusia 60-69 tahun dengan jenis kelamin wanita,
dan rata-rata lansia dengan frailty berusa 70-79 tahun dengan jenis kelamin wanita.
Tabel 2 Daftar Pertanyaan FI-40 dan Jawaban Responden Terbanyak
No Karakteristik Normal Pre-Frail Frailty
(%) (%) (%)
1 Gangguan penglihatan 99,8
2 Gangguan pendengaran 47,5
3 Bantuan untuk makan
4 Bantuan untuk berpakaian dan melepas
pakaian
5 Kemampuan untuk merawat diri
6 Bantuan untuk berjalan 57,1
7 Bantuan untuk tidur dan bangun tidur
8 Bantuan untuk mandi
9 Bantuan untuk pergi ke kamar mandi
10 Bantuan untuk menelepon 38,1
11 Bantuan untuk berjalan mencapai tempat- 42,8
tempat kegiatan
12 Bantuan untuk berbelanja 71,4
13 Bantuan untuk mempersiapkan makanan 57,1
sendiri
14 Bantuan untuk pekerjaan rumah tangga 85,7
15 Kemampuan untuk minum obat
16 Kemampuan untuk mengurus keuangan 57,1
sendiri
17 Anggapan baik mengenai tingkat kesehatan 59,5
sendiri
18 Kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari- 57,1
hari
19 Hidup sendiri 57,1
20 Batuk
21 Merasa lelah 71,4
22 Hidung tersumbat atau bersin 28,5
23 Tekanan darah tinggi 54,8 85,7
24 Masalah jantung dan peredaran darah
25 Stroke atau akibat stroke
26 Artritis atau rematik 85,7
760
Journal of Medicine and Health Elderly Characteristics with Frailty...
Vol.2 No.2 August 2018
Research Article
27 Penyakit Parkinson
28 Masalah mata 54,8 100
29 Masalah telinga 42,8
30 Masalah gigi 71,4
31 Masalah paru-paru
32 Masalah lambung 42,8
33 Masalah ginjal
34 Tidak dapat mengontrol kemih
35 Tidak dapat mengontrol BAB
36 Diabetes
37 Masalah kaki atau pergelangan kaki 100
38 Masalah saraf
39 Masalah kulit 42,8
40 Fraktur
Tabel 2 menunjukkan karakteristik lansia dengan sindroma frailty di Panti Werdha
Bandung berdasarkan kuesioner FI - 40. Pada tabel tersebut didapatkan bahwa lansia pre-frail
lebih banyak dengan karakteristik anggapan baik mengenai tingkat kesehatan sendiri (59,5%),
sedangkan lansia dengan sindroma frailty lebih banyak dengan karakteristik masalah mata serta
masalah kaki dan pergelangan kaki (100%).
Diskusi
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lansia dengan pre – frail sebanyak 58,3% dan
sindroma frailty 9,7%. Hasil ini sesuai dengan penelitian Brigitte yang menyebutkan bahwa
kondisi pre – frail lebih banyak dibandingkan frailty.10 Sebagian besar lansia pre – frail dan
frailty adalah wanita dengan presentase 69,1% dan 71,4%. Hasil ini sesuai dengan penelitian
Qian-Li Xue yang juga menyebutkan bahwa wanita cenderung lebih rentan dibandingkan
dengan lelaki.11 Semakin tinggi usia semakin tinggi pula prevalensi sindroma frailty,12 namun
pada penelitian ini didapatkan bahwa prevalensi pre – frail dan sindroma frailty lebih tinggi
pada usia 60 - 79 tahun dibandingkan dengan ≥80 tahun. Hal ini dijelaskan oleh fakta bahwa
tingkat mortalitas pada usia ≥80 tahun lebih tinggi dibandingkan dengan 60 – 79 tahun.13
Karakteristik pre – frail dengan prevalensi terbanyak berdasarkan kuesioner FI – 40
adalah anggapan baik mengenai tingkat kesehatan sendiri (59,5%), tekanan darah tinggi (54,8%)
dan masalah mata (54,8%). Hal ini disebabkan karena pada usia pertengahan, lensa mata
menjadi kurang fleksibel dan berkurangnya kemampuan untuk memfokuskan objek.14 Tekanan
darah menunjukkan angka yang tinggi karena seiring bertambahnya usia, lemak visceral dan
leptin juga akan meningkat yang akan menyebabkan tingginya risiko menderita tekanan darah
tinggi.
761
Journal of Medicine and Health Elderly Characteristics with Frailty...
Vol.2 No.2 August 2018
Research Article
Karakteristik sindroma frailty dengan prevalensi tertinggi adalah masalah mata dan
masalah kaki serta pergelangan kaki (100%), bantuan minimal untuk pekerjaan rumah tangga,
tekanan darah tinggi, dan artritis atau rematik (85,7%), bantuan minimal untuk berbelanja,
merasa lelah, dan masalah gigi (71,4%). Hal ini disebabkan terjadinya beberapa perubahan
dengan pertambahan usia, seperti terjadinya kerusakan sel – sel pada tubuh akan meningkatkan
risiko untuk terjadinya inflamasi kronis yang akan menyebabkan penyakit rematik pada lansia,
berkurangnya bantalan lemak yang melindungi bagian bawah kaki dan jika terdapat kelebihan
berat badan maka bagian tulang dan ligamen pada bagian kaki akan memikul beban yang lebih
besar dari normal.15
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Euphemia Seto, dkk yang menyebutkan
bahwa karakteristik yang paling banyak didapatkan pada lansia sesuai dengan kuesioner FI – 40
adalah anggapan mengenai tingkat kesehatan sendiri, masalah pada mata. Karakteristik yang
jarang yaitu adalah ketergantungan, yang mencakup bantuan untuk berpakaian dan melepas
pakaian, bantuan untuk makan, bantuan untuk mandi. Hal ini disebabkan karena sebagian besar
lansia masih dapat mempertahankan kemandiriannya. 16
Keterbatasan penelitian ini diantaranya adalah penyakit tidak bisa dikonfirmasi dengan
benar. Hal tersebut dikarenakan metode yang dilakukan dalam penelitian ini hanya anamnesis.
Simpulan
Dari penelitian ini didapatkan bahwa prevalensi pre – frail dan sindroma frailty pada
lansia di Panti Werdha Budi Pertiwi dan Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay
adalah 56,7% dan 9,4% dengan gambaran; jenis kelamin perempuan lebih banyak (69,1 % dan
71,4%) dengan rata – rata usia 60 – 69 tahun dan 70 – 79 tahun (28,5% dan 42,8%). Anggapan
mengenai tingkat kesehatan sendiri merupakan karakteristik terbanyak pada pre – frail. Masalah
pada mata dan kaki merupakan karakteristik terbanyak pada sindroma frailty.
Saran untuk penelitian ini adalah sebaiknya penelitian ini dilakukan di wilayah lain,
seperti Panti Werdha Jawa Barat. Saran terhadap Panti Werdha agar memberikan pelayan
terhadap lansia sesuai dengan keadaan lansia tersebut.
Daftar Pustaka
1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2016 tentang Rencana Aksi Nasional
Kesehatan Lanjut Usia Tahun 2016-2019.
2. Setiati S, Kuntjoro H, Arya GR. Proses menua dan implikasi klinik. In: Suyono S, editor. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam. Ketiga. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006. p. 1335.
3. Grice Robinson S, Bushinski S. Managing frailty syndrome. Today’s Geriatr Med. 2015. 8:30.
4. Cesari M, Gambassi G, Abellan KG, Vellas B. The frailty phenotype and the frailty index: different instruments
for different purposes. Age Ageing. 2014; 43(1): 10–2. Available from:http://dx.doi.org/10.1093/ageing/aft160.
762
Journal of Medicine and Health Elderly Characteristics with Frailty...
Vol.2 No.2 August 2018
Research Article
5. Buckinx F, Rolland Y, Reginster J-Y, Ricour C, Petermans J, Bruyère O. Burden of frailty in the elderly
population: perspectives for a public health challenge. Arch Public Heal. 2015; 73(1): 19. Available from:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4392630/.
6. Putri ST, Fitriana LA, Ningrum A, Sulastri A. Studi komparatif : kualitas hidup lansia yang tinggal bersama
keluarga dan panti. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia. 2014; 229: 1–6.
7. Kementerian Kesehatan, R.I. Situasi lanjut usia (lansia). Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
2016
8. Paredes MSA, Almeida NJ, Silva LM, Tura RLF, et al. Health problems of institutionalized elderly. Int Arch
Med. 2016; 1–7. Available from: http://imed.pub/ojs/index.php/iam/article/view/1468.
9. Luppa M, Luck T, Weyerer S, König H-H, Brähler E, Riedel-Heller SG. Prediction of institutionalization in the
elderly. A systematic review. Age Ageing. 2009; 39(1): 31–8.
10. Santos-Eggimann B, Cuénoud P, Spagnoli J, Junod J. Prevalence of frailty in middle-aged and older community-
dwelling Europeans living in 10 countries. J Gerontol Ser A Biol Sci Med Sci. 2009; 64A(6): 675–81. Available
from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2800805/.
11. Xue Q-L. The frailty syndrome: definition and natural history. Clin Geriatr Med. 2011; 27(1): 1–15. Available
from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3028599/.
12. Fedarko NS. The biology of aging and frailty. Clin Geriatr Med. 2011; 27(1): 27–37. Available from:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3052959/.
13. Foley DJ, Heimovitz HK, Guralnik JM, Brock DB. Driving life expectancy of persons aged 70 years and older in
the United States. Am J Public Health. 2002; 92(8): 1284–9. Available from:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1447231/.
14. Lechtzin N. Effects of aging on the respiratory system - lung and airway disorders - Merck manuals consumer
version. Merck manual. Available from: http://www.merckmanuals.com/home/lung-and-airway-
disorders/biology-of-the-lungs-and-airways/effects-of-aging-on-the-respiratory-system. 2015.
15. Sun Z. Aging, arterial Stiffness, and hypertension. Hypertension. 2015; 65(2): 252 LP-6. Available from:
http://hyper.ahajournals.org/content/65/2/252.abstract.
16. Seto E, Setiati S, Laksmi PW, Tamin TZ. Diagnostic test of a scoring system for frailty syndrome in the elderly
according to cardiovascular health study of osteoporotic fracture and comprehensive geriatric assessment based
Frailty Index Compared with Frailty Index 40 Items. Acta Med Indones. 2015; 47(3): 183–7.
763