0% found this document useful (0 votes)
381 views42 pages

Penyusunan Pharmaceutical Care Plan: Dra. Yulia Trisna, Apt., M.Pharm

The document discusses pharmaceutical care and the patient care process for developing a Pharmaceutical Care Plan. It involves collecting patient information, identifying drug-related problems, developing a care plan, implementing and monitoring the plan. The main steps are gathering medical and medication history, analyzing for issues like effectiveness, safety, adherence, developing an individualized care plan, and following up to optimize medication therapy and patient outcomes. Collaboration between pharmacists and other healthcare providers is emphasized.

Uploaded by

Luthfiyya
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
381 views42 pages

Penyusunan Pharmaceutical Care Plan: Dra. Yulia Trisna, Apt., M.Pharm

The document discusses pharmaceutical care and the patient care process for developing a Pharmaceutical Care Plan. It involves collecting patient information, identifying drug-related problems, developing a care plan, implementing and monitoring the plan. The main steps are gathering medical and medication history, analyzing for issues like effectiveness, safety, adherence, developing an individualized care plan, and following up to optimize medication therapy and patient outcomes. Collaboration between pharmacists and other healthcare providers is emphasized.

Uploaded by

Luthfiyya
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
You are on page 1/ 42

Penyusunan Pharmaceutical Care Plan

Dra. Yulia Trisna, Apt., M.Pharm


ASUHAN KEFARMASIAN
 pharmaceutical care
 medication therapy management
 comprehensive medication review
 comprehensive medication management
 Asuhan kefarmasian merupakan pendekatan berpusat pada
pasien (patient-centered) yang dilakukan oleh apoteker klinis untuk
mengoptimalkan penggunaan obat dan meningkatkan derajat
kesehatan pasien melalui kolaborasi bersama pasien dan
profesional kesehatan lainnya.

The Patient Care Process for Delivering Comprehensive Medication Management


(CMM): Optimizing Medication Use in Patient-Centered, Team-Based Care
Settings. CMM in Primary Care Research Team. July 2018. Available at
http://www.accp.com/cmm_care_process
Framework

Cipolle RJ, Strand L, Morley P. Pharmaceutical care practice: the patient centered approach to medication management, 3rd ed. New York, NY:
McGraw-Hill; 2012.
Philosophy of Practice

 Meeting a societal need


 Assuming responsibility for optimizing medication use
 Embracing a patient-centered approach
 Caring through an ongoing patient-pharmacist relationship
 Working as a collaborative member of the health care team

Pestka DL, Sorge LA, McClurg MR, Sorensen TD. The philosophy of practice for comprehensive medication management: evaluating its meaning and
application by practitioners. Pharmacotherapy. 2018;38(1):69-79.
Patient Care Process

Joint Commission of Pharmacy Practitioners. Pharmacists’ patient care process; 2014. https://jcpp.net/wp-content/uploads/2016/03/PatientCareProcess-with-supporting-
organizations.pdf. The Patient Care Process for Delivering Comprehensive Medication Management (CMM): Optimizing Medication Use in Patient-Centered, Team-Based Care
Settings. CMM in Primary Care Research Team. July 2018. https://tinyurl.com/CMM_Care_Process.
Practice Management Framework

Care team engagement Organizational support


❑ Presence and scope of CPAs
❑ Leadership support
❑ Interprofessional collaboration
❑ Availability and use of support staff ❑ Availability and adequacy of clinic
space
CMM program evaluation
❑ Billing and Revenue
❑ Program measurement
❑ Reporting results Ensuring consistent and quality
Care delivery processes care
❑ Methods for identifying patients in ❑ Quality assurance processes
need of CMM
❑ Practitioner training
❑ Scheduling CMM services
❑ Systems for care documentation

8
• Komunikasi
• Kolaborasi • Koordinasi
• Proses yang terstandar • Integrasi
Asuhan Kefarmasian di Rumah Sakit
1
8
2
Rekonsiliasi Obat
saat admisi
Penelusuran riwayat
Konseling Obat Pulang penggunaan obat
pasien sebelum
admisi
3
7 Rekonsiliasi Obat Pengkajian Resep
pasien akan dipulangkan

Pemantauan
Rekonsiliasi Obat Edukasi Obat Terapi Obat

6 saat transfer 5 dan Visite


4
Asuhan kefarmasian selama pasien dirawat mencakup:

1. Penelusuran riwayat penggunaan obat pasien sebelum masuk RS (the best


possible medication history/BPMH= wawancara langsung dengan pasien/keluarga,
catatan dokter/perawat pada asesmen awal tentang riwayat penggunaan obat,
riwayat pengambilan obat terakhir dari satelit/apotek)
2. Rekonsiliasi obat saat admisi: membandingkan obat pasien sebelum admisi
dengan resep/instruksi pengobatan pertama saat admisi
3. Pengkajian resep/instruksi pengobatan selama pasien dirawat
4. Pemantauan terapi obat (Efektifitas obat dan efek samping obat)
5. Pemberian Informasi obat/ Edukasi Obat
6. Rekonsiliasi obat saat transfer antar ruang rawat: membandingkan terapi obat
pada formulir instruksi pengobatan di ruang sebelumnya vs resep/instruksi
pengobatan di ruang rawat sekarang vs obat pasien sebelum admisi
7. Rekonsiliasi obat pasien akan dipulangkan: membandingkan obat pasien sebelum
admisi vs obat 24 jam terakhir vs resep obat pulang
8. Konseling obat pulang (discharge counseling)
Joint Commission of Pharmacy Practitioners, 2014
Proses Asuhan Kefarmasian

1. Mengumpullkan dan menganalisis informasi


2. Mengidentifikasi masalah terkait terapi obat
3. Menyusun rencana asuhan (care plan)
4. Mengimplementasikan rencana asuhan
5. Tindak lanjut dan monitoring
Mengumpulkan dan menganalisis informasi

Sumber data:
 Rekam medik.
 Profil pengobatan
pasien/pencatatan penggunaan
obat.
 Wawancara dengan pasien,
anggota keluarga, dan tenaga
kesehatan lain.
Menginterpretasikan Rekam Medis

Perlu pengetahuan tentang:


 Penyakit (Patogenesis, Patofisiologi,
Tanda/Gejala)
 Istilah medis
Sistematika Rekam Medis

 Identitas Pasien
 Keluhan Utama
 Riwayat Penyakit Sekarang
 Riwayat Penyakit Terdahulu
 Riwayat Sosial
(…lanjutan)
 Riwayat Keluarga
 Riwayat Penggunaan Obat
 Pemeriksaan Fisik
 Uji Laboratorium
 Uji Diagnostik
 Diagnosis (Daftar Masalah Medis)
 Terapi
 Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT)
 Obat-obat yang sedang digunakan
 Resume Medis
Mengumpulkan data

 Identitas pasien (nama lengkap, nomor rekam medis,


tanggal lahir)
 Riwayat medis
 Riwayat pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya pasien
yang dapat mempengaruhi kondisi medis atau
menimbulkan masalah dalam penggunaan obat, contoh:
apakah memiliki kebiasaan minum alkohol, merokok,
menggunakan narkotika psikotropika
 Riwayat penggunaan obat dan keterkaitannya dengan
riwayat medis, riwayat pendidikan, sosial, ekonomi dan
budaya
 Menanyakan kepada pasien/keluarga apakah pasien
memiliki pertanyaan dan kekhawatiran terhadap
pengobatan yang diterimanya
2. Mengidentifikasi masalah terkait obat
(Drug Related Problem)

 Indikasi
 Efektivitas
 Keamanan (Safety)
 Kepatuhan (Adherence)
Symptoms related
to disease or Adverse Drug
therapy Reaction

Human or
systematic
Drug
error
therapy

Medication error
Medication error no morbidity
with morbidity

*DRP = Drug Related Problem


Drug Related Problems
Kelompok Kategori Masalah Subkategori Masalah
Masalah
Indikasi Terapi obat tidak diperlukan Duplikasi
Tidak ada indikasi
Terapi non farmakologis lebih tepat
Adiksi
Terapi obat tambahan diperlukan Terapi preventif dibutuhkan
Kondisi yang belum diterapi
Terapi sinergistik dibutuhkan

Efektivitas Obat tidak efektif Ada obat lain yang lebih efektif
Kondisi refrakter terhadap obat yang diberikan
Bentuk sediaan tidak tepat
Dosis terlalu rendah Dosis terlalu rendah
Frekuensi tidak tepat
Pemberian tidak tepat
Ada interaksi obat
Penyimpanan tidak tepat
Durasi tidak tepat
Pemantauan diperlukan Penggunaan obat perlu pemantauan
Kelompok Kategori Masalah Subkategori Masalah
Masalah
Keamanan Kejadian tidak diharapkan Efek yang tidak diharapkan
Obat tidak aman bagi pasien (kontraindikasi)
Interaksi obat
Pemberian tidak tepat
Reaksi alergi
Peningkatan/penurunan dosis terlalu cepat
Dosis terlalu tinggi Dosis terlalu tinggi
Frekuensi tidak tepat
Durasi tidak tepat
Interaksi obat
Pemantauan diperlukan Penggunaan obat perlu pemantauan

Kepatuhan Kepatuhan Pasien tidak memahami penyakit/instruksi


penggunaan obat
Pasien menolak/tidak mengakses pelayanan
kesehatan
Pasien lupa
Obat tidak tersedia
Pasien tidak dapat menelan/ menggunakan obat
Biaya Ada obat lain yang lebih cost-effective
Pasien tidak mampu menebus obat
Asesmen
(Cek pasien, cek obat)

 Telaah data subjektif dan objektif


 Gejala terkait interaksi obat/ ESO
 Terapi obat (termasuk obat non resep, herbal):
indikasi?, tepat obat? Tepat rejimen?
 Evidence based therapy
 Fungsi organ utama (ginjal, hepar)
 Reaksi alergi/hipersensitivitas
 Kepatuhan pasien
Rencana Perawatan/Care Plan

1. Sasaran farmakoterapi
2. Pertimbangkan status klinik pasien
3. Pilihan obat yang tersedia
4. Care plan:
- patient-focused (e.g.: patient education)
- drug-focused (e.g.: recommendation alteration of drug
therapy)
- do nothing (e.g.: monitoring)
SASARAN FARMAKOTERAPI
Sasaran Farmakoterapi

• Mengobati (cure)
• Menghilangkan/meredakan gejala (simptomatis)
• Memperlambat progress penyakit
• Mencegah terjadinya penyakit
• Cost-effective
• Mencegah/meminimalkan reaksi obat tidak diharapkan
• Pasien memahami penggunaan obat yang benar
Rekomendasi terapi

 Ubah obat
 Ubah dosis
 Ubah rute pemberian
 Ubah waktu pemberian.
 Hentikan obat
 Lakukan pemantauan (gejala klinis, uji laboratorium)
 Edukasi pasien (cara menggunakan obat, modifikasi
gaya hidup)
Rencana pemantauan

 Menetapkan parameter pemantauan


 Menetapkan sasaran terapi
 Menetapkan frekuensi pemantauan
4. Mengimplementasikan care plan

 Komunikasikan dengan pihak terkait (dokter, perawat,


pasien/keluarga
5. Tindak lanjut dan monitoring

 Efek terapeutik
 Efek tidak diharapkan
 Kepatuhan pasien
 Hasil terapi (Patient Outcome)
Dokumentasi pada rekam medis

Fungsi:
 Komunikasi antar tenaga kesehatan
 Bukti pelayanan
 Reimbursement
 Bukti hukum
Pencatatan Asuhan Kefarmasian
dalam Rekam Medik

 Apa yang perlu ditulis?


Bagaimana menuliskannya?
Tahapan

1. Pengumpulan data pasien (S, O)

2. Identifikasi Masalah Terkait Obat (A)

3. Rekomendasi terapi (P)

4. Rencana pemantauan (P)


Sistematika

 S : Gejala, keluhan yang disampaikan pasien/keluarga


 O : Pengukuran/observasi oleh tenaga kesehatan
 A : Penilaian apoteker terhadap masalah yang
dihadapi pasien terkait penggunaan obat
 P : Rencana Terapi
Menulis di CPPT
(Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi)

 Tulisan jelas dapat dibaca


 Tuliskan tanggal dan jam penulisan SOAP
 Tidak melebihi 1 halaman
 Gunakan frase
 Gunakan singkatan standar
 Tidak menggunakan singkatan untuk nama obat
 Tulis hanya data yang mendukung Assessment dan Plan
 Tiap masalah diberi nomor yang berbeda
 Tulisan yang salah tidak boleh dicoret-coret/dihapus,
tetapi dicoret dengan 1 garis lurus dan diberi paraf
 Tuliskan paraf dan nama jelas
Hal-hal yang tidak boleh ditulis di rekam medik

 Menyalahkan orang lain, konflik dengan tenaga kesehatan lain


 harus diselesaikan dengan komite/unit mutu
 Menggunakan istilah yang menuduh
 Komplain perihal kinerja tenaga kesehatan lain, sarana, fasilitas
 Laporan insiden
 Komunikasi dengan perusahaan asuransi, pengacara, komunikasi
masalah hukum
CONTOH KASUS
(Lihat kasus Tn. AH)

 S : lemah, sakit kepala, batuk berdahak,


 O : Tanda-tanda vital normal, Hemoglobin (11,0
g/dL); hematokrit (31,9%); Eritrosit (3,84
10^6/µL); Leukosit (20,4 10^3/µL)
GDS 220 mg/dL
Obat yang digunakan:

Nama Obat Rute Regimen

Levofloxacin 500mg po 1x500 mg (Hari ke 14)


Omeprazol inj.40mg iv 2x 40 mg
Simvastatin 20mg po 1x20 mg
Valsartran 80mg po 1x80 mg
Insulin reguler po 3x 10 unit
Neurodex 100 mg po 2 x 100 mg
HASIL ASESMEN PASIEN DAN PEMBERIAN REVIEW &
Instruksi PPA
PELAYANAN VERIFIKASI
Profesional Termasuk Pasca
DPJP
Tgl, Jam Pemberi Bedah
(Tulis dengan format SOAP/ADIME, disertai (Tulis Nama,
Asuhan (Instruksi ditulis dgn
Sasaran. Tulis Nama, beri Paraf pada akhir beri Paraf, Tgl,
rinci dan jelas)
catatan) Jam)
2/9/2021 Apoteker S : Sakit kepala, Batuk berdahak, sesak, lemah
Jam .14.00 O : Tanda-tanda vital normal, Hemoglobin (11,0 1. Disarankan untuk
g/dL); hematokrit (31,9%); Eritrosit (3,84 melakukan
106/µL); Leukosit (20,4 103/µL), GDS: 278 evaluasi rejimen
mg/dL insulin
Obat-obat sesuai daftar Pemberian Obat 2. Disarankan
A:
mengganti
1. Glukosa Darah belum terkontrol Levofloxacin
2. Pasien belum menunjukkan perbaikan
dengan
dengan Levofloxacin Meropenem inj
3. Batuk berdahak belum teratasi
3X1 g
4. Anemia belum teratasi
3. Disarankan untuk
P: menambahkan
1. Mengevaluasi rejimen insulin
Asetilsistein 3X10
2. Mengevaluasi penggunaan Levofloxacin ml
3. Menyarankan pemberian asetil sistein 3
4. Disarankan utnuk
X 10 ml menambahkan
4. Menyarankan pemberian Sulfas Ferrosus Sulfas Ferrosus tab
tab 1X1
1X
Terima kasih

You might also like