Tugas Manajemen Proyek PMBOK Edisi 5
Tugas Manajemen Proyek PMBOK Edisi 5
Pert 1-14
19.4A.04
Kelompok 6
Jawaban :
2. 1. Initiate
2. Plan
3. Execution
4. Monitoring/controlling
5. Close
3. 1. Initiating terdapat :
1. evelope project charter
2. identify stakeholders
2. Planing terdapat :
1. develope project management plan
2. plan scope management
3. collect requirements
4. define scope
5. create work breakdown structure
6. plan schedule activities
7. define activities
8. sequence antivites
9. estimate activity resources duration
10. estimate activity duration
11. develove schedule
12. plan cost management
13. estimate cost
14. determine budget
15. plan quality
16. plan human resource management
17. plan communications management
18. plan risk management
19. identify risks
20. perform qualitave risk analysis
21. perform quantitative risk analysis
22. plan risk responses
23. plan procurement management
24. plan stakeholder management
3. Executing terdapat :
1. direct dan manage project work
2. perform quality assuarance
3. acquire project team
4. develop project team
5. manage project team
6. manage communications
7. conduct procurements
8. manage stakeholder engagement
5. closing terdapat
1. close project dan phase
2. close procurements
TUGAS PERT - 2
TUGAS :
Berdasarkan PMBOK Edisi 5
1. Apa yang dimaksud Knowledge Areas
2. Ada berapa jumlah Kowledge Areas, berapa jumlah proses group dan berapa jumlah proses manajemen
3. Apa yang anda ketahui tentang process groups
4. Apa yang dimaksud dengan 4-4-1
5. Apa yang dimaksud dengan ITTOs
Jawaban :
1. cakupan bahasan atau bidang pengetahuan yang terdapat dalam manajemen proyek.
2. Knowledge area = 10
Proses group = 47
Proses manajemen = 5
3. yang merupakan inisiasi proyek, perencanaan proyek, pelaksanaan proyek,
pemantauan dan pengendalian, dan penutupan proyek.
4. yang memiliki arti 4 kelompok bidang (scope, time, cost, qualiti) mengarah kepada proyek yang spesifik. 4 bidang berikutnya
(human resource, communication, risk, prosurement) merupakan alat untuk mencapai tujuan proyek. Dan 1 bidang lagi (integration)
merupakan bidang yang menyatukan semua bidang lain (scope, time, cost, qualiti, human resource, communication, risk,
prosurement, stakholder) .
5. Inputs - Tools & Techniques - Outputs, merupakan rincian
mengenai inputs (masukkannya) kemudian Tools & Techniques (Alat dan Tekniknya) serta
Outputs (keluarannya).
TUGAS PERT - 3
1. Sebutkan 10 Knowledge Areas (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)
No. The Ten Knowledge Areas 10 Bidang Pengetahuan
1. Integration Management Manajemen Integrasi
2. Scope Management Manajemen Ruang Lingkup
3. Time Management Manajemen Waktu
4. Cost Management Manajemen Biaya
5. quality Management Manajemen Kualitas
6. Human Resource Management Manajemen Sumber Daya
7. Communication Management Manajemen Komunikasi
8. Risk Management Manajemen Risiko
9. Procurement Management Manajemen Pengadaan
10. Stakeholder Management Manajemen Pemangku Jabatan
TUGAS PERT - 3
1. Berapa jumlah kelompok proses ...
2. Sebutkan 5 bagian process groups ...
3. Pada proccess groups, apa pengertian dari Initiating .. .
4. Pada proccess groups, apa pengertian dari Planning
5. Pada proccess groups, apa pengertian dari Executing ...
6. Pada proccess groups, apa pengertian dari Monitoring & Controlling ...
7. Pada proccess groups, apa pengertian dari Closing
8. Pada bagian Initiating dokumen yang dipakai adalah ...
9. Pada bagian Planning dokumen yang digunakan adalah ...
10. Dokumen apa saja yang digunakan pada saat Monitoring & Controlling ...
11. Apa tujuan dari Monitoring & Controling ...
12. Apa tujuan dari Initiating ...
13. Apa tujuan dari Planning ...
14. Apa tujuan dari Executing ...
15. Apa tujuan dari Closing …
Jawaban :
1. 5
2. - Initiate
- Plan
- Execution
- Monitoring/controlling
- Close
3. tahap awal suatu proyek dimulai, dalam
artian memberikan gambaran global suatu proyek dalam
bentuk definisi/piagam proyek (project definition/charter).
4. fase di mana Anda membangun infrastruktur proyek yang memungkinkan Anda untuk mencapai tujuan proyek dalam batasan waktu
dan anggaran yang telah ditentukan.
5. rencana yang sudah dibuat akan dieksekusi sesuai dengan timeline yang telah ditentukan.
Di sini, sebagian besar anggaran akan dikeluarkan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
6. pengontrolan terhadap kegiatan suatu proyek.Dalam pelaksanaan kegiatan proyek
tersebut apakah sudah sesuai dengan yang telah ditentukan dengan project management plan yang telah dibuat.
7. merupakan akhir dari serangkaian kegiatan proyek. Pada intinya tahapan penutupan project (project closure) ini adalah memberikan
laporan tentang hasil-hasil apa saja yang diperoleh dari suatu rangkaian aktivitas-aktivitas proyek yang telah dilaksanakan. Bentuk-
bentuk pelaporan tentang semua hasil pekerjaan yang telah dilakukan tersebut dituangkan dalam bentuk dokumen laporan.
8. Project Charter atau Piagam Proyek
9. Project Management Plan (PMP)
10. - Project Management Plan (PMP)
- Status Report
- Risk Register
- Change Request
- Issue Log
11. Memastikan pencapaian tujuan proyek apakah sesuai dengan target yang telah
ditentukan, mengontrol pelaksanaan proyek agar sesuai dengan estimasi dan rencana awal.
12. • Menentukan tujuan proyek
secara rinci
• Mengidentifikasi faktor-faktor penentu untuk pelaksanaan proyek
• Menentukan scope, jadwal,kebutuhan sumber daya proyek secara garis besar,
asumsi proyek, serta batasan-batasan proyek sebagai acuan dalam membuat perencanaan
manajemen proyek Menentukan kriteria keberhasilan proyek.
13. untuk menyediakan suatu kerangka kerja bagi manajer proyek agar
dapat menyusun estimasi yang baik untuk kebutuhan sumberdaya, biaya dan jadwal.
14. - Merealisasikan perencanaan proyek yang tertuang dalam perencanaan manajemen proyek (project management plan)
- Mengkoordinasikan kinerja tim proyek dan mengoptimalkannya, serta pemanfaatan sumber daya non-personil
- Merealisasikan perubahan perencanaan proyek
15. • Secara formal mengakhiri proyek dengan semua pihak yang terlibat dalam suatu proyek
• Mengakhiri penugasan anggota tim proyek
TUGAS PERT - 4
TUGAS PERT - 4
1. Sebutkan kegiatan pada pengelolaan komunikasi manajemen
2. Sebutkan input pada inputs plan communication management
3. Sebutkan input pada tools plan communication management
4. Sebutkan input pada outputs plan communication management
5. Sebutkan input pada inputs Manage Comunications
6. Sebutkan input pada tools Manage Comunications
7. Sebutkan input pada outputs Manage Comunications
8. Sebutkan input pada inputs Monitor Communications
9. Sebutkan elemen dari project charter
10. Nama lain dari project charter
Jawaban :
1. - Identifikasi stakeholder
- Perencanaan komunikasi
- Distribusi informasi
- Manajemen harapan pemangku kepentingan
- Manajemen risiko komunikasi
- Evaluasi efektivitas komunikasi
- Manajemen dokumen proyek
2. 1. Project charter
2. project management plan
3. project documents
4. Enterprise enviromental Factors
5. organizational process assets
3. 1. Expert judgement
2. communication requirements analysis
3. communication technology
4. communication models
5. communication methods
6. interpersonal and team skills
7. Data representation
8. meetings
7. 1. Project communications
2. project management plan updates
3. project documents updates
4. organizational process assets updates
9.
▪ Nama proyek resmi;
▪ Sponsor buat proyek dan kontak informasi;
▪ Manager proyek dan kontak informasi;
▪ Goal (tujuan) proyek;
▪ Penjelasan asal-muasal proyek;
▪ Hasil akhir Deliverables dari fase-fase dalam proyek;
▪ Strategi global dalam pelaksanaan proyek;
▪ Perhitungan waktu kasar;
▪ Sarana dan prasarana serta sumberdaya proyek, biaya (kasar), staff, vendors / stakeholders.
2. Buatkan dokumen Project Charter Sistem Informasi dengan study kasus " Sistem Informasi Akademik "
Fungsi Tanggung Jawab
AR3 Corporation Kampus
3. Pada analisis biaya dan manfaat, ada beberapa metode kuantitatif yang digunakan untuk menentukan standar kelayakan proyek, sbb :
• Analisis Periode Pengembalian (Payback Period)
Deskripsi Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
Biaya Investasi 20.000
Biaya Operasional 5.000 5.000 5.000
Total Biaya 25.000 5.000 5.000
Pendapatan 10.000 17.000 11.500
Keuntungan Bersih (15.000) 12.000 6.500
Keuntungan Bersih (15.000) (3.000) 3.500
(Komulatif)
Penyelesaian :
Total biaya investasi dan operasional sistem : 25.000
Procced pada tahun 1 : (15.000) (-)
(-) Sisa biaya system pada tahun 1 : 40.000
Proceed pada tahun 2 : 12.000 (-)
Sisa biaya sistem pada tahun 2 : 28.000
Sisa = Sisa biaya system tahun 2 X 1 tahun
Proceed tahun 3
= 28.000 X 1 tahun = 4.31 tahun 6.500
Waktu pelunasan = 2 Tahun + 4,31 tahun = 6,31 tahun (Berarti system tersebut Mukai dapat mencapai keuntungan pada tahun ke-7)
TUGAS PERT 6
Organisasi proyek fungsional
GENERAL MANAGER
PEMASARAN
KEUANGAN
PERSONALI
PRODUKSI
A
PPIC KUALITAS
Organisasi Proyek Murni
Pimpinan Perusahaan
Divisi Divisi pemasaran
Engineering PROYEK
Divisi administrasi umum
Otoritas Proyek
Arya Internasional
Safety dan
Fasilitas dan Riset dan Account dan
Personalia
produksi Engineering pengendalian
Elektrik
Proyek A
Proyek B
Pert- 9 TUGAS MANDIRI
JAWABAN :
1. • Dalam Manajemen Pengadaan, pengetahuandasar dan keterampilan manajer proyek harus mencakup kemampuan
untuk membantu menciptakan, membaca, dan mengelola kontrak.
• Proses formal untuk mendapatkan barang dan jasa dikenal sebagai Pengadaan. Rencana Manajemen Pengadaan, Pernyataan Pekerjaan
Pengadaan (SOW), dokumen pengadaan,permintaanperubahan, dokumentasi pengadaan tambahan dan pelajaran yang dipetik adalah hasil dari Proses
Manajemen Pengadaan.
• Departemen pengadaan adalah nama paling umum untuk departemen yang menangani dan mengendalikan pengadaan.Dibeberapa
perusahaan, departemen ini juga disebut departemen kontrak, pembelian, atau hukum. Beberapa keterampilan yang diperlukan
untuk mengelola pengadaan termasukmemilikipengetahuan hukum, keterampilan negosiasi danmemahamiproses pengadaan.
3. 1. Perencanaan Pengadaan. Rencana Pengelolaan Pengadaan mengidentifikasi kebutuhan pengadaan luar proyek dan parameter di mana
kontraktor akan diperoleh.
2. Melakukan Pengadaan. Kontraktor dipekerjakan.Proses ini melibatkan pembuatan pernyataan kerja,kerangka acuan, permintaanproposal,
dan semacamnya, serta meminta tanggapan dan memilih vendor.
3. Kontrol Pengadaan. Selama pelaksanaan proyek, kontraktor harus dikelola dan kontrak dimonitor untuk memberikan peringatan dini
perubahan proyek.
4. Tutup Pengadaan. Merupakan proses menyelesaikan setiap proyek pengadaan
4. Manajemen Resiko Proyek adalah proses sistematis untuk merencanakan, mengidentifikasi,menganalisis, dan merespon resiko proyek.
5. Meliputi proses yang diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif risiko terhadap keberhasilan proyek.
6. 1. Plan Risk Management. Menentukan metode pendekatanperencanaandan pelaksanaan manajemen ririko yang akan ditetapkan
2. Identify Risks. Mengidentifikasi potensi risiko, membuat kategori risiko berdasarkan karakteristiknya serta mendokumentasikannya
3. Qualitative Risk analysis. Memperkirakan dan menganalisis kemungkinan dan besarnya dampak yang akan ditimbulkan risiko
4. Quantitative Risk. Membuat penilaian hasil analisis dan menentukan prioritas risiko
5. Plan Risk Progress. menentukan tindak lanjut untuk mengantisipasi dampak
6. Control Risks. Memonitor risiko yang sudah teridentifikasi danmengidentifikasi munculnya risiko baru dan mengontrol dampaknya
7. A. Risiko Proyek
B. Risiko Teknis
C. Risiko Bisnis
Tugas :
JAWABAN :
b. Memory
Memori sistem (saat ini banyak yang mengimplementasikan penggunaan teknologi Flash)digunakan oleh PLC untuk sistem kontrol proses. Selain
berfungsi untuk menyimpan ‘sistemoperasi’, juga digunakan untuk menyimpan program yang harus dijalankan, dalam bentukbiner, hasil terjemahan
diagram tangga yang dibuat oleh pengguna atau pemogram.
c. Pemograman PLC
Kontroler PLC dapat diprogram melalui komputer, tetapi juga bisa diprogram melalui program manual, yang biasanya disebut dengan
konsol (console). Untuk keperluan ini dibutuhkan perangkat lunak, yang biasanya juga bergantung pada produk PLC-nya. Dalam pelatihan ini kita
menggunakan Omron (seri CPM1A).
3. a. Perencanaan
Sasaran Tahap perencanaan adalah diperolehnya cakupan dari proyek pengembangan sistem dan dasar-dasar untuk kendali. Tahap
perencanaan terdiri dari :
1) Menyadari adanya masalah atau pemicu masalah
2) Menetaplan masalah
3) Mengidentifikasi kendala system
4) Membuat studi kelayakan
b. Analisis
Tujuan dari tahap analisis adalah memahami permasalahan secara menyeluruh dan mendefinisikan kebutuhan pemakai (apa yg
harus dilakukan oleh sistem utk memenuhikeinginan pemakai). Tahap analisis terdiri dari :
1) Mengumumkan penelitian system
2) Mengorganisasik tim proyek
3) Mendefinisikan kebutuhan informasi
4) Mendefinisikan kriteria kinerja system
5) Menyiapkan usulan perancangan
6) Menerima atau menolak perancangan
c. Perancangan
Tujuan dari tahap perancangan adalah menentukan solusi yang dapat memenuhi kebutuhan informasi pemakai yang sudah
didefinisikan dan membuat suatu model implementasi yang akan dibangun kemudian. Tahap perancangan terdiri dari :
1) Menyiapkan perancangan sistem rinci
2) Mengidentifikasi alternatif konfigurasi system
3) Mengevaluasi alternatif konfigurasi system
4) Memilih konfigurasi terbaik
5) Menyiapkan usulan penerapan
6) Menyetujui atau menolak penerapan system
d. Implementasi
Tujuan tahap implementasi adalah mendapatkan sistem informasi sesuai dengan kebutuhan pemakai. Tahapan implementasi terdiri
dari :
1) Merencanakan penerapan
2) Mengumumkan penerapan
3) Mendapatkan sumber daya HW
4) Mendapatkan sumber daya SW
5) Menyiapkan basis data
6) Menyiapkan fasilitas fisik
7) Pelatihan pemakai
8) Masuk/peralihan ke sistem baru.
e. Penggunaan
Tujuan tahap penggunaan adalah menjaga agar sistem tetap beroperasi secara normal,dapat mengantisipasi penyimpangan yang mungkin
dialami sistem dan melakukan evaluasi system.
4. 1. TAHAP PERENCANAAN
2. TAHAP ANALISIS
3. TAHAP DESAIN SISTEM
4. TAHAP IMPLENTASI SISTEM
5. TAHAP PEMELIHARAAN SISTEM
TUGAS HARIAN (STRUKTURAL)
JAWABAN :
1. Project life cycle adalah siklus kehidupan dari sebuah projek sejak projek itu ditentukan dan direncanakan hingga projek memasuki tahap diakhiri
dan dievaluasi.
2. SDLC adalah siklus yang digunakan dalam pembuatan atau pengembangan sistem informasi yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah secara
efektif.
3. kelayakan operasional,teknis dan ekonomis. Dalam praktek, yang dominan dinilai
umumnya aspek ekonomisnya (dana).
4. kelayakan operasional,teknis dan ekonomis. Dalam praktek, yang dominan dinilai
umumnya aspek ekonomisnya (dana).
5. • Pemantauan pengoperasian
• Antisipasi gangguan kecil (bug)
• Lakukan penyempurnaan
• Antisipasi faktor-faktor luar
• Virus, kerusakan/kehilangan data, atau sistem diakses oleh pihak luar
7. 1. Kelayakan organisasi
2. Memilih kelompok bisnis atau pasar sasaran mana yang akan menjadi tujuan penetrasi produk-produk yang akan dipasarkan
3. Melihat kemungkinan-kemungkinan permodalan
4. Tingkat kompetisi produk harus dapat dideteksi dengan baik.
5. Lingkungan operasional sistem.
6. Sistem harga
8. (requirement analysis) merupakan lanjutan yang bisa dilakukan sesudah studi kelayakan, tetapi bisa juga dilakukan setelah proposal
disetujui dan kontrak disepakati.
9. 1. Bussiness Requirements
2. Stakeholder Requirements
3. End-User Requirements
4. System Requirements
5. Software Requirement
Tugas :
JAWABAN :
1. metode pembuatan diagram jaringan proyek dengan menggunakan kotak untuk menunjukkan aktivitas dan menggunakan anak panah untuk
menghubungkan aktivitas.PDM disebut juga Activity On Node (AON)
2. • Disebut juga diagram jaringan AOA (Activity On Arrow)
3. suatu metode perencanaan dan pengendalian proyek-proyek yang merupakan sistem yang paling banyak digunakan diantara semua sistem yang
memakai prinsip pembentukan jaringan.
4. PERT merupakan singkatan dari Program Evaluation and Review Technique (teknik menilai dan meninjau kembali program). Teknik PERT adalah
suatu metode yang bertujuan untuk sebanyak mungkin mengurangi adanya penundaan, maupun gangguan produksi, serta mengkoordinasikan
berbagai bagian suatu pekerjaan secara menyeluruh dan mempercepat selesainya proyek.
5. Slack untuk suatu kegiatan adalah selisih antara waktu selesai paling akhir dan waktu selesai paling awal dari kegiatan tersebut, atau dapat
dirumuskan sebagai berikut: slack = LF – EF. Crash- ing proyek mengacu pada crashing sejumlah kegiatan untuk mengurangi durasi penyelesaian proyekdi
bawah waktu normal.
6. Slack untuk suatu kegiatan adalah selisih antara waktu selesai paling akhir dan waktu selesai paling awal dari kegiatan tersebut, atau dapat
dirumuskan sebagai berikut: slack = LF – EF. Crash- ing proyek mengacu pada crashing sejumlah kegiatan untuk mengurangi durasi penyelesaian proyekdi
bawah waktu normal.
TUGAS HARIAN (STRUKTURAL)
Tugas :
Buat diagram jaringan kerja, Hitung SPC dan SPL
JAWABAN :
Pertemuan - 12
Tugas 1 :
Hitunglah SPC dan SPL dari diagram dibawah ini
Jawaban :
1. SPC/SPA
SPA 1 = 0
SPA 2 = SPA 1 + durasi A = 0 + 2 = 2
SPA 3 = SPA 1 + durasi B = 0 +2 = 2
SPA 5 = SPA 2 + durasi C = 2 + 3 = 5
= SPA 3 + durasi E = 2 + 3 = 5
Jadi, SPA 5 = 5
SPA 4 = SPA 5 - durasi D
=5-4
=1
B. SPL
SPL 5 = SPA = 5
SPL 4 = SPL 5 - durasi D = 5 - 4 = 1
SPL 3 = SPL 5 - durasi E = 5 - 3 = 2
SPL 2 = SPL 5 - durasi C = 5 - 3 = 2
SPL 1 = SPA 1 = 0
Tugas 2 :
1. Buat diagram jaringan kerja
2. Hitung SPC dan SPL
E A 2
F B,E 2
Jawaban :
TUGAS MANDIRI
Tugas :
JAWABAN :
1. Kegiatan Dummy adalah aktivitas yang tidak mempunyai waktu pelaksanaandan hanya diperlukan untuk menunjukan kaitan dengan aktivitas
pendahulu.Dummy diperlukan untuk menggambarkan adanya hubungan diantara duakegiatan.
2. Perhitungan Maju untuk menghitung waktu penyelesaian tercepat suatukegiatan (EF), waktu tercepat terjadinya suatu kegiatan (ES) dan saat
paling cepatdimulainya suatu peristiwa (E), dimulai dari Start (initial event) menuju Finish(terminal event)
3. untuk mengidentifikasi waktu penyelesaian paling lambatsuatu kegiatan (LF), waktu paling lambat terjadinya suatu kegiatan (LS) dan saatpaling lambat
dimulainya suatu peristiwa (E), dimulai dari Finish (terminal event)menuju Start (initial event).
4. - Peristiwa Kritis adalah peristiwa yang tidak mempunyai tenggang waktu atau saat paling awalnya (SPA) sama dengan saat paling akhir (SPL)-nya.
Atau SPL - SPA = 0.
- Kegiatan Kritis adalah kegiatan yang sangat sensitif terhadap keterlambatan,sehingga bila sebuah kegiatan kritis terlambat satu hari saja,
sedangkan kegiatan-kegiatan lainnya tidak terlambat, maka umur proyek tersebut akan mengalamiketerlambatan selama satu hari.
- Lintasan Kritis adalah lintasan yang terdiri dari kegiatan kritis, peristiwa kritisdan Dummy (jika ada). Lintasan kritis ini dimulai dari peristiwa awal
networkdiagram sampai dengan akhir network diagram berbentuk lintasan. Mungkin sajaterdapat lebih dari sebuah lintasan kritis dalam sebuah
network diagram
TUGAS HARIAN (STRUKTURAL)
a. buatlah network diagramnya
b. kemudian tentukan Peristiwa, Kegiatan dan Lintasan Kritis
Jawaban :
a.
Pertemuan - 13
TUGAS HARIAN (STRUKTURAL)
Tugas :
Buatlah Gant Chart dengan menggunakan Microsoft Project dari kasus ini, lihat hasilnya mana bagian yang kritisnya.
Jawaban :
Pertemuan - 14
Tugas :
Jawaban :
1. Dokumen yang menjelaskan bagaimana proyek akan dieksekusi, dimonitor dan dikendalikan, dan ditutup.
2. - Mengidentifikasi kebutuhan dan tujuan proyek: Menganalisis kebutuhan stakeholder, mengidentifikasi tujuan proyek, dan menentukan batasan
dan kriteria keberhasilan proyek.
- Menyusun ruang lingkup proyek: Menjelaskan secara rinci apa yang termasuk dan tidak termasuk dalam proyek, membuat Work Breakdown
Structure (WBS), dan mengidentifikasi deliverables proyek.
- Perencanaan jadwal: Menentukan urutan kegiatan, mengestimasi waktu yang diperlukan untuk setiap kegiatan, dan menyusun jadwal proyek
menggunakan metode seperti diagram jaringan atau Gantt Chart.
- Perencanaan anggaran: Menentukan perkiraan biaya proyek, mengalokasikan anggaran ke aktivitas-aktivitas proyek, dan membuat rencana
pengelolaan biaya.
- Perencanaan sumber daya: Mengidentifikasi sumber daya manusia, peralatan, dan bahan yang diperlukan untuk melaksanakan proyek, serta
mengembangkan rencana pengelolaan sumber daya.
- Perencanaan risiko: Mengidentifikasi dan menganalisis risiko-risiko proyek, menyusun strategi penanganan risiko, dan membuat rencana
pengelolaan risiko.
- Perencanaan pengadaan: Jika proyek melibatkan pengadaan barang atau jasa, proses ini meliputi identifikasi kebutuhan pengadaan, penyusunan
dokumen pengadaan, dan penentuan strategi pengadaan.
- Perencanaan komunikasi: Menentukan kebutuhan komunikasi stakeholder, mengidentifikasi metode dan frekuensi komunikasi, serta menyusun
rencana pengelolaan komunikasi proyek.
Perencanaan manajemen stakeholder: Mengidentifikasi stakeholder yang relevan, menilai kepentingan dan pengaruh mereka terhadap proyek, dan
mengembangkan strategi manajemen stakeholder.
3. - Integration Management (Manajemen Integrasi): PMP digunakan untuk mengintegrasikan semua aspek proyek, termasuk perencanaan,
pelaksanaan, pemantauan, dan pengendalian.
- Scope Management (Manajemen Ruang Lingkup): PMP digunakan untuk mengelola ruang lingkup proyek, termasuk perencanaan, pengumpulan
persyaratan, pemetaan ruang lingkup, dan pengendalian perubahan ruang lingkup.
- Time Management (Manajemen Waktu): PMP digunakan untuk mengelola jadwal proyek, termasuk perencanaan, penjadwalan kegiatan,
pengendalian waktu, dan manajemen risiko terkait waktu.
- Cost Management (Manajemen Biaya): PMP digunakan untuk mengelola anggaran proyek, termasuk estimasi biaya, pengendalian biaya, dan
pelaporan keuangan proyek.
- Quality Management (Manajemen Kualitas): PMP digunakan untuk mengelola kualitas proyek, termasuk perencanaan kualitas, pengendalian
kualitas, dan jaminan kualitas.
- Human Resource Management (Manajemen Sumber Daya Manusia): PMP digunakan untuk mengelola tim proyek, termasuk perencanaan
kebutuhan sumber daya manusia, pengelolaan tim, dan pengembangan keterampilan.
- Communications Management (Manajemen Komunikasi): PMP digunakan untuk mengelola komunikasi dalam proyek, termasuk perencanaan
komunikasi, distribusi informasi, dan manajemen pemangku kepentingan.
- Risk Management (Manajemen Risiko): PMP digunakan untuk mengelola risiko dalam proyek, termasuk identifikasi risiko, analisis risiko, dan
perencanaan respons risiko.
- Procurement Management (Manajemen Pengadaan): PMP digunakan untuk mengelola pengadaan dalam proyek, termasuk perencanaan
pengadaan, seleksi vendor, dan pengelolaan kontrak.
- Stakeholder Management (Manajemen Pemangku Kepentingan): PMP digunakan untuk mengelola pemangku kepentingan proyek, termasuk
identifikasi pemangku kepentingan, analisis pemangku kepentingan, dan pengelolaan keterlibatan pemangku kepentingan.
4. - Tujuan Proyek
- Jadwal Proyek
- Anggaran Proyek
- Manajemen Risiko
- Organisasi dan Tim Proyek
- Komunikasi Proyek
- Pengelolaan Perubahan
5. Tujuan Proyek: Elemen ini menjelaskan tujuan utama dari proyek, yang mencakup hasil yang diharapkan, kebutuhan bisnis, dan manfaat yang
akan dicapai.
Lingkup Proyek: Lingkup proyek merinci batasan dan ruang lingkup proyek, termasuk deliverables (hasil yang akan dihasilkan), fitur, fungsi, dan
persyaratan yang harus dipenuhi oleh proyek.
Jadwal Proyek: Elemen ini mencakup jadwal lengkap proyek yang meliputi aktivitas, waktu yang diperlukan untuk setiap aktivitas, ketergantungan
antaraktivitas, dan waktu mulai dan selesai yang diharapkan.
Biaya Proyek: Bagian ini menjelaskan anggaran dan alokasi biaya untuk proyek, termasuk perkiraan biaya untuk sumber daya manusia, bahan, peralatan,
dan kebutuhan lainnya. Ini juga mencakup estimasi biaya, anggaran yang dialokasikan, dan proses pengendalian biaya.
Manajemen Risiko: Elemen ini mencakup identifikasi risiko potensial yang mungkin muncul selama proyek, evaluasi dampak dan kemungkinan terjadinya
risiko tersebut, serta strategi mitigasi yang akan diadopsi untuk mengurangi atau mengelola risiko.
Manajemen Sumber Daya: Bagian ini menjelaskan bagaimana sumber daya manusia, peralatan, dan bahan akan dikelola dalam proyek. Ini meliputi
alokasi sumber daya, perencanaan kebutuhan sumber daya, dan manajemen tim proyek.
Komunikasi: Elemen ini merinci rencana komunikasi proyek, termasuk siapa yang harus berkomunikasi, frekuensi komunikasi, metode komunikasi yang
akan digunakan, dan saluran komunikasi yang tersedia.
Stakeholder: Bagian ini menjelaskan cara mengidentifikasi, melibatkan, dan berinteraksi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) proyek. Hal ini
melibatkan identifikasi stakeholder, analisis kepentingan dan pengaruh, serta strategi untuk menjaga keterlibatan dan dukungan stakeholder.
Kualitas: Elemen ini menjelaskan rencana penjaminan kualitas yang akan digunakan untuk memastikan bahwa hasil proyek memenuhi standar kualitas
yang ditetapkan. Ini meliputi pengendalian kualitas, pengujian, dan tindakan perbaikan kualitas.
Pengendalian Perubahan: Bagian ini mencakup prosedur dan mekanisme untuk mengelola perubahan yang terjadi selama proyek, baik perubahan pada
lingkup, jadwal, biaya, atau persyaratan lainnya. Ini juga mencakup proses persetujuan perubahan dan pemantauan implementasi perubahan
6. 1. Project charter
2. outputs from other processes
3. Enterprise environmental factors
4. organizational process assets
7. 1. Expert Judgment
2. facilitation techniques
8. Perbedaan antara Project Charter dengan Project Management Plan adalah project plan mendeskripsikan rencana secara luas dengan tingkat detail
yang lebih rendah dan memiliki level perencanaan level tinggi. Sedangkan project management plan menggunakan segala hal detail yang mungkin.









