MAKALAH
THIBBUN NABAWI DALAM ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN
DOSEN PENGAMPU :
Martini, S.KM., M.KM
Martini Fairus, S.Kep., M.Sc
Rofana Aghniya, S.Fis., M.KM
DISUSUN OLEH :
Kelompok 3
1. Nita Dwi Aprillia (2215371028)
2. Geralda Chiara Azra Diva (2215371032)
4. Rezkika Septarina (2215371050)
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN METRO
POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG
TAHUN 2023/2024
1
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat, nikmat, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat membuat tugas makalah ini
dengan judul “Thibbun Nabawi Dalam Asuhan Kebidanan Kehamilan” dengan baik dan dapat
selesai tepat waktu.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini. Harapan penulis, semoga makalah ini dapat menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca agar di lain kesempatan dapat memperbaiki
makalah ini agar menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca untuk perbaikan makalah ini.
Metro, 14, Juli 2023
Kelompok 3
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................................2
DAFTAR ISI......................................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................................4
A. Latar Belakang......................................................................................................................4
B. Tujuan....................................................................................................................................5
C. Ruang Lingkup......................................................................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................................................6
A. Pengertian Thibbun Nabawi Dalam Asuhan Kebidanan Kehamilan....................................6
B. Batasan Thibbun Nabawi Dalam Asuhan Kebidanan Kehamilan.........................................6
C.Jenis-jenis Thibbun Nabawi Dalam Asuhan Kebidanan Kehamilan ....................................7
BAB III PEMBAHASAN.................................................................................................................12
BAB IV PENUTUP..........................................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................................15
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kehamilan merupakan masa yang sangat ditunggu karena masa ini sangat menentukan
kualitas sumber daya manusia dan masa depan janin dalam kandungan sangat menentukan
tumbuh kembang anak dimasa mendatang. Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi
kesehatan ibu dan janin adalah gizi yang diperoleh selama kehamilan [9].
Upaya dalam mewujudkan kesehatan anak sedini mungkin sejak dalam kandungan
merupakan salah satu program pembangunan dibidang kesehatan. Gangguan kesehatan yang
terjadi selama kehamilan dapat berdampak pada kesehatan janin dalam kandungan hingga
kelahiran dan pertumbuhan bayi selanjutnya [11].
Untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang terjadi selama kehamilan, dapat dilakukan
dengan pengobatan alternatif yang aman dan tidak menimbulkan efek samping. Jenis-jenis
pengobatan alternatif juga banyak berkembang di kalangan masyarakat, salah satunya adalah
pengobatan ala Nabi atau sering disebut dengan Thibun Nabawi. Thibbun Nabawi mengacu
terhadap semua perkataan, pengajaran, dan tindakan Rasul yang berkaitan dengan pengobatan
atau penyembuhan suatu penyakit [8].
Pengobatan dengan metode thibbun nabawi, saat ini sudah diterapkan dan dimanfaatkan
oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari bahkan pada ibu hamil penggunaan thibbun
nabawi meliputi terapi Al-Qur’an, konsumsi habatus sauda, madu, penggunaan minyak zaitun.
Penggunaan thibbun nabawi cenderung aman, namun karena ibu hamil merupakan kelompok
yang rentan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ataupun tenaga kesehatan untuk memastikan
kondisi ibu dan janin dalam keadaan sehat dan dapat menggunakan thibbun nabawi [6].
4
B. TUJUAN
Mampu menjelaskan :
1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian thibbun nabawi
2. Mahasiswa mampu menjelaskan batasan thibbun nabawi
3. Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis thibbun nabawi
C. RUANG LINGKUP
Makalah ini memiliki ruang lingkup sebagai berikut :
1. Pembahasan pada makalah ini berupa pengertian dari thibbun nabawi
2. Pembahasan tentang Batasan thibbun nabawi
3. Pembahasan tentang jenis-jenis thibbun nabawi
5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. PENGERTIAN THIBBUN NABAWI
Thibbun nabawi adalah segala sesuatu yang disebutkan didalam Al-Qur’an dan As-
Sunnah yang shahih berkaitan dengan kedokteran baik untuk pencegahan penyakit atau
pengobatan. Thibbun nabawi adalah kumpulan petunjuk Nabi Muhammad SAW dalam
kedokteran yang beliau berobat dengannya atau digunakan untuk mengobati orang lain.
Thibbun Nabawi adalah petunjuk Rasulullah berupa formula-formula umum dan praktis yang
dapat digunakan untuk menjaga kesehatan lahir dan batin, termasuk yang berkaitan dengan
terapi atau pengobatan [3].
Thibbun nabawi Pada kehamilan, kebersihan gigi dan mulut perlu ditingkatkan.
Peningkatan hormon estrogen dan progesteron pada kehamilan menyebabkan gusi edema, lunak
seperti spons. Keadaan ini menyebabkan gusi mudah berdarah karena trauma ringan seperti
sikat gigi. Peningkatan pertumbuhan kapiler gusi menyebabkan gusi mengalami pembengkakan
yang sangat vaskuler disebut epulis atau gingivitis. Produksi air liur yang berlebihan atau
salivasi yang berlebihan atau ptialisme juga dialami oleh ibu hamil akibat stimulasi kelenjar
saliva oleh makanan terutama zat tepung atau ketika ibu hamil sedang merasa mual. Meskipun
kondisi ini normal dan tidak membahayakan kesehatan, ibu hamil tetap perlu menjaga
kebersihan gigi dan mulut secara teratur [4].
B. BATASAN PENGOBATAN THIBBUN NABAWI
Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu mengabarkan dari Nabi Shallallahu’ alaihi wa
sallam “Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakin kecuali dia turunkan pula obatnya
bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui
orang yang mengetahuinya.” (HR. Ahmad 1/377, 413. Dan hadist ini dishahihkan dalam Ash-
Shahihhah no.451) [5].
Thibbun Nabawi tak hanya statis seperti yang telah diajarkan, karena Rasul pun juga
memerintahkan untuk melakukan berobat, dan mencari obat karena Allah hanya menurunkan
suatu penyakit dengan penawarannya. Rasul memberikan contoh beberapa bahan dasar untuk
berobat, seperti madu, habatussauda, minyak zaitun, dan manusia diberi kesempatan untuk
mempelajari dan mengembangkan pengobatan Thibbun nabawi tersebut dengan batasan-batasan
syariat islam [4].
6
C. JENIS-JENIS THIBBUN NABAWI
1. Mengkonsumsi Habatus Sauda
a. Pengertian
Jintan hitam (Nigella sativa Linn.) atau Habbatussauda adalah rempah-rempah yang
dapat pula digunakan sebagai tanaman obat. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam
yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India,
Pakistan, dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit. Jenis tanaman ini telah
disebut-sebut sebagai tanaman obat dalam perkembangan awal agama Islam [5].
b. Habbatussauda dalam sejarah pengobatan
Habbatussauda banyak dikenal dengan berbagai nama, diantaranya black seed, black
caraway, natura seed, jintan hitam, black cumin, nigella sativa, kaluduru, dll. Digunakan sebagai
herbal pengobatan sejak 2000-3000 tahun sebelum Masehi dan tercatat dalam banyak literatur
kuno mengenai ahli pengobatan terdahulu seperti Ibnu Sina (980 – 1037 M), dan Al-Biruni
(973-1048 M), Al-Antiki, Ibnu Qayyim dan Al-Baghdadi. Ibnu Sina adalah peneliti jenius dari
Timur Tengah di bidang pengobatan yang namanya tercatat di semua buku sejarah pengobatan
timur maupun barat, hidup antara 980 – 1037 M, telah meneliti berbagai manfaat
Habbatussauda untuk kesehatan dan pengobatan. Ahli pengobatan Yunani kuno, Dioscoredes,
pada abad pertama Masehi juga telah mencatat manfaat habbatussauda untuk mengobati sakit
kepala dan saluran pernafasan [4].
Menurut beberapa hasil penelitian, Habbatus Sauda` memiliki khasiat dengan izin Allah:
1. Menguatkan immunity system pada diri manusia.
2. Melawan & menghancurkan sel-sel kanker/tumor.
3. Mengobati reumatik, peradangan serta infeksi.
4. Menghentikan dan menyembuhkan penyakit pilek.
5. Jika digoreng & dibakar kemudian dicium terus-menerus dapat mengeliminasi gas (dalam)
perut.
6. Membunuh cacing-cacing parasit jika dimakan sebelum makan pagi dan jika diletakkan di
atas perut dari bagian luar sebagai aromaspa atau luluran.
7. Minyaknya bermanfaat untuk menyembuhkan gigitan ular, juga bengkak di dubur dan tahi
lalat.
8. Menghilangkan sesak nafas & sejenis kesulitan nafas, melonggarkan penyumbatan akibat
dahak.
9. Melancarkan haidh yang tersendat.
7
10. Jika dibalutkan, bermanfaat untuk menyembuhkan pusing yang parah.
11. Apabila dimasak dengan cuka bersama kayu pinus dan kemudian dibuat untuk berkumur,
maka hal itu akan menghilangkan sakit gigi yang disebabkan sensitifitas terhadap dingin.
12. Jika diminum, biji ini akan melancarkan kencing, haidh dan ASI.
13. Menghilangkan sendawa asam yang berasal dari dahak dan melancholia (gangguan yang
14. dsb [4].
Manfaat Habatus Sauda untuk ibu hamil :
1. Mengurangi nyeri payudara
2. Mengurangi bekas luka
3. Kesehatan Rambut [13].
Aiman bin `Abdil Fattah (Keajaiban Thibbun Nabawi, 2011) mengatakan :”Karena
itulah kami dapat menetapkan bahwa dalam Habbatus Sauda‟ terdapat kesembuhan untuk
segala macam penyakit, karena peranannya yang menguatkan dan memperbaiki sistem
immunity, suatu sistem yang di dalamnya ada kesembuhan dari segala macam penyakit, yang
bereaksi terhadap segala sebab yang menimbulkan penyakit, yang memiliki kemampuan awal
untuk memberikan kesembuhan secara sempurna atau sebagian diantaranya untuk
menyembuhkan segala penyakit” [4].
2. Mengkonsumsi Madu
Madu merupakan sumber makanan penting yang disediakan Allah untuk manusia
melalui serangga kecil ini. Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan
fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang,
besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya
berubah-ubah sesuai dengan kualitas nektar dan serbuk sari. Di samping itu, dalam Madu
terdapat pula sejumlah kecil tembaga, yodium, dan seng, serta beberapa jenis hormon. Madu
ternyata dapat menumpas spesies microbial yang resistance terhadap antibiotic buatan manusia.
Penggunaan Madu sebagai antibiotic juga memiliki beberapa keunggulan antara lain :
1. Pengobatan dengan Madu tidak menimbulkan inflamasi
2. Madu menyebabkan rasa sakit berkurang
3. Madu membersihkan infeksi
4. Madu menghilangkan bau pada luka
5. Penyembuhan berjalan cepat tanpa menimbulkan bekas luka
6. Madu bersifat antimicrobial yang dapat mencegah microba tumbuh
8
7. Tidak menimbulkan rasa sakit pada saat penggantian pembalut karena tidak lengket
8. Mempunyai stimulatory effect yang mempercepat tumbuhnya jaringan tubuh kembali [4].
Manfaat mengkonsumsi madu bagi ibu hamil :
1. Madu mampu meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) saat mengalami anemia [12].
2. Madu dapat menurnkan kadar glukosa darah apabila diberikan secara berkala [7].
3. Meredakan Batuk dan sakit tenggorokan
4. Mengurangi keluhan mual (Morning Sickness)
5. Menjaga kesehatan ibu hamil dan janin
6. Mencegah Tekanan darah tinggi [7].
3. Menggunakan Minyak Zaitun
Zaitun (Olea europaea) adalah pohon kecil tahunan dan hijau abadi, yang buah mudanya
dapat dimakan mentah ataupun sesudah diawetkan sebagai penyegar. Buahnya yang tua diperas
dan minyaknya diekstrak menjadi minyak zaitun yang dapat dipergunakan untuk berbagai
macam keperluan. Zaitun dikelompokkan ke dalam suku Oleaceae.
Banyak manfaat dari pohon zaitun ini. Selain buahnya yang enak, kayu dari pohon
zaitun juga sangat bagus, keras dan indah. Selain untuk dimakan buah zaitun juga digunakan
sebagai penyedap makanan. Apabila diperas buahnya, kita dapat memperoleh minyaknya.
Minyak ini dapat digunakan sebagai bumbu salad dan belakangan banyak digunakan untuk
bahan kosmetik yang dapat menjaga kelembaban dan kekencangan kulit sehingga diyakini dapat
menjadikan kulit awet mudaDalam surat Al Mukmin ayat 20, Alloh Azza wa Jalla berfirman,
Dan pohon yang (tumbuh) keluar dari Tursina, yang (pohon zaitun) itu menghasilkan minyak
dan menjadi kuat bagi orang-orang yang makan [3].
Demikian pula dengan kedokteran modern sudah mengakui keunggulan minyak zaitun
untuk pengobatan, diantaranya :
1. DR Scoot Grandy dari Universitas Texas dan DR Satsoon dari Universitas California,
keduanya mengadakan penelitian tentang menurunnya jumlah penderita penyakit liver
pada sebuah daerah yang masyarakatnya menjadikan minyak zaitun sebagai campuran
makanan.
2. Tanggal 21 April 1997 diselenggarakan pertemuan ilmiyah di Roma yang dihadiri pakar
medis, mereka mengupas dan mengeluarkan keputusan penting ttg minyak zaitun, dalam
siaran persnya mereka menegaskan bahwa minyak zaitun dapat melindungi serangan
9
penyakit arteriole (salurah darah kecil di hepar/liver dan menghambat naiknya kolesterol
darah), tekanan darah dan diabetes sebagaimana ia melindungi dari serangan sebagian
penyakit kanker.
3. Minyak zaitun dapat menurunkan tingkat kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol
HDL, tanpa menimbulkan dampak negatif thd kolesterol yang bermanfaat, sehingg organ
hati dan jantung akan terjaga serta rusaknya urat dalam tubuh.
4. Prof. Asman dari Universitas Monster Jerman, memaparkan bahwa kebiasaan
menggunakan minyak zaitun memberikan peluang cukup besar untuk dapat melindungi
diri dari sejumlah serangan kanker rahim sampai 26% ; kanker usus besar,rahim,indung
telur.
5. Archieves of Internal Medicine edisi Agustus 1998 menegaskan bahwa kebiasaan
mengkomsumsi satu sendok makan zaitun setiap hari, memungkinkan untuk dapat
mengurangi terkena kanker payudara hingga 45%. [4].
6. Penggunaan sebagai minyak rambut mampu membunuh kutu dalam waktu beberapa jam
saja [3].
Manfaat Minyak Zaitun untuk Ibu Hamil :
1.Menyamarkan stretch mark
2. Merawat dan memperbaiki kulit kering
3. Menjaga daya tahan tubuh
4. Meringankan kram kaki
5. Mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin
6. Menghilangkan kutu rambut [1]
4. Bekam
Bekam [atau kadang juga disebut hijamah] adalah teknik terapi atau penyembuhan
dengan jalan membuang darah kotor (toksin/racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui
permukaan kulit. Kata Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab : Hijama ( )حجامةyang
berarti pelepasandarah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan
dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam. Di Indonesia dikenal pula dengan istilah
lain, yaitu kop atau cantuk [3].
Terapi bekam adalah suatu metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor
yang mengandung racun dengan menggunakan alat tertentu. Berbekam sangat sesuai untuk
melegakan atau menghilangkan rasa sakit, memulihkan daya tahan tubuh dengn cara
10
mengaktifkan kembali sel-sel darah putih. Berbekam sangat sesuai dengan tujuan pengobatan
secara Islam yaitu perawatan dan pencegahan [3].
Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam
mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis,
sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit
umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental *bahkan batuk dan sakit gigi pun juga
termasuk Dalam beberapa buku yang membahas tentang bekam, disebutkan bahwa bekam
bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan :
(1) Sistem kekebalan tubuh,
(2) Pengeluaran Enkefalin,
(3) Pelepasan neurotransmiter,
(4) Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah, serta
(5) “the gates for pain” pada Sistim Syaraf Pusat (CNS) yang berfungsi mengartikan sensasi
rasa nyeri [3].
Ibu hamil tidak disarankan melakukan bekam karena memiliki kulit sensitif dan rentan
terkena infeksi. Efek samping yang bisa muncul antara lain seperti rasa sakit, bengkak, mual,
sensasi terbakar, dan pigmentasi di bagian kulit yang di bekam. Oleh karena itu, ibu hamil
sangat disarankan untuk tidak melakukan terapi bekam [13].
11
BAB III
PEMBAHASAN
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan petunjuk tentang cara
mengobati diri beliau sendiri, keluarganya dan para sahabatnya. Jenis obat yang digunakan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sahabat-sahabatnya tidak berupa campuran kimia.
Sebagian besar obat mereka adalah makanan sehat non kimiawi. Para ahli kesehatan juga setuju
bahwa jika penyakit dapat diobati dengan makanan sehat, maka penggunaan obat sebisa
mungkin dihindari. Jika terpaksa menggunakan obat, sedapat mungkin obat itu adalah obat
sederhana. Tubuh akan dirugikan jika dokter memberikan obat kimia. Karena jika obat yang
diberikan tidak bisa diterima tubuh atau tidak sesuai dengan penyakitnya,penyakit yang diderita
tidak dapat sembuh. Sedangkan kelebihan dosis juga akan membahayakan kesehatan [10].
Berdasarkan hal itu, kebutuhan akan pengobatan dengan cara Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallamsemakin meningkat. Pengobatan jenis ini relatif mudah didapatkan dan tidak
menggunakan obat-obatan kimia yang terkadang mempunyai efek samping bagi seorang pasien.
Dan selain itu, hal ini jugadiakibatkan semakin sadarnya masyarakat untuk senantiasa mengikuti
ajaran Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam, bahkan sampai kepada cara pengobatan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam [10].
Thibbun Nabawi atau yang lebih dikenal di masyarakat sebagai pengobatan ala
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sebenarnya adalah teknik pengobatan Nabi
merupakan salah satubentuk pengobatan yang dianjurkan dan yang dilakukan oleh Rasulullah
shallahu ‘alaihi wasallam. Untuk mendapatkan pengobatan ini, pasien biasanya menghubungi
praktisi Thibbun Nabawi atau pasien terkadang mencoba melakukannya sendiri. Pasien belajar
teknik pengobatan ini dengan membaca buku- buku yang banyak beredar dipasaran [10].
Thibbun Nabawi bukanlah suatu prosedur atau peralatan kedokteran yang spesifik atau
dikhususkan untuk tempat dan waktu tertentu. Konsep yang dikandung bersifat universal,
menyeluruh, fleksibel, dan tidak menghambat perkembangan dan pertumbuhan metode medis
yang digunakan selama dalam pelaksanaannya masih dalam tuntunan Qur'an dan sunnah.
Seperti halnya ilmu kedokteran saat ini, Thibbun Nabawi pun meliputi upaya preventif, kuratif,
promotif dan rehabilitatif. Satu hal yang menarik adalah di dalam Thibbun Nabawi
ini,pendekatan spiritual dalam menghadapi suatu penyakit menjadi hal yang sangat
diutamakan.Sehingga dalam gambaran umum, dapat dikatakan metode pengobatan yang
digunakan adalah metode holistik (menyeluruh). Terdapat integrasi antara potensi akal, fisik,
dan jiwa dalam mengahadapi suatu permasalahan. Beginilah kesempurnaan Islam yang
memegang prinsip tawazun (keseimbangan). Tidak akan dapat dipisahkan komponen-komponen
dalam tubuh manusia menjadi bagian yang terkotak-kotak. Semua sisi memegang peranan yang
penting dan kesemuanya saling mempengaruhi [10].
Pengobatan Nabi memiliki unsur ilahiyah. Unsur ini membuat perbandingan antara
pengobatan Nabi dengan pengobatan dokter mirip dengan perbandingan antara pengobatan
dokter dengan pengobatan tradisional. Para ahli kesehatan terbaik mengakui fakta ini. Ilmu
kesehatan yang mereka kuasai merupakan hasil dari analogi, eksperimentasi, ilham, visi dan
hipotesis. Sebagian di antara mereka menyatakan bahwa ilmu pengetahuan yang didapat
dipelajari lewat dunia binatang. Misal mereka mengamati beberapa burung yang meminum air
laut ketika suhu tubuhnya terlalu panas [10].
12
Ilmu kedokteran sebagaimana dikemukakan diatas tak sebanding dengan wahyu yang
diturunkan Allah kepada para utusan-Nya. Wahyu tersebut memberi informasi kepada
Rasulullah saw tentang apa yang bermanfaat dan apa yang berbahaya. Para nabi memberi kita
pengobatan yang tidak tidak dapat dipahami atau dicapai oleh para dokter melalui ekperimen,
hipotesis dan teori yaitu pengobatan psikologis dan spritual. Pengobatan dengan memperkuat
hati serta bersandar dan tawakkal kepada Allah SWT, mencari perlindungan, bersikap rendah
hati dan memperlihatkan kelembutan hati dihadapan-Nya, memohon kepada-Nya, beramal
sholih untuk meraih kasih sayang-Nya dan berdo‟a kepada Allah. Juga dengan bertobat kepada
Allah, memohon ampunan-Nya, melakukan kebaikan terhadap makhluk-Nya, serta membantu
mereka yang sangat membutuhkan dan menderita. Pengobatan-pengobatan ini telah diuji coba
oleh berbagai bangsa dan terbukti kemanjurannya. Para dokter tidak pernah berhasil
memberikan resep serupa, baik melalui eksperimen atau observasi ilmiah [10].
Keyakinan bahwa konsep ini adalah konsep yang paling ideal membentuk suatu
motivasi besar dalam diri setiap muslim untuk dengan bangga mengusung dan
memperkenalkannya sebagai jawaban atas berbagai problematika kedokteran/ pengobatan yang
dihadapi manusia secara umum [10].
13
BAB IV
PENUTUP
Berdasarkan pembahasan dan penjelasan yang sudah disampaikan sebelumnya, penulis
mendapatkan kesimpulan bahwa thibbun nabawi adalah segala sesuatu yang disebutkan didalam
Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih berkaitan dengan kedokteran baik untuk pencegahan
penyakit atau pengobatan. Thibbun nabawi adalah kumpulan petunjuk Nabi Muhammad SAW
dalam kedokteran yang beliau berobat dengannya atau digunakan untuk mengobati orang lain.
Thibbun Nabawi adalah petunjuk Rasulullah berupa formula-formula umum dan praktis yang
dapat digunakan untuk menjaga kesehatan lahir dan batin, termasuk yang berkaitan dengan
terapi atau pengobatan.
Pengobatan dengan metode thibbun nabawi, saat ini sudah diterapkan dan dimanfaatkan
oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari bahkan pada ibu hamil penggunaan thibbun
nabawimeliputi terapi Al-Qur’an, konsumsi habatus sauda, madu, penggunaan minyak zaitun.
Penggunaan thibbun nabawicenderung aman, namun karena ibu hamil merupakan kelompok
yang rentan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ataupun tenaga kesehatan untuk memastikan
kondisi ibu dan janin dalam keadaan sehat dan dapat menggunakan thibbun nabawi
14
DAFTAR PUSTAKA
[1] Acevedo, N., et al. (2019). Histone Acetylation of Immune Regulatory Genes in Human
Placenta in Association with Maternal Intake of Olive Oil and Fish Consumption.
International Journal of Molecular Sciences, 20(5), pp. 1060.
[2] Aiman, Abdul Fatah. 2011. Keajaiban Thibbun Nabawi. Al-Qowwam, Solo
[3] Al-Jauziyah, Ibnu Qoyyim. 2008. Praktek Kedokteran Nabi. Hikam Pustaka.
Yogyakarta
[4] Al-Sadhan, Abdullah. 2009. Cara Pengobatan Dengan Al-Quran; Cetakan Empat.
IslamHouse.com. Jakarta
[5] Budiyarti, Y., & Makiah.2018. Pengaruh terapi murottal Al-Qur’anterhadap tingkat
kecemasan ibu hamil primigravida trimester III di wilayah Puskesmas Pekauman. Jurnal
Citra Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Volume 6 No.2, 89-99.
[6] Candrawati, P., Maternity, D., Utami, V. W., & Putri, R. D. 2021. Minyak zaitun (Olive
oil) untuk mengurangi striae
[7] Erejuwa, O. O. (2012) ‘Management of diabetes mellitus: Could simultaneous targeting
of hyperglycemia and oxidative stress be a better panacea?’, International Journal of
Molecular Sciences, 13(3), pp. 2965–2972. doi: 10.3390/ijms13032965.
[8] Fatahilah, M. (2016) ‘Klinik Pengobatan Thibbun Nabawi di Kota Pontianak’, Jurnal
Online Mahasiswa Arsitektur Universitas Tanjungpura, 4(2), p. 109.
[9] Haspsari Erlin, A. N. (2014) ‘Hubungan Asuan Nutrisi Dengan Kadar HB Pada Ibu
Hamil di BPS Suratini Suwarno Surakarta’, Jurnal KesMaDaSka, Stikes Kusuma
Husada Surakarta, p.
[10] Ibnu Qayyim Al-Jauziyah 2019,Thibbun Nabawi Metode Pengobatan Nabi edisi
lengkap. Jakarta :Griya Ilmu.
[11] Indonesia, M. K. R. (2014) ‘PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN GIZI SEIMBANG
DENGAN’, p. 634.
[12] Islamiyah, N. U. R. (2017) ‘Pengaruh Madu Terhadap Kadar Hemoglobin Remaja Putri
Kelas X Yang Mengalami Anemia’, Naskah Publikasi, p. 5
[13] https://www.verywellhealth.com/health-benefits-of-black-seed-oil-89421
15
16