Proposal Puci
Proposal Puci
KABUPATEN PADANGPARIAMAN
OLEH:
21101724
2024
1
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Alhamdulillah penulis ucapkann Kehadirat Allah SWT atas
rahmat dan karunia-Nya,yang telah memberikan kekuatan dan kesempatan untuk penulis
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dosen yang
berjudul”Pengaruh lingkungan sosial dan motivasi terhadap hasil belajar siswa kelas
tinggi sdn 11 enam lingkung kabupaten padang pariaman ”.
Shalawat beserta salam juga penulis mohonkan kepada Allah SWT, semoga
selalu tercurahkan kepada baginda rasulullah Muhammad SAW yang telah berjasa,
membawa perubahan kepada manusia di muka bumi ini.
Penulis
2
BAB I
PENDAHULUAN
pendidikan.
Pendidikan merupakan salah satu proses yang harus dilalui oleh setiap
individu, karena pendidikan adalah suatu modal yang harus dimiliki seseorang
daya manusia yang berkualitas. Manusia yang berkualitas itu dilihat dari segi
mengikuti perkembangan ilmu yang berada pada setiap masa dan zamannya.
3
Pendidikan sekolah dasar merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk
4
yang mandiri dan berilmu pengetahuan yang tinggi. Didalam pendidikan dasar
Dengan kata lain, pembelajaran adalah penyederhanaan dari kata belajar dan
dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa
merupakan bantuan yang diberikan guru agar dapat terjadi proses peralihan
sikap dan kepercayaan kepada siswa maka dari itu perlu adanya arahan dan
keterampilan, kebiasaan, sikap dan tingkah laku. Tujuan belajar adalah ingin
bergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik ketika ia berada di
17
Sumanto dalam Oemar, (2014: 36) Lingkungan itu mencangkup segala
material dan stimulus didalam dan diluar diri individu, baik yang bersifat
material jasmaniah di dalam tubuh seperti gizi, vitamin, air, zat asam, suhu,
karya orang lain. Pola hidup keluarga, pergaulan kelompok, pola hidup
sehari-hari dan keadaan alam sekitar dengan iklimnya, flora dan faunanya.
Selanjutnya pada hasil observasi yang peneliti lakukan pada hari selasa
18
Lingkung Kabupaten Padangpariaman peneliti menemukan beberapa
menulis dan berbicara, karena sekolah dekat dengan jalan sehingga suara guru
tidak terdengar dari beberapa siswa saat ada kendaraan yang lewat.
belajar sisw yang rendah. siswa tidak fokus dalam mengikuti pembelajar dan
fikirannya tertuju dalam permainan yang ada dalam HP maupun yang ada di
PS.
pada kesehatan siswa yang bisa membuat siswa sakit dan ketinggalan pelajaran
mengetahui ilmu pelajaran yang diberikan karena sudah sibuk dengan game
yang di mainkan baik yang ada dalam hp maupun yang ada dalam PS dan tidak
peduli dengan ilmu yang ia dapatkan. bermanfaat atau tidak untuk masa depan
dia nantiknya.
19
Hasil wawancara yang peneliti lakukan pada hari senin tanggal 27
yaitu ketika diberi pertanyaan oleh guru siswa tersebut kurang percaya diri
dalam menjawab karena takut salah. Hal ini dikarenakan siswa tersebut belum
Kedua, sebagian siswa yang kurang diperhatikan oleh orang tuan, dan
bahkan tidak ada komunikasi pada saat sampai dirumah, seperti orang tua tidak
menanyakan apa pelajaran di sekolat atau ada tugas yang di berikan guru atau
Selanjutnya pada hasil observasi yang peneliti lakukan pada hari kamis
tanggal 9 dan dilanjut hari senin tanggal 13 Agustus 2024 di kelas V di SDN
belajar sisw yang rendah. siswa tidak fokus dalam mengikuti pembelajar dan
20
fikirannya tertuju dalam permainan yang ada dalam HP maupun yang ada di
PS.
pada kesehatan siswa yang bisa membuat siswa sakit dan ketinggalan pelajaran
Keempat, siswa yang acuh tak acuh dengan tugas yang diberikan guru,
siswa tersebut mondar mandir bahkan sering keluar kelas, dan ada sebagian
siswa tidak menghargai guru yang sedang menjelaskan pelajaran, hal ini
bermain hp tanpa batas waktu yang di tentukan, sehingga siswa lalai dalam
tugas yang diberikan guru bahkan siswa tidak ada waktu untuk belajar, karena
sibuk dengan hp nya sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah.
Selanjutnya pada hasil observasi yang peneliti lakukan pada hari selasa
tanggal 14 dan hari rabu tanggal 15 Agustus 2024 pada kelas VI di SDN 11
21
Pertama, peneliti menemukan beberapa siswa yang tidak fokus dengan
belajar sisw yang rendah. siswa tidak fokus dalam mengikuti pembelajar dan
fikirannya tertuju dalam permainan yang ada dalam HP maupun yang ada di
PS.
pada kesehatan siswa yang bisa membuat siswa sakit dan ketinggalan pelajaran
Keempat, sebagian siswa kelas enam ada yang matanya merah karena
kurang tidur di malam hari dan bahkan tertidur saat jam pelajaran berlansung
sehingga siswa kurang fokus dan maksimal dalam menerima penjelasan yang
diberikan guru dan terkadang tugas yang diberikan oleh guru banyak tidak
dikerjakan.
22
Enam lingkung dimana peneliti menemukan beberapa jawaban dari hasil
wawancara diantaranya:
membantu orang tuanya untuk berkerja, seperti membuat sapu, dan ada juga
sebagian siswa yang saat pulang seklah langsung bersiap-siap untuk berjualan
sapu ke padang. Sehingga waktu belajar untuk siswa tidak ada, di karenakan ia
banyak aspek yang di sepelekan oleh orang tua siswa, misalnya saja seperti
siswa pada saat pulang sekolah langsung pergi bermain tanpa adanya perhatian
orang tua, seperti menyakan kegiatan anak di sekolah tadi, apakah ada tugas
atau tidaknya yang di berikan guru. Sehingga dalam hal ini ada suatu
pembiaran atas apa yang ingin di lakukan siswa, tanpa adanya kontrol langsung
siswa, seperti memberikan hp, dan membiarkan siswa bermain hp tanpa batas
Keempat, siswa yang sering tidak pulang kerumah dan bahkan tidur di
masyarakat yang melihat dan bahkan pemilik PS tersebut tidak menegur dan
23
meminta siswa untuk pulang baik untuk menukar baju, belajar, dan makan.
Dari hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan pada hari
selasa tanggal tanggal 7 sampai hari senin tanggal 13 Agustus 2024 dilanjut
pada hari senin tanggal 27 sampai hari kamis tanggal 30 Agustus 2024 pada
data dari masing-masing guru kelas dan dari data yang di dapat peneliti
lingkung dimana dapat di lihat pada tebel nilai PTS di bawah ini:
Tabel 1.1
Nilai PTS Semester 1 Tema 1 sampai tema 3 Kelas IV SDN 11 Enam
lingkung Kabupaten Padang pariaman Mata pelajaran PPKN, BI, MTK, IPA,
IPS, SBDP TP 2024/2025
Mata pelajaran Kelulusan
Nama PPKN BI MTK IPA IPS SBDP
No Siswa KKM KKM KKM KKM KKM KKM T TT
76 75 70 75 76 75
1 IG 70 73 68 75 76 75 3 3
2 L S 70 65 66 70 68 75 1 5
3 MAR 65 58 50 56 66 70 0 6
4 M R 55 77 48 66 66 74 1 5
5 N A P 66 69 55 65 63 65 0 6
6 RLZ 76 75 65 82 58 65 3 3
7 R A 76 74 73 80 80 77 5 1
8 RMS 78 65 70 79 78 76 5 1
9 R M 56 77 70 68 76 74 3 3
10 T M A 65 55 69 76 80 80 3 3
11 V R 66 58 68 77 77 66 2 4
Jumlah 743 746 702 794 788 797
Rata-Rata 67,5 67,8 63,8 72,2 71,6 72,5
Persentase
72% 72% 72% 54% 54% 45%
Tidak Tuntas
Sumber : Hasil Penila Tengah Semester1 Tema 1 sampai tema 3 kelas IV SD N
11 Enam lingkung. Wali kelas Marniati
24
Berdasarkan tabel penilaian hasil belajar pada Penilaian Tengah
belajar siswa kelas VI yang belum mencapai KKM dengan jumlah siswa yang
tidak tuntas dibagi banyak siswa, dikali seratus maka didapatkan hasil pada
mata pelajaran PPKN adalah 72%, Bahasa Indonesia adalah 72%, Matematika
adalah 72%, IPA adalah 54%, IPS adalah 54%, dan SBDP adalah 45%.
Tabel 1.2
Nilai PTS Semester 1 Tema 1 sampai tema 3 Kelas V SDN 11 Enam lingkung
Kabupaten Padangpariaman Mata pelajaran PPKN, BI, MTK, IPA, IPS, SBDP
TP 2024/2025
Mata pelajaran Kelulusan
PPK BI MTK IPA IPS SBDP
Nama
N KKM KKM KKM KKM KKM
No siswa T TT
KKM 69 68 70 69 69
69
1 AA 50 56 30 70 58 69 2 4
2 A K 50 56 38 82 59 68 1 5
3 A P Z 54 68 40 80 69 58 2 4
4 AM 60 70 68 50 68 66 1 5
5 D R 59 69 50 65 67 56 1 5
6 DRP 48 58 48 67 70 70 2 4
7 D A 80 60 69 60 66 100 3 3
8 EEA 58 57 57 85 65 51 1 5
9 FR 66 69 67 70 56 62 2 4
10 I N 75 67 66 68 57 64 1 5
11 K M 67 63 46 75 64 67 1 5
12 M R 68 77 55 72 80 58 3 3
13 M D 69 70 65 70 55 44 3 3
14 M F 69 68 68 58 53 65 2 4
15 M F 48 60 58 69 57 55 0 6
16 M R 53 68 67 67 58 77 1 5
17 N R 55 65 68 66 70 70 3 3
18 N S 67 67 67 66 69 60 1 5
19 N A H 68 66 66 70 68 56 1 5
20 R S 66 54 30 59 55 67 0 6
21 R R 64 67 49 70 65 66 1 5
22 R P 60 70 55 67 68 65 1 5
25
23 SH 58 50 51 66 55 65 0 6
24 SJ 80 69 65 69 65 55 2 4
25 WVP 80 70 65 65 57 50 2 4
Jumlah 1572 1614 1408 1706 1574 1584
Rata-rata 62,9 64,6 56,3 68,2 63 63,4
Persentase
76% 68% 88% 60% 80% 80%
Tidak Tuntas
Sumber : Hasil Penila Tengah Semester1 Tema 1 sampai tema 3 kelas V SD
N 11 Enam lingkung. Wali kelas Eva Rahmayeni
hari selasa tanggal tanggal 7 sampai hari senin tanggal 13 Agustus 2024
dilanjut pada hari senin tanggal 27 sampai hari kamis tanggal 30 Agustus 2024
belajar pada Penilaian Tengah Semester 1 Tema 1 sampai tema 3 Kelas V SDN
terlihat bahwa hasil belajar siswa kelas VI yang belum mencapai KKM dengan
jumlah siswa yang tidak tuntas dibagi banyak siswa, dikali seratus maka
didapatkan hasil pada mata pelajaran PPKN adalah 76%, Bahasa Indonesia
adalah 68%, Matematika adalah 88%, IPA adalah 60%, IPS adalah 80%, dan
Tabel 1.3
Nilai PTS Semester 1 Tema 1 sampai tema 3 Kelas VI SDN 11 Enam
lingkung Kabupaten Padangpariaman Mata pelajaran PPKN, BI, MTK, IPA,
IPS, SBDP TP 2024/2025
Mata pelajaran Kelulusan
Nama
No. PPKN BI MTK IPA IPS SBDP
Siswa T TT
72 71 70 71 72 72
1 AA 70 70 70 70 70 68 1 5
2 CR 68 71 79 69 76 75 4 2
3 DAK 66 68 69 70 67 66 0 6
4 F A 68 67 70 70 80 73 3 3
5 IA 70 73 60 71 70 67 2 4
6 JS 74 75 65 71 73 68 4 2
26
7 LO 70 68 66 76 73 66 2 4
8 MGP 65 65 65 75 68 73 2 4
9 MAN 80 71 69 80 68 58 3 3
10 MHS 77 68 66 68 80 66 2 4
11 MBJ 67 70 67 67 68 70 0 6
12 NJP 68 70 68 66 65 70 0 6
13 N 69 69 69 65 65 73 1 5
14 RAF 69 70 68 67 67 65 0 6
15 RP 70 72 75 78 55 68 3 3
16 RM 72 74 65 67 56 65 2 4
17 SM 75 68 68 66 63 72 2 4
18 TUK 70 72 68 67 55 70 1 5
19 YH 70 70 67 69 73 73 2 4
Jumlah 1338 1331 1294 1332 1292 1306
Rata-rata 70,4 70 68,1 70,1 68 68,7
Persentase
73% 63% 78% 68% 73% 68%.
Tidak Tuntas
Sumber : Hasil Penila Tengah Semester1 Tema 1 sampai tema 3 kelas VI
SD N 11 enam lingkung . Wali kelas Titik Darmayanti
siswa kelas VI yang belum mencapai KKM dengan jumlah siswa yang tidak
tuntas dibagi banyak siswa, dikali seratus maka didapatkan hasil pada mata
adalah 78%, IPA adalah 68%, IPS adalah 73%, dan SBDP adalah 68%.
suatu perubahan dari pengalaman yang didapat oleh siswa yang mengalami
27
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan
pada hari selasa tanggal tanggal 7 sampai hari senin tanggal 13 agustus 2024
dilanjut pada hari senin tanggal 27 sampai hari kamis tanggal 30 agustus 2024
2024/2025, terlihat bahwa hasil belajar siswa kelas tinggi di SDN 11 enam
lingkung bervariasi, dan ada beberapa mata pelajaran yang masih banyak
bahwa lingkungan sosial terhadap hasil belajar. Jadi dari penjelasan teori dari
para ahli tersebut peneliti tertari untuk meneliti dan penelit ingin mengangkat
B. Identifikasi Masalah
guru dan sibuk dengan aktifitasnya sendiri seperti mengambar, menulis dan
28
4. Pada saat pulang sekolah siswa lansung membantu orang tua maupun
siswa dengan orang tua, dimana pulang sekolah lansung bermain, dan
dibiarkan oleh orang tua apa yang inggin diperbuat oleh siswa.
6. Orang tua memberikan fasilitas tanpa ada pertatian dan batas waktu dengan
7. Siswa melihat coretan yang tidak pantas di dinding yang ada di sekitar
9. Berdasarkan observasi yang dilakukan ada beberapa siswa yang kurang aktif
10. Siswa yang sedang mencoret-coret buku ketika guru menerangkan dan
terlihat tidak peduli dengan apa yang diucapkan guru, namun pada saat
diberikan.
11. Terlihat jelas bahwa hasil belajar siswa kelas tinggi SDN 11 Enam
lingkung masih banyak yang belum tuntas dan bahkan hanya mencapai
KKM saja.
C. Batasan Masalah
29
Berdasarkan identifikasi masalah ternyata banyak faktor-faktor yang
pembelajaran. Untuk memperoleh ruang lingkup penelitian yang jelas dan tidak
penelitian pada : “pengaruh lingkungan sosial terhadap hasil belajar siswa kelas
D. Rumusan Masalah
ialah: Apakah pengaruh lingkungan sosial terhadap hasil belajar siswa kelas
E. Tujuan Penelitian
Pariaman.
F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
terhadap hasil belajar siswa kelas tinggi SDN 11 Enam lingkung Kabupaten
Padang Pariaman.
2. Manfaat Praktis
30
a. Orang tua, Menbantu orang tua dalam menumbuhkan motivasi kedalam
diri siswa agar bisa fokus dalam belajar dan menuntut ilmu.
bangku perkuliahan.
pada pendidikan
31
BAB II
A. Kajian Teori
1. Hasil belajar
proses belajar mengajar. Pencapaian itu didasarkan atas tujuan yang telah
dan psikomotor.
perubahan yang terjadi pada diri siswa , baik menyangkut aspek kognitif,
32
Dari teori diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar
psikomotor .
33
b. Macam – macam Hasil Belajar
konsep , keterampilan proses dan sikap siswa. Berikut ini penjelasan dari
1) Pemahaman Konsep
2) Keterampilan Proses
3) Sikap
46
dan teknik tertemtu terhadap dunia sekitarnya baik berupa individu –
yang ada dari dalam siswa dan dari luar siswa. Berikut faktor faktor yang
1) Faktor Intern
dan kelelahan.
a) Faktor Fisiologis
Ada dua hal yang masuk kategori faktor fisiologis yaitu keadaan
dalam belajar.
47
pancaindra. Apabila pancaindra berfungsi dengan baik maka
b) Faktor psikologis
(1)Kecerdasan siswa
(2)Motivasi
48
yang datang dari luar diri individu, tetapi memberikan pengaruh
(3)Minat
yang diinginkan.
(4)Sikap
(5)Bakat
prestasi sampai tingkat tertentu. Maka dari itu bakat akan dapat
49
(6)Rasa Percaya Diri
diri tidak kuat maka seseorang itu akan menjadi takut dalam
belajar.
c) Faktor Kelelahan
hilang.
2) Faktor Ekstern
a) Faktor keluarga
50
b) Faktor sekolah
tugas rumah.
c) Faktor masyarakat
2. Lingkungan Sosial
a. Pengertian Lingkungan
Tanpa bantuan lingkungannya, manusia tanpa daya apa-apa, dan tak akan
51
menjadi apa-apa. Untuk menjadi berdaya ,manusia terus menerus harus
bagi manusia .
segala material dan stimulus didalam dan diluar diri individu, baik yang
secara sosio-cultural.
52
lingkungan secara fisiologis, sikologis dan sosio-kutural adalah sebagai
berikut:
jasmaniah didalam tubuh seperti gizi, vitamin, air, zat asam, suhu,
jasmani.
Eka Permana (2014), Berdasarkan hasil uji deskriptif kuantitatif dan uji
53
korelasi menunjukkan bahwa ada lingkungan sosial berpengaruh
segala sesuatu yang dapat mempengaruhi individu, baik yang berasal dari
dalam diri individu maupun yang berasal dari luar diri individu.
1) Keluarga
2) Sekolah
Anak yang tidak pernah sekolah akan ketinggalan dalam berbagai hal.
3) Masyarakat
54
kota berbeda pola fikirnya dengan anak-anak yang berada di desa.
Semua perbedaan sikap dan pola pikir adalah akibat pengaruh dari
segala sesuatu yang ada dalam dunia ini yang bukan manusia, seperti
pertumbuhan fisik kita. Suatu makanan atau minuman yang telah kita
ada yang kita terima secara langsuang dan ada yang tidak langsung.
surat kabar, dan sebagainya, dan dengan berbagai cara yang lain.
55
1) Individu bertentangan dengan lingkungannya.
yakni individu itu senang tiasa berusaha untuk “menyesuaikan diri” (dalam
arti luas) dengan lingkungannya. Dalam arti luar menyesuaikan diri iru
berarti:
yang telah biasa mereka lakukan di tempat asalanya. Juga cara hidup
didatanginya.
56
Berdasarkan penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa sifat-
sifat dan watak kita adalah hasil interaki antar pembawaan-keturunan dan
memperlihatkan suri teladan yang baik dan rajin khususnya dalam hal
milikinya.
57
Menurut patterson dan Loeber dalam Muhibin Syah (2010 : 135)
kegiatan belajar ialah orang tua, dan keluarga siswa itu sendiri”. Sifat-
baik atau buruk terhadap pendidikan yang dicapai oleh siswa. Contoh:
(familly agament praktice ) yang keliru, seperti kelalaian orang tua dalam
Dalam hal ini, bukan saja anak tidak mau belajar melaikan juga ia
lingkungan sosial ada yang di terima secara langsung dan ada yang tidak
lingkungan sosial itu ada yang kita terima secara langsung dan ada yang
58
tidak langsung, pengaruh yang secara langsung seperti dalam kehidupan
lingkungan sosial kita, karena interaksi ini maka tiap-tiap orang adalah
satu sama lain. Jika dalam hal individu-individu yang memiliki beberapa
personality.
suasana rumah
2) Dari lingkungan sekolah meliputi relasi guru dengan guru dan relasi
59
3) Dari lingkungan sosial meliputi bentuk kehidupan masyarakat dan
teman bergaul.
3. Motivasi belajar
a. Pengertian Motivasi
1) Motivasi
serta arah umum dari tingkah laku manusia ,merupakan konsep yang
sekolah, akan tetapi pada saat yang sama ada kekuatan-kekuatan lain,
berprestasi di sekolah.
60
seperti kegiatan, intensitas, konsistensi serta tingkah laku
proses munculnya dorongan dari dalam diri maupun dari luar yang
mental seperti berfikir dan ingatan. (2) perilaku yang timbul dan
terarah karena keadaan ini, dan (3) goal atau tujuan yang dituju oleh
61
tersebut timbullah perilaku dan dari perilaku itu menginginkan
62
menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung
motivasi, yaitu dorongan yang ada dalam diri individu yang berupa
secara tulus.
2) Motivasi Belajar
63
tingkah laku, pada umumnya tentang beberapa indikator atau unsur
sebagai berikut : (1) adanya hasrat dan keinginan berhasil ; (2) adanya
kebutuhan dan dorongan dalam belajar; (3) adanya harapan dan cita-
cita masa depan; (4) adanya penghargaan dalam belajar; (5) adanya
b. Fungsi Motivasi
mengubah energi dalam diri seseorang dalam bentuk aktifitas nyata untuk
(2015:05).
64
3. Motivasi sebagai penggerak. Besar kecilnya motivasi akan
c. Jenis Motivasi
a) Pendekatan kebutuhan.
kebutuhan itu.
65
(4)Kebutuhan untuk berprestise yakni kebutuhan yang erat
b) Pendekatan fungsional.
kegiatan.
akan terjadi.
c) Pendekatan deskriptif.
66
simpulkan kebutuhan manusia sifatnya bertingkat-tingkat atau
belajar ada dua jenis yaitu: (1) motivasi intrinsi, dan (2) motivasi
diri orang yang bersangkutan tanpa rangsangan atau bantuan orang lain.
2017:152).
e. Sifat Motivasi
didik dan berguna dalam situasi belajar yang fungsional. Dalam hal
ini, pujian atau hadiah atau yang sejenisnya tidak diperlukan, karena
67
b) Motivasi ekstrinsik, Adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor-
faktor dari luar situasi belajar, seperti: angka , kredit, ijazah, tingkatan,
lainya yang dimana sifat motivasi ada yang timbul dari dalam diri
individu itu sendiri dan ada yang timbul dari luar diri individu.
f. Indikator Motivasi
diantaranya:
prestasinya).
7) Senang dan rajin belajar ,penuh semangat, cepat bosan dengan tugas-
68
sudah yakin akan sesuatu, tidak mudah melepaskan hal yang diyakini
tersebut).
organizational citizenship.
B. Penelitian Relevan
dilakukan oleh;
Sosial Dan Tingkat Pendidikan Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Akidah
Akhlak Pada Siswa Kelas IV dan V Min I Gresik”. Pada hasil penelitian
sosial terhadap hasil belajar akidah akhlak siswa artinya hasil belajar siswa
69
dipengaruhi oleh beberapa faktor dari lingkungan sosial (2) terdapat
pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap hasil belajar akidah akhlak
siswa artinya semakin tinggi pendidikan orang tua maka pengetahuan dan
pemahaman yang lebih baik (3) terdapat pengaruh lingkungan sosial dan
tingkat pendidikan orang tua terhadap hasil belajar akidah akhlak siswa
artinya semakin baik lingkungan sosial dan tingkat pendidikan orang tua
siswa, maka semakin baik pula hasil belajar yang dimiliki oleh siswa.
dan t-tabel =1,698 = t-hitung > t-tabel pada taraf nyata 0.05. Hal ini
sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial anak didik, baik itu lingkungan
70
keluarga, sekolah dan masyarakat. Dapat dilihat dari jawaban responden
yang mencapai 66%, hal ini menandakan bahwa dari lingkungan sosial yang
kondusif maka hasil belajar siswa pula akan meningkat. Ketiga unsur
pertumbuhannya.
C. Kerangka Pikir
Lingkungan sosial
(y)
Motivasi Belajar
(X2)
dan motivasi terhadap hasil belajar siswa untuk menjamin masa depannya.
71
turut menentukan keefektifan dalam mengikuti pembelajaran baik yang ada
yang cukup baik dan yang cukup mendukung. Dengan demikian, seorang
baik yang datang dari dalam (internal) maupun yang datang dari luar
pentingnya pendidikan.
yang ada di sekolah. Oleh karena itu Lingkungan sosial dan motivasi
demi masa depannya yang terjamin dan itu mempengaruhi siswa dalam
bisa menjadi siswa yang berprestasi dan dibanggakan baik dari keluarga,
lingkungan sosial maka semakin tinggi pula hasil belajar siswa untuk
72
mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh, namun sebaliknya semakin
semakin redah pula motivasi terhadap hasil belajar siswa dalam mengikuti
D. Hipotesis
menghubungkan dari teori yang relevan dengan kenyataan yang ada atau fakta,
atau dari kenyataan dengan tgeori yang relevan. Hipotesis juga dapat dikatakan
sebagai kesimpulan sementara suatu hubungan variabel dengan satu atau lebih
variabel lainnya sehingga hipotesis dapat dikatakan sebagai suatu prediksi yang
penelitian ini perlu diuji kebenarannya secara empiris. Berdasarkan kajian teori
2. Hipotesis nol (Ho): Tidak terdapat pengaruh lingkungan sosial dan motivasi
73
BAB III
METODE PENELITIAN
A. JENIS PENELITIAN
tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Adanya hubungan antara dan
tingkat variabel ini penting, karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang
variabel lainya.”
ada, berapa eratnya hubungan serta berarti atau tidak hubungan itu. Kesimpuan
hubungan.”
74
B. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Tempat Penelitian ini akan dilaksanakan di SDN 11 Enam lingkung , Pauh , parit
malintang , Kabupaten Padangpariaman Provinsi Sumatera Barat. Waktu penelitian ini akan
1. Populasi Penelitian
Menurut Riduwan (2010: 11) Populasi adalah objek/subjek yang berada pada suatu
Menurut Sugiyono (2017: 117) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas:
obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan kareakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan menurut Sukardi
(2016:54) populasi adalah semua anggota kelompok yang menjadi target kesimpulan dari
hasil akhir suatu penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada
Tabel 3.1 Distribusi populasi jumlah siswa kelas tinggi di SDN 11 enam lingkung
2. Sampel Penelitian
Menurut Arikunto (2016: 174) sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang
diteliti. Menurut Sugiyono (2017:118) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik
75
yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sementara itu, menurut Sukardi (2016:54) sampel
adalah sebagian dari jumlah populasi yang dipilih untuk sumber data. Sedangkan menurut
Sugiono (2013:181) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang di miliki oleh
populasi. Dengan kata lain, sampel adalah himpunan bagian dari populasi. Menurut
Sugiyono (2017: 124) sampling jenuh adalah teknik penentuan bila semua anggota
populasi digunakan sebagai sampel. Menurut Riduwan (2010: 64) sampling jenuh adalah
teknik pengambilan sampel apabila semua populasi digunakan sebagai sampel dan dikenal
juga istilah sensus. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas tinggi di SD
N 11 enam lingkung.
1. Variabel Penelitian
Menurut Sugiono (2016:38) variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau
nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dengan kemudian variabel
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel
terikat pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas tinggi.
2. Data Penelitian
76
a. Data primer
Menurut Sugiyono (2017: 193) data primer adalah data yang langsung
memberikan data kepada pengumpulan data. Dalam penelitian ini data primernya adalah
yang diperoleh dari responden dengan mengajukan angket kepada siswa kelas tinggi di
SD N 11 Nan Sabaris Mengenai Pengaruh lingkungan sosial terhadap hasil belajar siswa
b. Data sekunder
Data sekunder Menurut Sugiyono (2017: 193) adalah sumber data tidak
langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau
lewat dokumen. Data sekunder adalah data yang didapatkan dari pihak lain, tidak
langsung dari subjek peneliti. Adapun kiranya data sekunder adalah jumlah siswa.
Data sekunder merupakan data penelitian yang diperoleh dari pihak perantara
sebagai data penunjang. Data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari guru kelas
tinggi yang bersangkutan. Dalam hal ini data sekundenya adalah hasil pengamatan
E. PROSEDUR PENELITIAN
Secara umum prosedur penelitian dapat dibagi atas tiga tahap, yaitu:
1. Tahap persiapan
Pada tahap persiapan ini disiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan
77
d. Menetapkan kelas yang akan diteliti adalah kelas tinggi.
2. Tahap pelaksanaan
angket yang telah dibagikan. Yang akan di laksanakan pada SDN 11 Enam lingkung .
3. Tahap penyelesaian
a. Mengolah data dari hasi yang didapat pada angket yang telah diisi oleh siswa kelas
tinggi.
b. Menarik kesimpulan dari hasil yang diperoleh sesuai dengan teknik analisis yang
digunakan.
F. DEFINISI OPERASIONAL
1. Lingkungan adalah meliputi semua kondisi dalam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu
kitakecuali gen-gen
2. Sosial adalah merupakan bagian yang tidak utuh dari sebuah hubungan manusia sehingga
3. Lingkungan sosial adalah lingkungan yang dapat mempengaruhi individu yang ada di
sekitarnya, baik secara langsung maupun tidak langsung serta lingkungan sosial sangat
4. Motivasi adalah dorongan atau daya penggerak yang ada di dalam maupun di luar diri
seseorang untuk melakukan tindakan demi mencapai suatu tujuan. Motivasi dapat
dirangsang oleh faktor luar untuk menimbulkan motivasi dalam diri seseorang.
78
5. hasil belajar adalah perubahan yang diperoleh siswa dalam mengikuti pelajaran atau dalam
pengalaman yang diperoleh oleh siswa secara sadar baik itu dari hasil pengetahuan
Peneliti ini membutuhkan data yang berupa hasil belajar siswa. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran angket. Penyebaran angket pada
siswa kelas tinggi, digunakan untuk mengumpulkan data untuk memperoleh informasi dari
responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket dan studi dokumentasi,
yaitu:
1. Angket
pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti
laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Dalam penelitian jenis ini angket
yang dipakai adalah angket tertutup, dengan maksud subyek yang dikenai angket tinggal
Guttman. Menurut Sugiono (2012:139), dengan skala guttman ini akan didapat jawaban
yang tegas terhadap suatu permasalahn yang dinyatakan, yaitu ya-tidak, benar –salah,
pernah-tidak, positif –negatif. Data yang diperoleh terdiri dari dua interval, yaitu setuju
atau tidak setuju. Skala Guttman dapat dibuat bentuk pilihan ganda dan bisa juga dibuat
79
dalam bentuk checklist. Jawaban responden dapat berupa skor tertinggi bernilai (1) dan
skor terendah (0), adapun pilihan jawaban yang disediakan sebagai berikut:
Sifat pernyataan
Pernyataan sikap
Positif Negatif
Ya 1 0
Tidak 0 1
Sumber: Riduwan (2008:134)
Tabel 3.3 kisi-kisi instrumen penelitian, pengaruh lingkungan sosial terhadap hasi
belajar siswa.
Variabel Indikator Sub Indikator
80
belajar.
16. Adanya kegiatan yang menarik
dalam belajar
17. Adanya lingkungan belajar yang
kondusif, sehingga
memungkinkan seorang siswa
dapat belajar dengan baik
2. Dokumentasi
penelitian ini studi dokumentasi berupa jumlah siswa kelas tinggi, hasil diskusi siswa, jenis
kelamin, dan biodata siswa. Metode ini penulis gunakan untuk menggali data yang bersifat
dokumenter yang berhubungan dengan variabel penelitian yang tersimpan dalam catatan
absensi diswa.
Teknik analisa data ini berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan
masalah dan hipotesis yang di ajukan dalam penelitian ini. Angket yang telah diisi oleh siswa
Uji coba instrumen dilakukan untuk mengetahui apakah intrumen yang digunakan
tersebut benar-benar valid dan yang reliabel. Validitas instrumen adalah kemampuan suatu
alat ukur yang mampu mengukur apa yang harus diukur, sedangkan reliabelitas adalah
kemampuan suatu alat ukur untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten dalam
waktudan tempat yang berbeda, serta mengetahui pemahaman responden terhadap butir-
butir pertanyaan. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas tinggi SD N 11
Enam lingkung, karena siswa memiliki karakteristik yang hampir sama dengan siswa SD N
81
11 Enam lingkung . Seperti sekolah juga dekat dengan jalan raya, sekolah nya satu gugus,
dan siswa kelas tinggi di SD N 10 Nan Sabaris jumlahnya hampir sama dengan siswa kelas
tinggi yang ada di SD N 11 Enam lingkung, dan hasil nilai ujian PTS nya pun hampir
sama.
a. Validitas
n Σ xy −( Σ x ) . ( Σ y )
r xy
√¿¿
Keterangan :
∑xy= Jumlah hasil penelitian tiap-tiap skor asli dari variabel x dan y
r √ n−2
t hitung =¿
√ 1−r ²
Keterangan :
t hitung = Nilai t.
N = Jumlah sampel.
82
Dengan ketentuan t hitung ≥ t tabel berarti valid dan jika t hitung ≤ t tabel berarti tidak
valid.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah ketetapan alat evaluasi dalam melaksanakan tugas. Suatu tes
dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat
memberikan hasil yang tetap. Reliabilitas juga merujuk kepada konsistensi skor yang
dicapai oleh orang sama ketika mereka diuji ulang dengan tes yang sama pada waktu
yang berbeda. Menurut Arikunto (2010 :221), “realibilitas menunjuk pada suatu
pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai
r ¹¹ =
k
k−1 (
1−
∑ S¡
ST )
Dimana :
Keterangan:
r ¹¹ = Nilai Reliabelitas
K = Jumlah item
2
∑Xi = jumlah kuadrat item x¡
83
¿ = Jumlah item x¡ di kuadratkan.
N = Jumlah responden
Sebagai tolak ukur, menurut Arikunto (2006: 276) criteria besarnya koefisien
Dari hasil analisis uji kehandalan instrument untuk variabel Lingkungan sosial
(X). uji ini dilakukan untuk menujuk sejauh mana hasil pengukuran relatif konsisten
apabila pengukuran terhadap aspek yang sama. Pengujian ini bertujuan untuk menguji
apakah pengukuran yang dilakukan reliabel. Jika nilai mendekati 1 maka, berarti bahwa
jawaban responden akan cenderung sama walaupun diberikan pada responden yang
berbeda.
a. Uji Normalitas
distribusi normal. Data yang baik adalah data yang mempunyai pola distribusi normal
yang tidak melenceng kekiri atau kekanan. Normalitas dapat dilakukan dengan
Kriteria normal:
84
Jika signifikansi > 0,05 maka H o diterima
b. Uji Homogenitas
c. Uji hipotesis
analisis korelasi sederhana untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan
n Σ xy −( Σ x ) . ( Σ y )
r xy =
√¿¿
Keterangan :
∑xy = Jumlah hasil penelitian tiap-tiap skor asli dari variabel xdan y
85
∑x = Jumlah skor asli variabel x
r hitung ≤r tabel│maka H a ditolak atau variabel bebas tidak berhubungan dengan variabel
terikat (tidak signifikan). Untuk melakukan uji signifikan korelasi digunaka uji-t
r √ n−2
dengan rumus: t hitung=
√ 1−r 2
keterangan:t hitung = nilai t
n= jumlah sampel
kaidah pengujian:
P = r2 x 100%
86
DAFTAR PUSTAKA
87
The low learning outcomes in high grade students at SDN 11 Enam Lingkung are due to a significant percentage of students not meeting the minimum completeness criteria (KKM) in various subjects. For Class IV, the percentages of students not completing PPKN, Bahasa Indonesia, and Mathematics are 72%, while IPA and IPS are at 54% and SBDP at 45% . Similarly, in Class V, PPKN has a 76% failure rate, Bahasa Indonesia 68%, Mathematics 88%, IPA 60%, and both IPS and SBDP are at 80% . These low outcomes are influenced by external factors like the social environment, which include familial, school, and broader social community interactions as catalysts for the students' performances .
Motivation interacts with a student's environment by either amplifying or mitigating the effects of educational influences present in their surroundings. Environmental factors such as supportive parental involvement, positive peer influences, and encouraging educational settings provide external motivation that can enhance the internal drives of students to succeed academically . Conversely, negative influences like unsupportive family dynamics or peer pressure against academic success can reduce motivation, leading to poorer educational outcomes . Therefore, the synergy between motivation and environment is crucial in determining a student’s educational success .
The psychological environment within the school affects student learning by shaping the students' emotional and cognitive responses to educational stimuli. A positive psychological environment characterized by supportive teacher-student interactions increases students' motivation and engagement, fostering better academic performance . Conversely, a negative or stressful psychological environment can lead to anxiety or disengagement, which detrimentally affects learning outcomes. The sentiment of belonging and emotional safety within the school is crucial for students to thrive academically . Effective psychological environments encourage resilience and adaptability, which are essential for learning and academic success .
The social environment beyond the family, including school and community interactions, has a profound impact on student learning. Engagements with peers, teachers, and community figures can influence students' attitudes and behaviors relating to learning . Positive peer interactions and supportive teacher relationships often lead to enhanced student motivation and better learning outcomes. Conversely, negative experiences or societal pressures for conformity can discourage academic pursuits and reduce academic achievements . Community values and ideologies, as components of the broader social environment, also play a pivotal role in shaping students' educational and behavioral expectations .
Yes, the relationship between parents and children significantly influences students' willingness to engage in learning activities. Supportive and communicative parental relationships foster a nurturing environment provoking curiosity and a positive attitude towards learning . Parental involvement in education and consistent communication about school and its importance can encourage students to become more engaged and motivated in their academic pursuits . In cases where there is neglect or lack of engagement from parents, students may become disinterested and less participative in school activities .
The socioeconomic environment of a student's family can significantly impact educational outcomes. The way parents manage family dynamics, such as monitoring children's activities and providing educational support, can influence whether children develop and maintain positive learning behaviors . Furthermore, economic stability affects the ability of parents to provide educational resources, while the educational background of parents influences children's cognitive and emotional development . A well-supported and monitored learning environment at home has been correlated with better academic performance .
The school environment plays a crucial role in influencing student learning outcomes by shaping the interactions between students and educators, as well as between peers. Positive interactions within a school's social setting, through relationships with teachers and classmates, can enhance motivation and engagement in learning . A supportive school environment helps in bolstering students' intellectual growth and emotional development, thus fostering improved educational outcomes . However, lack of engagement or negative social interactions can detrimentally impact student performance .
Indicators used to assess the social environment's impact on student learning include the quality of parent-child relationships, household economic conditions, and the educational climate within the family environment . Additionally, school-based indicators such as teacher-student relationships, peer cohesion, and the overall supportiveness of the school environment are important . Community influences, including local educational values, peer group dynamics, and societal expectations, also serve as indicators. Together, these factors converge to provide a comprehensive assessment of how the social environment influences student learning outcomes .
The completion rates between Grades IV and V at SDN 11 Enam Lingkung show noticeable differences. For Grade IV, 72% of students did not meet the KKM in PPKN, Bahasa Indonesia, and Mathematics, while for Grade V, the rates are higher in Mathematics with 88% not completing and slightly higher in PPKN at 76% . IPS and SBDP non-completion rates in Grade V are both at 80%, significantly higher than 54% and 45% respectively in Grade IV, indicating a varied challenge level in these subjects across the grades .
External environmental factors contribute to educational disparities between urban and rural settings through differences in available resources, societal expectations, and peer influence. Urban environments often provide more educational resources and opportunities, leading to differences in cognitive and societal development compared to rural areas . These environments condition students differently, where urban children might have access to diverse learning materials and exposure to competitive environments, thus achieving higher education outcomes. In contrast, rural students may face challenges due to limited access to educational supports and less stimulating social environments, impacting their learning achievements .