0% found this document useful (0 votes)
33 views63 pages

Proposal Puci

Proposal penelitian

Uploaded by

Puci Putri rinda
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
33 views63 pages

Proposal Puci

Proposal penelitian

Uploaded by

Puci Putri rinda
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd

PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL

BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SDN 11 ENAM LINGKUNG

KABUPATEN PADANGPARIAMAN

OLEH:

PUCI PUTRI RINDA

21101724

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)

SEKOLAH TINGGI ILMU KEGURUAN DAN ILLMU PENDIDIKAN (STKIP)

NASIONAL PADANG PARIAMAN

2024

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Alhamdulillah penulis ucapkann Kehadirat Allah SWT atas
rahmat dan karunia-Nya,yang telah memberikan kekuatan dan kesempatan untuk penulis
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dosen yang
berjudul”Pengaruh lingkungan sosial dan motivasi terhadap hasil belajar siswa kelas
tinggi sdn 11 enam lingkung kabupaten padang pariaman ”.

Shalawat beserta salam juga penulis mohonkan kepada Allah SWT, semoga
selalu tercurahkan kepada baginda rasulullah Muhammad SAW yang telah berjasa,
membawa perubahan kepada manusia di muka bumi ini.

Dalam penyusunan proposal ini,penulis menghadapi berbagai kesulitan ,yang


akhirnya dapat diselesaikan dengan bantuan,dukungan,bimbingan,dan arahan dari
berbagai pihak.

Padang Pariaman,16 September 2024

Penulis

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan sejatinya sudah ada semenjak awal manusia diciptakan di

muka bumi ini. Seiring berkembangnya permikiran manusia, maka berkembang

pula isi dan bentuk termasuk perkembangan penyelenggaraan pendidikan. Ini

sesuai dengan kemajuan manusia dalam pemikiran dan ide-ide tentang

pendidikan.

Pendidikan merupakan salah satu proses yang harus dilalui oleh setiap

individu, karena pendidikan adalah suatu modal yang harus dimiliki seseorang

untuk meningkatkan kesejahteraan dalam hidupnya. Pendidikan tidak dapat

dipisahkan dengan upaya yang harus dilakukan untuk mengembangkan sumber

daya manusia yang berkualitas. Manusia yang berkualitas itu dilihat dari segi

pendidikannya. Karena tanpa pendidikan seseorang tidak akan mampu

mengikuti perkembangan ilmu yang berada pada setiap masa dan zamannya.

Sejalan dengan UU No 20 Th 2003 pasal 1 ayat 1 menyatakan

pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

belajar dan peoses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan

potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian

diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan

dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

3
Pendidikan sekolah dasar merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk

membentuk karakteristik seorang siswa dalam dirinya agar menjadi pribadi

4
yang mandiri dan berilmu pengetahuan yang tinggi. Didalam pendidikan dasar

tentu adanya proses dimana seorang siswa bisa mengembangkan

pengetahuannya yaitu dengan memberikan pembeajaran yang akan menunjang

perkembangan ilmu pengetahuan dan membentuk karakter siswa tersebut.

Pembelajaran merupakan ringkasan dari kata belajar dan mengajar.

Dengan kata lain, pembelajaran adalah penyederhanaan dari kata belajar dan

mengajar (BM), proses belajar mengajar (PBM), atau kegiatan belajar

mengajar (KBM). Pembelajaran adalah proses untuk membantu siswa agar

dapat belajar dengan baik (Susanto, 2013:19)

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara siswa dengan guru,

dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa

yang saling bertukar informasi. Menurut wikepedia bahwa pembeljaran

merupakan bantuan yang diberikan guru agar dapat terjadi proses peralihan

ilmu dan pengetahuan, penguasaan, kemahiran dan tabiat, serta pembentukan

sikap dan kepercayaan kepada siswa maka dari itu perlu adanya arahan dan

kerjasama dari guru dan pihak sekolah.

Belajar merupakan suatu proses tindakan atau pengalaman yang terjadi

untuk mendapatkan sesuatu yang baru berupa, pengetahuan, kemauan,

keterampilan, kebiasaan, sikap dan tingkah laku. Tujuan belajar adalah ingin

mendapat pengetahuan, keterampilan dan penanaman sikap dan nilai

(Sadirman, 2012:28). Berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan

bergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik ketika ia berada di

sekolah maupun dilingkungan rumah maupun keluarganya sendiri.

17
Sumanto dalam Oemar, (2014: 36) Lingkungan itu mencangkup segala

material dan stimulus didalam dan diluar diri individu, baik yang bersifat

fisiologis, psikologis, maupun sosio-kultural. dengan demikian lingkungan

dapat di artikan secara fisiologis, lingkungan meliputi segala kondisi dan

material jasmaniah di dalam tubuh seperti gizi, vitamin, air, zat asam, suhu,

sistem syaraf, peredaran darah, pernapasa, pencernaan makanan, kelenjar-

kelenjar indoktrin, sel-sel pertumbuhan, dan kesehatan jasmani. Secara

psikologis, lingkungan mencangkup segenap stimulasi yang di terima oleh

individu mulai sejak kelahiran sampai kematiannya, stimulasi (sifat-sifat,

interaksi). dan secara sosio-kultural, lingkungan mencangkup segenap

stimulasi, interaksi dan kondisi dalam hubungan dengan perlakuan ataupun

karya orang lain. Pola hidup keluarga, pergaulan kelompok, pola hidup

masyarakat, latihan, belajar, pendidikan, pengajaran, bimbingan, dan

penyuluhan, adalah termasuk kedalam lingkungan.

Lingkungan sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan

siswa, lingkungan adalah keluarga yang mengasuh dan membesarkan siswa,

sekolah tempat mendidik, masyarakat tempat anak bergaul juga bermain

sehari-hari dan keadaan alam sekitar dengan iklimnya, flora dan faunanya.

Besar kecilnya pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan

perkembangannya bergantung kepada keadaan lingkungan siswa itu sendiri

serta jasmnani dan rohaninya.

Selanjutnya pada hasil observasi yang peneliti lakukan pada hari selasa

tanggal 7 dan rabu tanggal 8 Agustus 2024 di kelas IV di SDN 11 Enam

18
Lingkung Kabupaten Padangpariaman peneliti menemukan beberapa

pemasalahan sebagai berikut:

Pertama, peneliti menemukan beberapa siswa yang tidak fokus dengan

penjelasan guru dan sibuk dengan aktifitasnya sendiri seperti mengambar,

menulis dan berbicara, karena sekolah dekat dengan jalan sehingga suara guru

tidak terdengar dari beberapa siswa saat ada kendaraan yang lewat.

Kedua, peneliti juga menemukan sebahagian dari siswa kela IV yang

kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran yang di berikan guru dan

tidak fokus dalam mengkuti pembelajaran sehingga berdampak pada hasil

belajar sisw yang rendah. siswa tidak fokus dalam mengikuti pembelajar dan

fikirannya tertuju dalam permainan yang ada dalam HP maupun yang ada di

PS.

Ketiga, peneliti menemukan ada warung yang menjadi tempat

tongkrogan bapak-bapak, dan juga berdampak terhadap kesehatan siswa,

karena bapak-bapak di sanan merokok, (polusi udara). sehingga berpengaruh

pada kesehatan siswa yang bisa membuat siswa sakit dan ketinggalan pelajaran

apabila siswa tidak hadir kesekolah.

Keempat, siswa yang kurang termotivasi untuk mengikuti dan

mengetahui ilmu pelajaran yang diberikan karena sudah sibuk dengan game

yang di mainkan baik yang ada dalam hp maupun yang ada dalam PS dan tidak

peduli dengan ilmu yang ia dapatkan. bermanfaat atau tidak untuk masa depan

dia nantiknya.

19
Hasil wawancara yang peneliti lakukan pada hari senin tanggal 27

september 2021 pada kelas IV di SDN 11 Enam Lingkung Kabupaten

Padangpariaman peneliti menemukan beberapa pemasalahan sebagai berikut:

Pertama, beberapa siswa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran,

yaitu ketika diberi pertanyaan oleh guru siswa tersebut kurang percaya diri

dalam menjawab karena takut salah. Hal ini dikarenakan siswa tersebut belum

yakin dengan kemampuanya dan malu untuk mengeluarkan pendapat.

Kedua, sebagian siswa yang kurang diperhatikan oleh orang tuan, dan

bahkan tidak ada komunikasi pada saat sampai dirumah, seperti orang tua tidak

menanyakan apa pelajaran di sekolat atau ada tugas yang di berikan guru atau

tidak, tetapi orang tua hanya sibuk dengan pekerjaannya.

Selanjutnya pada hasil observasi yang peneliti lakukan pada hari kamis

tanggal 9 dan dilanjut hari senin tanggal 13 Agustus 2024 di kelas V di SDN

11 Enam Lingkung Kabupaten Padangpariaman peneliti menemukan beberapa

pemasalahan sebagai berikut:

Pertama, peneliti menemukan beberapa siswa yang tidak fokus dengan

penjelasan guru dan sibuk dengan aktifitasnya sendiri seperti mengambar,

menulis dan berbicara, dan kurang termotivasi untuk mengetahui ilmu

pelajaran yang diberikan oleh guru.

Kedua, peneliti juga menemukan sebahagian dari siswa kela IV yang

kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran yang di berikan guru dan

tidak fokus dalam mengkuti pembelajaran sehingga berdampak pada hasil

belajar sisw yang rendah. siswa tidak fokus dalam mengikuti pembelajar dan

20
fikirannya tertuju dalam permainan yang ada dalam HP maupun yang ada di

PS.

Ketiga, peneliti menemukan ada warung yang menjadi tempat

tongkrogan bapak-bapak, dan juga berdampak terhadap kesehatan siswa,

karena bapak-bapak di sanan merokok, (polusi udara). sehingga berpengaruh

pada kesehatan siswa yang bisa membuat siswa sakit dan ketinggalan pelajaran

apabila siswa tidak hadir kesekolah.

Keempat, siswa yang acuh tak acuh dengan tugas yang diberikan guru,

siswa tersebut mondar mandir bahkan sering keluar kelas, dan ada sebagian

siswa tidak menghargai guru yang sedang menjelaskan pelajaran, hal ini

disebabkan siswa tersebut kurang memahami apa tugasnya sebagai siswa

Hasil wawancara yang peneliti lakukan pada hari selasa tanggal 8

Agustus 2024 pada kelas V di SDN 11 Enam Lingkung Kabupaten

Padangpariaman peneliti menemukan beberapa pemasalahan sebagai berikut:

Ada sebagian dari orang tua terlalu memberikan fasilitas yang

berlebihan kepada siswa, seperti memberikan hp, dan membiarkan siswa

bermain hp tanpa batas waktu yang di tentukan, sehingga siswa lalai dalam

tugas yang diberikan guru bahkan siswa tidak ada waktu untuk belajar, karena

sibuk dengan hp nya sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah.

Selanjutnya pada hasil observasi yang peneliti lakukan pada hari selasa

tanggal 14 dan hari rabu tanggal 15 Agustus 2024 pada kelas VI di SDN 11

Enam lingkung Kabupaten Padangpariaman peneliti menemukan beberapa

pemasalahan sebagai berikut:

21
Pertama, peneliti menemukan beberapa siswa yang tidak fokus dengan

penjelasan guru dan sibuk dengan aktifitasnya sendiri seperti mengambar,

menulis dan berbicara, dan kurang termotivasi untuk mengetahui ilmu

pelajaran yang diberikan oleh guru.

Kedua, peneliti juga menemukan sebahagian dari siswa kela IV yang

kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran yang di berikan guru dan

tidak fokus dalam mengkuti pembelajaran sehingga berdampak pada hasil

belajar sisw yang rendah. siswa tidak fokus dalam mengikuti pembelajar dan

fikirannya tertuju dalam permainan yang ada dalam HP maupun yang ada di

PS.

Ketiga, peneliti menemukan ada warung yang menjadi tempat

tongkrogan bapak-bapak, dan juga berdampak terhadap kesehatan siswa,

karena bapak-bapak di sanan merokok, (polusi udara). sehingga berpengaruh

pada kesehatan siswa yang bisa membuat siswa sakit dan ketinggalan pelajaran

apabila siswa tidak hadir kesekolah.

Keempat, sebagian siswa kelas enam ada yang matanya merah karena

kurang tidur di malam hari dan bahkan tertidur saat jam pelajaran berlansung

sehingga siswa kurang fokus dan maksimal dalam menerima penjelasan yang

diberikan guru dan terkadang tugas yang diberikan oleh guru banyak tidak

dikerjakan.

Kemudian dilanjutkan kembali dengan wawancara pada hari rabu

tanggal 29 dan hari kamis tanggal 30 agustus 2024 pada kelas VI di SD N 11

22
Enam lingkung dimana peneliti menemukan beberapa jawaban dari hasil

wawancara diantaranya:

Pertama, sebagian siswa pada saat pulang sekolah ia langsung

membantu orang tuanya untuk berkerja, seperti membuat sapu, dan ada juga

sebagian siswa yang saat pulang seklah langsung bersiap-siap untuk berjualan

sapu ke padang. Sehingga waktu belajar untuk siswa tidak ada, di karenakan ia

lebih terfokus untuk membatu kedua orang tuanya mencari uang.

Kedua, perhatiang orang tua siswa masih tergolong rendah, masih

banyak aspek yang di sepelekan oleh orang tua siswa, misalnya saja seperti

siswa pada saat pulang sekolah langsung pergi bermain tanpa adanya perhatian

orang tua, seperti menyakan kegiatan anak di sekolah tadi, apakah ada tugas

atau tidaknya yang di berikan guru. Sehingga dalam hal ini ada suatu

pembiaran atas apa yang ingin di lakukan siswa, tanpa adanya kontrol langsung

dari orang tua.

Ketigat, orang tua terlalu memberikan fasilitas yang berlebihan kepada

siswa, seperti memberikan hp, dan membiarkan siswa bermain hp tanpa batas

waktu yang di tentukan, sehingga siswa lalai dalam melakukan apapun

pekerjaan termasuk dalam belajar.

Keempat, siswa yang sering tidak pulang kerumah dan bahkan tidur di

tempat PS yang ada di dekat sekolah, dan menghabiskan waktunya di tempat

PS karena sudah kecanduan dalam permainan PS tersebut. Bahkan dari

masyarakat yang melihat dan bahkan pemilik PS tersebut tidak menegur dan

23
meminta siswa untuk pulang baik untuk menukar baju, belajar, dan makan.

karena beranggapan si siswa tidak mendengarkan ucapan masyarakat tersebut.

Dari hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan pada hari

selasa tanggal tanggal 7 sampai hari senin tanggal 13 Agustus 2024 dilanjut

pada hari senin tanggal 27 sampai hari kamis tanggal 30 Agustus 2024 pada

SD N 11 Enam lingkung Kabupaten Padangpariaman, peneliti mendapatkan

data dari masing-masing guru kelas dan dari data yang di dapat peneliti

menemukan rendahnya hasil belajar siswa kelas tinggi di SDN 11 Enam

lingkung dimana dapat di lihat pada tebel nilai PTS di bawah ini:

Tabel 1.1
Nilai PTS Semester 1 Tema 1 sampai tema 3 Kelas IV SDN 11 Enam
lingkung Kabupaten Padang pariaman Mata pelajaran PPKN, BI, MTK, IPA,
IPS, SBDP TP 2024/2025
Mata pelajaran Kelulusan
Nama PPKN BI MTK IPA IPS SBDP
No Siswa KKM KKM KKM KKM KKM KKM T TT
76 75 70 75 76 75
1 IG 70 73 68 75 76 75 3 3
2 L S 70 65 66 70 68 75 1 5
3 MAR 65 58 50 56 66 70 0 6
4 M R 55 77 48 66 66 74 1 5
5 N A P 66 69 55 65 63 65 0 6
6 RLZ 76 75 65 82 58 65 3 3
7 R A 76 74 73 80 80 77 5 1
8 RMS 78 65 70 79 78 76 5 1
9 R M 56 77 70 68 76 74 3 3
10 T M A 65 55 69 76 80 80 3 3
11 V R 66 58 68 77 77 66 2 4
Jumlah 743 746 702 794 788 797
Rata-Rata 67,5 67,8 63,8 72,2 71,6 72,5
Persentase
72% 72% 72% 54% 54% 45%
Tidak Tuntas
Sumber : Hasil Penila Tengah Semester1 Tema 1 sampai tema 3 kelas IV SD N
11 Enam lingkung. Wali kelas Marniati

24
Berdasarkan tabel penilaian hasil belajar pada Penilaian Tengah

Semester1 Tema 1 sampai tema 3 Kelas IV SDN 11 Enam lingkung

Kabupaten Padangpariaman Tahun Pelajaran 2024/2025, terlihat bahwa hasil

belajar siswa kelas VI yang belum mencapai KKM dengan jumlah siswa yang

tidak tuntas dibagi banyak siswa, dikali seratus maka didapatkan hasil pada

mata pelajaran PPKN adalah 72%, Bahasa Indonesia adalah 72%, Matematika

adalah 72%, IPA adalah 54%, IPS adalah 54%, dan SBDP adalah 45%.

Tabel 1.2
Nilai PTS Semester 1 Tema 1 sampai tema 3 Kelas V SDN 11 Enam lingkung
Kabupaten Padangpariaman Mata pelajaran PPKN, BI, MTK, IPA, IPS, SBDP
TP 2024/2025
Mata pelajaran Kelulusan
PPK BI MTK IPA IPS SBDP
Nama
N KKM KKM KKM KKM KKM
No siswa T TT
KKM 69 68 70 69 69
69
1 AA 50 56 30 70 58 69 2 4
2 A K 50 56 38 82 59 68 1 5
3 A P Z 54 68 40 80 69 58 2 4
4 AM 60 70 68 50 68 66 1 5
5 D R 59 69 50 65 67 56 1 5
6 DRP 48 58 48 67 70 70 2 4
7 D A 80 60 69 60 66 100 3 3
8 EEA 58 57 57 85 65 51 1 5
9 FR 66 69 67 70 56 62 2 4
10 I N 75 67 66 68 57 64 1 5
11 K M 67 63 46 75 64 67 1 5
12 M R 68 77 55 72 80 58 3 3
13 M D 69 70 65 70 55 44 3 3
14 M F 69 68 68 58 53 65 2 4
15 M F 48 60 58 69 57 55 0 6
16 M R 53 68 67 67 58 77 1 5
17 N R 55 65 68 66 70 70 3 3
18 N S 67 67 67 66 69 60 1 5
19 N A H 68 66 66 70 68 56 1 5
20 R S 66 54 30 59 55 67 0 6
21 R R 64 67 49 70 65 66 1 5
22 R P 60 70 55 67 68 65 1 5

25
23 SH 58 50 51 66 55 65 0 6
24 SJ 80 69 65 69 65 55 2 4
25 WVP 80 70 65 65 57 50 2 4
Jumlah 1572 1614 1408 1706 1574 1584
Rata-rata 62,9 64,6 56,3 68,2 63 63,4
Persentase
76% 68% 88% 60% 80% 80%
Tidak Tuntas
Sumber : Hasil Penila Tengah Semester1 Tema 1 sampai tema 3 kelas V SD
N 11 Enam lingkung. Wali kelas Eva Rahmayeni

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan pada

hari selasa tanggal tanggal 7 sampai hari senin tanggal 13 Agustus 2024

dilanjut pada hari senin tanggal 27 sampai hari kamis tanggal 30 Agustus 2024

pada SD N 11 Enam lingkung Kabupaten Padangpariaman penilaian hasil

belajar pada Penilaian Tengah Semester 1 Tema 1 sampai tema 3 Kelas V SDN

11 Enam lingkung Kabupaten Padangpariaman Tahun Pelajaran 2024/2025,

terlihat bahwa hasil belajar siswa kelas VI yang belum mencapai KKM dengan

jumlah siswa yang tidak tuntas dibagi banyak siswa, dikali seratus maka

didapatkan hasil pada mata pelajaran PPKN adalah 76%, Bahasa Indonesia

adalah 68%, Matematika adalah 88%, IPA adalah 60%, IPS adalah 80%, dan

SBDP adalah 80%.

Tabel 1.3
Nilai PTS Semester 1 Tema 1 sampai tema 3 Kelas VI SDN 11 Enam
lingkung Kabupaten Padangpariaman Mata pelajaran PPKN, BI, MTK, IPA,
IPS, SBDP TP 2024/2025
Mata pelajaran Kelulusan
Nama
No. PPKN BI MTK IPA IPS SBDP
Siswa T TT
72 71 70 71 72 72
1 AA 70 70 70 70 70 68 1 5
2 CR 68 71 79 69 76 75 4 2
3 DAK 66 68 69 70 67 66 0 6
4 F A 68 67 70 70 80 73 3 3
5 IA 70 73 60 71 70 67 2 4
6 JS 74 75 65 71 73 68 4 2

26
7 LO 70 68 66 76 73 66 2 4
8 MGP 65 65 65 75 68 73 2 4
9 MAN 80 71 69 80 68 58 3 3
10 MHS 77 68 66 68 80 66 2 4
11 MBJ 67 70 67 67 68 70 0 6
12 NJP 68 70 68 66 65 70 0 6
13 N 69 69 69 65 65 73 1 5
14 RAF 69 70 68 67 67 65 0 6
15 RP 70 72 75 78 55 68 3 3
16 RM 72 74 65 67 56 65 2 4
17 SM 75 68 68 66 63 72 2 4
18 TUK 70 72 68 67 55 70 1 5
19 YH 70 70 67 69 73 73 2 4
Jumlah 1338 1331 1294 1332 1292 1306
Rata-rata 70,4 70 68,1 70,1 68 68,7
Persentase
73% 63% 78% 68% 73% 68%.
Tidak Tuntas
Sumber : Hasil Penila Tengah Semester1 Tema 1 sampai tema 3 kelas VI
SD N 11 enam lingkung . Wali kelas Titik Darmayanti

Berdasarkan tabel penilaian hasil belajar pada Penilaian Tengah

Semester 1 Tema 1 sampai tema 3 Kelas VI SDN Enam lingkung Kabupaten

Padangpariaman Tahun Pelajaran 2024/2025, terlihat bahwa hasil belajar

siswa kelas VI yang belum mencapai KKM dengan jumlah siswa yang tidak

tuntas dibagi banyak siswa, dikali seratus maka didapatkan hasil pada mata

pelajaran PPKN adalah 73%, Bahasa Indonesia adalah 63%, Matematika

adalah 78%, IPA adalah 68%, IPS adalah 73%, dan SBDP adalah 68%.

Dari penjelasan menurut para ahli lingkungan sosial terbagi atas 3

bagian dimana lingkungan sosial mencangkup dari lingkungan kelurga,

lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat, dan hasil belajarnya adalah

suatu perubahan dari pengalaman yang didapat oleh siswa yang mengalami

perubahan baik dari hasil kognitif, afektif dan spikomotor.

27
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan

pada hari selasa tanggal tanggal 7 sampai hari senin tanggal 13 agustus 2024

dilanjut pada hari senin tanggal 27 sampai hari kamis tanggal 30 agustus 2024

pada SD N 11 Enam lingkung Kabupaten Padangpariaman Tahun Pelajaran

2024/2025, terlihat bahwa hasil belajar siswa kelas tinggi di SDN 11 enam

lingkung bervariasi, dan ada beberapa mata pelajaran yang masih banyak

belum mencapai KKM yang telah ditetapkan di sekolah. Peneliti menduga

bahwa lingkungan sosial terhadap hasil belajar. Jadi dari penjelasan teori dari

para ahli tersebut peneliti tertari untuk meneliti dan penelit ingin mengangkat

judul “Pengaruh Lingkungan Sosial Dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar

Siswa Kelas Tinggi SDN 11 enam lingkung Kabupaten Padangpariaman”.

B. Identifikasi Masalah

Sebagai mana yang dikemungkakan dalam latar belakang masalah di

atas dapat di defenisikan beberapa masalah antara lain;

1. peneliti menemukan beberapa siswa yang tidak fokus dengan penjelasan

guru dan sibuk dengan aktifitasnya sendiri seperti mengambar, menulis dan

berbicara, dan kurang termotivasi untuk mengetahui ilmu pelajaran yang

diberikan oleh guru.

2. Adanya masyarakat yang tinggal dekat sekolah membuka usaha permainan

PS sehingga siswa tertarik datang ke sana.

3. Terganggunya kesehatan siswa yang bisa membuat siswa sakit dan

ketinggalan pelajaran apabila siswa tidak hadir kesekolah.

28
4. Pada saat pulang sekolah siswa lansung membantu orang tua maupun

memasarkan daganganya sampai ke Padang.

5. Rendahnya perhatian orang tua, sehingga tidak ada komunikaasi antara

siswa dengan orang tua, dimana pulang sekolah lansung bermain, dan

dibiarkan oleh orang tua apa yang inggin diperbuat oleh siswa.

6. Orang tua memberikan fasilitas tanpa ada pertatian dan batas waktu dengan

fasilitas yang diberikan.

7. Siswa melihat coretan yang tidak pantas di dinding yang ada di sekitar

rumahnya sehingga saat di sekolah ia menggambar atau membuat gambar

apa yang dia lihat tersebut.

8. Sebahagian siswa tidak fokus untuk menerim pembelajaran

9. Berdasarkan observasi yang dilakukan ada beberapa siswa yang kurang aktif

dalam proses pembelajaran.

10. Siswa yang sedang mencoret-coret buku ketika guru menerangkan dan

terlihat tidak peduli dengan apa yang diucapkan guru, namun pada saat

guru bertanya siswa tersebut mampu menjawab pertanyaan yang

diberikan.

11. Terlihat jelas bahwa hasil belajar siswa kelas tinggi SDN 11 Enam

lingkung masih banyak yang belum tuntas dan bahkan hanya mencapai

KKM saja.

C. Batasan Masalah

29
Berdasarkan identifikasi masalah ternyata banyak faktor-faktor yang

mempengaruhi lingkungan sosial terhadap motivasi belajar siswa dalam sebuah

pembelajaran. Untuk memperoleh ruang lingkup penelitian yang jelas dan tidak

bermaksud mengabaikan permasalahan lain, maka penulis membatasi

penelitian pada : “pengaruh lingkungan sosial terhadap hasil belajar siswa kelas

tinggi SDN 11 enam lingkung Kabupaten Padang Pariaman.”

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas maka perumusan masalah penulis

ialah: Apakah pengaruh lingkungan sosial terhadap hasil belajar siswa kelas

tinggi SDN 11 enam lingkung Kabupaten Padang Pariaman?

E. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah diatas Tujuan dari penelitian ini

adalah: Untuk mengetahui Apakah pengaruh lingkungan sosial terhadap hasil

belajar siswa kelas tinggi SDN 11 Enam lingkung Kabupaten Padang

Pariaman.

F. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Sebagai sumber informasi dan menambah pengetahuan baru bagi

peneliti kususnya yang berkaitan dengan pengaruh lingkungan sosial

terhadap hasil belajar siswa kelas tinggi SDN 11 Enam lingkung Kabupaten

Padang Pariaman.

2. Manfaat Praktis

Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:

30
a. Orang tua, Menbantu orang tua dalam menumbuhkan motivasi kedalam

diri siswa agar bisa fokus dalam belajar dan menuntut ilmu.

b. Peneliti, Tambahan pengetahuan dan dapat membandingkanya dengan

peneliti terdahulu dan sebagai pengaplikasian ilmu yang telah didapat di

bangku perkuliahan.

c. Siswa, Memberikan masukan atau memberi motivasi kepada siswa akan

pentingnya belajar demi merubah kehidupan dan mencapai cita-cita yang

diinginkan pada masa depannya.

d. Masyarakat, memberikan masukan kepada masyarakat akan penting nya

pendidikan, termasuk pendidikan terhadap masa kanak-kanak serta dapat

mengubah pola fikir masyarakat yang membelakangi pendidikan/rendah

pada pendidikan

31
BAB II

KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PIKIR

A. Kajian Teori

1. Hasil belajar

a. Pengertian Hasil Belajar

Menurut Purwanto (2014:46) bahwa hasil belajar adalah

perubahan perilaku akibat dari belajar. Perubahan perilaku disebabkan

karena mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang diberikan dalam

proses belajar mengajar. Pencapaian itu didasarkan atas tujuan yang telah

ditetapkan dan hasilnya berupa perubahan dalam aspek kognitif, afektif,

dan psikomotor.

Menurut Susanto (2013:7) hasil belajar adalah perubahan –

perubahan yang terjadi pada diri siswa , baik menyangkut aspek kognitif,

afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar. Afandi

(2013:5) yang menyatakan bahwa hasil belajar merupakan proses

perubahan kemampuan intelektual (kognitif), kemampuan minat atau

emosi (afektif) dan kemampuan motorik halus dan kasar (psikomotor)

pada peserta didik.

32
Dari teori diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar

merupakan suatu perubahan yang terjadi pada seseorang yang

diakibatkan dari kegiatan belajar dan didasarkan atas tujuan sehingga

dapat mencapai hasil yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan

psikomotor .

33
b. Macam – macam Hasil Belajar

Menurut Susanto (2013:8) hasil belajar meliputi pemahaman

konsep , keterampilan proses dan sikap siswa. Berikut ini penjelasan dari

macam – macam hasil belajar :

1) Pemahaman Konsep

Menurut Bloom dalam Susanto (2013:9) pemahaman adalah

kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang

dipelajari. Dorothy J. Skeel dalam Susanto (2013:10) konsep

merupakan sesuatu yang tergambar dalam pikiran, suatu pemikiran,

gagasan, atau suatu pengertian. Pemahaman dan penggunaan konsep

yang tepat bergantung pada penguasaan sifat yang melekat atau

pengertian kata yang bersangkutan.

2) Keterampilan Proses

Usman dan Setiawati dalam Susanto (2013:11) mengemukakan

keterampilan proses merupakan keterampilan yang mengarah kepada

pembangunan kemampuan mental, fisik, dan social yang mendasar

sebagai penggerak kemampuan yang lebih tinggi dalam diri individu

siswa. Dalam melatih keterampilan proses, perlu dikembangkan

sikap- sikap yang dikehendaki seperti kreatifitas, bertanggung jawab,

disiplin sesuai bidang studi yang bersangkutan.

3) Sikap

Menurut Sardiman dalam Susanto (2013:13) sikap merupakan

kecenderungan untuk melakukan sesuatu dengan cara, metode, pola,

46
dan teknik tertemtu terhadap dunia sekitarnya baik berupa individu –

individu maupun objek- objek tertentu. Sikap tersebut merujuk pada

perbuatan, perilaku, atau tindakan seseorang. Dalam hubungan hasil

belajar siswa, sikap ini lebih diarahkan pada pemahaman konsep

tepatnya pada domain kognitif.

c. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Keberhasilan siswa dalam belajar tergantung pada faktor – faktor

yang ada dari dalam siswa dan dari luar siswa. Berikut faktor faktor yang

mempengaruhi hasil belajar adalah sebagai berikut :

1) Faktor Intern

Parwati (2018:37) Faktor intern adalah faktor – faktor yang

berasal dari dalam individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar

individu. Faktor faktor intern ini meliputi faktor fisiologis, psikologis

dan kelelahan.

a) Faktor Fisiologis

Faktor fisiologis berkaitan dengan kondisi fisik seseorang.

Ada dua hal yang masuk kategori faktor fisiologis yaitu keadaan

jasmani dan fungsi jasamni itu sendiri. Keadaan jasmani pada

umunya memengaruhi aktivitas belajar seseorang. Kondisi fisik

yang kurang baik akan mengganggu atau menghambat sesorang

dalam belajar.

Selama proses belajar berlangsung, fungsi fisiologi pada

tubuh manusia sangat mempengaruhi hasil belajar terutama pada

47
pancaindra. Apabila pancaindra berfungsi dengan baik maka

aktivitas belajar dapat berjalan dengan baik juga.

b) Faktor psikologis

Faktor psikologis adalah keadaaan psikologis sesorang yang

dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis

yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut :

(1)Kecerdasan siswa

Kecerdasan merupakan faktor psikologis yang paling

penting dalam proses belajar siswa, karena dapat menentuksn

kualitas belajar siswa. Semakin tinggi tingkat kecerdasan

seseorang, semakin besar peluang individu meraih sukses dalam

belajar. Oleh karena itu perlu bimbingan belajar dari guru,

orangtua dan lain sebagainya.

(2)Motivasi

Motivasi mendorong sesorang untuk melakukan sesuatu

termasuk belajar. Faktor ini menjadi penting dalam memberikan

keefektifan kegiatan belajar individu. Motivasi dapat dibagi

menjadi dua berdasarksn sudut sumbernya yaitu motivasi

intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

Motivasi intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam

diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan

sesuatu. Sedangkan motivasi ekstrinsik itu merupakan faktor

48
yang datang dari luar diri individu, tetapi memberikan pengaruh

terhadap kemauan untuk belajar.

(3)Minat

Minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi

atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Seorang siswa yang

menaruh minat besar terhadap pelajaran akan memusatkan

perhatiannya lebih banyak daripada siswa lainnya. Pemusatan

perhatian yang intensif terhadap materi itu akan memungkinkan

siswa tersebut untuk belajar lebih giat danmencapai prestasi

yang diinginkan.

(4)Sikap

Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif

berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dengan

cara yang relative tetap terhadap objek, orang, peristiwa dan

sebagainya. Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh

perasaan senang atau tidak senang pada performan guru,

pelajaran, atau lingkungan sekitarnya.

(5)Bakat

Menurut Chaplin, bakat adalah kemampuan potensial

yang dimiliki seseorang untk mencapai keberhasilan pada masa

yang akan datang. Setiap orang memiliki bakat untuk mencapai

prestasi sampai tingkat tertentu. Maka dari itu bakat akan dapat

mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar.

49
(6)Rasa Percaya Diri

Rasa percaya diri timbul dari keinginan mewujudkan diri

bertindak dan berhasil. Rasa percaya diri juga dapat timbul

berkat adanya pengakuan dari lingkungan. Apabila rasa percaya

diri tidak kuat maka seseorang itu akan menjadi takut dalam

belajar.

c) Faktor Kelelahan

Kelelahan pada seseorang dapat dibedakan menjadi dua

macam yaitu kelelahan jasmani dan rohani .Kelelahan jasmani

terjadi karena terjadi kekacauan didalam tubuh, sehingga darah

tidak lancer pada bagian – bagian tertentu. Sedangkan kelelahan

rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan,

sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu akan

hilang.

2) Faktor Ekstern

Faktor ekstern juga dapat mempengaruhi belajar . Syah dalam

Parwati (2018:42) menjelaskan faktor – faktor ekstern yang

mempengaruhi belajar dikelompokkkan menjadi tiga, yaitu faktor

keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.

a) Faktor keluarga

Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga

berupa cara orangtua mendidik, relasi antara anggota keluarga,

suasana rumah tangga, dan keadaan ekonomi keluarga.

50
b) Faktor sekolah

Faktor sekolah yang dapat memengaruhi belajar mencakup

metode mengajar guru, kurikulum yang digunakan,relasi guru

dengan siswa, kedisiplinan, alat pelajaran, waktu sekolah, keadaan

gedung sekolah, metode mengajar yang digunakan oleh guru dan

tugas rumah.

c) Faktor masyarakat

Masyarakat merupakan faktor dari luar yang juga berpegaruh

terhadap belajar siswa. Pengaruh itu terjadi karena keberadaannya

siswa dalam masyarakat. Pengaruh tersebut diantaranya yaitu

kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa, teman bergaul dan

bentuk dari kehidupan masayarakat tersebut.

2. Lingkungan Sosial

a. Pengertian Lingkungan

Sepanjang hidupnya, manusia tidak terlepas dari apa yang di

sebut dengan lingkungan. Dalam setiap sisi kehidupan, manusia selalu

dikelilingi oleh lingkungan dan terdapat hubungan timbal balik antara

keduanya. Di satu sisi lingkungan dapat mempengaruhi manusia, akan

tetapi di sisi lain manusia juga dapat mempengaruhi lingkungan.

Demikian dalam proses belajar mengajar, lingkungan merupakan sumber

belajar yang banyak mempengaruh terhadap proses pembelajaran yang

berlangsung didalamnya. Manusia terlahir dengan ketidakberdayaan.

Tanpa bantuan lingkungannya, manusia tanpa daya apa-apa, dan tak akan

51
menjadi apa-apa. Untuk menjadi berdaya ,manusia terus menerus harus

belajar, hingga akhir hayatnya. Belajar merupakan sebuah kewajiban

bagi manusia .

Menurut Asnawati (2011: 144-146) lingkungan itu sebenarnya

mencangkup segala material dan stimulus di luar dan didalam diri

individu, baik yang bersifat fisiologis, psikologis, maupun sosial-kultural.

Besarkecilnya pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan

perkembangannya bergantung bergantung kepada keadaan lingkungan

anak itu sendiri serta jasmani dan rohaninya.

Dalyono, (2015:128) Biasanya orang yang mengartikan

lingkungan secara sempit, seolah-olah lingkungan hanyalah alam sekitar

di luar diri manusia/individu. Lingkungan itu sebenarnya mencangkup

segala material dan stimulus didalam dan diluar diri individu, baik yang

bersifat fisiologis, sikologis maupun sosial cutural. Dengan demikian

ligkungan dapat di artikan secara fisiologis, secara pisikologis, dan

secara sosio-cultural.

Purwanto, (2011: 77) Lingkungan (emviretmen) “meliputi semua

kondidi dalam dunia ini yang dengan cara tertentu mempengaruhi

tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau live proces kita”

Soemanto dalam Oemar, (2014:36) mengemungkakan bahwa lingkungan

mencangkup segala material dan stimulus didalam dan di luar diri

individu, baik yang bersifat fisiologis, sikologis maupun sosial cutural.

Sumanto dalam Oemar, (2014: 36) Mengemungkakan devenisi

52
lingkungan secara fisiologis, sikologis dan sosio-kutural adalah sebagai

berikut:

1) Secara fisiologis, lingkungan meliputi segala kondisi dan material

jasmaniah didalam tubuh seperti gizi, vitamin, air, zat asam, suhu,

sistem saraf, peredaran darah, pernafasan, pencernaan makanan,

kelenjer-kelenjer, indokrim, sel-sel pertumbuhan dan kesehatan

jasmani.

2) Secara piskologis, lingkungan mencangkup segala stimulasi yang di

terima oleh individu mulai sejak dalam konsensi, kelahiran, sampai

matinya. Stimulai itu misalnya berupa : sifat-sifat gen interaksi gen,

selera, keinginan, perasaan, tujuan-tujuan, minat, kebutuhan,

kemauan, dan kapasitas intelektual.

3) Secara sosiol-cutural lingkungan mencangkup segenap stimulasi,

interaksi dan kondisi eksternal dalam hubungannya dengan perlakuan

ataupun karya orang lain. Pola hidup keluarga, pergaulan kelompok,

pola hidup masyarakat, latihan, belajar, pendidikan pengajaran,

bimbingan dan penyuluhan adalah termasuk sebagai lingkungan ini.

Jurnal ilmiah Indira Sandrawati F (2016), ditemukan bahwa

dari peneliti tersebut ada faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi

belajar siswa yaitu faktor lingkungan sosial yang meliputi lingkungan

keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat. jurnal ilmiah Putu Raditiya

Eka Permana (2014), Berdasarkan hasil uji deskriptif kuantitatif dan uji

53
korelasi menunjukkan bahwa ada lingkungan sosial berpengaruh

signifikat terhadap hasil belajar siswa. (dalam tesis Faridatul Umah:2019)

Berdasarkan kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa lingkungan

adalah hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan dan

segala sesuatu yang dapat mempengaruhi individu, baik yang berasal dari

dalam diri individu maupun yang berasal dari luar diri individu.

1) Keluarga

Keluarga dimana akan di asuh dan di besarkan berpengaruh

besar terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Terutama

keadaan ekonomi rumahtangga, serta tingkat kemampuan orangtua

merawat juga sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan

jasmani anak. Sementara tingkat pendidikan orang tua sangat besar

pengaruhnya terhadap perkembangan rohaniah anak terutama

kepribadian dan kemajuan pendidikannya.

2) Sekolah

Sekolah merupakan satu faktor yang turut mempengaruhi

pertumbuhan dan perkembangan anak terutama untuk cerdasnya.

Anak yang tidak pernah sekolah akan ketinggalan dalam berbagai hal.

3) Masyarakat

Masyarakat adalah lingkungan tempat tinggal anak. Mereka

juga termasuk teman-teman anak tapi di luar sekolah, di samping itu

kondisi orang-orang di desa atau di kota tempat ia tinggal juga turut

mempengaruhi perkembangan jiwanya. Anak-anak yang tinggal di

54
kota berbeda pola fikirnya dengan anak-anak yang berada di desa.

Semua perbedaan sikap dan pola pikir adalah akibat pengaruh dari

lingkungan masyarakat yang berbeda.

b. Macam – macam lingkungan

Mnurut Purwanto (2011:72) macam-macam lingkungan di antaranya:

1) Lingkungan alam atau luar (eksternal or phisical environment) ialah

segala sesuatu yang ada dalam dunia ini yang bukan manusia, seperti

rumah, tumbuh-tumbuhan, air, iklim, dan hewan.

2) Lingkungan dalam(internal enfironment) ialah segala sesuatu yang

telah termasuk kedalam diri kita, yang dapat mempengaruhi

pertumbuhan fisik kita. Suatu makanan atau minuman yang telah kita

makan dan berada didalam perut kita, ia berada di antara lingkungan

dalam dan lingkungan luar kita.

3) Lingkungan sosial (social anvironment) ialah semua orang atau

manusia lain yang mempengaruhi kita. Pengaruh lingkungan sosial itu

ada yang kita terima secara langsuang dan ada yang tidak langsung.

Pengaruh secara langsung, misalnya, dalam pergaulan sehari-hari

dengan orang lain, dengan keluarga kita, teman-teman kita, kawan

sekolah, kawan sepekerjaan dan sebagainya. Yang tidak langsung,

melalui radio, televisi, dengan membeca buku-buku, majalah-majalah,

surat kabar, dan sebagainya, dan dengan berbagai cara yang lain.

Menurut Purwanto (2011:73) Cara individu berhubungan dengan

lingkungan dapat di bedakan menjadi 4 macam:

55
1) Individu bertentangan dengan lingkungannya.

2) Individu menggunakan lingkungannya

3) Individu berpartisipasi dengan lingkungannya

4) Individu menyesuaikan diri dengan lingkungannya

Keempat macam hubungan individu dapat di rangkum menjadi satu

yakni individu itu senang tiasa berusaha untuk “menyesuaikan diri” (dalam

arti luas) dengan lingkungannya. Dalam arti luar menyesuaikan diri iru

berarti:

1) Mengubah diri sesuai dengan lingkungan (penyesuaian diri autoplastis).

Contohnya, seorang mahasiswa yang belajar di negeri asing, misalnya

Inggris, ia menyesuaikan dirinya dengan lingkungan alam dan sosial di

sana. Ia mulai nbelajar berpakaian panas dan tebal bertingkah laku

seperti layaknya masyarakat di sana.

2) Mengubah lingkungan sesuai dengan kehendak atau keinginanan diri

pribadi (penyesuaian diri alloplastis). Contohnya, orang yang

transmigrasi dari Jawa Tengah ke Sumatra atau Kalimantan, meskipun

tata cara dan kehidupan masyarakat yang didatangi berbeda, namun

setibanya mereka di tempat yang baru itu mereka membuat dan

mengatur rumahnya serta mengerjakan sawah-ladangnya menurut apa

yang telah biasa mereka lakukan di tempat asalanya. Juga cara hidup

dan adat istiadatnya. bahkan pengaruh dari transmigran itulah yang

kemudian banyak mengubah lingkungan dan masyarakat yang

didatanginya.

56
Berdasarkan penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa sifat-

sifat dan watak kita adalah hasil interaki antar pembawaan-keturunan dan

lingkungan kita. Interaksi antara diri seseorang dengan lingkungannya

itulah yang akan menentukan bagaimana hasil perkembangan aspek-

aspek tertentu dalam diri manusia yang selanjutnya akan menentukan

bagaimana sifat, watak, dan kepribadian.

c. Pengertian Lingkungan Sosial

Lingkungan sosial sekolah seperti para guru, para tenaga

kependidikan (kepala sekolah dan wakil-wakilnya) dan teman-teman

sekelas dapat memengaruhi semangat belajar seorang siswa. Para guru

yang menunjukkan sikap dan perilaku yang simpatik dan

memperlihatkan suri teladan yang baik dan rajin khususnya dalam hal

belajar, misalnya rajin membaca dan berdiskusi, dapat menjadi daya

dorong yang positif bagi kegiatan belajar mengajar.

Selanjutnya, yang termasuk lingkungan sosial siswa adalah

masyarakat dan tetangga juga teman-teman sepermainan di sekitar

perkampungan siswa tersebut. Kondisi masyarakat dilingkungn kumuh

yang serba kekurangan dan anak-anak penganggur, misalnya, akan sangt

mempengaruhi aktifitas belajar siswa. Paling tidak, iswa tersebut akan

menemukan kesulitan ketika memerlukan teman belajar atau berdidkusi

atau meminjam alat-alat belajar tertentu yang kebetulan belum di

milikinya.

57
Menurut patterson dan Loeber dalam Muhibin Syah (2010 : 135)

menyatakan “lingkungan sosiaal yang lebih banyak memengaruhi

kegiatan belajar ialah orang tua, dan keluarga siswa itu sendiri”. Sifat-

sifat orang tua, prakti pengelolaan keluarg, ketegangan keluaga, dan

demografi keluarga (letak rumah), semuanya dapat memberi dampak

baik atau buruk terhadap pendidikan yang dicapai oleh siswa. Contoh:

Kebiasaan yang di terapkan orang tua siswa dalam mengelola keluarga

(familly agament praktice ) yang keliru, seperti kelalaian orang tua dalam

memonitor kegiatan anak, dapat menimbulkan dampak lebih buruk lagi.

Dalam hal ini, bukan saja anak tidak mau belajar melaikan juga ia

cendrung berperilaku menyimpang, terutama perilaku menyimpang yang

berat seperti anti sosial.

Dalyono (2010:133) mengemungkakan bahwa lingkungan sosial

adalah semua orang atau manusia yang mempengaruhi kita. Pengaruh

lingkungan sosial ada yang di terima secara langsung dan ada yang tidak

langsung. Pengaruh langsung seperti dalam kehidupan sehari-hari, seperti

keluarga, teman-teman, kawan sekolah, dan sepekerjaan dan sebagainya.

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan lingkungan

sosial dalam keluarga dan masyarakat sangat berpengaruh terhadap

perilaku dan pendidikan peserta didik.

Purwanto (2014:28) yang di maksud dengan lingkungan sosial

ialah, semua orang atau manusia lainyang mempengaruhi kita. Pegaruh

lingkungan sosial itu ada yang kita terima secara langsung dan ada yang

58
tidak langsung, pengaruh yang secara langsung seperti dalam kehidupan

sehari-hari, dengan orang lain, dengan keluarga, teman, kawan sekolah,

sepekerjaan dan sebagainya. Masing-masing dari pada kita, terutama

dalam hal kepribadian adalah hasil interaksi antara gen-gen dan

lingkungan sosial kita, karena interaksi ini maka tiap-tiap orang adalah

unik; tiap orang memiliki kepribadian sendiri-sendiriyang berbeda-beda

satu sama lain. Jika dalam hal individu-individu yang memiliki beberapa

gen yang sama atau bersamaan lingkungan sosialnya interaksi itu

menghasilkan versi-versi perbedaan-perbedaan yang luas dalam

personality.

Dari kutipan di atas dapat di simpulkan lingkungan sosial ialah

lingkungan yang dapat mempengaruhi individu yang ada di sekitarnya,

baik secara langsung maupun tidak langsung serta lingkungan sosial

sangat menentukan sikap dan tingkah laku seseorang.

d. Indikator lingkungan sosial

Menurut Dewantara (2010:212) mengemungkakan bahwa

lingkungan sosial di bedakan menjadi tiga tempat, yaitu lingkungan

keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Selanjutnya di

uraikan indikator lingkungan sosial antara lain

1) Dari lingkungan keluarga meliputi cara orangtua mendidik dan

suasana rumah

2) Dari lingkungan sekolah meliputi relasi guru dengan guru dan relasi

siswa dengan siswa,

59
3) Dari lingkungan sosial meliputi bentuk kehidupan masyarakat dan

teman bergaul.

3. Motivasi belajar

a. Pengertian Motivasi

1) Motivasi

Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari , seringkali pendidik

harus berhadapan dengan peserta didik-peserta didik yang berprestasi

akademisnya tidak sesuai dengan harapan pendidik . Bila hal ini

terjadi dan ternyata kemampuan kognitif peserta didik cukup baik ,

pendidik cenderung untuk mengatakan bahwa peserta didik tidak

bermotivasi dan menganggap hal ini sebagai kondisi yang menetap.

Eysenck,dkk, dalam Slameto, (2013:170) merumuskan

pengertian tentang motivasi . Menurutnya motivasi adalah suatu

proses yang menentukan tingkatan kegiatan , intensitas, konsistensi,

serta arah umum dari tingkah laku manusia ,merupakan konsep yang

rumit dan berkaitan dengan konsep-konsep lain seperti minat, konsep

diri, sikap, dan sebagainya”. Siswa yang tampaknya tidak bermotivasi,

mungkin pada kenyataanya cukup bermotivasi untuk berprestasi di

sekolah, akan tetapi pada saat yang sama ada kekuatan-kekuatan lain,

seperti misalnya teman-teman, yang mendorongnya untuk tidak

berprestasi di sekolah.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat dipahami tentang makna

motivasi, yaitu suatu cara yang menentukan tingkatan-tingkatan

60
seperti kegiatan, intensitas, konsistensi serta tingkah laku

manusia,konsep-konsep yang berkaitan dengan minat, konsep diri,

sikap dan sebagainya.

Menurut Morgan dalam Khairani, (2013:176) menyatakan

“motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang

menyebabkan adanya tingkah laku kearah suatu tujuan tertentu” .

sementara Maslow mengemukakan “motivasi adalah tenaga

pendorong dari dalam yang menyebabkan manusia berbuat sesuatu

atau berusaha untuk memenuhi kebutuhannya”. Berdasarkan

penjelasan diatas dapat dipahami tentang makna motivasi, yaitu suatu

proses munculnya dorongan dari dalam diri maupun dari luar yang

mempengaruhi tingkah laku manusia dalam mencapai suatu tujuan

untuk memenuhi kebutuhannya.

Sedangkan menurut Walgito (2013:177) motivasi itu

mempunyai 3 aspek yaitu (1) keadaan terdorong dalam diri

organisme, yaitu kesiapan bergerak karena kebutuhan, misalnya

kebutuhan jasmani karena keadaan lingkungan, atau karena keadaan

mental seperti berfikir dan ingatan. (2) perilaku yang timbul dan

terarah karena keadaan ini, dan (3) goal atau tujuan yang dituju oleh

perilaku tersebut. Berdasarkan penjelasan diatas dapat dipahami

tentang makna motivasi, yaitu sesuatu yang mendorong setiap

individu untuk memenuhi kebutuhannya, untuk memenuhi kebutuhan

61
tersebut timbullah perilaku dan dari perilaku itu menginginkan

adanya tujuan/sasaran tertentu.

Menurut Noehi Nasution dalam Djamarah,( 2011:200) “motivasi

adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk

melakukan sesuatu” . Jadi motivasi untuk belajar adalah kondisi

psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar. Berdasarkan

penjelasan diatas dapat dipahami tentang makna motivasi, yaitu suatu

keadaan dimana manusia mendapatkan dorongan dari dalam maupun

dari luar lingkungan yang mempengaruhi tingkah laku maupun

keinginan untuk dapat melakukan sesuatu.

Ibrahim Bafadal dalam Istarani dan Pulungan, (2015:60)

menyatakan motivasi merupakan “kemauan untuk mengerjakan

sesuatu “ karena itu, motivasi dikatakan sebagai kebutuhan yang

mendorong perbuatan kearah suatu tujuan tertentu. Berdasarkan

penjelasan diatas dapat dipahami tentang makna motivasi, yaitu

maknanya sama dengan yang dijelaskan Nasution suatu keadaan

dimana manusia mendapatkan dorongan dari dalam maupun dari luar

lingkungan yang mempengaruhi tingkah laku maupun keinginan

untuk dapat melakukan sesuatu.

Selanjutnya Siagan (2015:60) menyatakan yang dimaksud

dengan motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan

seseorang mau dan rela mengerahkan kemampuan dalam bentuk

keahlian atau keterampilan , tenaga dan waktu untuk

62
menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung

jawabnya dan menunaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian

tujuan dan berbagai sasaran yang telah ditentukan sebelumnya.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat dipahami tentang makna

motivasi, yaitu dorongan yang ada dalam diri individu yang berupa

tanggung jawab dan bertekad dalam hatinya untuk menjalankan

kewajiban tersebut dengan keahlian dan keterampilan yang dimilki

secara tulus.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan

motivasi adalah dorongan atau daya penggerak yang ada di dalam

maupun di luar diri seseorang untuk melakukan tindakan demi

mencapai suatu tujuan. Motivasi dapat dirangsang oleh faktor luar

untuk menimbulkan motivasi dalam diri seseorang.

2) Motivasi Belajar

Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa

hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar,

harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya

penghargaan, lingungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar

yang menarik. Tetapi harus diingat, kedua faktor tersebut disebabkan

oleh rancangan tertentu, sehingga seseorang berkeinginan untuk

melakukan aktivitas belajar yang lebih giat dan semangat.

Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal

pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan

63
tingkah laku, pada umumnya tentang beberapa indikator atau unsur

yang mendukung. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan

sebagai berikut : (1) adanya hasrat dan keinginan berhasil ; (2) adanya

kebutuhan dan dorongan dalam belajar; (3) adanya harapan dan cita-

cita masa depan; (4) adanya penghargaan dalam belajar; (5) adanya

kegiatan yang menarik dalam belajar; (6) adanya lingkungan belajar

yang kondusif, sehingga memungkinkan seorang siswa dapat belajar

dengan baik . (Hamzah B Uno, 2015:22)

b. Fungsi Motivasi

Kompri (2015:04) motivasi merupakan suatu pendorong yang

mengubah energi dalam diri seseorang dalam bentuk aktifitas nyata untuk

mencapai aktifitas tertentu. Motivasi adalah susatu dorongan dari dalam

individu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu sesuai

dengan tujuan yang di rencanakan. Motivasi adalah perubahan energi

dalam diri (pribadi) seseorang yang di tandai dengan timbulnya perasaan

dan reaksi untuk mencapai tujuan.

Fungsi motifasi menurut menurut Hamalik dalam Kompri

(2015:05).

1. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Tanpa motivasi

maka tidak akan timbul suatu perbuatan seperti belajar.

2. Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan

mencapai tujuan yang di inginkan.

64
3. Motivasi sebagai penggerak. Besar kecilnya motivasi akan

menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan

Dapat di simpulkan bahwa motivasi sebagai suatu penggerak atau

penghubung dalam diri seseorang untuk mencapai tujuan tertentu yang

bersifat nyata dengan suatu tujuan yang telah di rencanakan.

c. Jenis Motivasi

Menurut Hamalik (2014:108-112) ada tiga pendekatan untuk

menentukan jenis-jenis motivasi, yakni:

a) Pendekatan kebutuhan.

Kebutuhan manusia sifatnya bertingkat-tingkat. Pemuasan

terhadap tingkat kebutuhan tertentu dapat dilakukan jika tingkat

kebutuhan sebelumnya telah mendapat pemuasan kebutuhan-

kebutuhan itu.

(1)Kebutuhan fisiologis, yakni kebutuhan primer yang harus

dipuaskan lebih dahulu , yang terdiri dari kebutuhan pangan,

sandang, dan tempat berlindung.

(2)Kebutuhan keaman, baik keamanan batin maupun keamanan

barang atau benda.

(3)Kebutuhan sosial, yang terdiri dari kebutuhan perasaan untuk

diterima oleh orang lain, perasaan dihormati, kebutuhan untuk

berprestasi, dan kebutuhan untuk berprestasi.

65
(4)Kebutuhan untuk berprestise yakni kebutuhan yang erat

hubungannya dengan status seseorang.

b) Pendekatan fungsional.

(1)Penggerak ,adalah yang memberi tenaga tetapi tidak

membimbing , bagaikan mesin tetapi tidak mengemudikan

kegiatan.

(2)Harapan , adalah keyakinan sementara bahwa suatu hasil akan

diperoleh setelah dilakukannya suatu tindakan tertentu. Harapan-

harapan merupakan rentang antara ketentuan subjektif bahwa

sesuatu akan terjadi, dan ketentuan subjektif bahwa sesuatu tak

akan terjadi.

(3)Insentif, ialah objek tujuan yang aktual. Ganjaran (reward) dapat

diberikan dalam bentuk konkrit atau dalam bentuk simbolik.

Intensif menimbulkan dan menggerakkan perbuatan, jika

diasosiasikan dengan stimulus tertentu dalam bentuk tanda-tanda

akan akan mendapatkan seseuatu.

c) Pendekatan deskriptif.

Masalah motivasi ditinjau dari pengertian-pengertian

deskriptif yang menunjuk pada kejadian-kejadian yang dapat

diamati dan hubungan-hubungan matematik. Masalah motivasi

dilihat berdasarkan kegunannya dalam rangka mengendalikan

tingkah laku manusia. Dari paparan jenis motivasi di atas dapat di

66
simpulkan kebutuhan manusia sifatnya bertingkat-tingkat atau

berbeda-beda satu sama lain sesuai dengan kebutuhannya.

d. Jenis-Jenis Motivasi Belajar

Menurut winkel,1996 dalam (Yanyu Khodijah 2017:152) motivasi

belajar ada dua jenis yaitu: (1) motivasi intrinsi, dan (2) motivasi

ekstrinsik. Seseorang yang secara intrinsik termotivasi akan melakukan

pekerjaan itu menyenangkan dan bisa memenuhi kebituhannya, tidak

tergantung pada penghargaan-penghargaan eksplinsit atau paksaan

eksternal lainnya. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dalam

diri orang yang bersangkutan tanpa rangsangan atau bantuan orang lain.

Motivasi intrinsik dapat berupa kepribadian, sikap, pengalaman,

pendidikan atau berupa penghargaan dan cita-cita. Motivasi ekstrinsik di

sebabkan oleh keinginyan untuk menerima ganjaran atau menghindari

hukuman, motivasi yang terbentuk oleh faktor-faktor eksternal seperti

ganjaran dan hukuman. Woolfolk,1993 dalam (Yanyu Khodijah

2017:152).

e. Sifat Motivasi

Menurut Hamalik (2014:112) motivasi memiliki dua sifat, yakni :

a) Motivasi intrinsik, Adalah motivasi yang hidup dalam diri peserta

didik dan berguna dalam situasi belajar yang fungsional. Dalam hal

ini, pujian atau hadiah atau yang sejenisnya tidak diperlukan, karena

tidak akan menyebabkan peserta didik bekerja atau belajar untuk

mendapatkan pujian atau hadiah itu.

67
b) Motivasi ekstrinsik, Adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor-

faktor dari luar situasi belajar, seperti: angka , kredit, ijazah, tingkatan,

hadiah, medali, pertentangan dan persaingan; yang bersifat negatif

ialah sarkasme, ejekan (ridicule), dan hukuman. Motivasi ekstrinsik

tetap diperlukan di sekolah, sebab pembelajaran di sekolah tidak

semuanya menarik minat, atau sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Dapat di simpulkan sifat motivasi itu berbeda-beda satu sama

lainya yang dimana sifat motivasi ada yang timbul dari dalam diri

individu itu sendiri dan ada yang timbul dari luar diri individu.

f. Indikator Motivasi

B.Uno (2014:23) menyatakan adapun indikator motivasi

diantaranya:

1) Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu

yang lama , tidak berhenti sebelum selesai).

2) Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).

3) Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi.

4) Ingin mendalami bahan / bidang pengetahuan yang diberikan.

5) Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan

prestasinya).

6) Menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah “orang dewasa”

(misalnya terhadap pembangunan ,korupsi, keadilan, dan sebagainya).

7) Senang dan rajin belajar ,penuh semangat, cepat bosan dengan tugas-

tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya (kalau

68
sudah yakin akan sesuatu, tidak mudah melepaskan hal yang diyakini

tersebut).

8) Mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda

pemuasankebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian.

Newtrom, dikutip Wibowo (2013:110), dalam Kopri (2015:5)

mengemungkakan bahwa sebagai indikator motivasi adalah:

1) Engagement. Engagement merupakan janji pekerja untuk

menunjukkan tingkat antusiasme, inisiatif dan usaha meneruskan.

2) Commitment. Komitmen adalah suatu tingkatan dimana pekerja

mengikat dengan organisasi dan menunjukkan tindakan

organizational citizenship.

3) Satisfaction. Kepuasan merupakan refleksi pemenuhan kontrol

piskologis dan memenuhi harapan di tempat kerja.

4) Turnover. Turnover merupakan kehilangan pekerjaan yang di hargai.

B. Penelitian Relevan

Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang

dilakukan oleh;

1. Faridatul Umah. (tesis, 2019: Malang) dengan judul “Pengaruh Lingkungan

Sosial Dan Tingkat Pendidikan Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Akidah

Akhlak Pada Siswa Kelas IV dan V Min I Gresik”. Pada hasil penelitian

yang dilakukan Faridatul Umah yaitu (1) terdapat pengaruh lingkungan

sosial terhadap hasil belajar akidah akhlak siswa artinya hasil belajar siswa

69
dipengaruhi oleh beberapa faktor dari lingkungan sosial (2) terdapat

pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap hasil belajar akidah akhlak

siswa artinya semakin tinggi pendidikan orang tua maka pengetahuan dan

pemahaman yang lebih baik (3) terdapat pengaruh lingkungan sosial dan

tingkat pendidikan orang tua terhadap hasil belajar akidah akhlak siswa

artinya semakin baik lingkungan sosial dan tingkat pendidikan orang tua

siswa, maka semakin baik pula hasil belajar yang dimiliki oleh siswa.

2. Firmalinda (skripsi, 2017 STKIP Nasional) dengan judul “Hubungan

Motivasi Belajar Dengan Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas Tinggi SD

Negeri 26 VII Koto Sungaisariak Padangpariaman”. Pada hasil penelitian

yang dilakukan Firmalinda yaitu, bahwa hasil penelitian menunjukkan

bahwa hubungan motivasi belajar memberi pengaruh positif dengan hasil

belajar siswa. Berdasarkan hasil statistik uji-T di peroleh t-hitung =2,048

dan t-tabel =1,698 = t-hitung > t-tabel pada taraf nyata 0.05. Hal ini

menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Ini berarti terdapat

pengaruh motivasi belajar dengan hasil belajar siswa SD Negeri 26 VII

Koto Sungaisariak Padang pariaman. Sebesar 11,9% sedangkan 88,09% di

pengaruhi oleh faktor lain.

3. Ni Wayan Wartini (skripsi, 2013 Universitas Negri Gorontalo) dengan judul

“Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Hasil Belajar Siswa SD Impres

Pancakarsa II Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato”. Pada hasil

penelitian yang dilakukan Ni Wayan Wartini yaitu, bahwa hasil belajar

sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial anak didik, baik itu lingkungan

70
keluarga, sekolah dan masyarakat. Dapat dilihat dari jawaban responden

yang mencapai 66%, hal ini menandakan bahwa dari lingkungan sosial yang

kondusif maka hasil belajar siswa pula akan meningkat. Ketiga unsur

lingkungan sosial tersebut memiliki pengaruh yang besar terhadap

pertumbuhan karakter anak hingga dewasa. Secara keseluruhan pengaruh

yang ditimbulkan oleh lingkungan sosial tersebut dapat bersifat positif

dalam mempengaruhi psikologi atau karakter individu. Namun demikian

perlu diwaspadai bahwa selain pengaruh positif, lingkungan sosial juga

dapat memberikan pengaruh negatif individu selama proses

pertumbuhannya.

C. Kerangka Pikir

Lingkungan sosial

(X1) Hasil Belajar

(y)
Motivasi Belajar

(X2)

Bagan 1. pengaruh lingkungan sosia dan motivasil terhadap hasil belajar


siswa kelas tinggi SDN 11 nan sabaris Kabupaten Padangpariaman.

Berdasarkan kerangka konseptual diatas terlihat lingkungan sosial

dan motivasi terhadap hasil belajar siswa untuk menjamin masa depannya.

Sebagaimana diketahui lingkungan sosial merupakan salah satu faktor yang

71
turut menentukan keefektifan dalam mengikuti pembelajaran baik yang ada

di sekolah maupun di rumah, karena siswa akan berfokus terhadap dunia

pendidikan dengan sungguh-sungguh apabila memiliki lingkungan sosial

yang cukup baik dan yang cukup mendukung. Dengan demikian, seorang

siswa akan memiliki motivasi untuk mengikuti pembelajaran yang ada di

sekolah maupun tugas yang diberikan di rumah apabila ada faktor

pendukung yang cukup baik dari lingkungan sekitar (lingkungan sosial),

baik yang datang dari dalam (internal) maupun yang datang dari luar

(eksternal) sehingga mampu memusatkan perhatian dan pikiran akan

pentingnya pendidikan.

Lingkungan sosial dan motivasi berpengaruh terhadap hasil belajar

siswa. Lingkungan sosial yang cukup baik dan cukup mendukung

pendidikan akan membuat siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran

yang ada di sekolah. Oleh karena itu Lingkungan sosial dan motivasi

berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran

demi masa depannya yang terjamin dan itu mempengaruhi siswa dalam

mengikuti pembelajaran dan memikirkan untuk masa depannya sehingga

bisa menjadi siswa yang berprestasi dan dibanggakan baik dari keluarga,

sekolah, dan masyarakat.

Kerangka berfikir di atas bertujuan untuk mempermudah

pelaksanaan penelitian, sehingga jelas arah dan tujuan dari penelitian.

Berdasarkan bentuk kerangka berfikir diatas diduga semakin baik

lingkungan sosial maka semakin tinggi pula hasil belajar siswa untuk

72
mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh, namun sebaliknya semakin

kurangnya dukungan maupun pengaruh dari lingkungan sosial maka

semakin redah pula motivasi terhadap hasil belajar siswa dalam mengikuti

pembelajaran yang berdampak terhadap hasil belajar siswa untuk mengikuti

pelajaran dengan sungguh-sungguh.

D. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara yang harus di uji

kebenarannya. Sukardi (2016:41) mengatakan bahwa hipotesis adalah alat yang

mempunyai kekuatan dalam proses inkuiri. Karena hipotesis dapat

menghubungkan dari teori yang relevan dengan kenyataan yang ada atau fakta,

atau dari kenyataan dengan tgeori yang relevan. Hipotesis juga dapat dikatakan

sebagai kesimpulan sementara suatu hubungan variabel dengan satu atau lebih

variabel lainnya sehingga hipotesis dapat dikatakan sebagai suatu prediksi yang

melekat pada variabel yang bersangkutan. Meskipun demikian, taraf ketepatan

prediksi sangat tergantung pada taraf kebenaran dan ketepatan landasan

teoritis. Berdasarkan permasalahn yang telah dikemukakan maka hipotesis

penelitian ini perlu diuji kebenarannya secara empiris. Berdasarkan kajian teori

dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:

1. Hipotesis altenatif (Ha): Terdapat pengaruh lingkungan sosial dan motivasi

terhadap hasil belajar siswa.

2. Hipotesis nol (Ho): Tidak terdapat pengaruh lingkungan sosial dan motivasi

terhadap hasil belajar siswa.

73
BAB III

METODE PENELITIAN

A. JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian Korelasional. Menurut Sukardi

(2014:166) penelitian korelasional adalah suatu penelitian yang melibatkan

tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan

tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Adanya hubungan antara dan

tingkat variabel ini penting, karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang

ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian.

Kesimpulan dari pendapat Sukardi yaitu “penelitian korelasional adalah

penelitian yang mengumpulkan data guna menentukan apakah ada hubungan

antara dua variabel atau lebih.”

Senada dengan itu Sukmadinata (2010: 56) penelitian korelasional

ditunjukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabel-

variabel lainnya. Kesimpulan menurut Sukmadinata “penelitian korelasional

adalah bertujuan mengetahui hubungn dengan variabel yang satu dengan

variabel lainya.”

Selanjutnya Menurut Arikunto (2013:313) penelitian korelasional

merupakan penelitian yang menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila

ada, berapa eratnya hubungan serta berarti atau tidak hubungan itu. Kesimpuan

pendapat Arikunto “penelitian korelasional adalah menemukan adanya

hubungan, serta seberapa erat hubungan tersebut, apabila dinyatakan memiliki

hubungan.”

74
B. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN

Tempat Penelitian ini akan dilaksanakan di SDN 11 Enam lingkung , Pauh , parit

malintang , Kabupaten Padangpariaman Provinsi Sumatera Barat. Waktu penelitian ini akan

dilaksanakan pada semester II tahun 2024.

C. POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN

1. Populasi Penelitian

Menurut Riduwan (2010: 11) Populasi adalah objek/subjek yang berada pada suatu

wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian.

Menurut Sugiyono (2017: 117) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas:

obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan kareakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan menurut Sukardi

(2016:54) populasi adalah semua anggota kelompok yang menjadi target kesimpulan dari

hasil akhir suatu penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada

dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi.

Tabel 3.1 Distribusi populasi jumlah siswa kelas tinggi di SDN 11 enam lingkung

Siswa Laki-laki Perempuan Jumlah


Kelas IV 6 orang 5 orang 11 orang
Kelas V 15 orang 10 orang 25 orang
Kelas VI 10 orang 9 orang 19 orang
Jumlah Siswa Kelas tinggi 55 orang
Sumber: Guru Kelas Tinggi SDN 11 enam lingkung, kabupaten Padangpariaman

2. Sampel Penelitian

Menurut Arikunto (2016: 174) sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang

diteliti. Menurut Sugiyono (2017:118) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik

75
yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sementara itu, menurut Sukardi (2016:54) sampel

adalah sebagian dari jumlah populasi yang dipilih untuk sumber data. Sedangkan menurut

Sugiono (2013:181) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang di miliki oleh

populasi. Dengan kata lain, sampel adalah himpunan bagian dari populasi. Menurut

Sugiyono (2017: 124) sampling jenuh adalah teknik penentuan bila semua anggota

populasi digunakan sebagai sampel. Menurut Riduwan (2010: 64) sampling jenuh adalah

teknik pengambilan sampel apabila semua populasi digunakan sebagai sampel dan dikenal

juga istilah sensus. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas tinggi di SD

N 11 enam lingkung.

D. VARIABEL DAN DATA PENELITIAN

1. Variabel Penelitian

Menurut Sugiono (2016:38) variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau

nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dengan kemudian variabel

dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Variabel independen atau bebas

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain (variabel

terikat). Variabel bebas pada penelitian ini adalah lingkungtan sosial.

b. Variabel dependen atau terikat

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel

terikat pada penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas tinggi.

2. Data Penelitian

Data pada penelitian ini dibagi menjadi dua macam, yaitu;

76
a. Data primer

Menurut Sugiyono (2017: 193) data primer adalah data yang langsung

memberikan data kepada pengumpulan data. Dalam penelitian ini data primernya adalah

yang diperoleh dari responden dengan mengajukan angket kepada siswa kelas tinggi di

SD N 11 Nan Sabaris Mengenai Pengaruh lingkungan sosial terhadap hasil belajar siswa

kelas tinggi SDN 11 Enam lingkung.

b. Data sekunder

Data sekunder Menurut Sugiyono (2017: 193) adalah sumber data tidak

langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau

lewat dokumen. Data sekunder adalah data yang didapatkan dari pihak lain, tidak

langsung dari subjek peneliti. Adapun kiranya data sekunder adalah jumlah siswa.

Data sekunder merupakan data penelitian yang diperoleh dari pihak perantara

sebagai data penunjang. Data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari guru kelas

tinggi yang bersangkutan. Dalam hal ini data sekundenya adalah hasil pengamatan

masing-masing guru kelas pada saat diskusi kelompok.

E. PROSEDUR PENELITIAN

Secara umum prosedur penelitian dapat dibagi atas tiga tahap, yaitu:

1. Tahap persiapan

Pada tahap persiapan ini disiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan

pelaksanaan penelitian yaitu:

a. Melakukian observasi, untuk melihat proses pembelajaran yang diterapkan di kelas.

b. Menetapkan jadwal penelitian.

c. Menentukan populasi dan sampel penelitian.

77
d. Menetapkan kelas yang akan diteliti adalah kelas tinggi.

e. Menyusun kisi-kisi angket.

f. Mempersiapkan intrumen penelitian

2. Tahap pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian dengan peneliti membagikan angket dan siswa mengisi

angket yang telah dibagikan. Yang akan di laksanakan pada SDN 11 Enam lingkung .

3. Tahap penyelesaian

a. Mengolah data dari hasi yang didapat pada angket yang telah diisi oleh siswa kelas

tinggi.

b. Menarik kesimpulan dari hasil yang diperoleh sesuai dengan teknik analisis yang

digunakan.

F. DEFINISI OPERASIONAL

1. Lingkungan adalah meliputi semua kondisi dalam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu

mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life processes

kitakecuali gen-gen

2. Sosial adalah merupakan bagian yang tidak utuh dari sebuah hubungan manusia sehingga

membutuhka pemakluman atas hal-hal yang bersifat rapuh didalamnya

3. Lingkungan sosial adalah lingkungan yang dapat mempengaruhi individu yang ada di

sekitarnya, baik secara langsung maupun tidak langsung serta lingkungan sosial sangat

menentukan sikap dan tingkah laku seseorang.

4. Motivasi adalah dorongan atau daya penggerak yang ada di dalam maupun di luar diri

seseorang untuk melakukan tindakan demi mencapai suatu tujuan. Motivasi dapat

dirangsang oleh faktor luar untuk menimbulkan motivasi dalam diri seseorang.

78
5. hasil belajar adalah perubahan yang diperoleh siswa dalam mengikuti pelajaran atau dalam

pengalaman yang diperoleh oleh siswa secara sadar baik itu dari hasil pengetahuan

(kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (spikomotor).

G. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Peneliti ini membutuhkan data yang berupa hasil belajar siswa. Teknik

pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran angket. Penyebaran angket pada

siswa kelas tinggi, digunakan untuk mengumpulkan data untuk memperoleh informasi dari

responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.

H. KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket dan studi dokumentasi,

yaitu:

1. Angket

Menurut pendapat Arikunto (2014:194) angket atau kuesioner adalah sejumlah

pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti

laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Dalam penelitian jenis ini angket

yang dipakai adalah angket tertutup, dengan maksud subyek yang dikenai angket tinggal

memilih jawaban yang tersedia.

Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan skala

Guttman. Menurut Sugiono (2012:139), dengan skala guttman ini akan didapat jawaban

yang tegas terhadap suatu permasalahn yang dinyatakan, yaitu ya-tidak, benar –salah,

pernah-tidak, positif –negatif. Data yang diperoleh terdiri dari dua interval, yaitu setuju

atau tidak setuju. Skala Guttman dapat dibuat bentuk pilihan ganda dan bisa juga dibuat

79
dalam bentuk checklist. Jawaban responden dapat berupa skor tertinggi bernilai (1) dan

skor terendah (0), adapun pilihan jawaban yang disediakan sebagai berikut:

Tabel 3.2 Daftar skor jawaban setiap pernyataan berdasarkan sikapnya

Sifat pernyataan
Pernyataan sikap
Positif Negatif
Ya 1 0
Tidak 0 1
Sumber: Riduwan (2008:134)

Tabel 3.3 kisi-kisi instrumen penelitian, pengaruh lingkungan sosial terhadap hasi
belajar siswa.
Variabel Indikator Sub Indikator

1. lingkungan 1. Cara orang tuanya mendidik dalam


keluarga kehidupan sehari-hari
2. Hubungan orang tua dengan anak
3. Keadaan suasana rumah para siswa
4. Keadaan ekonomi keluarga siswa
5. Keadaan lingkungan di sekitar
tempat tinggal siswa
6. Pergaulan siswa di dalam
Lingkungan lingkungan masyarakat.
Sosial: 2. Lingkungan 7. Partisipasi masyarakat terhadap
Dewantara Masyarakat pendidikan.
(2020:212) 8. Pengaruh teman di lingkungan
msyarakat
9. msyarakat yang kurang berminat
dalam pendidikan.
3. Lingkungan 10. Pergaulan dengan teman sebaya di
sekolah lingkungan sekolah.
11. Interaksi siswa dengan guru dan
teman sebaya.
Motivasi 4. Motivasi 12. Adanya hasrat dan keinginan
belajar: berhasil
B.uno
(2015:22) 13. Adanya kebutuhan dan dorongan
dalam belajar.
14. Adanya harapan dan cita-cita masa
depan.
15. Adanya penghargaan dalam

80
belajar.
16. Adanya kegiatan yang menarik
dalam belajar
17. Adanya lingkungan belajar yang
kondusif, sehingga
memungkinkan seorang siswa
dapat belajar dengan baik

2. Dokumentasi

Selain menggunakan angket peneliti juga menggunakan studi dokumentasi. Pada

penelitian ini studi dokumentasi berupa jumlah siswa kelas tinggi, hasil diskusi siswa, jenis

kelamin, dan biodata siswa. Metode ini penulis gunakan untuk menggali data yang bersifat

dokumenter yang berhubungan dengan variabel penelitian yang tersimpan dalam catatan

absensi diswa.

I. TEKNIK ANALISIS DATA

Teknik analisa data ini berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan

masalah dan hipotesis yang di ajukan dalam penelitian ini. Angket yang telah diisi oleh siswa

yang menjadi sampel penelitian diolah dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Uji Coba Instrumen

Uji coba instrumen dilakukan untuk mengetahui apakah intrumen yang digunakan

tersebut benar-benar valid dan yang reliabel. Validitas instrumen adalah kemampuan suatu

alat ukur yang mampu mengukur apa yang harus diukur, sedangkan reliabelitas adalah

kemampuan suatu alat ukur untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten dalam

waktudan tempat yang berbeda, serta mengetahui pemahaman responden terhadap butir-

butir pertanyaan. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas tinggi SD N 11

Enam lingkung, karena siswa memiliki karakteristik yang hampir sama dengan siswa SD N

81
11 Enam lingkung . Seperti sekolah juga dekat dengan jalan raya, sekolah nya satu gugus,

dan siswa kelas tinggi di SD N 10 Nan Sabaris jumlahnya hampir sama dengan siswa kelas

tinggi yang ada di SD N 11 Enam lingkung, dan hasil nilai ujian PTS nya pun hampir

sama.

a. Validitas

Menurut Purwanto (2014:114) validitas berhubungan dengan kemampuan

untuk mengukur secara tepat sesuatu yang diinginkan diukur.

n Σ xy −( Σ x ) . ( Σ y )
r xy
√¿¿

Keterangan :

n = Jumlah responden penelitian

x = Variabel bebas ( motivasi dan disiplin)

y = variabel terikat (hasil belajar)

rxy= Koefisien korelasi antara variabel x dan y

∑xy= Jumlah hasil penelitian tiap-tiap skor asli dari variabel x dan y

∑x= Jumlah skor asli variabel x

∑y= Jumlah skor asli variabel y

Selanjutnya di hitung dengan uji-t dengan rumus:

r √ n−2
t hitung =¿
√ 1−r ²
Keterangan :

t hitung = Nilai t.

r = Nilai koefesien korelasi.

N = Jumlah sampel.

82
Dengan ketentuan t hitung ≥ t tabel berarti valid dan jika t hitung ≤ t tabel berarti tidak

valid.

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah ketetapan alat evaluasi dalam melaksanakan tugas. Suatu tes

dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat

memberikan hasil yang tetap. Reliabilitas juga merujuk kepada konsistensi skor yang

dicapai oleh orang sama ketika mereka diuji ulang dengan tes yang sama pada waktu

yang berbeda. Menurut Arikunto (2010 :221), “realibilitas menunjuk pada suatu

pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai

alat pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah baik”.

Uji reliabelitas ini adalah dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach,yaitu:

r ¹¹ =
k
k−1 (
1−
∑ S¡
ST )
Dimana :

S¡ ¿ ∑ X i 2−¿ ¿ ¿ dan ST = ∑ X t 2−¿ ¿ ¿

Keterangan:

r ¹¹ = Nilai Reliabelitas

∑ S¡ = jumlah varian skor tiap-tiap item.

S¡ = varians skor tiap-tiap item

ST = jumlah varian total

K = Jumlah item
2
∑Xi = jumlah kuadrat item x¡

83
¿ = Jumlah item x¡ di kuadratkan.

N = Jumlah responden

Sebagai tolak ukur, menurut Arikunto (2006: 276) criteria besarnya koefisien

reliabelitas dapat dilihat dari tabel:

Kriteria reliabilitas seperti pada Tabel

Tabel 3.4 Klasifikasi Reliabilitas


No Indek Reabilitas Klasifikasi
1. 0,80 ≤ r11< 1,00 Tinggi
2. 0,60 ≤ r11< 0,80 Cukup
3. 0,40 ≤ r11< 0,60 Agak Rendah
4. 0,20 ≤ r11< 0,40 Rendah
5. 0,00 ≤ r11< 0,20 Sangat rendah
Sumber : Arikunto (2006:276)

Dari hasil analisis uji kehandalan instrument untuk variabel Lingkungan sosial

(X). uji ini dilakukan untuk menujuk sejauh mana hasil pengukuran relatif konsisten

apabila pengukuran terhadap aspek yang sama. Pengujian ini bertujuan untuk menguji

apakah pengukuran yang dilakukan reliabel. Jika nilai mendekati 1 maka, berarti bahwa

jawaban responden akan cenderung sama walaupun diberikan pada responden yang

berbeda.

2. Uji Persyaratan Data

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah distribusi data mendekati

distribusi normal. Data yang baik adalah data yang mempunyai pola distribusi normal

yang tidak melenceng kekiri atau kekanan. Normalitas dapat dilakukan dengan

memakai metode Kolmogrov-smimov dengan menggunakan SPSS 15.0

Kriteria normal:

84
Jika signifikansi > 0,05 maka H o diterima

Jika signifikansi < 0,05 maka H o ditolak

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas bertujuan untuk menemukan apakah varian kedua kelompok

homogen atau tidak. Homogenitas dilakukan dengan menggunakan Test of Homogenity

of Variances dengan kriteria sebagai berikut:

Jika sig < 0,05, berarti data tidak homogen

Jika sig ≥ 0,05, berarti data homogen

H o = signifikan ≥ Alpha 0,05 ≥

H a = signifikan ≤ Alpha 0,05 ≤

c. Uji hipotesis

1) Uji Korelasi antar Variabel

Uji hipotesis menggunakan metode analisis korelasi sederhana. Dimana

analisis korelasi sederhana untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan

variabel terikat secara sendiri-sendiri. Menurut Riduwan (2010:222) sebagai berikut:

n Σ xy −( Σ x ) . ( Σ y )
r xy =
√¿¿

Keterangan :

n = Jumlah responden penelitian

x = Variabel bebas (Lingkungan Sosial)

y = variabel terkait (Melanjutkan Pendidikan Keperguruan Tinggi)

rxy= Koefisien korelasi antara variabel x dan y

∑xy = Jumlah hasil penelitian tiap-tiap skor asli dari variabel xdan y

85
∑x = Jumlah skor asli variabel x

∑y = Jumlah skor asli variabel y

Dengan kriteria pengujian hipotesis yaitu: │ r hitung ≥r tabel│maka H a diterima

atau variabel bebas berpengaruh dengan variabel terikat (signifikan). Jika │

r hitung ≤r tabel│maka H a ditolak atau variabel bebas tidak berhubungan dengan variabel

terikat (tidak signifikan). Untuk melakukan uji signifikan korelasi digunaka uji-t

r √ n−2
dengan rumus: t hitung=
√ 1−r 2
keterangan:t hitung = nilai t

r = nilai koefisien korelasi

n= jumlah sampel

kaidah pengujian:

jikat hitung ≥ t tabel, maka tolak H o artinya signifikan dan

t hitung ≤ t tabel,maka H o artinya tidak signifikan

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X) terhadap

variabel terikat (Y) menggunakan rumus koefisien determinan yang dikemukkan

oleh Riduwan (2010: 139) sebagai berikut:

P = r2 x 100%

Dimana: P = besarnya presentase

r = nilai koefesien korelasi

86
DAFTAR PUSTAKA

87

Common questions

Powered by AI

The low learning outcomes in high grade students at SDN 11 Enam Lingkung are due to a significant percentage of students not meeting the minimum completeness criteria (KKM) in various subjects. For Class IV, the percentages of students not completing PPKN, Bahasa Indonesia, and Mathematics are 72%, while IPA and IPS are at 54% and SBDP at 45% . Similarly, in Class V, PPKN has a 76% failure rate, Bahasa Indonesia 68%, Mathematics 88%, IPA 60%, and both IPS and SBDP are at 80% . These low outcomes are influenced by external factors like the social environment, which include familial, school, and broader social community interactions as catalysts for the students' performances .

Motivation interacts with a student's environment by either amplifying or mitigating the effects of educational influences present in their surroundings. Environmental factors such as supportive parental involvement, positive peer influences, and encouraging educational settings provide external motivation that can enhance the internal drives of students to succeed academically . Conversely, negative influences like unsupportive family dynamics or peer pressure against academic success can reduce motivation, leading to poorer educational outcomes . Therefore, the synergy between motivation and environment is crucial in determining a student’s educational success .

The psychological environment within the school affects student learning by shaping the students' emotional and cognitive responses to educational stimuli. A positive psychological environment characterized by supportive teacher-student interactions increases students' motivation and engagement, fostering better academic performance . Conversely, a negative or stressful psychological environment can lead to anxiety or disengagement, which detrimentally affects learning outcomes. The sentiment of belonging and emotional safety within the school is crucial for students to thrive academically . Effective psychological environments encourage resilience and adaptability, which are essential for learning and academic success .

The social environment beyond the family, including school and community interactions, has a profound impact on student learning. Engagements with peers, teachers, and community figures can influence students' attitudes and behaviors relating to learning . Positive peer interactions and supportive teacher relationships often lead to enhanced student motivation and better learning outcomes. Conversely, negative experiences or societal pressures for conformity can discourage academic pursuits and reduce academic achievements . Community values and ideologies, as components of the broader social environment, also play a pivotal role in shaping students' educational and behavioral expectations .

Yes, the relationship between parents and children significantly influences students' willingness to engage in learning activities. Supportive and communicative parental relationships foster a nurturing environment provoking curiosity and a positive attitude towards learning . Parental involvement in education and consistent communication about school and its importance can encourage students to become more engaged and motivated in their academic pursuits . In cases where there is neglect or lack of engagement from parents, students may become disinterested and less participative in school activities .

The socioeconomic environment of a student's family can significantly impact educational outcomes. The way parents manage family dynamics, such as monitoring children's activities and providing educational support, can influence whether children develop and maintain positive learning behaviors . Furthermore, economic stability affects the ability of parents to provide educational resources, while the educational background of parents influences children's cognitive and emotional development . A well-supported and monitored learning environment at home has been correlated with better academic performance .

The school environment plays a crucial role in influencing student learning outcomes by shaping the interactions between students and educators, as well as between peers. Positive interactions within a school's social setting, through relationships with teachers and classmates, can enhance motivation and engagement in learning . A supportive school environment helps in bolstering students' intellectual growth and emotional development, thus fostering improved educational outcomes . However, lack of engagement or negative social interactions can detrimentally impact student performance .

Indicators used to assess the social environment's impact on student learning include the quality of parent-child relationships, household economic conditions, and the educational climate within the family environment . Additionally, school-based indicators such as teacher-student relationships, peer cohesion, and the overall supportiveness of the school environment are important . Community influences, including local educational values, peer group dynamics, and societal expectations, also serve as indicators. Together, these factors converge to provide a comprehensive assessment of how the social environment influences student learning outcomes .

The completion rates between Grades IV and V at SDN 11 Enam Lingkung show noticeable differences. For Grade IV, 72% of students did not meet the KKM in PPKN, Bahasa Indonesia, and Mathematics, while for Grade V, the rates are higher in Mathematics with 88% not completing and slightly higher in PPKN at 76% . IPS and SBDP non-completion rates in Grade V are both at 80%, significantly higher than 54% and 45% respectively in Grade IV, indicating a varied challenge level in these subjects across the grades .

External environmental factors contribute to educational disparities between urban and rural settings through differences in available resources, societal expectations, and peer influence. Urban environments often provide more educational resources and opportunities, leading to differences in cognitive and societal development compared to rural areas . These environments condition students differently, where urban children might have access to diverse learning materials and exposure to competitive environments, thus achieving higher education outcomes. In contrast, rural students may face challenges due to limited access to educational supports and less stimulating social environments, impacting their learning achievements .

You might also like