8
Most read
15
Most read
18
Most read
MAKALAH PERKERASAN JALAN

KLMPK 1
Perez Rano : 9312220210154
Rudi Payung : 9312220210155
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PAULUS MAKASSAR
PERKERASAN JALAN
Pendahuluan:
•

Jalan merupakan prasarana yang sangat menunjang bagi kebutuhan
hidupmasyarakat,kerusakan jalan dapat berdampak pada kondisi sosial dan
ekonomi terutama padasarana transportasi darat. Dampak pada konstruksi
jalan yaitu perubahan bentuk lapisan permukaan jalan berupa lubang
(potholes), bergelombang (rutting), retak-retak dan pelepasan butiran
(ravelling) serta gerusan tepi yang menyebabkan kinerja jalan menjadi
menurun. Komperhensifitas perencanaan prasarana jalan di suatu wilayah
mulai dari tahapan prasurvey, perencanaan dan perancangan teknis,
pelaksanaan pembangunan fisiknya hingga pemeliharaan harus integral dan
tidak terpisahkan sesuai kebutuhan saat ini dan prediksi umur pelayanannya di
masa mendatang agar tetap terjaga ketahanan fungsionalnya.
•

Perkerasan jalan merupakan lapisan perkerasan yang terletak diantara lapisan

tanah dasar dan roda kendaraan yang berfungsi memberikan pelayanan kepada
sarana transportasi dimanadiharapkan selama masa pelayanan tidak terjadi
kerusakan yang berarti. Maka dari itu sudahkewajiban kita untuk mengetahui
mulai dari penyebab kerusakan dan cara pemeliharaan jalan tersebut. Agar

tercipta jalan yang aman,nyaman dan memberikan manfaat yang signifikan bagi
kesinambungan dan keberlangsungan hidup masyarakat luas dan menjadi salah
satu factor menjadikannya peningkatan kehidupan masyarakat dari beberapa
aspek – aspek kehidupan.
•

Jika kita kaji secara teori dan realita yang sudah berjalan selama ini, dalam
pembangunan jalan ada banyak hal yang harus diperhatikan lebih mendetail dan
teliti baik itu dari perencanaan jalan itu sendiri maupun pelaksanaan tentunya. Kita
sebagai pengguna jalan pastinya menginginkan jalan yang kita pakai itu aman,
nyaman, bersih dll. Maka dari itu kerusakan yang terjadi dijalan tersebut harus
ditanggulangi dan diperbaiki dengan sungguh-sungguh.
PEMBAHASAN
•

Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan pengikat yang
digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Agregat yang dipakai adalah batuan
pecah atau batu belah ataupun bahan lainnya. Bahan ikat ang dipakai adalah aspal,

semen ataupun tanah liat. Apapun jenis perkerasan lalu lintas, harus dapat
memfasilitasi sejumlah pergerakan lalu lintas, apakah berupa jasa angkutan lalu
lintas, berupa jasa angkutan manusia, atau berupa jasa angkutan barang berupa
seluruh komoditas yang diijinkan untuk berlalu lalang disitu. Dengan beragam jenis
kendaraan dengan angkutan barangnya, akan memberikan variasi beban ringan,
sedang sampai berat. Jenis kendaraan penumpang akan memberikan pula
sejumlah variasi.Dan hal itu harus didukung oleh perkerasan jalan, daya dukung
perkerasan jalan raya ini akan menentukan kelas jalan yang bersangkutan,
misalnya jalan kelas 1 akan menerima beban besar dibanding jalan kelas 2.
•

Maka dilihat dari mutu perkerasan jalan sudah jelas berbeda. Persyaratan umum
dari suatu jalan adalah dapatnya menyediakan lapisan permukaan yang selalu rata
dan kuat, serta menjamin keamanan yang tinggi untuk masa hidup yang cukup
lama, dan yang memerlukan pemeliharaan yang sekecil-kecilnya dalam berbagai

cuaca. Tingkatan sampai dimana kita akan memenuhi persyaratan tersebut
tergantung dari imbangan antara tingkat kebutuhan lalu lintas, keadaan tanah
serta iklim yang bersangkutan. Sebagaimana telah dipahami bahwa yang dimaksud
dengan perkerasan adalah lapisan atas dari badan jalan yang dibuat dari bahanbahan khusus yang bersifat baik/konstruktif dari badan jalannya sendiri
•

STRUKTUR PERKERASAN

•

Pada umumnya, perkerasan jalan terdiri dari beberapa jenis lapisan
perkerasan yang tersusun dari bawah ke atas,sebagai berikut :
• Lapisan tanah dasar (sub grade)
• Lapisan pondasi bawah (subbase course)
• Lapisan pondasi atas (base course)
• Lapisan permukaan / penutup (surface course)

•

Terdapat beberapa jenis / tipe perkerasan terdiri :
a. Flexible pavement (perkerasan lentur).
b. Rigid pavement (perkerasan kaku).
c. Composite pavement (gabungan rigid dan flexible pavement).
•

PERKERASAN LENTUR

•

Jenis dan fungsi lapisan perkerasan
Lapisan perkerasan jalan berfungsi untuk menerima beban lalu-lintas dan
menyebarkannya ke lapisan di bawahnya terus ke tanah dasar

•

Lapisan Tanah Dasar (Subgrade)
Lapisan tanah dasar adalah lapisan tanah yang berfungsi sebagai tempat
perletakan lapis perkerasan dan mendukung konstruksi perkerasan jalan diatasnya.

Menurut Spesifikasi, tanah dasar adalah lapisan paling atas dari timbunan badan
jalan setebal 30 cm, yang mempunyai persyaratan tertentu sesuai fungsinya, yaitu
yang berkenaan dengan kepadatan dan daya dukungnya (CBR).
Lapisan tanah dasar dapat berupa tanah asli yang dipadatkan jika tanah aslinya
baik, atau tanah urugan yang didatangkan dari tempat lain atau tanah yang
distabilisasi dan lain lain.
•

Ditinjau dari muka tanah asli, maka lapisan tanah dasar dibedakan atas :

• Lapisan tanah dasar, tanah galian.
• Lapisan tanah dasar, tanah urugan.
• Lapisan tanah dasar, tanah asli.
Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung dari
sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar.
Umumnya persoalan yang menyangkut tanah dasar adalah sebagai berikut :
• Perubahan bentuk tetap (deformasi permanen) akibat beban lalu lintas.

• Sifat mengembang dan menyusutnya tanah akibat perubahan kadar air.

• Daya dukung tanah yang tidak merata akibat adanya perbedaan sifat-sifat tanah
pada lokasi yang berdekatan atau akibat kesalahan pelaksanaan misalnya
kepadatan yang kurang baik.
•

Lapisan Pondasi Bawah (Subbase Course)

Lapis pondasi bawah adalah lapisan perkerasan yang terletak di atas lapisan
tanah dasar dan di bawah lapis pondasi atas.
Lapis pondasi bawah ini berfungsi sebagai :
• Bagian dari konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda ke tanah
dasar.
• Lapis peresapan, agar air tanah tidak berkumpul di pondasi.
• Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis

pondasi atas.
• Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari beban roda-roda alat berat (akibat
lemahnya daya dukung tanah dasar) pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan.
• Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan.
•

Lapisan pondasi atas (base course)

Lapisan pondasi atas adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara lapis
pondasi bawah dan lapis permukaan.
Lapisan pondasi atas ini berfungsi sebagai :
• Bagian perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda dan
menyebarkan beban ke lapisan di bawahnya.
• Bantalan terhadap lapisan permukaan.
Bahan-bahan untuk lapis pondasi atas ini harus cukup kuat dan awet sehingga

dapat menahan beban-beban roda.
Dalam penentuan bahan lapis pondasi ini perlu dipertimbangkan beberapa hal
antara lain, kecukupan bahan setempat, harga, volume pekerjaan dan jarak
angkut bahan ke lapangan.
•

Lapisan Permukaan (Surface Course)

Lapisan permukaan adalah lapisan yang bersentuhan langsung dengan beban roda
kendaraan.
Lapisan permukaan ini berfungsi sebagai :
• Lapisan yang langsung menahan akibat beban roda kendaraan.
• Lapisan yang langsung menahan gesekan akibat rem kendaraan (lapisaus).
• Lapisan yang mencegah air hujan yang jatuh di atasnya tidak meresap ke lapisan
bawahnya dan melemahkan lapisan tersebut.
• Lapisan yang menyebarkan beban ke lapisan bawah, sehingga dapat dipikul oleh
lapisan di bawahnya.
Apabila dperlukan, dapat juga dipasang suatu lapis penutup / lapis aus (wearing
course) di atas lapis permukaan tersebut.
•

Fungsi lapis aus ini adalah sebagai lapisan pelindung bagi lapis permukaan untuk

mencegah masuknya air dan untuk memberikankekesatan (skid resistance)
permukaan jalan. Apis aus tidak diperhitungkan ikut memikul beban lalu lintas.
•

PERKERASAN KAKU

•

Perkerasan jalan beton semen atau secara umum disebut perkerasan kaku, terdiri
atas plat (slab) beton semen sebagai lapis pondasi dan lapis pondasi bawah (bisa
juga tidak ada) di atas tanah dasar. Dalam konstruksi perkerasan kaku, plat beton
sering disebut sebagai lapis pondasi karena dimungkinkan masih adanya lapisan

aspal beton di atasnya yang berfungsi sebagai lapis permukaan.
Perkerasan beton yang kaku dan memiliki modulus elastisitas yang tinggi, akan
mendistribusikan beban ke bidang tanah dasra yang cukup luas sehingga bagian
terbesar dari kapasitas struktur perkerasan diperoleh dari plat beton sendiri.
•

Hal ini berbeda dengan perkerasan lentur dimana kekuatan perkerasan diperoleh

dari tebal lapis pondasi bawah, lapis pondasi dan lapis permukaan.
Karena yang paling penting adalah mengetahui kapasitas struktur yang
menanggung beban, maka faktor yang paling diperhatikan dalam perencanaan
tebal perkerasan beton semen adalah kekuatan beton itu sendiri. Adanya beragam
kekuatan dari tanah dasar dan atau pondasi hanya berpengaruh kecil terhadap
kapasitas struktural perkerasannya.
•

Lapis pondasi bawah jika digunakan di bawah plat beton karena beberapa
pertimbangan, yaitu antara lain untuk menghindari terjadinya pumping, kendali
terhadap sistem drainasi, kendali terhadap kembang-susut yang terjadi pada tanah
dasar dan untuk menyediakan lantai kerja (working platform) untuk pekerjaan
konstruksi.
•

Secara lebih spesifik, fungsi dari lapis pondasi bawah adalah :
• Menyediakan lapisan yang seragam, stabil dan permanen.
• Menaikkan harga modulus reaksi tanah dasar (modulus of sub-grade reaction =
k), menjadi modulus reaksi gabungan (modulus of composite reaction).
• Mengurangi kemungkinan terjadinya retak-retak pada plat beton.
• Menyediakan lantai kerja bagi alat-alat berat selama masa konstruksi.
Menghindari terjadinya pumping, yaitu keluarnya butir-butiran halus tanah
bersama air pada daerah sambungan, retakan atau pada bagian pinggir
perkerasan, akibat lendutan atau gerakan vertikal plat beton karena beban lalu
lintas, setelah adanya air bebas terakumulasi di bawah pelat.

•

Pemilihan penggunaan jenis perkerasan kaku dibandingkan dengan perkerasan
lentur yang sudah lama dikenal dan lebih sering digunakan
•

Perkembangan perkerasan kaku

Pada awal mula rekayasa jalan raya, plat perkerasan kaku dibangun langsung di
atas tanah dasar tanpa memperhatikan sama sekali jenis tanah dasar dan kondisi
drainasenya. Pada umumnya dibangun plat beton setebal 6 – 7 inch. Dengan
bertambahnya beban lalu-lintas, khususnya setelah Perang Dunia ke II, mulai
disadari bahwa jenis tanah dasar berperan penting terhadap unjuk kerja
perkerasan, terutama sangat pengaruh terhadap terjadinya pumping pada
perkerasan. Oleh karena itu, untuk selanjutnya usaha-usaha untuk mengatasi
pumping sangat penting untuk diperhitungkan dalam perencanaan. Pada periode
sebelumnya, tidak biasa membuat pelat beton dengan penebalan di bagian ujung /
pinggir untuk mengatasi kondisi tegangan struktural yang sangat tinggi akibat
beban truk yang sering lewat di bagian pinggir perkerasan.
•

Kemudian setelah efek pumping sering terjadi pada kebanyakan jalan raya dan

jalan bebas hambatan, banyak dibangun konstruksi pekerasan kaku yang lebih
tebal yaitu antara 9 – 10 inch.

•

Jenis-jenis perkerasan jalan beton semen
Berdasarkan adanya sambungan dan tulangan plat beton perkerasan kaku,
perkerasan beton semen dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis sebagai berikut :

•

• Perkerasan beton semen biasa dengan sambungan tanpa tulangan untuk kendali
retak.
• Perkerasan beton semen biasa dengan sambungan dengan tulangan plat untuk
kendali retak. Untuk kendali retak digunakan wire mesh diantara siar dan
penggunaannya independen terhadap adanya tulangan dowel.
•

• Perkerasan beton bertulang menerus (tanpa sambungan). Tulangan beton terdiri
dari baja tulangan dengan prosentasi besi yang relatif cukup banyak (0,02 % dari
luas penampang beton).

•

Pada saat ini, jenis perkerasan beton semen yang populer dan banyak digunakan di
negara-negara maju adalah jenis perkerasan beton bertulang menerus.
•

PERKERASAN KOMPOSIT

•

Perkerasan komposit merupakan gabungan konstruksi perkerasan kaku (rigid
pavement) dan lapisan perkerasan lentur (flexible pavement) di atasnya, dimana
kedua jenis perkerasan ini bekerja sama dalam memilkul beban lalu lintas. Untuk

ini maka perlua ada persyaratan ketebalan perkerasan aspal agar mempunyai
kekakuan yang cukup serta dapat mencegah retak refleksi dari perkerasan beton di
bawahnya.
Hal ini akan dibahas lebih lanjut di bagian lain.
Konstruksi ini umumnya mempunyai tingkat kenyamanan yang lebih baik bagi
pengendara dibandingkan dengan konstruksi perkerasan beton semen sebagai
lapis permukaan tanpa aspal.
• SEKIAN DAN TERIMAKASIH

More Related Content

PPT
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATAN
PDF
Pembebanan jembatan rangka (revisi profil baja)
PPTX
Rigid pavements
PDF
Peran Umat Beragama Dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab dan Sejahtera.pdf
PPT
Mkji simpang bersinyal
PDF
LAPORAN HASIL UJI SONDIR.pdf
PDF
Perencanaan jalan beton
PPTX
PPT PERKERASAN JALAN RAYA 2015
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATAN
Pembebanan jembatan rangka (revisi profil baja)
Rigid pavements
Peran Umat Beragama Dalam Mewujudkan Masyarakat Beradab dan Sejahtera.pdf
Mkji simpang bersinyal
LAPORAN HASIL UJI SONDIR.pdf
Perencanaan jalan beton
PPT PERKERASAN JALAN RAYA 2015

What's hot (20)

PPT
Bahan Perkerasan Jalan.ppt
PDF
92237340 perancangan-geometrik-jalan-teori
PDF
Sni 1727 2013 tata cara pembebanan untuk rumah dan gedung
PDF
Peraturan perencanaan geometrik jalan antar kota no.38 tbm 1997 (2)
DOCX
Daya dukung pondasi dengan analisis terzaghi
PDF
87280501 perencanaan-sistem-drainase
DOCX
Daya dukung pondasi dengan analisis terzaghi
PDF
perhitungan jembatan
PDF
Manual desain-perkerasan-jalan-2017
DOC
Daya dukung tanah berlapis 1
PDF
123756903 perhitungan-struktur-baja-gedung
PDF
Bab vii-bantalan-rel
PDF
SNI 03 - 1729 - 2002 TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG
PDF
Stabilitas lereng-menggunakan-metode-fellenius-dan-slope-w-2007
PDF
Standar lapis pondasi agregat a,b dan c
PDF
Sni 03-2834-1993-tata-cara-pembuatan-rencana-campuran-beton-normal
DOCX
Tugas besar baja 1
PDF
Bab 4. balok sederhana statis tak tentu
PPTX
METODE GARIS PENGARUH STRUKTUR RANGKA BATANG(1)
PDF
Modul 6-sesi-3-jembatan-komposit
Bahan Perkerasan Jalan.ppt
92237340 perancangan-geometrik-jalan-teori
Sni 1727 2013 tata cara pembebanan untuk rumah dan gedung
Peraturan perencanaan geometrik jalan antar kota no.38 tbm 1997 (2)
Daya dukung pondasi dengan analisis terzaghi
87280501 perencanaan-sistem-drainase
Daya dukung pondasi dengan analisis terzaghi
perhitungan jembatan
Manual desain-perkerasan-jalan-2017
Daya dukung tanah berlapis 1
123756903 perhitungan-struktur-baja-gedung
Bab vii-bantalan-rel
SNI 03 - 1729 - 2002 TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG
Stabilitas lereng-menggunakan-metode-fellenius-dan-slope-w-2007
Standar lapis pondasi agregat a,b dan c
Sni 03-2834-1993-tata-cara-pembuatan-rencana-campuran-beton-normal
Tugas besar baja 1
Bab 4. balok sederhana statis tak tentu
METODE GARIS PENGARUH STRUKTUR RANGKA BATANG(1)
Modul 6-sesi-3-jembatan-komposit
Ad

Viewers also liked (20)

DOCX
jurnal Konstruksi jalan
PPTX
Lapisan Perkerasan Jalan Raya
PPT
Perencanaan perkerasan jalan raya
PDF
Manual desain-perkerasan-jalan-nomor-02-m-bm-2013
PPTX
Makalah perkerasan jalan TEKNIK PIPIL
PDF
Manual Desain Perkerasan Jalan - Baru (2012)
PDF
Metode pelaksanaan-konstruksi-jembatan
DOC
Metode pelaksanaan (16 lmbar)
PDF
Makalah ptm cara pembuatan jalan kelompok 3
DOC
jurnal Konstruksi jalan
DOCX
jurnal Konstruksi jalan
PPTX
Desain perkerasan jalan
DOCX
Material jalan 2
PPTX
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN PROGRAM KENPAVE DAN STUDI PARAMETE...
DOCX
jurnal Konstruksi jalan
PPTX
Perkerasan kaku dan lentur
PPT
2 (14092012) dasar-dasar perencanaan jalan raya
DOCX
Konstruksi jalan komposit
PPTX
Desain Perkerasan Lentur dan Kaku D3 Transpotasi'13 UNS
DOCX
Android [makalah ku]
jurnal Konstruksi jalan
Lapisan Perkerasan Jalan Raya
Perencanaan perkerasan jalan raya
Manual desain-perkerasan-jalan-nomor-02-m-bm-2013
Makalah perkerasan jalan TEKNIK PIPIL
Manual Desain Perkerasan Jalan - Baru (2012)
Metode pelaksanaan-konstruksi-jembatan
Metode pelaksanaan (16 lmbar)
Makalah ptm cara pembuatan jalan kelompok 3
jurnal Konstruksi jalan
jurnal Konstruksi jalan
Desain perkerasan jalan
Material jalan 2
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN PROGRAM KENPAVE DAN STUDI PARAMETE...
jurnal Konstruksi jalan
Perkerasan kaku dan lentur
2 (14092012) dasar-dasar perencanaan jalan raya
Konstruksi jalan komposit
Desain Perkerasan Lentur dan Kaku D3 Transpotasi'13 UNS
Android [makalah ku]
Ad

Similar to Makalah perkerasan jalan (20)

PPTX
Teknik Perkerasan Jalan
DOC
Perbandingan antara perkerasan lentur dan kaku
DOCX
1.Perkerasan lentur
DOCX
Rjr 2 (1)
DOCX
RIGIS PAVEMENT Gupita Diah Kusuma
PPTX
Perkersan jalan
PPTX
1-perkersan-jalan.pptx
PPTX
Konsep Dasar Perkerasan jalan dan runway
DOCX
Perkerasan Jalan_Ayu Fatimah Zahra
DOCX
Perencanaan perkerasan jalamn
PPTX
PPT Sempro11111111111111111111111111111111111111111
PDF
Modul TKP M4KB2 - Perkeras Jalan
PPTX
PERKERASAN_JALANASPAl_Sesi.1_(daring).pptx
PDF
Pavement Engineering and Construction 1 - HR.pdf
PPT
C3010 bab4
PDF
03. Analisa Biaya Proyek, Pengendalian Pelaksanaan Proyek, Pelaksanaan Pekerj...
PPTX
Pertemuan 1.pptx
DOCX
Pekerjaan peningkatan jalan m
PPTX
SOSIALISASI INFRASTRUKTUR JALAN DI DUSUN NIPIS KABUPATEN MAGELANG
PPTX
Car Insurance-corporate indonesia merdeka.pptx
Teknik Perkerasan Jalan
Perbandingan antara perkerasan lentur dan kaku
1.Perkerasan lentur
Rjr 2 (1)
RIGIS PAVEMENT Gupita Diah Kusuma
Perkersan jalan
1-perkersan-jalan.pptx
Konsep Dasar Perkerasan jalan dan runway
Perkerasan Jalan_Ayu Fatimah Zahra
Perencanaan perkerasan jalamn
PPT Sempro11111111111111111111111111111111111111111
Modul TKP M4KB2 - Perkeras Jalan
PERKERASAN_JALANASPAl_Sesi.1_(daring).pptx
Pavement Engineering and Construction 1 - HR.pdf
C3010 bab4
03. Analisa Biaya Proyek, Pengendalian Pelaksanaan Proyek, Pelaksanaan Pekerj...
Pertemuan 1.pptx
Pekerjaan peningkatan jalan m
SOSIALISASI INFRASTRUKTUR JALAN DI DUSUN NIPIS KABUPATEN MAGELANG
Car Insurance-corporate indonesia merdeka.pptx

Recently uploaded (20)

DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PDF
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
PPT
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
PPTX
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PPTX
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
PPTX
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
PPTX
bahan KKA DI SEKOLAH bahan KKA DI SEKOLA
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
PPTX
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
PPTX
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf
Modul Ajar Deep Learning PKWU Kerajinan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
RPM BAHASA INDONESIA KELAS 7 TEKS DESKRIPSI.pdf
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika Terapan_22 Agus 2025.pdf
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
bahan KKA DI SEKOLAH bahan KKA DI SEKOLA
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas X SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Ekonomi Kelas X SMA Terbaru 2025
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pdf

Makalah perkerasan jalan

  • 1. MAKALAH PERKERASAN JALAN KLMPK 1 Perez Rano : 9312220210154 Rudi Payung : 9312220210155 JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA PAULUS MAKASSAR
  • 2. PERKERASAN JALAN Pendahuluan: • Jalan merupakan prasarana yang sangat menunjang bagi kebutuhan hidupmasyarakat,kerusakan jalan dapat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi terutama padasarana transportasi darat. Dampak pada konstruksi jalan yaitu perubahan bentuk lapisan permukaan jalan berupa lubang (potholes), bergelombang (rutting), retak-retak dan pelepasan butiran (ravelling) serta gerusan tepi yang menyebabkan kinerja jalan menjadi menurun. Komperhensifitas perencanaan prasarana jalan di suatu wilayah mulai dari tahapan prasurvey, perencanaan dan perancangan teknis, pelaksanaan pembangunan fisiknya hingga pemeliharaan harus integral dan tidak terpisahkan sesuai kebutuhan saat ini dan prediksi umur pelayanannya di masa mendatang agar tetap terjaga ketahanan fungsionalnya.
  • 3. • Perkerasan jalan merupakan lapisan perkerasan yang terletak diantara lapisan tanah dasar dan roda kendaraan yang berfungsi memberikan pelayanan kepada sarana transportasi dimanadiharapkan selama masa pelayanan tidak terjadi kerusakan yang berarti. Maka dari itu sudahkewajiban kita untuk mengetahui mulai dari penyebab kerusakan dan cara pemeliharaan jalan tersebut. Agar tercipta jalan yang aman,nyaman dan memberikan manfaat yang signifikan bagi kesinambungan dan keberlangsungan hidup masyarakat luas dan menjadi salah satu factor menjadikannya peningkatan kehidupan masyarakat dari beberapa aspek – aspek kehidupan. • Jika kita kaji secara teori dan realita yang sudah berjalan selama ini, dalam pembangunan jalan ada banyak hal yang harus diperhatikan lebih mendetail dan teliti baik itu dari perencanaan jalan itu sendiri maupun pelaksanaan tentunya. Kita sebagai pengguna jalan pastinya menginginkan jalan yang kita pakai itu aman, nyaman, bersih dll. Maka dari itu kerusakan yang terjadi dijalan tersebut harus ditanggulangi dan diperbaiki dengan sungguh-sungguh.
  • 4. PEMBAHASAN • Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan pengikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Agregat yang dipakai adalah batuan pecah atau batu belah ataupun bahan lainnya. Bahan ikat ang dipakai adalah aspal, semen ataupun tanah liat. Apapun jenis perkerasan lalu lintas, harus dapat memfasilitasi sejumlah pergerakan lalu lintas, apakah berupa jasa angkutan lalu lintas, berupa jasa angkutan manusia, atau berupa jasa angkutan barang berupa seluruh komoditas yang diijinkan untuk berlalu lalang disitu. Dengan beragam jenis kendaraan dengan angkutan barangnya, akan memberikan variasi beban ringan, sedang sampai berat. Jenis kendaraan penumpang akan memberikan pula sejumlah variasi.Dan hal itu harus didukung oleh perkerasan jalan, daya dukung perkerasan jalan raya ini akan menentukan kelas jalan yang bersangkutan, misalnya jalan kelas 1 akan menerima beban besar dibanding jalan kelas 2.
  • 5. • Maka dilihat dari mutu perkerasan jalan sudah jelas berbeda. Persyaratan umum dari suatu jalan adalah dapatnya menyediakan lapisan permukaan yang selalu rata dan kuat, serta menjamin keamanan yang tinggi untuk masa hidup yang cukup lama, dan yang memerlukan pemeliharaan yang sekecil-kecilnya dalam berbagai cuaca. Tingkatan sampai dimana kita akan memenuhi persyaratan tersebut tergantung dari imbangan antara tingkat kebutuhan lalu lintas, keadaan tanah serta iklim yang bersangkutan. Sebagaimana telah dipahami bahwa yang dimaksud dengan perkerasan adalah lapisan atas dari badan jalan yang dibuat dari bahanbahan khusus yang bersifat baik/konstruktif dari badan jalannya sendiri
  • 6. • STRUKTUR PERKERASAN • Pada umumnya, perkerasan jalan terdiri dari beberapa jenis lapisan perkerasan yang tersusun dari bawah ke atas,sebagai berikut : • Lapisan tanah dasar (sub grade) • Lapisan pondasi bawah (subbase course) • Lapisan pondasi atas (base course) • Lapisan permukaan / penutup (surface course) • Terdapat beberapa jenis / tipe perkerasan terdiri : a. Flexible pavement (perkerasan lentur). b. Rigid pavement (perkerasan kaku). c. Composite pavement (gabungan rigid dan flexible pavement).
  • 7. • PERKERASAN LENTUR • Jenis dan fungsi lapisan perkerasan Lapisan perkerasan jalan berfungsi untuk menerima beban lalu-lintas dan menyebarkannya ke lapisan di bawahnya terus ke tanah dasar • Lapisan Tanah Dasar (Subgrade) Lapisan tanah dasar adalah lapisan tanah yang berfungsi sebagai tempat perletakan lapis perkerasan dan mendukung konstruksi perkerasan jalan diatasnya. Menurut Spesifikasi, tanah dasar adalah lapisan paling atas dari timbunan badan jalan setebal 30 cm, yang mempunyai persyaratan tertentu sesuai fungsinya, yaitu yang berkenaan dengan kepadatan dan daya dukungnya (CBR). Lapisan tanah dasar dapat berupa tanah asli yang dipadatkan jika tanah aslinya baik, atau tanah urugan yang didatangkan dari tempat lain atau tanah yang distabilisasi dan lain lain.
  • 8. • Ditinjau dari muka tanah asli, maka lapisan tanah dasar dibedakan atas : • Lapisan tanah dasar, tanah galian. • Lapisan tanah dasar, tanah urugan. • Lapisan tanah dasar, tanah asli. Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung dari sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar. Umumnya persoalan yang menyangkut tanah dasar adalah sebagai berikut : • Perubahan bentuk tetap (deformasi permanen) akibat beban lalu lintas. • Sifat mengembang dan menyusutnya tanah akibat perubahan kadar air. • Daya dukung tanah yang tidak merata akibat adanya perbedaan sifat-sifat tanah pada lokasi yang berdekatan atau akibat kesalahan pelaksanaan misalnya kepadatan yang kurang baik.
  • 9. • Lapisan Pondasi Bawah (Subbase Course) Lapis pondasi bawah adalah lapisan perkerasan yang terletak di atas lapisan tanah dasar dan di bawah lapis pondasi atas. Lapis pondasi bawah ini berfungsi sebagai : • Bagian dari konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda ke tanah dasar. • Lapis peresapan, agar air tanah tidak berkumpul di pondasi. • Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas. • Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari beban roda-roda alat berat (akibat lemahnya daya dukung tanah dasar) pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan. • Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan.
  • 10. • Lapisan pondasi atas (base course) Lapisan pondasi atas adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara lapis pondasi bawah dan lapis permukaan. Lapisan pondasi atas ini berfungsi sebagai : • Bagian perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda dan menyebarkan beban ke lapisan di bawahnya. • Bantalan terhadap lapisan permukaan. Bahan-bahan untuk lapis pondasi atas ini harus cukup kuat dan awet sehingga dapat menahan beban-beban roda. Dalam penentuan bahan lapis pondasi ini perlu dipertimbangkan beberapa hal antara lain, kecukupan bahan setempat, harga, volume pekerjaan dan jarak angkut bahan ke lapangan.
  • 11. • Lapisan Permukaan (Surface Course) Lapisan permukaan adalah lapisan yang bersentuhan langsung dengan beban roda kendaraan. Lapisan permukaan ini berfungsi sebagai : • Lapisan yang langsung menahan akibat beban roda kendaraan. • Lapisan yang langsung menahan gesekan akibat rem kendaraan (lapisaus). • Lapisan yang mencegah air hujan yang jatuh di atasnya tidak meresap ke lapisan bawahnya dan melemahkan lapisan tersebut. • Lapisan yang menyebarkan beban ke lapisan bawah, sehingga dapat dipikul oleh lapisan di bawahnya. Apabila dperlukan, dapat juga dipasang suatu lapis penutup / lapis aus (wearing course) di atas lapis permukaan tersebut.
  • 12. • Fungsi lapis aus ini adalah sebagai lapisan pelindung bagi lapis permukaan untuk mencegah masuknya air dan untuk memberikankekesatan (skid resistance) permukaan jalan. Apis aus tidak diperhitungkan ikut memikul beban lalu lintas. • PERKERASAN KAKU • Perkerasan jalan beton semen atau secara umum disebut perkerasan kaku, terdiri atas plat (slab) beton semen sebagai lapis pondasi dan lapis pondasi bawah (bisa juga tidak ada) di atas tanah dasar. Dalam konstruksi perkerasan kaku, plat beton sering disebut sebagai lapis pondasi karena dimungkinkan masih adanya lapisan aspal beton di atasnya yang berfungsi sebagai lapis permukaan. Perkerasan beton yang kaku dan memiliki modulus elastisitas yang tinggi, akan mendistribusikan beban ke bidang tanah dasra yang cukup luas sehingga bagian terbesar dari kapasitas struktur perkerasan diperoleh dari plat beton sendiri.
  • 13. • Hal ini berbeda dengan perkerasan lentur dimana kekuatan perkerasan diperoleh dari tebal lapis pondasi bawah, lapis pondasi dan lapis permukaan. Karena yang paling penting adalah mengetahui kapasitas struktur yang menanggung beban, maka faktor yang paling diperhatikan dalam perencanaan tebal perkerasan beton semen adalah kekuatan beton itu sendiri. Adanya beragam kekuatan dari tanah dasar dan atau pondasi hanya berpengaruh kecil terhadap kapasitas struktural perkerasannya. • Lapis pondasi bawah jika digunakan di bawah plat beton karena beberapa pertimbangan, yaitu antara lain untuk menghindari terjadinya pumping, kendali terhadap sistem drainasi, kendali terhadap kembang-susut yang terjadi pada tanah dasar dan untuk menyediakan lantai kerja (working platform) untuk pekerjaan konstruksi.
  • 14. • Secara lebih spesifik, fungsi dari lapis pondasi bawah adalah : • Menyediakan lapisan yang seragam, stabil dan permanen. • Menaikkan harga modulus reaksi tanah dasar (modulus of sub-grade reaction = k), menjadi modulus reaksi gabungan (modulus of composite reaction). • Mengurangi kemungkinan terjadinya retak-retak pada plat beton. • Menyediakan lantai kerja bagi alat-alat berat selama masa konstruksi. Menghindari terjadinya pumping, yaitu keluarnya butir-butiran halus tanah bersama air pada daerah sambungan, retakan atau pada bagian pinggir perkerasan, akibat lendutan atau gerakan vertikal plat beton karena beban lalu lintas, setelah adanya air bebas terakumulasi di bawah pelat. • Pemilihan penggunaan jenis perkerasan kaku dibandingkan dengan perkerasan lentur yang sudah lama dikenal dan lebih sering digunakan
  • 15. • Perkembangan perkerasan kaku Pada awal mula rekayasa jalan raya, plat perkerasan kaku dibangun langsung di atas tanah dasar tanpa memperhatikan sama sekali jenis tanah dasar dan kondisi drainasenya. Pada umumnya dibangun plat beton setebal 6 – 7 inch. Dengan bertambahnya beban lalu-lintas, khususnya setelah Perang Dunia ke II, mulai disadari bahwa jenis tanah dasar berperan penting terhadap unjuk kerja perkerasan, terutama sangat pengaruh terhadap terjadinya pumping pada perkerasan. Oleh karena itu, untuk selanjutnya usaha-usaha untuk mengatasi pumping sangat penting untuk diperhitungkan dalam perencanaan. Pada periode sebelumnya, tidak biasa membuat pelat beton dengan penebalan di bagian ujung / pinggir untuk mengatasi kondisi tegangan struktural yang sangat tinggi akibat beban truk yang sering lewat di bagian pinggir perkerasan.
  • 16. • Kemudian setelah efek pumping sering terjadi pada kebanyakan jalan raya dan jalan bebas hambatan, banyak dibangun konstruksi pekerasan kaku yang lebih tebal yaitu antara 9 – 10 inch. • Jenis-jenis perkerasan jalan beton semen Berdasarkan adanya sambungan dan tulangan plat beton perkerasan kaku, perkerasan beton semen dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis sebagai berikut : • • Perkerasan beton semen biasa dengan sambungan tanpa tulangan untuk kendali retak. • Perkerasan beton semen biasa dengan sambungan dengan tulangan plat untuk kendali retak. Untuk kendali retak digunakan wire mesh diantara siar dan penggunaannya independen terhadap adanya tulangan dowel.
  • 17. • • Perkerasan beton bertulang menerus (tanpa sambungan). Tulangan beton terdiri dari baja tulangan dengan prosentasi besi yang relatif cukup banyak (0,02 % dari luas penampang beton). • Pada saat ini, jenis perkerasan beton semen yang populer dan banyak digunakan di negara-negara maju adalah jenis perkerasan beton bertulang menerus.
  • 18. • PERKERASAN KOMPOSIT • Perkerasan komposit merupakan gabungan konstruksi perkerasan kaku (rigid pavement) dan lapisan perkerasan lentur (flexible pavement) di atasnya, dimana kedua jenis perkerasan ini bekerja sama dalam memilkul beban lalu lintas. Untuk ini maka perlua ada persyaratan ketebalan perkerasan aspal agar mempunyai kekakuan yang cukup serta dapat mencegah retak refleksi dari perkerasan beton di bawahnya. Hal ini akan dibahas lebih lanjut di bagian lain. Konstruksi ini umumnya mempunyai tingkat kenyamanan yang lebih baik bagi pengendara dibandingkan dengan konstruksi perkerasan beton semen sebagai lapis permukaan tanpa aspal.
  • 19. • SEKIAN DAN TERIMAKASIH