5. Kegiata
n
yan
g
dilakuka
n
menjelan
g
Berbuk
a
Puas
a
Menonton TV
Mengaji
Jalan-jalan sore
Berburu takjil
Mencari hiburan streaming
Bermain game
Mendengarkan lagu
Membaca buku
Kegiatan lainnya
0 15 30 45 60
12,2
18,9
23,4
26,2
37,2
39,6
42,7
44,9
51,6
— Katadata Insight Center (KIC)
Mayoritas responden juga mengaku
lebih banyak berderma di bulan
Ramadan dibanding bulan lainnya
(66,4%), sedangkan responden yang
merasa intensitas dermanya sama
saja hanya sedikit (33,6%).
Ti
ngka
t
Kedermawana
n
Lokas
i
Responde
n
Responden di Pulau Jawa selain
Jakarta (63,8%), Jakarta (15,7%), dan
Sumatra (10,4%), Sulawesi,
Kalimantan, Bali-Nusa Tenggara, dan
Maluku-Papua di rentang 0,3%-4,3%.
6. 84,4 %
Pengeluaran Belanja di Bulan Ramadhan > dari
bulan lainnya
33,3 %
Alokasi belanja budget > Rp. 1.000.000,-
di Bulan Ramadhan
90,6 %
Kebiasaan belanja kebutuhan lebaran
— Katadata Insight Center (KIC)
8. Penu
h
Semanga
t
d
i
Bula
n
Ramadha
n
01 Bula
n
Diturunkanny
a
A
l
Qur’a
n
02
03
04
—— “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan
mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)… ”
(QS. Al Baqarah: 185)
Seta
n
`` dibelengg
u
, Pint
u
`` Nerak
a
ditutup
da
n
Pint
u
`` Surg
a
dibuk
a
Ad
a
Mala
m
penu
h
kemuliaa
n
da
n
keberkaha
n
Wakt
u
dikabulkanny
a
D
o
’
a
—— ”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka
ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari no. 3277 dan
Muslim no. 1079)
—— ”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar
(malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam
kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).
—— ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada
setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a
maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah)
9. Kemudaha
n
d
i
Bula
n
Ramadha
n
4 Kemudaha
n
َ ْ
ﺮﺴُﻌ
ْ
اﻟ ُﻢ
ُ
ﻜِﺑ ُﻳﺪِﺮُﻳ
َ
ﻻَو َ ْ
ﺮﺴُﻴ
ْ
اﻟ ُﻢ
ُ
ﻜِﺑ
ُّ
اﺑ ُﻳﺪِﺮُﻳ
“Allah menghendaki kemudahan
bagimu, dan tidak menghendaki
kesukaran bagimu.”
(Qs. Al Baqarah : 185)
Diberika
n
keringana
n
Untu
k
tida
k
berpuas
a
Maka
n
da
n
Minu
m
d
i
Mala
m
har
i
Bole
h
untu
k
Maka
n
Sahur
Orang yg sakit/tidak mampu
dan safar ada keringanan
tidak berpuasa (mengganti
dengan hari lain atau
fidyah) — Qs. 2:184
Masih dibolehkan makan
dan minum sampai waktu
subuh tiba. Termasuk
dihalalkan menggauli istri
— Qs. 2:187
“Yang membedakan antara
puasa kita dan puasa ahli
kitab adalah makan sahur,”
(HR Muslim).
Jauh lebih ringan
dibandingkan dengan umat
Nabi Daud yang diwajibkan
berpuasa berselang-seling
sepanjang tahun seumur
hidup.
Hany
a
1/12 Bula
n
“Allah memberikan kemudahan supaya
kalian dapat mudah menggapai ridha Allah.
Kemudahan yang diberikan begitu besar.
Itulah ajaran yang ada dalam syariat Islam.”
— Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di
(Taisir Al Karimir Rahman)
12. Conto
h
Aktivita
s
Amala
n
Ramadha
n
N
o
Ama
l
Shali
h
1 Doa bangun tidur
2 Doa Masuk dan keluar K. Mandi/WC
3 Membangunkan keluarga untuk Sahur
4 Makan Sahur dan Adabnya
5 Amalan menjelang Shalat berjamaah
6 Doa Menuju, Masuk dan Keluar Masjid
7 Sholat Sunnah lain
8 Sholat Sunnah Rawatib
9 Amalan menunggu Sholat
10 Dzikir setelah sholat
11 Dzikir Pagi Petang
12 Membaca & Mentadabburi Al Qur’an
13 Sholat Syuruq/Isyraq
14 Adab Masuk dan keluar Rumah
15 Sholat Dhuha
N
o
Ama
l
Shali
h
16 Mencari Nafkah dan Bergaul dengan Baik
17 Menuntut, Menyimak, Mengajarkan Ilmu
18 Menyiapkan Buka Puasa, Berdoa Menjelang Berbuka
19 Berbuka Puasa dan Adabnya
20 Sholat Tarawih/Lail dan Witir
21 Menghidupkan Lailatul Qadar
22 Istirahat dengan Niat dan Adabnya
23 Bersedekah
24 Amar Ma’ruf (Mengajak kebaikan)
25 I’tikaf
26 Umrah
27 Membantu Istri/Keluarga (Urusan Rumah Tangga)
28 Silaturahmi & Birrul Walidain (Berbakti kepada Orang Tua)
29 Tarbiyatul Aulad/Mendidik Anak
30 Zakat Fitrah
— Siraj Abu Taimiyah (Agar Tak Merugi di Bulan Suci)
15. Tetap Istiqoma
h
& B
ij
a
k
Mengatur Anggara
n
Hendaknya seorang muslim tidak berlebih-lebihan dalam
membelanjakan hartanya untuk kebutuhan berbuka puasa
sehingga mubadzir dan terlalu kekenyangan, dapat
membuat badan berat untuk beribadah, malas ke masjid
(khususnya Sholat Maghrib, Isya’ dan Tarawih Berjamaah)
Secara kesehatan juga tidak baik, lambung akan terkejut
dari sebelumnya posisi kosong dan diisi dengan porsi yang
melebihi kewajaran.
Sayangi tubuh anda dan sayangi saudara-saudara kita
yang membutuhkan makanan namun serba kekurangan
— Syaikh Abu Malik Kamal Salim
(Shahih Fiqh As-Sunnah Panduan Ramadhan 4 Madzhab)
Ti
p
s