0% found this document useful (0 votes)
683 views25 pages

Replikasi Dna & Sintesis Protein

Replikasi DNA dan Sintesis Protein materi kelas XII SMA

Uploaded by

Fina Nafrilla
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
683 views25 pages

Replikasi Dna & Sintesis Protein

Replikasi DNA dan Sintesis Protein materi kelas XII SMA

Uploaded by

Fina Nafrilla
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

REPLIKASI DNA & SINTESIS PROTEIN

Miss Rilla
REPLIKASI DNA

• Replikasi DNA adalah proses penggandaan DNA untuk


memperbanyak diri terjadi pada fase sintesis saat interfase
MODEL REPLIKASI DNA

Molekul induk (cetakan) Langkah pertama replikasi


memiliki 2 untai DNA. pemisahan untai DNA induk Terbentuk molekul untai anakan yang
Setiap basa berpasangan sebagai cetakan yang mengandung DNA lama dari induk
A-T, G-C. menentukan urutan untaian (biru tua) dan DNA baru (biru muda).
baru (anakkan).
REPLIKASI DNA
• Replikasi DNA terjadi secara semikonservatif (Matthew Meselson dan Franklin 1958)
• Hal ini menyebabkan DNA baru membawa informasi yang persis sama dengan DNA
induk/cetakan

Pita DNA rangkap heliks memisahkan diri Pita DNA heliks rangkap terputus-putus
Pita DNA rangkap heliks tidak berpisah,
menjadi dua pita tunggal yang berperan atas beberapa potongan. Setiap
tetapi langsung menjadi cetakan bagi
sebagai pola cetakan. Setiap pita lama potongan berpola sebagai pola cetakan
pita DNA baru. Akhirnya, terbentuk dua
membentuk pita baru pasangannya. Dan dan membentuk DNA baru pasangannya.
pita rangkap heliks yang sama seperti
akhirnya, terbentuk dua pita rangkap Akhirnya, terbentuk pita rangkap heliks
asalnya.
heliks yang sama seperti asalnya. yang sama seperti asalnya.
Replikasi DNA melibatkan :
Enzim Fungsi
Helikase Membuka jalinan DNA
double heliks
DNA Polimerase Menambahkan nukleotida
baru pada utas anakan
(pemanjangan rantai DNA)
Ligase Menyambung DNA

Nuklease Memotong utas DNA yang


tidak sesuai atau perlu
diperbaiki
MEMULAI REPLIKASI DNA
• Replikasi molekul DNA dimulai
Untai Lamban
dari tempat khusus yang disebut
titik mula replikasi (origins of
replication), protein-protein yang Untai Maju
menginisiasi replikasi DNA
mengenali skuens ini dan melekat
pada DNA, memisahkan kedua
DNA, dan membuka "gelembung“
• Replikasi berlangsung di kedua
arah dari masing-masing titik,
sampai seluruh molekul disalin.
• Pada eukariotik memiliki ratusan
atau bahkan ribuan titik mula
replikasi.
• Pada prokaryot hanya memiliki
satu titik mulai
Terdiri dari 4 tahap REPLIKASI DNA

Pemisahan Untai DNA

Inisiasi Replikasi DNA

Proses Pemanjangan (Polimerisasi) Molekul DNA

Terminasi Sintesis DNA

8/26/2024
1) Pemisahan Untai DNA
1) Pemisahan Untai DNA
• Pemisahan kedua untaian DNA induk
yang akan direplikasi dilakukan oleh
DNA helikase.

• Proses ini ditandai oleh memisahnya


kedua untai DNA, yang masing-masing
akan berperan sebagai cetakan bagi
pembentukan untai DNA baru. Enzim
untuk membuka untaian dobel heliks
adalah enzim helicase.

• Untai DNA tunggal hasil pemisahan


oleh helikase selanjutnya diselubungi
oleh protein pengikat untai tunggal
atau single-strand binding protein
(SSB) untuk melindungi DNA untai
tunggal dari kerusakan fisik dan
mencegah renaturasi (kembalinya untai
DNA menyatu).
2) Inisiasi Replikasi DNA

• DNA primase akan membentuk RNA pendek (RNA primer) yang akan dikenali
polimerase sehingga dapat memulai proses replikasi
• Akan terbentuk gelembung (bubble) replikasi dari proses pemisahan rantai ganda
DNA
• Disetiap ujung gelembung replikasi terdapat cabang replikasi (replication fork) atau
garpu replikasi suatu daerah berbentuk Y dimana untai untai DNA baru mulai
memanjang.
• Setiap gelembung replikasi mengandung dua garpu replikasi.
2) Inisiasi Replikasi DNA

Anti Pararel
Y

Garpu replikasi
3) Proses Pemanjangan (Polimerisasi) Molekul DNA
• DNA polimerase akan merangkai rantai-rantai mononukleotida membentuk DNA
baru.
• DNA polimerase membentuk rantai secara 2 arah ke arah untai maju dan untai
lamban. Untai maju atau leading strand adalah untaian yang disintesis DNA
polimerase secara kontinyu dan cepat.

• DNA polymerase III pada


prokaryot
• DNA polymerase α (alpa) dan
DNA polymerase δ (delta) pada
eukaryot
3) Proses Pemanjangan (Polimerisasi) Molekul DNA

• Untai lamban atau lagging strand


adalah untaian yang disintesis oleh
DNA polimerase secara diskontinyu
dan lambat
• Sintesis DNA pada untai yang tidak
berjalan kontinyu (lagging strand)
menghasilkan
• fragmen terputus-putus yang
dinamakan fragmen Okazaki.
3) Proses Pemanjangan (Polimerisasi) Molekul DNA

5’ 3’

3’ 5’
3) Proses Pemanjangan (Polimerisasi) Molekul DNA
• Fragmen-fragmen Okazaki akan disatukan menjadi sebuah untai DNA yang utuh
dengan bantuan enzim DNA ligase.

RNA primer nantinya


dihilangkan oleh enzim
• DNA polymerase I
pada Prokaryot
• DNA polymerase β
pada Eukaryot
4) Terminasi Sintesis DNA
• Proses replikasi DNA diakhiri dengan terminasi replikasi.
• Titik tempat pengakhiran replikasi disebut titik terminasi.
• Pada prokariotik terminal/terminator adalah suatu urutan basa nukleotida yang
berikatan dengan suatu protein spesifik yang disebut protein Tus yang dapat
menghentikan Gerakan garpu replikasi DNA di sekitar daerah ORI.
• Pada molekul DNA prokariot yang berbentuk lingkar, terminasi replikasi akan terjadi
jika kedua garpu replikasi yang bergerak ke arah berbeda bertemu pada sisi
terminasi.
• Ketika replikasi selesai, kedua lingkaran hasil replikasi masih menyatu.
• Pemisahan dilakukan oleh enzim topoisomerase IV. Masing-masing lingkaran hasil
replikasi kemudian disegregasikan ke dalam kedua sel hasil pembelahan.
4) Terminasi Sintesis DNA
• Terminasi pada eukariot, keadaannya berbeda karena molekul DNAnya linear.
Masalahnya muncul pada ujung kromosom (telomer). Jika primer yang terletak di
ujung kromosom didegradasi, maka tidak dapat dilakukan pengisian bagian kosong
bekas tempat penempelan primer (RNA) karena sintesis DNA tidak dapat
berlangsung dengan arah 3‘ → 5‘.
• Molekul-molekul DNA kromosomal eukariot memiliki urutan nukleotida khusus yang
disebut telomer pada ujung-ujungnya. Telomer tidak mengandung gen, sebaliknya
DNA nya terdiri dari banyak pengulangan (100-1000) urutan nukleotida pendek.
Replikasi telomer eukariot dilakukan dengan menggunakan aktivitas enzim
telomerase. Telomerase adalah enzim khusus yang mengkatalisis pemanjangan
telomer. RNA bertindak sebagai cetakan bagi telomerase untuk memperpanjang
ujung telomer pada ujung 3‘.
SINTESIS PROTEIN

• Sintesis protein adalah proses di mana kode genetik yang dibawa oleh gen akan
diterjemahkan menjadi urutan asam amino. Asam amino ini akan membentuk
protein, sedangkan protein nantinya akan berfungsi sebagai zat penyusun dalam
tubuh. Sintesis protein juga bisa diartikan sebagai proses pembentukan protein yang
melibatkan DNA.

• Sintesis protein terdiri dari dua tahap, yaitu transkripsi dan translasi. Secara garis
besar, sintesis protein dimulai dari DNA, pembentukan RNA, lalu penyusunan
protein. Proses ini (DNA > RNA > protein) sering disebut sebagai central dogma.
TRANSKRIPSI

• Transkripsi merupakan proses pertama dalam central dogma. Transkripsi adalah


proses transfer instruksi genetik dari DNA ke mRNA. mRNA sendiri bisa dianggap
sebagai 'pembawa pesan’. DNA terletak di dalam nukleus, sedangkan pembentukan
protein terjadi di bagian ribosom. Itulah kenapa DNA membutuhkan mRNA yang
berfungsi sebagai 'pembawa pesan' agar kode genetik dari DNA bisa sampai ke
ribosom.
• Jadi, tugas mRNA di sini adalah menyalin kode genetik DNA dan membawanya
menuju ribosom untuk proses selanjutnya.

• Proses transkripsi dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu:


1) Inisiasi. Di tahap ini, RNA polimerase akan memecah untaian DNA. Seperti yang
diketahui, DNA terdiri segmen-segmen yang disebut gen. Gen memiliki bagian-
bagian ujung yang dinamakan promoter dan terminator.RNA polimerase bergerak
dari bagian terminator ke promoter untuk memecah DNA. Proses inisiasi baru akan
selesai ketika RNA polimerase sampai di bagian promoter.
2) Elongasi. Elongasi adalah proses ketika RNA polimerase kembali ke terminator. Di
sini terjadi pembentukan mRNA yang menyalin kode-kode genetik DNA.
3) Terminasi. Terminasi adalah tahapan akhir transkripsi. Di tahap ini, untaian mRNA
selesai dibentuk dan lepas dari DNA.
TRANSKRIPSI
TRANSKRIPSI

Saat ini kita memiliki 1


untai RNA yang memiliki mRNA mengantar pesan
pesan sama dengan DNA, ke ribosom
RNA ini kita sebut mRNA
TRANSLASI
• mRNA yang membawa salinan kode genetik DNA akan pergi menuju ribosom. Di
ribosom inilah terdapat tahap kedua sintesis protein bernama translasi.
• Translasi adalah proses penguraian atau penerjemahan kode-kode hasil salinan DNA
yang dibawa oleh mRNA.
• Penerjemahan kode ini nantinya akan menghasilkan polipeptida untuk menyusun
protein.

• Sama seperti transkripsi, translasi juga terbagi menjadi 3 tahap, yaitu:


1) Inisiasi. mRNA terdiri dari kodon-kodon DNA. Di tahapan inisiasi, kodon pertama
(kodon start) akan bertemu dengan ribosom.
2) Elongasi. Kodon dari mRNA langsung diterjemahkan menjadi asam amino.
Rangkaian asam amino ini lalu digabungkan dengan bantuan tRNA untuk
membentuk polipeptida.
3) Terminasi. Terminasi adalah tahapan terakhir ketika kodon terakhir (kodon stop)
bertemu dengan ribosom.Setelah proses translasi selesai, maka didapatlah sebuah
rantai polipeptida yang nantinya akan diproses lagi menjadi protein tertentu. Pada
saat inilah proses sintesis protein berakhir.
TRANSLASI
Proses pembentukan
protein sesuai dengan
printah yang dikirimkan
mRNA

KODON 1 KODON 2 KODON 3

3 BASA
=KODON 1 Nukleotida

Kodon adalah pesan Asam amino tidak


yang akan memanggil 1 menempel begitu saja
jenis asam amino melainkan diantar oleh
tertentu tRNA
TRANSLASI

Tiap tRNA
mengandung basa
nitrogen sesuai dengan 1 Rantai
basa nitrogen kodon asam
yang memanggilnya amino
Atau
protein

You might also like